Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
96


__ADS_3

Mobil Ken melaju menuju J.B Group, rencananya hari ini mereka akan berkunjung ke perusahaan milik suami gadis itu.


Perjalanan selama 20 menit dari kantor Ken menuju J.B Group. Mobil mereka tiba di depan gedung J.B group salah satu gedung pencakar Langit di kota Jakarta.


Luna, Ken, Aiden dan Bima melangkahkan kaki mereka memasuki gedung itu.


"Waahh, jadi Gama benar benar Presdir ya?" Celetuk Luna saat mereka masuk ke dalam gedung itu.


"Iya dong Lun, "jawab Ken.


Mereka melenggang masuk ke dalam perusahaan itu, kedatangan mereka tentu menjadi sorotan setiap karyawan kantor apalagi saat melihat Luna yang menggandeng tangan Ken.


Dengan menaiki lift, mereka naik ke lantai paling atas dimana ruangan Presdir terletak. Sebenarnya hari ini Bima dan Ken akan melakukan rapat mengenai kerja sama dengan perusahaan besar itu.


Mereka sengaja membawa Luna dan tentu atas seizin Gama yang sebelumnya sudah dihubungi oleh Ken namun tidak diberitahukan pada Luna.


Ting


Pintu lift terbuka, mereka keluar dari lift dan berjalan menuju sebuah ruangan yang Luna yakini sebagai ruangan suaminya.


"Selamat datang tuan-tuan, nona!" Sapa sekretaris Gama.


"Apa Mark ada di dalam?" Tanya Bima pada sekretaris itu.


"Tuan Mark di dalam tuan!" Ucap sekretaris itu.


"Baiklah, "


Mereka masuk ke dalam ruangan besar itu. Tampak Mark sedang duduk di meja Kerjanya, pria itu langsung berdiri dan menghampiri mereka.


"Selamat datang tuan-tuan dan nona Luna!" Sapa Mark sambil menunduk.


"Silahkan duduk!" Ucapnya.


Mereka semua duduk di sofa dalam ruangan besar beraroma lavender itu.


"Na, kami mau rapat sebentar kamu gak apa apa kan dengerin kita disini?" Tanya Ken pada Luna yang duduk di sampingnya.


"Kalau gitu boleh gak Luna keliling keliling?" Tanya Luna.


"Boleh tapi harus ditemani sama Aiden!" Ujar Bima.


"Dengan senang hati bosku,udah ayo Lun kita keliling," ujar Aiden sambil menarik tangan Luna.


"Jagain Luna, awas jangan sampai dia kenapa kenapa!" Ujar Ken.


"Siap bro!" Seru Aiden.


Ken, Bima dan Mark melakukan pembicaraan serius mengenai proyek kerjasama mereka. Sementara itu Lunadan Aiden berkeliling di sekitar perusahaan itu, entah apa yang ingin dilihat gadis itu dalam gedung yang hanya berisi kesibukan itu.


"Kak pantry nya dimana? Luna haus, agak lapar juga," ucap Luna.


"Ohh kita turun ke lantai 15 aja,disana menunya enak," jawab Aiden padahal menu di setiap pantri sama saja.


"Oke oke," jawab Luna.


Mereka turun dengan menggunakan lift, setelah sampai di tempat yang dimaksud mereka berjalan menuju pantry, saat berjalan mereka berpapasan dengan Laura yang baru saja dari pantry dan tampak ia membawa segelas kopi dan cake buah.


"Hai kak Aiden!" Sapa gadis itu yang berhenti dan menghadang jalan Aiden dan Luna.


"Hai, ketemu lagi ya kakak ipar," ucap Laura sok akrab.


"Siapa ya?" Tanya Luna.


"Kak siapa dia?" Tanya Luna pada Aiden.


"Katanya dia kekasihnya Gama Na," ucap Aiden.


"Owhh...yang dipesta itu ya, hai jumpa lagi, maaf aku gak kenal tadi soalnya beda," ujar Luna sambil melihat penampilan Laura.

