
Alex benar benar kelabakan menghadapi kebarbaran gadis ini, namun ia tetap tenang agar Luna tidak merasa khawatir sebab Alex melihat meskipun gadis itu gesit dan cepat, tangannya gemetaran, Luna memang sangat pintar menyembunyikan rasa takutnya.
"Dia ini wanita yang sangat hebat, tampak dari matanya dia benar-benar ketakutan bahkan tangannya sampai bergetar begitu," batin Alex.
"Ekhmm...tenanglah dulu nona, saya tidak akan menyakiti Anda," ucap Alex dengan lembut agar gadis itu tidak panik, sebab kapan saja gunting itu bisa menembus lehernya.
"Huuuffft fuuhhhhhh......" Luna menghela nafas berat.
"Duduklah dahulu, akan kujelaskan semuanya, kami baru saja menyelamatkan Anda dari tuan Jae Sung pamannya Gama!" Ucap Alex, sontak Luna menarik guntingnya, dia langsung paham dengan situasinya.
"Duduklah!" Ucap Alex.
Luna diam dan menurut, ia duduk di atas sofa dan menunggu penjelasan dari Alex.
Alex membawa laptopnya ke hadapan Luna dan menunjukkan rekaman CCTV saat Luna di culik serta rekaman saat Jae Sung memerintahkan anak buahnya untuk menculik Luna.
Dari mana Alex mendapatkan semua informasi itu? Tentunya dia bisa mendapatkan semua itu dengan mudah karena dia adalah salah satu peretas handal yang sudah diakui di dunia, tapi tak ada yang tau sosok Alex.
Luna mengeraskan rahangnya, ia menatap kesal pada video itu. Luna mengangkat laptop itu ingin menghancurkannya saat itu juga namun suara seseorang membuatnya sadar akan aksinya.
"Nona pikir pikir lah dahulu sebelum menghancurkan benda itu, disana ada data senilai miliaran rupiah apa Anda akan bertanggungjawab jika data itu hilang? Jika demikian maka silahkan menghancurkannya!" Ujar Alex dengan Santai.
Luna menghela nafas beratnya, ia meletakkan kembali laptop itu di atas meja.
"Bagaimana bisa aku yakin kalau kau tidak akan mencelakakan aku?" Tanya Luna seraya memandang Alex yang duduk disampingnya
"Saya akan menceritakan semua kejadian di masa lalu Gama, mungkin nona sudah mendengar sepenggal dari Gama, tapi itu bukanlah kebenarannya!" Ucap Alex dengan nada serius.
Luna terdiam, apa maksud pria ini pikirnya.
"Kalau begitu beritahu aku apa sebenarnya yang terjadi antara kau, Gama dan mantan tunangannya itu!" Tegas Luna dengan sorot mata tajam.
"Aura ini benar-benar persis dengan Ken!" Batin Alex.
"A..apa kau sudah tau siapa aku?" Tanya Alex yang terkejut sebab ia pikir seandainya pun Luna tau namanya ia tidak akan tahu wajah Alex pikir nya.
"Sudah, bahkan saat kita berpapasan di street food itu aku langsung mengenalimu, aku ini tidak bodoh, untuk hal seperti itu aku masih bisa diandalkan!" Celetuk Luna.
"Baiklah akan saya ceritakan kejadian satu tahun lalu dan semua bukti dan kebenarannya," ucap Alex.
Akhirnya Alex menceritakan kebenaran di balik kejadian kecelakaan satu tahun yang lalu.
Semua kejadian yang saling berkaitan, sampai sampai Alex harus mengorbankan persahabatan dan dirinya untuk melindungi Gama dari manusia manusia licik itu dan bekerja dari jarak jauh.
Jika Alex tetap di samping Gama maka dia tidak bisa leluasa mengawasi pergerakan tuan Jae Sung, Gama yang keras kepala dan tempramen nya buruk tidak akan mendengarkan kata-kata nya.
Luna mendengar kan dengan seksama, ia begitu terkejut apalagi pernyataan Alex semakin diperkuat dengan beragam bukti pemalsuan jenazah, bukti penyuapan pihak kepolisian, bukti rekaman suara rencana pembunuhan dan sebagainya.
"Ck...pria itu memang benar-benar bodoh!" Kesal Luna.
