Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
Ditangkap


__ADS_3

Semua bukti telah dikumpulkan, kini saatnya beraksi melakukan pembalasan bagi mereka semua yang telah menyakiti dan memporak-porandakan kehidupan mereka selama ini.


Di sebuah salon kecantikan, Nyonya Beti dan Lia tengah menikmati pijatan spa mereka yang rutin mereka lakukan setiap Minggu untuk menjaga agar kulit mereka tetap kencang dan cantik.


"Emm... ini bagus banget spanya Ma, kenapa gak dari dulu aja kita ke sini, kalau terus begini kulit Lia bisa makin kencang dan lembut, udah itu harum lagi," ucap Lia yang tengah menikmati pijatan di kepalanya.


"he.. em kamu benar, selanjutnya setelah kita dapatkan uang asuransi si nenek tua itu kita lakukan perawatan lebih sering ya Lia," ucap Nyonya Beti yang sedang melakukan siaran langsung di instogramnya.


" Siap Mama," ucap Lia sambil tersenyum.


Mereka menikmati perawatan tubuh mereka, pelanggan keluar masuk tempat perawatan itu.


drap... drapp... drapp..


Terdengar suara langkah kaki beberapa orang masuk ke dalam ruangan itu.


Beberapa pria dengan pakaian serba hitam masuk ke dalam salon kecantikan itu membuat pelanggan penasaran apa gerangan yang sedang terjadi disana.


Tampak mereka seperti bodyguard yang sedang mengkawal orang penting.


Lia dan Nyonya Beti juga penasaran dengan siapa gerangan yang datang ke salon itu. Kalau menurut rumor, salon itu memang sering dikunjungi oleh orang orang penting bukan hanya perawatan untuk perempuan, perawatan untuk pria juga disediakan disana.


"Wah sepertinya ada orang penting yang datang ke salon ini," ucap Lia pada Mamanya.


tuk... tak... tuk.. tak.


Terdengar langkah kaki seorang wanita dan pria memasuki salon kecantikan itu.


"Sayang kamu yakin mau perawatan disini? soalnya bau sampah masyarakat," ucap seorang pria tampan dengan wajah khas Asia-nya tengah menggandeng seorang wanita cantik dengan rambut cokelat di sampingnya.


"Nggak masalah sih yang salah bukan salonnya tapi sampahnya yang nyasar kesini," jawabnya.


Mendengar suara perempuan itu, Lia dan Nyonya Beti menoleh karena mendengar suara yang familiar di telinga mereka.


Dan betapa kagetnya mereka berdua saat melihat Rose tengah berdiri dengan cantiknya sambil menggandeng seorang pria yang sangat tampan yang tak lain adalah Ken kekasihnya sendiri.


"What, i.. itu kan Rose Ma!!" pekik Lia dengan mata terbelalak, mulutnya terbuka lebar saat melihat kakak seibunya tampak sangat cantik dnegan balutan gaun mahal dengan make up natural, rambutnya digerai dan tampak sangat elegan di mata mereka.


"Rose?" ucap Nyonya Beti sambil menoleh.


"A.. apa yang dilakukan anak bodoh itu disini!!!" ucap Nyonya Beti penasaran.


"Dia bersama seorang pria Ma, sepertinya pria yang ada di acara pemakaman nenek kemarin," ucap Lia.


"Ahhh ya kamu benar," ucap Nyonya Beti.


Rose dan Ken langsung dilayani oleh pelayan salon itu.


Mereka berdua duduk di kursi pelanggan, Rose sengaja duduk dengan perantaraan satu kursi kosong diantara dirinya dengan Lia.


"Rose!!" panggil Lia dengan nada kesal, namun gadis itu tidak merespon panggilan Lia, dia malah asik bercanda dengan Ken pacarnya.

__ADS_1


"Ck... sialan kau, lihat akan kupermalukan dirimu!" geram Lia.


Lia bangkit dari kursinya dan menghampiri Rose dengan wajah kesal, namun belum sampai dia mendekati Rose, pengawal langsung menghadang jalan gadis itu.


"Maaf nona, ada yang bisa saya bantu," ucap pengawal itu sambil menghalangi jalan Lia.


"Minggir aku mau berbicara dengan gadis tidak tau diri itu, dia itu pencuri, dia dia itu pembunuh!!" ketus Lia dengan nada suara ditinggikan agar orang lain mendengar suaranya.


Ken melirik ke arah Lia, dia mengeraskan rahangnya, Rose sendiri menatap lurus ke arah cermin, dia mengepalkan kedua tangannya apalagi saat mendengar ucapan Lia tadi.


Rose bangkit berdiri, dia berbalik dan menoleh ke arah Lia.


"Mau membicarakan apa denganku?" tanya Rose sambil menatap tajam ke arah Lia.


"Aku mau kamu menyerahkan semua uang yang kamu ambil dari nenek, kamu itu pencuri, kamu juga bunuh nenek!!" teriak Lia.


Nyonya Beti ikut menghampiri mereka, dia tak bisa membiarkan putrinya bertindak sendirian.


"Cih, kurasa kau sampai menjual tubuhmu untuk bisa mendapatkan semua perawatan mahal ini, lihat pakaian mahal ini, kau tak akan pernah bisa membeli barang sebagus ini dengan kondisi hidupmu sekarang, kau pasti menjual tubuhmu kan, dasar jal4ng tidak berguna!" ejek Lia sambil memandang Tubuh Rose dari ujung kaki sampai ujung kepala yang dipenuhi dengan semua barang barang branded.


