
Layar LED yang cukup besar di bawa ke dalam ruangan itu oleh anak buah Gama.
Tap....
Benda itu disambungkan dan tampaklah gambar lima rekaman CCTV yang langsung terhubung ke layar lebar itu.
Satu Kamera yang tersambung dengan rumah besar Park, satu kamera terhubung dengan tempat dimana Tuan Anderson disekap dan tiga lainnya terhubung ke tempat itu.
Mata Gisel, Laura dan Melly terbelalak saat melihat tuan Anderson diikat di dalam sebuah ruangan, tangannya diikat ke atas tubuhnya tampak lemah dan wajahnya penuh luka bekas pukulan Ken.
"Papa!!!!" teriak Laura saat melihat Tuan Anderson menatap layar lebar itu sambil menangis.
"Laura, Gisel," panggil tuan Anderson meronta ronta ingin lepas dari ikatan itu.
"Lepaskan dia!" titah Ken dari handsfree yang terhubung dengan anak buahnya itu.
Tampak dua orang anak buah Ken masuk ke dalam ruangan itu lalu melepaskan ikat tangan Tuan Anderson dan membiarkan pria itu bergerak bebas.
"Papa Ma, kak Ken ternyata kau yang membawa Papa, hiks hiks hiks kenapa kau lakukan ini kak!!!" teriak Laura histeris.
"Kau anak kurang ajar Ken!!!" teriak Gisel marah saat melihat suaminya diikat di dalam ruangan itu.
"Nak, Sayang kalian masih hidup? Ken apa yang kau lakukan pada mereka!!!!" teriak tuan Anderson marah.
Ken hanya diam,Rose menatap kekasihnya baru kali ini dia melihat keluarga Ken secara langsung itu pun dalam kondisi mengenaskan seperti saat ini.
"Hahahahhaah, sungguh pertemuan yang romantis pak Tua !!!" ucap seseorang dari rumah besar Park, dia tak lain adalah Luna wanita cantik yang tampak menahan rasa kebencian di dalam hatinya.
Mereka semua menatap ke arah sisi kamera yang tampak kosong tanpa seorang pun di layar itu, yang ada hanya suaranya.
"Siapa kau!" teriak tuan Anderson.
Klakk
Kamera dia arahkan pada Luna yang tengah duduk manis sambil menatap layar komputer dengan senyuman smirk di wajahnya.
"Dek kau terlihat sangat gemuk di kamera ini," celetuk Aiden yang duduk di samping Luna sedangkan yang lain duduk di belakang mere dengan tenang sambil menyaksikan apa yang akan dilakukan ibu hamil itu.
"Ya kau benar kak, wajahku membengkak hahahah," kekeh Luna yang malah membuat kakak kakaknya geleng-geleng kepala dengan kedua manusia itu.
"Bisa bisanya mereka bercanda di saat seperti ini," gumam Mark tak habis pikir dengan sifat Aiden dan Luna.
"Ahh, kau kenal tidak denganku tuan Anderson yang terhormat? dan nyonya Gisel yang terhormat? apa kalian tidak merasa kenal dengan wajah cantik ini hmmm?" ucap Luna sambil mendekatkan wajahnya ke kamera.
Anderson menatap wajah itu sejenak lalu melihat wajah Ken,
Deg... deg... deg.... deg
Jantungnya berdegup kencang saat melihat wajah mereka berdua yang terlihat seperti wajah seseorang yang sudah lama meninggalkan dunia ini untuk selamanya.
"Ka.. kau!!!" pekik Anderson panik saat melihat wajah Luna yang benar benar mirip dengan wajah mendiang mantan istrinya yang meninggal belasan tahun lalu.
Luna tersenyum tipis,
__ADS_1
"Kau ingat denganku?" ucap luna sambil menaikkan satu alisnya.
"Ti.. tidak mungkin tidak mungkin itu kau, kau sudah matiiii!!!" teriak tuan Anderson histeris saat menyadari wajah Luna yang benar-benar mirip dengan wajah Mama mereka.
"Hahahah kau ternyata mengenalku Papa UPS mantan Papa!!" ucap Luna.
Gisel, Laura, dan Melly terkejut kala mendengar ucapan Luna bahkan melihat reaksi tuan Anderson yang tampak syok saat melihat Luna di layar itu.
"Iya ini aku, Nana Evelyn Anderson yang kau jual bersama kakakku Kenzo David Anderson, ini aku anak yang kau jual itu, yang kau kira sudah mati, tetapi Tuhan baik padaku sehingga Dia menyelamatkan ku waktu itu!" ucap Luna.
"Tidak tidak mungkin kau sudah matii!!!" teriak Tuan Anderson.
"Cih Nana anakmu memang sudah mati saat kau menjualnya pada predator anak itu tua Bangka!!!" teriak Luna marah membuat kakak kakak, suami dan temannya khawatir melihat ibu hamil itu diselimuti amarah yang meluap luap.
"Sialan kau kenapa kau tidak mati saja waktu itu!!!" teriak tuan Anderson.
"Di.. dia Nana anak Papa? " ucap Laura terkejut.
"Aku bukan anaknya Laura, dasar perempuan Jal4ng, Ibumu merebut ayahku dari keluarga kami dan waktu itu kau ingin merebut suamiku juga hahahahah tidak bisa Laura, kalian memang keluarga pencuri kalian keluarga yang sangat harmonis sampai kalian kompak mencuri sesuatu yang bukan barang milik kalian!!!" ucap Luna.
