Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
Tak Romantis


__ADS_3

Ken menepuk lembut pucuk kepala kekasihnya, dia mengusap air mata Rose yang membasahi pipi gadis cantik itu.


"Kau tak romantis Ken, " ucap Rose.


"Kenapa?" tanya Ken yang masih merapikan anak rambut Rose .


"Bisa bisanya kau melamar dalam situasi seaneh dan setidak romantis ini, mana di dalam mobil lagi hahhaah," kekeh Rose.


"Pfftttthhh hahahhahaha, kalau ada peluang kenapa tidak hahhahaha," kekeh Ken yang ikut tertawa.


Mereka berdua tertawa bahagia, Ken menatap wajah Rose yang sudah kembali tersenyum seperti semula.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? apa ada yang salah di wajahku?" tanya Rose yang merasa gugup jika ditatap seintens itu oleh Ken.


Ken tersenyum manis, dia memegang wajah Rose dengan satu tangannya, dia tersenyum lembut menatap kekasih hatinya ya g telah menerima lamaran paling tidak romantis itu.


"Ada sesuatu di wajahmu," ucap Ken.


"Ha? apa ? apa ada sesuatu yang kotor? dimana hmm?" tanya Rose sambil menaikkan alisnya dan mencoba melihat ke kaca mobil.


Ken menarik wajah Rose dan menangkupkan kedua tangannya di wajah gadis cantik berwajah oval itu.


"There is beauty , here," ucap Ken sambil mencolek hidung Rose yang langsung membuat gadis itu tersipu malu karena digoda oleh kekasihnya.


"Ck... kau bisa saja," ucap Rose malu malu.


"Heheheh, cieee malu nieeeee hahahahahah," goda Ken sambil menggelitik sang kekasih hati, Rose dan Ken saling menggelitik membuat keduanya tertawa terbahak-bahak di dalam mobil itu.


"Hahahahah, sudah cukup aku menyerah ahahahahah," kekeh Rose yang merasa lelah karena terlalu banyak tertawa.


"Kau cantik kalau tertawa seperti itu, ku harap ke depannya kau akan banyak tertawa bersamaku sayang," ucap Ken sambil menarik Rose ke dalam pelukannya dan menghujani pucuk kepala gadis itu dengan ciuman mesra.


Ken dan Rose menjalani gaya pacaran yang sehat, untuk sekedar mengecup pipi dan bibir saja mereka tidak pernah lakukan, karena Ken menjadikan Rose sebagai kekasihnya bukan untuk menjadi objek fantasi atau objek memuaskan keinginan dagingnya.


Ken memilih Rose karena murni menghargai Rose sebagai seorang wanita yang layak di cintai bukan dijadikan alat pemuas diri.


Prinsip seperti ini sudah tertanam dalam lingkaran persahabatan Gama, Ken, Bima, Aiden bahkan Alex dan Mark pun melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Oleh karena itu, Bima sering dikhianati oleh kekasihnya karena tidak mau melakukan lebih dari sekedar pegangan tangan, kalau pun harus memberikan kecupan mereka hanya akan memberikan kecupan di kepala kekasih mereka.


"Terima kasih Ken, terimakasih banyak karena mau menerimaku, terimakasih telah memilihku menjadi pasangan hidupmu, terimakasih banyak, aku benar-benar sangat mencintaimu," ucap Rose sambil menatap mata Ken.


Ken tersenyum, " Aku tau, aku ini memang tampan sehingga wanita cantik ini jatuh cinta padaku iya kan heheheh," goda Ken.


"Cih dasar tukang rayu," ucap Rose .


Setelah melalui drama yang banyak hiruk pikuknya, Ken dan Rose segera melaju Menuju markas J.B grup dimana yang lain sudah berkumpul di tempat itu namun hanya Gama, Ken, Bima, Alex dan Mark yang datang bersama Rose sendiri.


Luna, Mikha, Andin, Anna, Ferdi dan Aiden tinggal di rumah besar Park, mereka akan melakukan rencana mereka dari sana, dengan keadaan Luna yang hamil besar tidak memungkinkan bumil itu ikut ke markas J.B grup.


Di dalam ruangan dengan pencahayaan yang minim terdapat beberapa sel tahanan yang sudah diisi dengan tahanan tahanan yang sejak beberapa bulan lalu dinyatakan hilang nun tidak bisa ditemukan, tentu saja karena mereka menyembunyikan mereka dengan cara cerdik.


Brakkk..


Pintu di buka dengan kasar, tampak Gama masuk dengan wajah datar dan dingin serta menahan kemarahannya. Setiap datang ke tempat itu, amarah Gama selalu membuncah.


