
Bima melangkahkan kakinya masuk ke dalam Kafe setelah mengusir pria itu secara paksa, para pelanggan yang melihat aksinya terkagum kagum dengan pria tampan berambut gondrong itu.
"Kamu gak apa apa kan?" tanya Bima pada Celine yang tampak menatapnya dengan mata berkaca-kaca entah apa yang dipikirkan gadis itu.
"Nggak apa apa, " ucap Celine pelan.
Bima tersenyum lalu menggenggam tangan Celine ,"Kesempatan heheheh," kekeh Bima di dalam hati, sebab dia busa mengambil.mkmen ibu untuk lebih dekat dengan Celine.
Sejujurnya sejak di dalam mobil tadi dia selalu memikirkan tentang kontrak pernikahan nya dengan Celine dan itu benar benar mengganggu dirinya.
"Aku tak akan melepasmu Celine, " batin Bima.
"Ya sudah ayo ambil barang barangmu, hari sudah mulai gelap, yang lain sudah menunggu di rumah Aiden, kita akan ke rumah Aiden sementara ini karena kondisi di rumah besar Park," ucap Bima.
"Baiklah" jawab Celine pelan membuat Bima sedikit bingung.
"Ada apa?" tanya Bima.
"Emm... kita bicara di ruanganku saja," ucap Celine.
Mereka berdua berjalan bersama dengan tangan Bima menggandeng tangan Celine. Mereka masuk ke dalam ruangan Celine, tingkah mereka membuat para karyawan penasaran dengan siapa sebenarnya pria itu.
"Kenapa? apa dia menyakitimu tadi?" tanya Bima sedikit bingung.
"Tidak, tapi apa kau baik baik saja? kau mendengar kata katanya tadi kan? dia mengejekmu, apa kau baik baik saja?" tanya Celine dengan tatapan mata khawatir dan terlihat sangat tulus.
"Ohh jadi ini tentang aku," ucap Bima," tenang saja aku tak apa, akan ada waktunya membalas ucapan sombongnya tadi, tunggu saja aku akan menunjukkannya padamu," ucap Bima sambil menepuk pucuk kepala Celine membuat gadis itu merona menundukkan kepalanya.
"Wah esnya seperti nya sudah mencair," gumam Bima.
"Em..Ekhmm.. aku ambil barang barang dulu," ucap Celine berusaha bersikap seperti biasa meskipun sifat Bima benar benar membuatnya gugup.
"Hmm baiklah," ucap Bima.
Beberapa menit Celine beres beres membawa barang yang dia butuhkan. Setelah itu mereka melaju menuju rumah Aiden sesuai dengan kesepakatan mereka sebelumnya bahwa mereka akan tinggal di rumah Aiden untuk sementara.
"Apa kalian selalu tinggal bersama?" tanya Celine sedikit penasaran dengan hubungan Bima dan yang lainnya.
"Ya kami tinggal bersama sejak Luna hadir di antara kami semua," ucap Bima.
"Luna?" ucap Celine.
"Ya, Luna adalah adik perempuan kesayangan kami, Sebenarnya masih ada lagi anggota keluarga yang lain hanya saja mereka tinggal di Korea dan Australia, mungkin dalam waktu dekat akan kembali," ucap Bima.
"Apa kalian semua bersaudara?" tanya Celine.
__ADS_1
"Tidak, kami hanya orang asing yang dipersatukan oleh Langit dan menadi keluarga," ucap Bima.
"Lalu kenapa Luna tampaknya begitu spesial bagi kalian?" tanya Celine.
"Hmmm... mungkin karena ketulusannya, dia orang yang menyatukan kami semua, dia orang yang berjasa bagi kami, dan dia orang yang mampu memberikan kekuatan bagi kami," jelas Bima, saat membicarakan Luna senyumannya tak pernah hilang dari wajah tampan pria itu.
"Kau akan tau nanti saat banyak bergaul dengannya, dia orang yang spesial," ucap Bima sambil menoleh ke arah Celine sebentar lalu menatap ke arah Jalanan.
"Kalian bukan saudara sedarah tapi kalian sangat kompak, aku salut melihat pertemanan kalian," ucap Celine yang hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Bima.
Bima melaju dengan kecepatan sedang, matanya tertuju pada seorang wanita yang membawa mobil di sebelah mereka, dia menyipitkan matanya mencoba melihat wanita itu dengan lebih jelas.
"Celine, coba lihat siapa itu? dia Sarah bukan?" ucap Bima sambil menunjuk mobil di sebelah mereka dimana ada seorang wanita yang tengah bergelayut manja di sebelah seorang pria yang tampaknya adalah seorang pengusaha karena Bima mengenali wajah para lawan bisnisnya.