__ADS_1


"Cih...bilang saja kau iri dengan oenampilanku," gumam Laura dengan wajah sinis memandang Luna yang terlihat cantik dan mempesona dalam balutan gaun merahnya.


"Kak ayo aku udah haus," rengek Luna yang tidak mau berlama-lama dekat dengan gadis aneh itu.


"Iya, iya" jawab Aiden.


Mereka berjalan meninggalkan Laura disana. Tak kehabisan akal Laura benar-benar ingin mengganggu Luna kali ini.


"Ekhmm....dengar dengar Kekasihku Gama akan datang ke kantor hari ini, aku sangat senang bis bertemu dengan kekasihku, "ucap Laura dengan suara yang agak dikuatkan agar Luna mendengar.


Luna dan Aiden berhenti, Luna berbalik dan menatap Laura dengan sinis.


"Pembohong!" Ujar Luna dengan tatapan sinis.


Luna dan Aiden meninggalkan gadis itu disana.


Laura menghentakkan kakinya karena ia kalah lagi dengan Luna.


"Grrhhhh....sialan awas kau akau akan membalasmu nanti, aku akan mempermalukan dirimu di depan karyawannya Gama!!" Geram Laura.


Luna dan Aiden berjalan menuju pantry, mereka berpapasan dengan para karyawan yang lalu lang di sekitar lantai itu. Aiden yang sudah biasa berkunjung ke kantor Gama begitu dihormati sama seperti Ken dan Bima.


Luna dan Aiden menikmati cemilan di pantry itu. Setelah mereka keluar dan memilih untuk ke cafe yang terletak di lantai satu karena lebih menyenangkan bercengkrama disana.


Luna dan Aiden tampak membawa minuman mereka di tangan masing-masing.


"Kak, besok Gama akan pulang, aku sangat senang, nggak sabar nunggu dia pulang," ujar Luna saat mereka sampai di lantai satu.


"Apa kau sebegitu sukanya dengan Gama?" Tanya Aide, jangan lupakan senyuman menggoda pria itu.


Luna mengangguk, " sangat suka," ujar Luna.


Drrttt


Drrt


"Na, cafenya yang di depan itu, kamu kesana terlebih dahulu, kakak mau angkat ini dulu," ucap Aiden.


"Baik kak,"jawab gadis itu.


Aiden tampak berbicara dengan Ben adiknya melalui telepon. Namun matanya tak lepas dari Luna yang sedang berjalan menuju cafe.


Luna berjalan sambil sesekali menyeruput minuman yang dibawanya dari pantry tadi.


Mata Luna memandangi seluruh areal lantai satu, tampak beberapa karyawan lalu lalang di tempat itu.


Namun yang membuat Luna risih adalah seseorang yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan sinis siapa lagi kalau bukan Laura.


Luna mengacuhkan gadis itu, ia tetap berjalan di jalannya menuju cafe yang disebutkan oleh Aiden tadi.


Tiba-tiba Laura datang dan menghampiri Luna gadis licik itu menarik tangan Luna dari belakang hingga tubuh Luna sedikit terhuyung karena terkejut.


"Arghh....ada apa sih? kenapa kau mengganggu ku?" ketus Luna sambil menghempaskan tangan Laura.


"Kau sudah berani mempermalukan aku waktu itu maka sekarang adalah giliran untuk ku permalukan!" bisik Laura di telinga Luna.


Luna menyerngitkan keningnya, tiba-tiba terlintas ide di pikirannya. Luna tersenyum smirk.


"Astaga apa yang akan dilakukan gadis ini?" batin Aiden yang masih berbicara dengan adiknya.


brukk pyurrrr


"eh..ups...heheh maaf ya, aku gak sengaja tanganku licin, aduh maaf ya baju kamu jadi basah maaf banget," ucap Luna setelah berhasil menumpahkan minumannya yang berwarna-warni merah itu ke pakaian Laura hingga membuat Laura basah.