Bagaimana tidak membuncah, setiap datang ke tempat itu, Gama akan melihat pembunuh keluarganya, orang yang menjual istrinya, wanita yang membuat istrinya hilang selama lima hari dan membuat Gama panik, dan lagi melihat orang yang hampir saja melecehkan adiknya.


Perasaan itu juga dirasakan oleh Ken, Bima, Alex dan Mark mereka benar-benar membenci orang orang yang telah memporak-porandakan kehidupan mereka dan sahabat sahabat mereka.


Rose menguatkan hatinya untuk masuk ke dalam ruangan itu dan melihat tiga manusia tidak tau diri yang telah membunuh neneknya hanya demi uang asuransi.


Klakk...


Lampu dinyalakan, tampak lah dengan jelas wajah orang orang yang sudah mengacaukan hidup mereka selama ini.


"Gama... Gama lepaskan Tante, lepaskan akuuu, aku ini masih keluargamuuuu!!!!" teriak Melly istri tuan Jae Sung yang sudah tidak lagi ada di dunia ini. Tuan Jae Sung meninggal di penjara akibat dianiya dan mengalami luka serius di tubuhnya.


"Keluarga ya ? " ucap Gama sambil menatap tajam ke arah Melly yang memohon mohon dari balik jeruji besi dimana mereka di tahan.


"Aku bahkan tidak mengenali dirimu, kau bukan keluarga ku, keluarga adalah mereka yang peduli dan menanggung penderitaan yang sama denganku Bangsat!!!" geram Gama sambil melotot ke arah Melly.


"Lepaskan kami Gama, Ken lepaskan Mama dan Laura kenapa kalian mengurung kami disini!!!" teriak Gisel ibu tiri Ken dan Luna.


"Kau siapa? kalian siapa? aku bahkan tak mengenalimu!!" ucap Ken dengan nada sarkas, dia menggenggam tangan Rose yang berdiri di sampingnya sambil menatap datar ke arah mereka.

__ADS_1


"Rose dasar anak sialan, beraninya kau melakukan ini pada orangtuamu!!!!" teriak Niko ayah Rose.


"Rose lepaskan kami, apa mau mu hah dasar wanita murahan!!!!" teriak Lia histeris, dia benar-benar benci tempat seperti ini, bau pengap dan lembab yang akan merusak semua perawatan yang telah dilakukan nya.


"Rose kau anak durhaka, kau tega melakukan ini pada Ibu yang sudah membesarkan mu!!!" teriak Nyonya Beti.


Rose mengeraskan rahangnya, dia menatap tajam ke arah Nyonya Beti, Niko dan Lia.


"Kalau aku anak durhaka maka kau benar benar Ibuku yang bahkan tega MEMBUNUH NENEKKU HANYA DEMI UAAAANG!!!!" pekik Rose marah dengan mata berkaca-kaca, dia melemparkan tatapan kebencian pada mereka.


"Aku benar benar memiliki sifat itu darimu, namun hari ini juga aku ingin memutuskan hubungan itu, ikatan darah itu kini telah terputus Ma, aku tidak ingin anak anakku kelak memiliki sifat seperti dirimu!!" ucap Rose.


"Aku menyayangimu tapi kau bahkan tak pernah sekalipun melirikku, tak ada sekalipun kau menyayangiku layaknya seorang Ibu, jika kau tak menginginkan aku berikan aku pada ayahku!!! jika aku tidak punya Ayah maka jangan biarkan aku lahir ke dunia ini," teriak Rose dengan berderai air mata.


Nyonya Beti tak merespon apa apa, dia hanya melemparkan tatapan tajam ke arah Rose yang menangis di depannya.


"Aku ini anak mu Ma, tapi melirikku pun kau tak pernah, aku jadi ragu apa aku benar benar anak kandungmu!!!!" teriak Rose lagi namun Nyonya Beti hany diam.


"Sudah sayang, jangan membuang air matamu untuk orang seperti mereka," ucap Ken sambil mengusap punggung Rose.


Mereka semua hening sejenak, tiba-tiba...


Drrrt... drrrttt.... drrrttt....


Ponsel Gama berdering, dia melihat nama istrinya di panggilan telepon itu.


"Halo sayang," ucap Gama.


"Sayang kami sudah siap, sambungkan layar Lcd nya aku ingin bicara, dan bilang pada Kak Ken untuk memerintahkan hal yang sama pada anak buahnya yang menjada si tua Bangka itu," ucap Luna.


"Baiklah kalau begitu," ucap Gama.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😊


__ADS_2