
Luna, Gama, Andin dan Mark keluar untuk berkencan dengan membawa mobil masing-masing, Alex juga ikut di belakang mereka.
"Sayang kita ke taman bermain, apa kamu mau?" tanya Gama yang sedang mengemudikan mobilnya.
"Wah boleh boleh, aku mau!" seru Luna dengan senyum bahagia di wajahnya.
"Sesenang itu kamu?" tanya Gama.
"Tentu saja,jarang jarang bisa ke taman hiburan seperti ini, hehehhe ini akan menyenangkan," celetuk Luna sambil memandangi jalanan yang ramai.
Mendengar perkataan istrinya,Gama semakin merasa bersalah, betapa tidak pekanya dirinya selama ini sampai membuat istrinya bagai baru saja keluar dari goa.
"Kalau begitu kamu nikmati ya," ucap Gama sambil menepuk pucuk kepala istrinya.
Luna tersenyum bahagia, bagi Ibu hamil ini hanya dengan keluar dan berjalan jalan melihat dunia luar saja sudah sangat menyenangkan baginya, dia tidak meminta ke luar negeri atau kemana mana, dia hanya ingin dilibatkan dalam semua urusan mereka, mungkin bawaan di janin dan keinginan si Ibu yang menyatu hingga bisa sampai seperti ini.
"Sayang aku mau makan ketoprak, apa disana ada ketoprak? pasti enak," ucap Luna sambil mengelus perutnya.
Gama tersenyum, "kita cari sambil jalan kesana ya sayang, takutnya nanti disana gak ada yang jualan ketoprak, kamu malah kecewa nanti," ucap Gama.
"Baiklah, terimakasih suamiku, Terimakasih Papa," seru Luna dengan senyuman secerah mentari di malam hari, mana ada Thor!
Gak tersenyum dia mengelus kepala Luna dengan sayang, dia bisa melihat senyum manis istrinya yang akhir akhir ini sulit dia dapatkan.
"Tersenyum lah terus seperti itu, aku mencintaimu," batin Gama
Sementara itu di mobil Mark tampak suasana hening, tak ada yang memulai percakapan, Andin terpaksa mengikuti keinginan Luna yang mengajak dirinya dan Mark untuk keluar bersama sama.
Beberapa hari belakangan ini, sering Andin terlihat kesepian, Luna yang sibuk dengan kehamilannya, Ferdi yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan Anna dan yang lainnya sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Mark terlalu fokus pada pekerjaannya sehingga membuat Andin merasa kesepian, hal ini membuat hubungan mereka sedikit renggang, padahal Gama sudah mengatakan pada Mark untuk meluangkan waktu pribadinya tapi ya begitulah Mark ,dia akan fokus pada pekerjaannya sampai benar-benar tuntas.
Andin menatap keluar jendela, dia malas membuka pembicaraan, karena pria kaku di sampingnya itu masih saja belum berubah, setiap kali mereka bersama selalu saja Andin yang membuka topik pembicaraan, membuat gadis itu benar-benar mempertanyakan ucapan ucapan Mark saat menyatakan cinta pada dirinya.
"Andin,"panggil Mark yang merasa Andin tampak berbeda.
Andin tidak menjawab, dia terus menoleh ke arah jendela dan terlarut dengan pikirannya sendiri.
"Andin," panggil Mark lagi namun hasilnya sama gadis itu tidak menggubris panggilannya.
Mark menepikan mobilnya ke sisi jalan, dia tak bisa seperti ini pikirnya.
"Andin, kamu kenapa? apa ada yang salah?" tanya Mark bingung.
__ADS_1
"Hmmm..? tak ada," jawabnya cuek.
"Kenapa berhenti, lanjut saja," tambah Andin dengan wajah cuek tanpa menoleh ke arah Mark.
"Andin bicaralah, kemarin kau masih baik baik saja, ada apa sebenarnya, kalau kau diam aku tidak tau harus berbuat apa!" ucap Mark.
"Ada apa?" tanya Mark sambil menggenggam tangan Andin.
"Kau terlalu sibuk sampai tak ada waktu bersamaku, kau.. kau terlalu mementingkan pekerjaanmu, kau bilang akan membuatku bahagia, kau bilang tidak akan membiarkan aku sendirian, kau bilang tidak akan membuatku kesepian, tapi apa!??" lirih Andin.
"Kau hanya fokus pada pekerjaan mu, aku .. aku kesepian, semua orang punya kegiatan mereka masing-masing, punya aktivitas mereka masing-masing, aku.. aku.. hiks hiks hiks," Andin tak lagi sanggup melanjutkan kata katanya dia menangis sambil menundukkan kepalanya.
Mark menatap Andin sedih, dia menarik Andin ke dalam pelukannya.
"Maafkan aku, biar kujelaskan," ucap Mark.
"Aku bekerja habis habisan siang dan malam agar semua proyek dan pekerjaan di kantor selesai dalam beberapa bulan ini, setelahnya aku ingin meluangkan waktu yang banyak berdua denganmu, semuanya kulakukan agar aku punya setidaknya waktu sebulan penuh bersamamu, aku akan mengajukan cuti selama sebulan setelah semua pekerjaanku selesai," jelas Mark.
