Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
183 ( Menuju 'Amin')


__ADS_3

Tap...


Tap...


Tap..


Langkah kaki terdengar menggema dalam ruangan itu, Seorang wanita paruh baya tampak datang dengan membawa berbagai jenis gaun dan stelan jas diikuti dua pria gagah di belakangnya dengan staf mereka.


"Mamaaaaa!!!" Teriak Aiden langsung menghampiri wanita yang ternyata adalah Nyonya Maureer.


Tadi pagi setelah mendengar cerita Aiden, Gama langsung menghubungi nyonya Maureer di Belanda dan mengirimkan pesawat untuk menjemput keluarga Aiden di Belanda.


Sebagai seorang Ibu, Nyonya Maureer punya insting yang kuat, dia yakin bahwa anaknya akan segera menikah, benar saja Gama menginformasikan bahwa Aiden akan menikahi perempuan yang tidur dengannya itu saat sore tadi.


Setibanya di Indonesia, Nyonya Maureer langsung menghubungi salah satu butik yang merupakan milik anak didiknya dulu saat menjadi seorang desainer.


Dan disinilah mereka dengan berbagai pakaian yang indah dan didesain khusus untuk mereka.


"Mama kapan datang, kenapa gak bilang-bilang, Apa Mama udah tau?" Tanya Aiden manja.


"Mama udah tau nak, Mama yakin anak Mama yang tampan ini akan bertanggungjawab untuk semua yang telah terjadi," ucap Nyonya Maureer sambil menepuk kepala Aiden.


"arhh Ma, Aiden di jebak, Aiden kangen sama Mama," ucapnya Manja sambil memeluk Nyonya Maureer.


"Mama juga kangen sayang,"


"Alah kenapa dua manusia kunyuk ini ngekor sih Ma!" Ucap Aiden saat melihat Ben dan Josh di belakang Mamanya.


"emang kenapa gak boleh hah? Dasar kakak durhaka!" Ledek Ben.


"Haissshhhh," ketus Aiden.


"Hai kak Lunaaaa..!" Spaa Ben dan Josh pada Luna yang menatap mer sedari tadi.


"Halo tampan, apa kabar?" Tanya Luna sambil menghentikan acara makannya.


"Baik sekali kak, wah kalau dilihat langsung kakak cantik sekali ya, akhirnya bisa lihat kak Luna secara langsung, pantes kak Gama klepek klepek hahahhah," celetuk Ben yang konyolnya sama dengan Aiden.


"Woh tentu saja kakak paling cantik kalau tampan kalian nanti kalah saing hahahah," balas Luna sama konyolnya.


"hahahaha, kakak ada ada saja, Gimana kabar Baby?" Tanya Josh.


"Baby sehat kok," jawab Luna.


"Hai sayang," sapa Nyonya Maureer.


"Mama, Luna kangen," ucap Luna sambil bangkit berdiri.


"Wah balon udaranya makin besar ya hahhahaha, Mama juga kangen sayang," balas Nyonya Maureer.


"Ma ini banyak banget bawanya? Langsung dari Belanda?" Tanya Alex sambil melihat-lihat pakaian itu.


"nggak nak, itu Mama bawa dari butik anak didik Mama waktu jadi designer dulu.


"Oh.."

__ADS_1


"Ya suda acaranya kan besok, sekarang kalian semua fitting baju, Mama udah bawa sekaligus untuk kalian semua," ucap Nyonya Maureer.


"siap Mama!!" Seru mereka semua.


Semuanya melakukan fitting baju tanga akan mereka kenakan untuk acara besok, meski sederhana tetapi akan dibuat semenarik dan seheboh mungkin, tapi bukan sederhana lagi


" Den mana calonmu?" Tanya Nyonya Maureer.


"Ini Ma," ucap Aiden sambil mendorong Mikha ke hadapan Nyonya Maureer.


Mikha menunduk takut dan gugup, entah apa reaksi Nyonya Mareer nanti pikirnya.


"Astaga Aideeennnn!!!" Pekik Nyonya Maureer saat melihat Mikha di depannya dengan penampilannya itu.


"kenapa Ma?" Tanya mereka kompak.


"Dasar anak nakal, kamu bawa dia dengan kondisi begini!!" Ketus Nyonya Maureer.


"Emang kenapa Ma?" Tanya Aiden.


"ck.. ck.. ck.. Mama meragukan kalau kamu bakal jadi suami yang peka," ledek Nyonya Maureer.


"Halo cantik, siapa nama kamu?" Tanya Nyonya Maureer menyapa Mikha dengan lembut.


"sa..saya Mikha Nyonya," jawabnya sambil menunduk.


Nyonya Maureer tersenyum lembut, dia mengambil tangan Mikha dan menggenggam tangan gadis itu dengan lembut, lalu mengangkat kepala Mikha hingga pandangan mereka bertemu.


"Jangan menunduk terus,kepalamu nanti sakit, apa kamu gak sesak memakai bantalan ini hmm? Itu pasti panas loh," ucap nyonya Maureer yang membuat Mikha terbelalak kaget.


"Kelihatan sayang, udah ayo lepas dulu, kita mau fitting baju!" Ucapnya sambil mengajak Mikha ke memilih pakaian yang akan mereka kenakan besok.


