Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
142


__ADS_3

Ferdi dan Anna masuk ke dalam lingkungan sekolah menengah atas, Anna mengikuti kelas akselerasi dan dia sekarang duduk di bangku kelas dua SMA saat ini bersama anak anak SMA Lainnya.


Anna cukup dikenal di sekolah itu selain karena kepintaran akademiknya, dia dikenal juga dengan kecantikan paripurna gadis berdarah campuran itu serta kemampuan non akademik seperti bakat menari dan bernyanyi yang dimiliki Anna.


Anna termasuk gadis yang sulit di dekati, banyak senior nya yang menaruh hati pada gadis berparas cantik itu namun dia bagaikan bintang yang jauh di langit tak tergapai.


Dia terlihat cantik dari jauh namun ketika di dekati dia sedingin bintang paling dingin di tata Surya dan sepanas bintang paling panas di angkasa.


"Wahh Anna bawa siapa?" Sapa salah satu teman laki laki sekelas Anna berpapasan dengannya di jalan.


"Bukan urusanmu," jawab Anna cuek.


"Ya elah Anna pengen tau doang pelit amat sama teman sendiri," celetuk siswa itu.


"Ck....sudahlah simpan rasa penasaranmu Bob," celetuk Anna sambil membawa Ferdi menuju kelasnya.


"kamu kok secuek itu An?" bisik Ferdi.


"Menurut Anna sih biasa aja kok kak heheh," balas Anna terkekeh.


"Kamu ini ya," balas Ferdi.


Semua siswa menatap kedatangan Anna dan Ferdi dengan mata terkejut. Bagaimana tidak, primadona sekolah itu mengajak seorang pria tampan untuk menyaksikan pentas seni sekolah.


Anna dengan kemampuannya mampu menyaingi semua anak anak yang usianya jauh di atasnya, bayangkan saja dia masih berumur 14 tahun, yang seharusnya duduk di kelas 2 SMP dia malah duduk di kelas 2 SMA itu pun karena dia yang meminta sebenarnya dia akan ditempatkan di kelas 12 tapi dia tidak mau terlalu cepat lulus SMA.


"Ann.... mereka liatin kita, kenapa sih?" Bisik Ferdi lagi pada Anna, dia merasa tidak nyaman dengan tatapan anak anak sekolahan serta tamu undangan yang terdiri dari orangtua, saudara dan teman para siswa yang turut hadir di acara itu.


"Kak Ferdi kayak cultur shock aja, hal itu biasa kalau lihat orang setampan kakak," balas Anna ikut berbisik.


"Jangan aneh aneh deh, biasa begini di bilang tampan," balas Ferdi.


Plukk


Anna menepuk lengan pria itu.


"Jadi orang itu harus percaya diri kak, kalau nggak percaya diri gimana kakak mau ngelindungin Anna nanti kalau semisal ada yang jahatin Anna?" Ucap Anna sambil menatap Ferdi dengan senyum manisnya.


"Hemmm iya kamu bener, kalau nggak percaya diri, nanti adik manis ini malah dalam bahaya lagi," ucap Ferdi sambil menepuk-nepuk kepala Anna dengan gemas.

__ADS_1


Anna tersenyum manis sambil memegang lengan Ferdi dengan erat. Semua siswa yang melihat Anna tersenyum begitu manis tidak seperti biasanya langsung terpana melihat kecantikan tak biasa dari gadis itu.


"Berapa orang dalam satu kelas An?" Tanya Ferdi sambil melihat kelas itu dari pintu masuk.


"Kami ada 25 orang dalam sekelas kak," ucap Anna yang di balas anggukan oleh Ferdi.


Sementara mereka disana melihat lihat kelas Anna,di sisi lain sekolah itu ada kumpulan anak lelaki yang menatap marah ke arah Ferdi, lebih tepatnya seorang pria senior Anna yang menaruh hati pada gadis itu tapi tak pernah di gubris oleh Anna.


Alasan Anna tak menggubris salah satunya adalah nasehat kakaknya Luna untuk menghindari pria yang terobsesi pada dirinya karena itu akan membuatnya dalam bahaya.


"Anna kamu itu cantik, pasti akan banyak yang suka sama kamu di sekolah, Kakak harap kamu nggak pacaran selama sekolah, karena kamu ke sekolah untuk belajar bukan mau pacaran, kalau mau pacaran lebih baik kamu langsung nikah aja daripada terjadi apa apa dengan kamu nanti,"


Pesan Luna itu yang selalu terngiang di kepala Anna setiap kali ada yang berusaha mendekati dirinya.


