Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
S2 B&C ( Ulah Jerry)


__ADS_3

Bima menatap Jerry dengan tatapan kesal karena sedari tadi dia tidak juga mau pergi dari hadapan mereka, dia tidak bisa menerima kalau Celine sudah bersama orang lain.


"Aku tidak percaya kau sudah menikah, aku tidak percaya berikan buktinya padaku!!" Ucap Jerry sambil menunjuk Celine dan Bima bergantian.


"Cihh memangnya kau siapa sampai kami harus dapat ijin darimu untuk menikah," ucap Celine dengan wajah kesal.


"Pergi sana jangan ganggu aku lagi, kau bukan siapa siapa bagiku, kau bisa kan merasakan bagaimana sakitnya saat orang yang kau cintai malah menikah dengan orang lain!" Ucap Celine sambil menaikkan satu alisnya.


"Ayo pergi biarkan bajingan itu disini!" Ajak Celine pada Bima dan si kembar.


"Tidak Celine ku mohon beri aku kesempatan, tidak ini tidak mungkin kau, kau harus jadi milikku!! " Teriak Jerry, dia ingin menarik tangan Celine namun satu tendangan keras dari kaki jenjang Bima menghantam perut pria itu.


bughhh... Brukk


Dia terjerembab ke atas tanah yang kasar, Bima menatapnya dengan tatapan tajam.


"Seujung jari saja kau menyentuhnya maka bersiaplah kehilangan orang yang kau sayangi Jerry, dan aku tau pasti siapa saja mereka!"ucap Bima dengan tatapan tajam.


Jerry terbelalak, dia menelan kasar Salivanya bagaimana Bima yang dikenalnya dulu benar benar berbeda dengan Bima yang sekarang, saat ini Bima benar benar menyeramkan tak pernah dia melihat Bima seperti itu sebelumnya.


"Kau! Beraninya kau mengancam ku!!!" Teriak Jerry marah.


"Asal kau tau Celine pasti sudah tidur dengan banyak laki laki sebelum bersama dengan mu ,oleh karena itu hanya aku yang mau menerimanya dengan tulus" ucap Jerry sambil bengjit berdiri, dia benar benar berniat menjadikan Celine miliknya.


Celine mengeraskan rahangnya, dia menatap Jerry dengan tatapan marah. Celine menurunkan Christo dari pangkuannya dan berjalan menghampiri Jerry.


"Tidakkah ucapan mu terlalu berlebihan? Tau apa kau tentang hidupku hah?? Tau apa kau tentang aku? " Ucap Celine.


bugh... Bughh... Bughh


"Tau apa kau bajingaaaannnnnn, karena keluarga mu hidupku hancur, karirku hancur berantakan!!!!" teriak Celine sambil terus memukuli pria itu.


Celine menendang perut Jerry dengan kuat dan menendang rahang pria itu dengan satu hentakkan hingga dia terhuyung dan terjatuh ka atas tanah, mulutnya mengeluarkan darah, Celine menghajar pria itu bertubi-tubi.


Jerry tak tinggal diam, harga dirinya merasa terluka karena dipukuli oleh seorang wanita. Di melawan Celine dan menedang kaki gadis itu hingga Celine terjatuh.


Plakk


Satu pukulan mengenai wajah Celine membuat wajah gadis itu lebam.


"Christan jaga Christo!" Ucap Bima yang menjadi panik saat melihat hal itu.


Bima menerjang Jerry yang bangkit berdiri dia menghajar pria itu habis habisan. Jerry benar benar kalah telak di hadapan Bima yang sudah mengeluarkan cakarnya itu.


"Dasar manusia tak beradab, beraninya kau memukul perempuan!!" Ucap Bima marah sekaligus kesal.


"Pergi kau dari tempat ini sebelum kuhabisi kau Jerry!!" Ucap Bima tegas.

__ADS_1


"Uhukk...uhuk.. tunggu pembalasanku, akan kupastikan kau menderita Bima, dan kau Celine kau akan tetap menjadi milikku!!" Ucap Jerry sambil masuk ke dalam mobilnya dengan keadaan kacau.


Brukk


Celine ambruk setelah Jerry pergi.


"Celine ( Ante)" ucap Bima dan Si kembar.


"Hei bangkitlah jangan begini, kau itu kuat, jangan begini," ucap Bima khawatir, baru kali ini dia setelah sekian lama menunjukkan perhatiannya pada wanita lain selain orang terdekatnya.


"Kau dengar kan apa kata pria itu tadi, aku dikatai sebagai seorang perempuan tidak baik, harusnya kubunuh dia disini!!" Ucap Celine sambil menatap ke arah jalanan, Air matanya lolos begitu saja namun tak ada Isak tangus disana .


Si kembar langsung memeluk Celine dan mengusap usap punggung perempuan itu.


"Ante jangan nangis, nanti Kita ikut nangis, ante jangan nangis, om bau itu udah pelgi," ucap Si kembar.