Plaaakkkk


Rose memukul wajah Lia dengan keras, dia benar-benar sudah geram mendengar ejekan Lia pada dirinya.


"Beraninya kau Rose!!!!?!" teriak Nyonya Beti yang marah karena melihat anaknya dipukul oleh Rose, wanita itu mengangkat tangannya hendak memukul wajah Rose namun seseorang menahan tangan wanita itu.


"Jangan coba coba menyentuh wajahnya!!" ucap Ken sambil menahan tangan Nyonya Beti dan menatap mereka berdua dengan tatapan tajam.


"Kau siapa? jangan ikut campur, dia ini hanya wanita murahan yang tega membunuh ibuku demi uang!!" teriak Beti sambil menunjuk Rose yang memberikan tatapan marah ke arah mereka.


"Kau yang sudah membunuh ibumu sendiri Nyonya, bahkan Rose pun ingin kau jual hanya untuk mendapatkan uang," ucap Ken dengan nada meninggi.


Lia dan nyonya Beti terbelalak kaget dengan apa yang dikatakan oleh Ken.


"A. apa maksudmu, jangan mengada ada!" teriak nyonya Beti panik, dia benar-benar terkejut dengan ucapan Ken.


"Ma, tega sekali Mama memukul nenek waktu itu, apa yang dilakukan nenek sampai Mama memukul kepala nenek dengan pentungan!!!" teriak Rose marah, matanya mulai menganak sungai, tangannya mengepal kuat,rasanya sungguh menyedihkan dengan kenyataan bahwa Mamanya sendiri yang menghabisi nyawa neneknya.


"A.. aku tidak membunuhnya dia yang datang padaku!!!" teriak Beti, namun seketika itu dia menyadari kesalahannya telah membongkar rahasianya sendiri.


"Kena kau!" ucap Ken.


"Tangkap mereka berdua, seret menuju markas!" titah Ken.


"Bob bereskan sisanya!" ucap Ken pada asistennya.


"Ayo Ze, kita sudah selesai dengan mereka," ucap Ken sambil menggandeng tangan kekasihnya yang tampak menahan kemarahan.


"Ken aku tidak salah dengar kan?" ucap Rose yang menangis pilu saat mendengar ucapan Mamanya.


"Sayang, sudah ayo pergi," ajak Ken dan rose Hanay menurut.

__ADS_1


"Arrhhh lepaskan kami, kenapa kalian membawa kami!!" teriak Lia memberontak saat diseret oleh pengawal Ken dengan paksa padahal mereka masih belum selesai melakukan perawatan mahal mereka.


"Ck.. diamlah kau sangat rewel!" bentak pengawal yang menarik tangan Lia.


"Ck.. arhhh sialan kalian, jangan coba coba membawa kami!!" teriak Nyonya Beti marah marah.


Semua pelanggan salon itu menatap mereka dengan tatapan heran.


Nyonya Beti dan Lia segera diseret menuju markas besar J.B grup atas perintah Ken.


Sedangkan Ken membawa Rose untuk menenangkan gadis yang tampak kembali terpuruk itu. Semalam mereka semua merencanakan hal ini untuk memberikan pembalasan yang setimpal untuk orang orang yang telah mengacaukan kehidupan mereka.


"Jangan bersedih lagi Ze," ucap Ken sambil menggenggam tangan Rose yang tampak murung, mereka saat ini ada di dalam mobil Ken untuk menenangkan Rose.


"A.. aku hiks hiks hiks, keluarga ku benar Benar hancur Ken, a.. aku tak punya keluarga lagi mereka benar benar jahat," tangis Rose tersedu-sedu.


Ken menggenggam tangan Rose dengan erat, dia menatap Rose yang sedang menangis. Tangannya yang lain mengusap wajah gadis itu.


"Kenapa kamu sesedih itu?" ucap Ken.


"Hidupku benar benar berantakan Ken, Ibuku membuangku, nenek pergi meninggalkan aku, bahkan aku tak tau siapa ayahku ,miris sekali nasibku Ken hiks hiks hiks," tangis gadis itu.


"Kamu punya keluarga Ze, aku keluargamu,l menikahlah denganku, aku akan menjadi keluarga mu, kita akan jadi keluarga!" ucap Ken sambil menangkup wajah Rose dengan kedua tangannya.


Deg


Deg


Jantung Rose berdebar kencang saat mendengar ucapan Ken.


"A.. apa Ken?" tanya Rose yang tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Menikahlah denganku Ze, jadilah keluargaku, mari kita bangun keluarga kita," ucap Ken dengan tatapan mata serius, dia benar-benar tulus menyampaikan niatnya.


"Tapi aku.. aku tidak punya apa apa Ken, aku aku tidak layak untukmu," lirih Rose.


" Kau layak sayang, kau yang paling layak, aku benar benar mencintaimu dengan tulus tanpa melihat bagaimana masa lalu mu, bagaimana? kau mau kan?" tanya Ken lagi.


Rose terdiam, air matanya masih menetes, dia menatap wajah Ken seketika itu dia mengangguk memberi jawaban pada Ken.


"Aku mau," ucapnya pelan.


Ken langsung memeluk Rose saat mendengar ucapan kekasihnya,


"Terimakasih, aku berjanji akan menjagamu seumur hidupku, aku mencintaimu Ze aku menyayangimu," ucap Ken terharu.


"Aku juga mencintaimu," ucap Rose.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😉😉


__ADS_2