"Arhhhh.....sialllll, kau! kau sengaja kan gadis ******, apa yang kau lakukan di kantor ini hah? apa yang kau lakukan disini?sekuritiii!!!" pekik Lautan sampai sampai semua orang yang lewat menatapnya mereka.


"hiks hiks hiks, kau jahat, aku hanya ingin berbicara denganmu!!" ujar Laura memulai aktingnya saat ia melihat banyak karyawan yang menatap mereka.


"cih....tukang akting!" sinis Luna.

__ADS_1


Luna pergi begitu saja meninggalkan Laura yang memerah karena marah.


"Hey gadis bodoh pergi kau dari sini, ini perusahaan kekasihku mau apa kau kesini hah!" bentak Laura sambil mendorong Luna hingga gadis itu terjerembab ke lantai dan membuat lututnya terluka karena bergesekan dengan lantai.


"Lunaaa!!" teriak Aiden namun seketika ia berhenti saat melihat seseorang di belakang Luna.


"Arhhh...shhh, aw...sakit, " rintih Luna.


Laura tersenyum sinis, sesaat kemudian ia terdiam lalu pura-pura menangis dan mencoba mendekati Luna.


"Berhenti disana!" suara bariton seseorang membuat Laura terdiam.


"Tuan hiks hiks hiks, dia sudah menyiramku, aku sudah mengingatkan nya kalau lantainya licin, dia terus pergi dan tidak mendengarkan aku, aku hanya berusaha membantunya," ucap Laura berpura-pura.


"Cih banyak sekali gayamu wanita jadi jadian!" ketus Luna.


"Kau tak apa-apa nona?" tanya seseorang itu sambil mengulurkan tangannya.


Luna menerima uluran tangan itu tanpa melihat siapa yang ada di depannya.


"Arhh...shhh, kenapa kau mendorongku, haissshhh, kakiku jadi luka dasar wanita aneh!" gerutu Luna sambil memperbaiki pakaiannya.


"Aku tidak mendorongmu nona," ucap Laura dengan nada pelan.


"Hah, sejak kapan nada bicaramu selembut itu!" sindir Luna.


"Ah terimakasih tu.....Ga..Ga...ma?" Luna menatap wajah pria yang yang menolongnya tadi.


Degg


Ptarr


Seketika itu ia bagai si sambar petir, Luna terdiam, jantungnya berpacu dengan hebat, Luna menutup mulutnya tak percaya dengan sosok yang dilihatnya adalah suaminya yang sangat dirindukannya.


Tubuh Luna bergetar hebat, tak sadar air matanya lolos begitu saja membasahi pipinya, Luna berjalan mundur, ia melihat Gama dari ujung kaki sampai ujung kepalanya.


Gama menatap Luna dengan tatapan rindu dan bahagia sambil tersenyum lembut menatap gadis itu.


"Hiks...hiks...hiks...arhh....huhuhuhu," Luna berjongkok dan menangis tersedu-sedu melihat siapa yang ada di hadapannya hari ini.


"Sayang, jangan menangis," ucap Gama menghampiri Luna.


"Sayang? sebenarnya siapa wanita ini?"batin para karyawan termasuk Laura.


Luna mengangkat kepalanya, ia menatap Gama dengan deraian air mata yang sangat deras.


Grepp


Luna menghamburkan pelukannya pada pria itu.


"Hiks...hiks..hiks...kau pembohong, kau arhhh...kenapa kau berbohong, aku..aku...hiks hiks hiks, aku merindukanmu, kenapa kau bilang kau akan pulang besok hiks hiks, kau jahat kau jahat," Tangis Luna tersedu-sedu sambil memeluk Gama.


Gama membawa Luna berdiri dan memeluk ya dengan erat.


"Kejutan untukmu," ucap Gama sambil menepuk-nepuk punggung gadis itu.


.


.


.


.


like, vote dan komen 😊😉


Oh iya, kalau kalian ngerasa bosan pada beberapa bagian tertentu kasih tau author ya 😊😉


Maaf kalau ada yang merasa kurang nyaman heheh,😅😅

__ADS_1


__ADS_2