Anna memang benar-benar menurut pada Luna, baginya ucapan Luna sama seperti perintah yang harus diikutinya


Kehadiran Luna di hidupnya sudah seperti peran seorang ibu yang memberikan kasih sayang dan perhatian yang tidak terhingga.


Luna dan Gama selalu memberikan wejangan pada Anna setiap ada waktu luang, agar gadis itu tidak salah jalan.


Mereka memberikan kebebasan pada Anna untuk melakukan apa pun yang dia mau namun, sebelum melakukan tindakan itu mereka akan menjelaskan konsekuensi apa yang akan di dapatkan Anna jika melakukan hal tersebut.


Didikan kakaknya membuatnya menjadi gadis yang bijak.


"Lo harus jadiin Anna milik Lo Har, hari ini Lo harus jadiin dia milik Lo!" Usul temannya.


"Lo benar Putra, gue bakal jadiin tu cewek wanita gue, cuma gue yang boleh memiliki Anna!!" Tekad pria itu dengan senyum smirk di wajahnya padahal dia tidak tau kalau dia akan menyentuh adik dari seekor singa Liar yang belum pernah menampakkan taringnya selama ini


Sementara Anna dan Ferdi menikmati acara Pentas Seni di sekolah Anna, di gedung toko aksesoris, tampak Andin tengah sibuk dengan semua tugas-tugasnya dibantu oleh istri Rendy yaitu Katie serta Mark.


"Apa kau lelah?" Tanya Mark yang duduk di sampingnya, dia melihat Andin tampak kelelahan padahal masih segar begitu.


"Lelah apanya? Ini baru mulai juga, lagi pula cuma nyusun daftar barang loh Mark nggak selelah itu," jawab Andin sambil terus fokus mengetik di meja kerjanya .


Katie tersenyum melihat mereka berdua.


"Ekhmm.....aku mencium bau bau cinta," sindir Katie yang tengah mengetik dokumen yang dibutuhkan untuk toko itu.


"Kak Katie jangan bilang yang nggak nggak dong," Gerutu Andin sedangkan Mark malah jadi salah tingkah.

__ADS_1


"Hahahah iya iya, gimana sama karyawan baru kalian apa sudah ketemu?" Tanya Katie yang memang sangat mudah akrab dengan orang lain apalagi bertemu dengan Andin yang juga mudah berinteraksi jadilah hubungan mereka dekat seperti ini padahal baru beberapa kali bertemu.


"Emmm itu Luna yang urus kak, katanya dia mau cari karyawan yang benar-benar butuh pekerjaan, gadis itu memang sulit di tebak," celetuk Andin.


" Aku jadi penasaran dengan sosok nyonya Park ini, seperti apa dia?" Tanya Katie yang memang belum pernah melihat Luna secara langsung.


"Dia ...." Belum sempat Andin menjawab, Mark sudah memotong perkataannya.


"Dia sangat cerewet!" Celetuk Mark dengan ekspresi sebal.


"Pfftttthhh hahahahah ,astaga apa hanya itu yang kau ingat dari Luna Mark?" Kekeh Andin saat melihat wajah sebal Mark.


''itu yang paling melekat pada nyonya muda, dia benar-benar cerewet, kak Katie kau akan merasakan bagaimana ocehan dan Omelan gadis itu saat bertemu dengan dia nanti!" Jelas Mark dengan wajah sungguh sungguh.


" Hahahahah, aku tak sabar ingin bertemu dengan nyonya muda," kekeh Katie.


"Dia orang yang baik kak, belum pernah ku jumpai manusia berhati malaikat seperti Luna, meski mulutnya selalu mengoceh tentang ini itu, semuanya itu untuk kebaikan orang di sekitarnya," ucap Andin.


"Aku setuju, termasuk cara dia mengomeliku saat kita bertengkar waktu itu," ujar Mark.


"Haa? Jadi dia memarahi mu?' ucap Andin kaget.


"Iya, dia bahkan menendang tulang keringku dengan sangat kuat, rasanya kakiku mau patah saat itu," celetuk Mark mengingat kejadian sekitar sebulan lalu.


"Hahahaha, itu semua memang pantas kau dapatkan Mark!" Ledek Andin.


"Ya kau benar, jika nyonya cerewet tidak memukulku di hari itu aku tidak akan mendapatkan seorang gadis secantik dirimu," goda Mark sambil membelai kepala Andin dengan berani.


"Jiahh si kulkas mulai nge gombal kak Katie,wahh kau salah makan apa tadi Mark?" Celetuk Andin.


Bukannya tergoda dia malah meledek kekasihnya sendiri memang sepaket dengan Luna.


"Ck....kupikir akan berhasil," gumam Mark merasa kikuk karena rayuannya gagal, kasihan kau Mark!.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen 😉😉


"


__ADS_2