"Ayo, bangkit berdiri, apa kau tidak malu dilihat orang orang duduk di atas jalan ini?" Ucap Bima sambil mengulurkan tangannya.


Celine mengusap wajahnya dan menghapus air matanya, dia menerima ukuran tangan Bima dan bangkit berdiri.


"Haahh... Sial dia masih kurang terluka tadi, harusnya ku tendang alat... Hemphh..." mulut Celine tiba tiba di tutup oleh Bima.


" Bisa tidak kau kondisikan perkataanmu, ada anak anak disini, kamu akan pusing dibuat kedua bocah ini nanti kalau kau sampai mengucap hal hal seperti itu!" Bisik Bima yang menutup mulut Celine dari depan hingga membuat jarak mereka sangat dekat.


Mata Celine terbelalak, jantungnya berdegup kencang bahkan wajahnya sampai memerah karena perbuatan Bima.


" Ba.. Baiklah" ucap Celine gugup, ia mengelus dadanya.


"Kenapa aku sepertinya pernah melihat mata itu? Tapi dimana?" Batin Celine sambil menatap Bima yang sudah beranjak terlebih dahulu bersama si Kembar.


Celine melangkahkan kakinya namun dia tiba tiba meringis kesakitan sambil memegang kakinya yang ditendang oleh Jerry tadi.


Dengan terpaksa dia berjalan tertatih tatih menyusul Bima masuk ke dalam Kafe.


Mereka masuk ke dalam cafe, Celine langsung dibantu oleh Karyawannya dan di bawa ke ruangan istirahat karyawan, sementara itu Bima dan si kembar kembali ke ruangan mereka tadi bersama yang lainnya.


"Astaga Bu kenapa bisa begini?" Ucap karyawan Celine.


"Jika pangacau seperti itu datang lagi, katakan sjaaaku tidak disini, sungguh merepotkan arhhhkkk..." Ucap Celine sambil meringis kesakitan.


"Bu kompres dulu wajah Ibu, itu memar," ucap Adit sambil memberikan alat kompres pada Celine.


"Thanks Dit," ucap Celine.


"Bisa ambilkan gunting?" Ucap Celine yang dianggukkan oleh Karyawannya.


Pelayan itu memberikan gunting pada Celine, dengan penuh kehati-hatian Celine menggunting bagian bawah celana jeans yang dipakainya.

__ADS_1


Srakkk....


Dalam sekali tarik kain itu pun robek, dan terlihatlah bagian depan alias tulang kering Celine memar dan membiru akibat tendangan Jerry tadi.


"Arghhh... Sshhhh kenapa dia tendang disini sih, akhhh ssshh, harusnya kuhajar si bodoh itu!!" Gerutu Celine.


"Ck... Ck... Ck... Kau masih bisa menggerutu padahal kondisimu seperti itu, wanita aneh!" Ledek seseorang yang datang dengan membawa kotak P3K di tangannya yang dia minta dari karyawan yang lain.


"Ah... Tu..tuan Bima," ucap Celine terkejut saat mendengar suara itu.


"Ck... Kau akan mengganggu karyawanmu kalau disini, " ucap Bima, "pegang ini, " ucapnya pada Celine sambil memberikan kotak obat itu.


Dengan polosnya Celine menerima kotak itu dan....


Hap


Dalam sekali hentakan, Bima mengangkat tubuh Celine membuat para karyawan terkejut apalagi Celine dia benar benar tidak menyangka dengan apa yang dilakukan Bima.


"Yaaaaaakkkkk... Mau apa kau? Apa kau juga ikut gila karena si jerry itu!!!" Pekik Celine.


Bima memutar malas kedua bola matanya, jika bukan karena Luna yang memaksanya tadi untuk memeriksa kondisi Celine dia tak akan mau melakukan ini.


"Heh bisa kau diam? Orang orang akan berpikir kau sedang diculik!" Ucap Bima dengan nada datar dan kesal.


Melihat hal itu Celine menjadi diam, sedangkan karyawannya senyum senyum sendiri melihat bos mereka untuk pertama kali bisa sedekat itu dengan seorang pria.


"Kita ke ruangan yang tadi, kuminta kau jangan ribut, aku tau kau tak bisa berjalan dengan baik dnegan kondisi kakimu itu, jangan banyak bicata atau ku kirim kau ke planet Mars!!" Ucap Bima.


"Ck... Dasar manusia es, " ketus Celine.


"Heh apa kau tidak sadar kalau sedang mengejek dirimu sendiri!?" Balas Bima.


"Ck... Terserah, cepatlah aku malu"ucap Celine sambil menekuk wajahnya.


"Kau tau malu juga ya, " ucap Bima lalu membawa Celine menuju Private Room tadi meskipun harus dilihat oleh para pengunjung.


"Hmmm dia wangi," batin Celine.


"Rambutnya harum," batin Bima.


.


.


.


Like, vote dan komen 😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2