Celine melihat ke arah mobil yang ditunjuk oleh Bima, matanya terkejut saat melihat Sarah mulai bercumbu dengan pria itu di dalam mobil padahal jelas jelas ada supir disana.
"Astaga apa dia semiskin itu sampai tidak memiliki uang untuk menyewa kamar? memalukan sekali, dan pria itu bukankah itu salah satu pemilik bisnis properti di Indonesia?" ucap Celine.
"Apa kau mengenalnya?" tanya Bima.
"Aku sedikit tau tentangnya, dulu aku sempat ingin membeli salah satu gedungnya namun kuurungkan saat melihat tak ada kejelasan dan tampaknya gedung itu bermasalah," jelas Celine.
"Hmmm... aku curiga dengan mereka," gumam Bima.
"Tapi tunggu dulu," ucap Celine membuat Bima menoleh ke arah Celine.
"Kalau dia dekat dengan pria itu, lalu kenapa dia mendekatimu???" ucap Celine yang menyadari sesuatu yang aneh dengan Sarah.
"Apa dia akan melakukan sesuatu? atau mungkin dia punya motif lain?" ucap Celine.
"Kau benar dia pasti punya motif lain, pria itu adalah saingan bisnis ku!" ucap Bima.
" Bisnis? bisnis apa," tanya Celine dengan polosnya, beruntung Bima tidak sampai menginjak rem secara mendadak karen pertanyaan konyol Gadis itu.
"Apa kau tidak tau siapa aku?"tanya Bima yang benar benar tidak menyangka kalau gadis itu akan bertanya seperti itu.
" Kau.... " Celine berhenti sebentar, " Kau siapa memang?" tanya Celine lagi.
"Astaga Celine, coba jawab pertanyaan ku, apa kau tau siapa Gamaliel Park dan Luna?" tanya Bima.
"Ummm... kalau mereka aku tau setelah melihat Gama, dia kan Presdir Grup J.B jadi Luna pasti istrinya," ucap Celine.
"Lalu apa kau tau siapa Aiden dan Alex?" tanya Bima.
" Aiden bukannya Presdir Shine grup bukan?" ucap Celine.
__ADS_1
"Kalau Alex bukannya dia pebisnis ya," jawab Celine.
"Lalu aku?" tanya Bima.
"Pebisnis seperti Alex mungkin?" ucap Celine sambil mengangkat bahunya.
"Ya ampun Celine, kupikir kau tau siapa aku," ucap Bima.
"Memangnya kau siapa?" tanya Celine.
"Antariksa, apa kau pernah mendengar nama itu?" tanya Bima.
"Tentu, perusahaan property terbesar dan rajanya bisnis properti," ucap Celine.
"Lalu apa kau tau siapa pimpinannya?" tanya Bima.
"Ummm... mana ku tau, buat apa juga aku perlu tau nama pimpinan grup itu, kurang kerjaan saja, kalau seperti Gama dan yang lain pasti langsung tau karena mereka sudah wara Wiri di sampul majalah, kalau Antariksa Grup, aku tak pernah lihat," ucap Celine.
"Huffft... kupikir kau tau," ucap Bima.
"Ck.. kalau begitu beritahu aku apa pekerjaanmu?" ucap Celine.
"Aku Presdir Antariksa Celine, suamimu ini seorang Presdir," ucap Bima.
"Heyy ayolah jangan bercanda, mimpi boleh tapi jangan ketinggian, masa iya kamu presdirnya? menurut rumor presdirnya adalah pria tua yang sudah ubanan masa iya itu kamu?" ucap Celine.
Bima membelalakkan matanya, beberapa tahun tak muncul di hadapan publik karena masalah hatinya ternyata sudah melahirkan rumor aneh tentang dirinya.
"Astaga Celine siaoa yang bilang kalau aku pria tua, ya ampun ganteng ganteng begini dikatain tua, " gerutu Bima.
"Kan rumor," ucap Celine.
"Ck... itu salah Celine, aku pemiliknya, memang beberapa tahun belakangan ini aku tak pernah muncul di hadapan publik karena masalah hati," ucap Bima, tiba tiba raut wajahnya berubah menjadi sendu mengingat bagaimana Clara waktu itu meninggalkannya.
"Masalah apa? apa kau mau cerita?" tanya Celine lembut.
"Ehh... tak apa kok, kapan kapan aku cerita, kita udah sampai," ucap Bima saat mereka tiba di depan gerbang menuju rumah Aiden.
"Wahh besar sekali rumahnya," ucap Celine takjub dengan rumah milik Aiden.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😉😊