"Cih dasar wanita murahan, kenapa kau tidak mati saja menyusul Ibumu, entah bagaimana nanti anakmu jika lahir ke dunia ini, kurasa mereka akan menyesal memiliki Ibu seperti dirimu!" ejek Gisel yang membuat Gama mengepalkan kedua tangannya.
Klak
Syuuuttt
Klotang...
Sebuah belati terbang menggores leher Gisel membuat wanita itu terdiam membeku sambil membelalakkan matanya, sedikit saja salah gerakan bisa bisa lehernya sudah menjadi sarang belati yang sangat tajam itu.
"Sialan kau!!!!" teriak Gama marah saat mende hinaan terhadap istri dan anak anaknya.
"Bangsaaattt!!!" teriak Gama sambil mengambil sebuah kursi kayu dan...
Prakkkkk
Dia melemparkan kursi kayu itu ke arah sel wanita paruh baya itu hingga hancur berantakan bahkan serpihannya mengenai kulit para tahanan disana.
Gisel bergetar ketakutan, Laura dan yang lainnya juga begitu.
"Apa yang kau lakukan pada istriku!!!" teriak tuan Anderson marah.
"Yang kulakukan sama seperti saat kau menjual istriku dan Ken kepada predator anak itu!!" ucap Gama.
"Pengawal!!" panggil Gama dengan suara penuh kemarahan.
"Ikat mereka dan potong kakinya!!" titah Gama dengan amarah yang benar-benar membuncah.
"Nikmatilah bagaimana melihat orang yang benar benar kau sayangi tersiksa tuan Anderson dan tunggu bagianmu!!!" ucap Gama sambil menatap tajam ke arah layar itu.
"Apa yang kalian lakukan, jangan sentuh aku, apa yang kalian lakukan lepaskan!!!" teriak Gisel dan Laura ketakutan sedangkan Melly diam saja dia benar-benar takut dengan apa yang akan terjadi pada dirinya mengingat dia adalah dalang terjadinya kecelakaan yang menimpa keluarga Park.
Sedangkan tahanan Lain menelan kasar Saliva mereka saat melihat bahwa pria itu benar-benar dalam puncak kemarahannya saat ini.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan Gam, Kak Ken tolong aku Papa hiks hiks hiks Papa tolong Laura!!!" pekik gadis itu ketakutan saat pengawal sudah memegang tangannya dan mengikatnya ke atas pengikat yang menggantung di atas langit langit ruangan itu.
"Apa yang kau lakukan pada anakku, jangan jangan lakukan itu !!!" teriak tuan Anderson saat melihat istri dan anaknya diikat oleh anak buah Gama.
"Bahkan sampai akhir pun kau tetap membela mereka!!" ucap Ken marah.
"Tentu aku membela mereka mereka istri dan anakku, mereka keluargaku!!!" teriak Anderson marah.
"Cuih... persetan dengan keluarga kesayangan mu itu, orangtua macam apa kau!!!" teriak Ken marah.
"Saksikan bagaimana kami tersiksa dahulu, kau yang memintanya, ingat ini Anderson, mata ganti mata, kaki ganti kaki!!" ucap Ken dengan penegasan.
"Aiden matikan layarnya, aku tak mau istriku melihat hal ini," ucap Gama yang langsung dituruti oleh Aiden.
"Lakukan!" titah Gama.
"Tidak jangan lakukan itu, jangan, aku aku minta maaf Ken, aku tau aku salah jangan lakukan itu pada istri dan anakku, bagaimana mereka akan hidup nanti jangan Ken!!" teriak Anderson panik saat anak buah Gama membawa sebuah alat pemotong yang sangat tajam.
"LALU BAGAIMANA ADIKKU LUNA AKAN HIDUP DENGAN SATU KAKINYA TUAN ANDERSON!" ucap Ken menekankan kata katanya.
Tuan Anderson terbelalak, Nana hanya memiliki satu kaki sebab kaki yang lain sudah diamputasi.
"Lakukan sekarang!" titah Ken dengan amarah yang berapi api.
"Tidak jangan, jangan!!!" teriak Laura dan Gisel yang menangis histeris saat melihat alat itu di bawa masuk ke dalam sel mereka.
Anak buah Gama membawa alat itu dan melakukan perintah tuan mereka.
Klek krakk
craaaattttt
Darah memuncrat dari pergelangan kaki mereka saat kaki kiri mereka di tebas dengan benda tajam itu.
Ken memeluk Rose agar tidak melihat kejadian itu, para tahanan lain bergetar ketakutan saat melihat kejadian itu di depan mata mereka.
"Aaaarhhhhhhhhhhhh.......... sakit aaaaahhhhhhh," Gisel dan Laura menangis histeris saat kakinya di potong oleh anak buah Gama.
"Tiidaaaaakkk Laura, Gisel aarhhhhh!!!" teriak Anderson histeris saat melihat darah mengalir dengan deras sari kaki mereka.
"Seret mereka ke hutan, biarkan mereka menjadi santapan singa singa liar itu!" titah Gama yang dianggukkan oleh anak buahnya.
Gisel dan Laura yang lemah tak berdaya di seret dari ruangan itu dan dibawa menuju hutan Dima orangtua Andin dihukum waktu itu.
"Kau lihat kan?" ucap Ken.
.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😉😊😉
Gila woy,🙃🙃