
Melihat gambar Laura di layar kompurter membuat mereka semua benar benar terkejut dan tidak menyangka kalau Laura masih hidup
setelah kejadian empat tahun lalu.
Memang pada waktu itu, Laura dan Ibunya di
buang ke tengah hutan belantara dengan kondisi mengenaskan dimana kakinya
terpenggal.
Namun siapa sangka ternyata Laura selamat dan berhasil meloloskan diri dari hutan belantara itu setelah dia memakamkan Ibunya
yang meninggal karena kehabisan nyawa.
Laura ditolong oleh kelompok pemburu asal
luar negeri yang sedang berburu di dalam hutan belantara itu.
Sejak saat itu dia membangun hidupnya dan
berjuang untuk mengumpulkan uang. Namun dia benar benar berubah menjadi orang
yang sangat menyeramkan, Laura yang diselamatkan oleh pemburu itu justru
membunuh seluruh kelompok pemburu itu bahkan semua keluarga mereka dia
hancurkan.
Dengan berbekal racun untuk berburu, Laura mampu membunuh seluruh
keluarga kelompok mafia itu dengan memasukkan racun yang sangat mematikan ke
dalam makanan dan minuman mereka saat berburu ke tengah hutan di Amerika.
Menurut data yang didapatkan Luna, Laura
adalah buronan tingkat tinggi di Colorado Amerika Serikat, dia bahkan sudah
dicari kemana mana namun bagai hantu jejaknya tidak ditemukan sama sekali.
Waktu itu memang mereka membawa Laura yang terluka ke USA dan merawat Laura yang
tampaknya seperti gadis baik baik namun ternyata semua itu hanya akting untuk
mendapatkan apa yang dia inginkan.
Laura yang merampas seluruh harta pemburu itu mengumpulkan semua pundi pundi uangnya, baik itu menculik anak anak, menculik
hewan peliharaan yang bernilai ratusan juta, mencuri perhiasan dan banyak lagi
aksi kriminal yang dia lakukan.
Tujuan Laura Cuma satu yaitu membalaskan
kematian tuan Anderson dan Mamanya Gisel yang meregang nyawa akibat hukuman
yang diberikan oleh Gamaliel Park dan keluarganya. Dendam berujung pembalasan
itu sudah dia rancang selama bertahun tahun lamanya.
Laura melakukan operasi plastik di Korea
Selatan untuk mengubah identitasnya dan mengubah seluruh wajahnya menjadi orang
yang benar benar berbeda.
Dia sekarang memakai kaki palsu untuk menggantikan kaki yang dipotong oleh Gama waktu itu. Hingga saat dia kembali ke Indonesia
dengan segala dendam dan kebencian, dia dengan sangat percaya diri memasuki rumah
keluarga besar Park dengan menyamar sebagai seorang pelayan yang dia curi
identitasnya.
Selama dua minggu di rumah besar Park, Laura
mempelajari apa saja yang akan dia lakukan untuk memusnahkan keluarga itu. Dan
target pertamanya adalah ketiga anak bayi di dalam rumah itu.
Braaakkkkk
__ADS_1
Gama menggebrak meja dengan sangat kuat
membuat mereka terkejut bukan main, pria itu tampak benar benar marah saat ini
terlihat dari sorot matanya.
Bagiamana bisa manusia biadab seperti itu bahkan tidak bertobat setelah mendapatkan banyak hukuman.
“Beraninya dia mencoba mengganggu keluargaku,” geram Gama.
Luna segera menghampiri suaminya, dia tau
kalau Gama benar benar marah bercampur khawatir dan panik saat ini, apalagi
dari data data serta rekaman suara dan video yang mereka temukan, Laura benar
benar berniat menghabisi anak anak mereka.
“Sayang jangan marah seperti itu, tenangkan
dirimu, ada anak-anak disini,” ucap Luna dengan lembut sambil mengusap punggung
suaminya dan menggenggam tangan Gama.
“Sayang mana bisa aku tenang kalau kalian dalam bahaya, “ ucap Gama sambil menatap wajah istrinya dengan raut khawatir.
“Tenang sayang, kita akan menghancurkan wanita itu, tak ada yang boleh bermain main dengan keluarga Park apalagi jika mereka
sampai mengancam anak- anak,” ucap Luna sambil memeluk suaminya.
Si kembar yang bisa merasakan kekhawatiran
Papa mereka langsung menghampiri Gama dan Luna lalu menatap mereka dengan
tatapan khawatir.
“Mama, Papa jangan sedih, “ ucap Christan dan
Christo sambil memegang baju kedua orang tua mereka, Luna dan Gama melepas
pelukan mereka lalu menatap kedua putra mereka.
