Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
147


__ADS_3

Gama dengan gagahnya berjalan ke tengah pentas menghampiri Aiden dan Alex yang berdiri disana sedangkan di sisi lain pentas sudah tim penyidik Alex tengah mencari kecurangan lain yang ada di sekolah itu.


Gama menatap Pak Subroto dan Harry yang diikat di kursi secara bergantian, dia mengeraskan rahangnya.


"Apa mereka pelakunya?" Tanya Gama sambil menunjuk kedua pria itu. Alex dan Aiden mengangguk membuat Gama benar benar marah.


"Hahahah, kau sudah memilih lawan yang salah bajingan!" Ucap Gama sambil menundukkan tubuhnya di depan mereka berdua dengan seringai licik di wajahnya.


"Yang mana yang menyentuh adikku?" Tanya Gama tanpa mengalihkan pandangannya dari Pak Subroto dan Harry yang terlihat ketakutan saat melihat iblis itu bangkit dan berdiri di depan mereka.


"Yang lebih muda," ucap Aiden yang berdiri di belakang kedua pria itu.


Gama menatap Harry dengan tatapan maut, dia menyeringai.


"Ahhh jadi tangan bocah tengil ini yang sudah menyentuh tubuh adikku yang berharga?" Ucap Gama seraya berbisik di telinga Harry.


Anak laki-laki itu bergetar ketakutan apalagi melihat wajah Gama yang benar benar seperti setan yang mengamuk.


"Ahhh dan si bangs4t ini pasti ayahnya," ucap Gama menatap Pak Subroto.


"Siapa kau? Kenapa kau ikut campur, adik jal4ngmu itu yang menggoda anakku bajingan!" Lawan pak Subroto.


Plak


Plak


Plak


Plak


Terdengar tamparan yang begitu keras menghantam wajah Pak Subroto bahkan sampai membuat wajah pria itu lebam dan sudut bibirnya berdarah.


Semua mata tertuju pada Gama, pria yang dikenal sebagai kakak Anna.


Gama berdiri sambil meregangkan tangannya.


"Erghh... rahangnya cukup keras, akan cocok ku jadikan makanan ikan piranha ku," bisik Gama sambil menatap sinis ke arah Pak Subroto.


"Sialan!!" Teriak Pak Subroto.


Sreeet...


Srakkk...


Aiden menutup mulut pak Subroto dengan lakban hitam agar prianity tak berbicara.


"Ayah!" Teriak Harry.


"Ck...jangan cerewet, " ketus Aiden sambil melakuk hal yang sama pada Harry. Keduanya tak bisa berbuat apa-apa.


Gama menatap para siswa,ada yang ketakutan, ada yang menangis,ada histeris bahkan pingsan.

__ADS_1


"Ada apa dengan mereka?" Tanya Gama pada Alex.


Alex menjelaskan apa yang terjadi sebelum pria itu tiba. Gama begitu terkejut saat mendengar fakta kalau korban Harry bukan hanya adiknya, bahkan bukan hanya Harry yang melakukan hal itu tetapi Pak Subroto juga.


Gama menatap mereka satu persatu, dia dapat merasakan kesedihan orangtua dan para tamu undangan saat melihat anak mereka menjdi korban pelecehan seksual oleh ayah dan anak itu.


Gama membungkukkan tubuhnya hingga membentuk sudut 90° hingga tiga kali, semua orang menatap ke arah pria itu.


"Saya pemilik yayasan sekolah ini, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kejadian yang menimpa semua korban, bahkan adik saya sendiri menjadi korban kedua manusia biadab ini!" Ucap Gama sambil menatap mereka.


Semua guru, orangtua dan siswa terkejut saat mengetahui kalau pria itu adalah pemilik yayasan sekolah itu, dan Anna adalah adik dari pemilik yayasan.


"Anda pemilik yayasan ini, tetapi Anda bisa sampai kecolongan seperti ini!" Teriak salah seorang orangtua siswa.


"Benar, bagaimana bisa kejadian memalukan seperti ini terjadi di sekolah elit ini!" Ucap yang lain.


Keributan kembaii terjadi, suasana menjadi ricuh dan tak terkendali.


"Ck...ck.....ck dasar orangtua munafik!" Ucap Gama dari atas panggung.


Semua mata menatap ke arah pria yang tampan menatap mereka dengan tatapan mengejek.


"Apa kau sudah sangat perhatian pada anakmu sampai kau juga bisa kecolongan begini ? Anakmu juga korban kan? Katakan padaku apa kau pernah bertanya tentang bagaimana pelajarannya di sekolah? Ck...pasti tidak kan!" Ucap Gama.


"Para siswa disini hanya kalian paksa belajar dan belajar untuk menaikkan nama keluarga kalian di tengah masyarakat, tanpa kalian ketahui anak kalian mengalami pelecehan seperti ini!" Teriak Gama.


"Hey nak, apa ayah atau ibumu pernah memeriksa pelajaranju di sekolah?" Tanya Gama pada siswa siswa itu.


"Lihat, kalian bahkan tidak sedekat itu dengan anak anak kalian, dasar munafik!" Ketus Gama.


"Dengarkan aku, terkhususnya para siswa, kalian jangan takut katakanlah apa yang dilakukan dua pria bejat ini pada kalian, saya pemilik sekolah ini menjamin keamanan dan masa depan kalian terlepas bagaimana orangtua kalian mendidik kalian!" Ucap Gama sambil menatap para korban.