"Jangan panggil nyonya lagi, panggil Mama ya," ucap Nyonya Maureer dengan lembut.


"Darimana kalian tau kalau ini cuma bantalan? Bahkan teman teman kampus pun nggak tau ini bantalan," pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir Mikha.


"Hahahahha, kamu lucu sekali, nanti kamu bkala tau udah sini pakai baju ini dulu," ucap nyonya Maureer.


Mereka melakukan fitting baju, Bima, Ken, Gama, Alex dan Mark mempersiapkan segala urusan akomodasi untuk acara besok, karena dadakan acaranya dibuat simple tapi bermakna.


Ferdi, Andin, dan Rose memilih menu serta menulis daftar tamu yang akan diundang termasuk para pelayan.


Luna sendiri dipaksa untuk segera tidur karena Ibu hamil yang satu ini kalau dimaui akan semakin menjadi jadi, bisa bisa dia ikutan lembur bersama yang lain.


Semuanya diurus dengan benar-benar cepat, tentu saja karena mereka punya kekuatan untuk melakukan hal itu.


Hingga menjelang pagi, semuanya bersiap-siap untuk acara nanti siang, tempat sudah di persiapkan, Pendeta sudah dipanggil dan tamu undangan sudah dijemput dari kediaman mereka masing-masing.


Si bumil cantik memakai gaun biru muda senada dengan stelan kemeja suaminya, kecantikan Luna di masa kehamilannya semakin terpancar, ibu hamil yang satu ini tampak sangat stylish cantik dan elegan dalam waktu yang bersamaan.


Gama tak kalah dengan istrinya, dia tampik dengan gagah memakai jas hitam dengan kemeja senada dengan sang istri.


Begitu juga dengan yang lainnya, para gadis tampil sempurna dengan gaun cantik mereka.


"Huaaaa.... Aku gimanaaaaaaaaa ahhhhhh masa Anna gak ikut aaaaaa" rengek gadis itu saat melihat semua orang sudha bersiap siapa dengan pakaian mereka masing-masing.

__ADS_1


"pffthh hahahaha," mereka semu tertawa di tempat mereka masing-masing mendengar teriakan Anna yang menggema ke seluruh ruangan.


"Kak Lunaaaa," rengek Anna sambil berjalan menuju kamar kakaknya,dia membuka pintu dan katanya terbelalak saat melihat Luna tampil dengan sangat cantik debgab gaunnya.


"Uwahhhhh ada malaikat tak bersayap, cantik sekali kak!!!" Seru Anna sambil menghampiri Luna, gadis remaja itu sudah berpakaian rapi dan akan berangkat sekolah dia sedikti terlambat dari jadwal biasa karena hari ini menurut jadwal ujian dia masuk jam 10 pagi.


"Ahahahah kamu bisa aja," ucap Luna.


"Anna gimana kak, masa Anna gak ikut arhhh mana ujian lagi hari ini huaaaaaa...."rengek Anna sambil memeluk lengan Luna.


Pukk


"Jangan merengek kayak anak kecil, emang yang bilang kamu gak ikut siapa Anna!" Ucap Gama sambil menepuk kepala Anna.


"Tapi ujian Anna?" Tanya Gadis itu.


"udah diurus sama kak Ferdi, sana tanyain sama Ferdi, gaun kamu minta sama Mama Maureer!" Titah Gama sambil memakaikan cardigan untuk istrinya.


"Mama pulang!!" Ucapnya dengan mata berbinar-binar.


Mereka berdua mengangguk.


"Yesss... Ya udah Anna keluar dulu, bye bye kakak cantik dan tampan ummah ummah" ucap Anna berlari kegirangan setelah mengecup pipi Gama dan Luna bergantian.


"Hahahaha,gadis ini ada ada saja," ucap Gama.


"Kalian mah sama sayang," ledek Luna yang membuat Gama tersenyum l.


Mereka semua telah bersiap, kini rombongan keluarga itu berangkat menuju tempat pemberkatan.


Aiden sudah tiba terlebih dahulu di gereja bersama para pria tampan nan mempesona sebagai pendamping pengantin pria.


Rombongan keluarga Park sudah tiba di gereja mereka semua tampil dengan elegan di acara tersebut.


Acara akan segera dimulai, semua tamu penting sudah tiba, keluarga Rendy, Keluarga Dokter George, Kaleb asisten Aiden dan beberapa kenalan Aiden juga diundang.


Bunda Grace juga sudah duduk di kursi tamu sebagai keluarga mempelai perempuan.


Aiden berdiri di depan altar, tampak pria itu gugup, Aiden sangat tampan dengan stelan jas hitamnya dengan kemeja putih, rambutnya disapu ke belakang tampak dia gugup menunggu sang mempelai wanita.


Sementara di ruang tunggu mempelai wanita, tampak Mikha menunduk sedih, sambil menatap buket buket bunganya.


Air matanya menetes saat sadar bahwa dirinya akan menikah tanpa ada dampingan dari keluarga kandungnya.


"Siapa yang akan mendampingi ku di atas altar hiks... Hiks... Hikss" lirih gadis itu.


"Kak," panggil seseorang, cepat cepat dia menghapus air matanya dan menoleh pada orang itu.


.


.


.


Like, vote dan komen 😉😉😊😉

__ADS_1


__ADS_2