“Sayang, anak- anak papa,” ucap Gama sambil
yang mengancam keselamatan anak anak dan istrinya.
“Papa jangan takut, ada abang dan Clisto, Mama juga jangan khawatil, kami udah besal, kami pasti bisa jaga Mama dan Papa,
jangan sedih ya ,” ucap Christan.
“Iya Mama Papa tenang aja, Clsto akan bantu
mengusil olang jahat itu,’ celetuk Christo.
Luna dan gama tersenyum, kedua putranya yang pintar bahkan bisa dibilang bayi genius itu memang benar benar selalu bisa
menghibur mereka. Namun Gama kembali mengingat Laura dan segala rencana jahat
wanita itu, ia kemabli sedih dan khawatir.
“Ahhh..... jangan sampai mereka kenapa kenapa ya Tuhan, Istri dan anak anak ku adalah hidupku, jika sampai mereka terluka,
aku tak akan bisa hidup dengan normal,” batin gama sambil memeluk si kembar
sedangkan Luna mengusap punggung suaminya dari belakang.
“ lalu apa yang akan kita lakukan pada jerry
dan Sarah?” tanya Aiden yang juga sama khawatirnya dengan Gama.
Gama dan Luna duduk di atas sofa sambil
memangku si kembar.
“Kurasa biarkan Bima dan Celine yang menangani mereka terlebih dahulu, karena dalam kasus ini, keduanya adalah korban dari
pasangan bangsat itu,’ jelas Alex.
“ Ya Alex benar, biarkan Bima dan Celine
melakukannya terlebih dahulu, jika butuh bantuan disaat itulah kita beraksi,”
__ADS_1
ucap Gama.
“Ehh kak Alex, kak Vanya dimana? Kenapa gak
kumpul disini?” tanya Mikha yang sedari tadi tidak melihat Vanya disana padahal
jelas jelas mereka lihat kalau Vanya pulang dan ikut ke rumah itu.
Alex tertunduk lesu, sepertinya dia sedang mengalami masalah dengan Vanya.
“Kenapa kak?” tanya Luna.
“Hufftt.... kami bertengkar tadi na, “ ucap
Alex mendesah berat.
“Apa ini masih tentang masalah yang sama?”
tanya Mikha dan dijawab anggukan kepala oleh Alex.
Beberapa saat lalu Alex menjemput Vanya
dari rumah sakit karena setelah acara pemberkatan pernikahan Bima dan Celine,
Vanya mendapatkan panggilan darurat dari rumah sakit tempat dia bertugas.
Saat Alex menjemputnya mereka kembali berdebat karena Vanya tak kunjung hamil juga,
entah apa yang membuat wanita itu begitu stress dan marah, Alex yang berusaha
untuk menenangkan dan membuat Istrinya tidak kepikiran justru dibuat marah
dengan perkataan Vanya.
“Aku bukan wanita yang tepat untukmu, aku...
aku bahkan tak bisa memberikanmu seorang anak hiks hiks hiks.... kamu bisa cari
wanita lain yang lebih sempurna, kamu bisa menceraikan aku, karena aku...”
“VAAAANYAAAA !!“ teriak Alex marah saat
mendengar kata kata istrinya.
“ Kenapa kau jadi orang yang pesimis? Sudah berapa kali kukatakan mau kita punya anak atau tidak aku tidak masalah Vanya, apa yang
membuatmu sampai berpikiran seperti itu? Apa kau tidak mencintaiku? Apa kau
tidak memikirkan perasaanku? Aku sakit saat kau mengatakan hal seperti itu,"
ucap Alex yang benar benar marah saat itu.
“Aku bukan wanita yang sempurna, aku bahkan
tak bisa memberikanmu seorang anak,” ucap Vanya dengan berderai air mata.
“ Untuk apa lagi kita bersama kalau aku bahkan
tak bisa memberikan apa yang kamu inginkan, hiks hiks hiks... aku memang tidak
sempurna,” tangis Vanya tersedu sedu.
“Vanya !!" ucap Alex dengan nada membentak.
“Jangan pernah bahas ini lagi, aku tak butuh
anak kalau kau sampai seperti ini, cukup pembahasan kita tentang ini,” tegas
Alex membuat Vanya terdiam.
Alex memang sangat sabar menghadapi istrinya yang cengeng itu, karena dia tau Vanya adaah orang yang sensitif, namun kali ini
Alex benar benar marah karena topik pembahasan dan perdebatan mereka selalu
saja tentang anak.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😉😉
Terinspirasi dari kisah seseorang yang selalu menangis karena dirinya gak bisa hamil padahal sudah menikah 5 tahun, tetapi sekarang dia sudah punya sepasang anak.