"Dan untuk kalian yang menjadi saksi, jangan takut menyatakan kebenaran, siapa pun yang terlibat dengan kedua pria ini akan di tangkap dan di berikan hukuman yang setimpal menurut versi kami!" Ucap Gama.


"Apa kalian mau bersaksi?" Tanya Gama.


Mereka semua mengangguk setuju, para guru yang menyaksikan itu ada yang ikut mendukung dan ada yang malah bergetar ketakutan.


"Baiklah, dengan ini saya menyatakan bahwa saya akan menjamin keamanan dan kesehatan mental para korban baik yang hadir disini maupun yang tidak hadir, kalian akan di berikan perawatan dan rehabilitasi agar tidak trauma, " ucap Gama.


"Untuk para sakai, kami akan menjamin keamanan kalian, oleh karena itu silahkan memberikan kesaksian tentang masalah ini!" Ucap Gama.


"Adik adik silahkan mengikuti pengawal, kalian akan di beri arahan mengenai apa yang harus kalian jawab," ucap Gama.


Akhirnya para siswa ditanyai mengenai kejadian sebenarnya.


Ternyata Pak Subroto mengancam mereka jika tidak mengikuti kemauan pria itu. Bahkan para saksi di ancam dan di teror. Sedangkan korbannya mengalami syok namun dipaksa untuk tutup mulut dan tetap datang ke sekolah meski ketakutan, mereka dipaksa untuk bersikap biasa-biasa saja.


Ada sekitar tiga guru laki laki dan dua guru perempuan yang ikut terlibat melakukan pelecehan pada siswa malang itu.


Pak Subroto di bantu oleh guru-guru itu untuk menghapus file video pelecehan yang dia dan anaknya lakukan, padahal dia tidak tau jejak digital itu ada.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai, para pengunjung sekolah di perbolehkan untuk pulang tanpa ancaman apa pun. Para siswa yang menjadi korban langsung mendapatkan perawatan mental dari psikolog kepercayaan J.B grup.


Para saksi merekam kesaksian mereka untuk nantinya di serahkan kepada pihak berwajib dan melaporkan guru guru yang terlibat.


Namun untuk Harry dan Pak Subroto menjadi urusan Gama dan yang lainnya, mereka tidak akan melepas kedua pria itu begitu saja.


Harry dan Pak Subroto di bawa ke markas besar J.B grup. Mereka di sekap disana menunggu eksekusi dari Gama .


Tampak di sel tahanan itu masih ada Laura, Melly dan Gisel yang belum dieksekusi. Gama mengurungkan niatnya memenjarakan ketiga wanita itu, menurutnya tidak akan seru jika melihat mereka hanya di penjara begitu saja.


Sedangkan tuan Jae Sung saat ini bagaikan mayat hidup, dia disiksa di sel tahanannya semua hartanya dirampas, dia di jadikan sebagai budak dan pesuruh di sel tahanan para narapidana kelas kakap.


Jae Sung benar benar disiksa, putusan hakim menyatakan bahwa Jae Sung dipenjara seumur hidup atas tindakan pembunuhan berencana, pelecehan seksual, dan kasus kasus lainnya yang menjerat dirinya.


Tak ada pengacara yang membantunya, tak ada keluarga, tak ada uang, tak ada dukungan membuat pria itu mengingat kesakitan yang dialami Gama selama ini.


Sedangkan Laura, Gisel dan Melly masih belum di putuskan akan mendapatkan hukuman apa atas perlakuan mereka.


" Kurung mereka!" Ucap Gama saat tiba di markasnya.


"Apa yang kau rencanakan untuk mereka ini Gam? Jangan berlama-lama," ucap Aiden saat melihat Gisel, Laura dan Melly yang menatap mereka dengan tatapan ketakutan.


Gama menyeringai, dia berjongkok di hadapan para penjahat itu.


"Aku akan memberikan pertunjukan yang menarik untuk ayah mertuaku, ups..maksudku bajingan yang menjual Ken dan Luna, " ucap Gama sambil menatap mereka dengan senyuman setannya.


Glekk


"Dia benar-benar gila," batin Alex dan Aiden.


"Nah, dengarkan aku kalian akan tinggal disini, jadi sebisa mungkin buat diri kalian nyaman sebelum hukuman kalian tiba!" Ucap Gama.


"Lepaskan kami!!!" Teriak Melly histeris.


"No...no...no bibi, aku tak bisa, kalian sudah menyakiti istriku bagaimana bisa aku melepaskan kalian, kalian satu server dengan kedua bajingan ini, tunggu permainannya ya!" ucap Gama sambil bangkit berdiri.


Mereka keluar dari ruangan penyekapan itu.


"Pastikan mereka tetap hidup sampai waktunya tiba, aku akan membuat kejutan untuk pria bajingan yang melukai Ken dan Luna!" Ucap Gama.


"Apa kau tau dimana tuan Anderson? Kami tak pernah melihatnya!" Ucap Alex.


"Tentu kalian tidak tau," ucap Gama dengan seringai di wajahnya, Alex dan Aiden saling menatap mereka tidak tau maksud pria ini.


"Aku akan memberikan pembalasan yang setimpal untuk kalian para bajingan yang telah berani menyentuh istri dan adikku, tunggu bagian kalian!" Batin Gama.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa, like vote dan komen 😊😊😊😉


__ADS_2