"Maaf kalau itu membuatmu merasa kesepian, aku hanya ingin menyiapkan waktu bersamamu, aku ingin berkencan denganmu selama sebulan penuh tanpa ada gangguan pekerjaan, maaf kalau aku malah menyakitimu," tambah Mark.
"Hiks... hiks.. hiks, apa itu benar?" tanya Andin sambil menatap Mark dengan mata berkaca-kaca.
Mark mengangguk sambil mengusap air mata Andin, dia ternyata salah langkah sampai membuat perempuan yang dicintainya menangis karena kesepian.
Andin menggelengkan kepalanya," Nggak perlu seperti itu Mark, hanya luangkan saja waktumu setiap hari, aku sudah senang, tak perlu harus mengambil cuti yang malah membuatmu mengejar pekerjaan dengan terburu-buru, aku nggak mau kamu sakit," ucap Andin.
"Apa benar kau ingin seperti itu?" tanya Mark yang dijawab anggukan kepala oleh Andin.
"Baiklah, aku akan melakukan seperti yang kau katakan, maafkan aku karena membuatmu menangis, aku mencintaimu," ucap Mark sambil menatap mata Andin.
"Aku juga mencintaimu," cicit Andin sebelum dia akhirnya menutup wajahnya yang memerah karena malu, sebab ini kali pertamanya menyatakan cintanya pada Mark sejak mereka menjalin hubungan.
Mark melongo, dia tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Apakah ini mimpi, akhirnya sang pujaan Hati menerima pernyataan cinta dari kekasih hatinya.
"Apa? bi..bisa kamu ulangi?" ucap Mark dengan wajah tak percaya, dia menatap Andin dengan mata berbinar-binar, rasanya seperti sedang menikmati kembang api yabg meletup letup di atas langit .
"Aku juga mencintaimu Mark," balas Andin sambil menundukkan kepalanya, wajahnya Semerah tomat, jantungnya berdegup kencang tak karuan.
Mark tersenyum bahagia, dia menangkupkan wajah Andin dengan kedua telapak tangannya, dia menatap mata Andin dengan penuh kasih, akhirnya cintanya terbalas setelah beberapa bulan menjalin hubungan.
Cup
Satu kecupan mendarat di kening Andin membuat gadis itu semakin malu dan gugup.
__ADS_1
"Terima kasih sudah membalas cintaku honey, aku mencintaimu, sangat mencintaimu, " ucap Mark sambil memeluk Andin dengan erat.
"Terimakasih juga telah menerima gadis dengan masa lalu buruk seperti diriku," ucap Andin sambil memeluk Mark dengan erat.
Sementara itu di dekat mobil mereka, Alex juga ikut parkir, dia pikir ada sesuatu yang terjadi dengan mereka.
Lama pria itu menunggu, karena bosan Alex keluar dan mencari tahu apa gerangan yang sedang terjadi antara Mark dan Andin.
Alex keluar dari dalam mobilnya, dia mendekati mobil Mark, pria itu mengintip dari kaca mobil.
Puk
Alex tepuk jidat, dia melihat Mark dan Andin yang sedang berpelukan dengan mesra dan terlihat Mark mengecup kening kekasihnya dengan penuh kasih, kalau seperti ini Alex tampak seperti pengawas kencan pasangan itu.
"Aduhh... sial nasib jomblo gini amat Thor!!!" gerutu Alex sambil geleng-geleng kepala, dia kembali masuk ke dalam mobilnya.
"Ehh tunggu, enak aja mesra mesraan di depanku, ku kerjai tau rasa kalian hahaha," kekeh Alex dengan rencana liciknya.
Tiiiiiiinnnnnn..... tiiiiinnnnnn tinnnnnnn
Alex membunyikan klakson mobilnya berkali kali membuat Mark dan Andin tersentak kaget dengan ulah manusia kurang akhlak yang masih jomblo itu.
"Pffft hahahahahaha, rasakan, makanya jangan mesra mesraan di depan jomblo hahahahah," Alex tertawa terbahak-bahak di dalam mobilnya, dia bisa melihat dengan jelas kalau pasangan kekasih itu terkejut akibat ulahnya.
"Astaga mobil si... ya ampun itu kan kak Alex Mark!" ucap Andin yang menyadari keberadaan Alex yang parkir di dekat mobil mereka juga.
"Kurang asem si Alex, lagi romantis romantisnya malah digangguin begini, sialan Lo Lex mudah mudahan gak dapat jodoh!" batin Mark kesal.
"Kak Alex kenapa???" tanya Andin sambil membuka kaca mobilnya.
"Ha? gak kenapa, cuma mau ngetes klason mobil doang kok dek," jawabnya berbohong.
"Pfftttthhh hhhahahah kasihan deh Lo Mark hahahahah," Alex tertawa terbahak bahak.
.
.
.
Dasar Alex!!
like, vote dan komen 😉😉😊😉
__ADS_1