__ADS_1
"Dia mudah sekali di bodohi, selain tempramen nya yang buruk itu apa lagi kelebihan si bodoh itu!" Ketus Luna setelah mendengar penjelasan dan penuturan Alex tentang masa lalu mereka.
"Kau juga sama bodohnya!" Ketus Luna.
Alex membelalakkan matanya begitu juga para pengawal yang duduk beristirahat di dekat mereka.
"Hei nona, berani sekali kau mengataiku bodoh!" Ketus Alex yang merasa kaget dikatai bodoh oleh gadis bar bar itu.
"Nona itu benar benar berani sekali mengejek tuan Alex" batin para pengawal.
"Tentu saja kau bodoh sama dengan tuanmu itu!" Ketus Luna.
Akhirnya Luna malah memilih menginap di apartemen Alex tanpa takut Alex akan mengancam nyawanya, dia terlalu yakin kalau Alex tidak berani berbuat apa apa padanya melihat bagaimana kesetiaan pria itu sampai akhir pada Gama.
Kembali ke hari ini, Luna dan Alex yang sedang duduk di depan komputer akan menghabiskan sebagian besar waktu mereka menatap layar itu mengawasi mereka semua dari layar besar itu.
"Emmm kak kenapa tidak kau ceritakan semuanya pada Gama dan yang lain, jika mereka tahu kebenaran ini, hubungan kalian tidak akan serenggang ini," ucap Luna seraya meletakkan mie instannya di atas meja.
"Aku terlalu takut menceritakan semua ini pada Gama, tempramen nya sangat buruk waktu itu, " ucap Alex.
"Saat aku menyampaikan bahwa Tiara berselingkuh bahkan belum kusampaikan kalau Tiara berselingkuh dengan tuan Jae Sung dia sudah marah marah dan mengusirku," ujar Alex.
"Pfthhh hahahahahah, kasihan sekali kau kak," ucap Luna sambil tertawa.
"Memang tempramen pria bodoh itu sangat mengerikan!" Ujar Luna lagi.
"Mengerikan tapi kau mencintainya kan?" Goda Alex.
"Kak boleh aku pinjam ponselmu lagi?" Tanya Luna.
"Silahkan, kau bebas memakainya," ujar Alex sambil menggeser ponselnya ke dekat Luna.
"Kalau aku menghubungi Anna dari sini pasti akan ketahuan ya kan?" Ucap Luna lagi.
"Tentu saja ketahuan Luna," ucap Alex.
"Kalau begitu aku kirim pesan dari sini saja,untung aku hapal nomor Anna!" Celetuk Luna.
Alex menatap bingung,
"Apa kau tadi mengirim pesan pada mereka?" Tanya Alex saat melihat file file di komputer nya dengan mata terbelalak.
Luna mengangguk, sambil mengetikkan pesan yang akan dikirim ke nomor Anna.
"Bagaimana bisa? Apa kau tau cara meretas komputer? Kau ini sebenarnya siapa? Apa kau pernah belajar meretas? Itu program yang sangat sulit, ba.. bagaimana bisa kau melakukannya?" Tanya Alex terbelalak.
"Ck....apa kau meragukan kemampuan ku ini?" Ucap Luna.
"Tolong jangan bercanda, tidak semua orang bisa melakukan peretasan jenis ini Luna!" Seru Alex yang benar-benar kaget.
__ADS_1
"Cih....aku melihat kau mengirim pesan pada orang-orangmu beberapa kali jadi aku mempelajari caranya, saat kulihat Gama akan membunuh pria tua tadi, aku mengirimkan pesan itu pada kakakku agar mereka menghentikan si bodoh itu!" Jelas Luna.
Alex membelalakkan matanya bahkan anak buahnya sampai di buat kaget.
"Ka...kau siapa!??" Teriak Alex, belum pernah dijumpainya orang secerdas Luna bahkan hanya beberapa kali melihat saja gadis itu langsung bisa mempraktekkannya.
"Aku Luna hahahah," jawabnya sambil tertawa.
Sementara Luna tertawa di sana, Anna masih saja mengurung diri di kamarnya lebih tepatnya di kamar yang disediakan Ken untuk nya.
Drrttttt
"Halo halo Anna, Yuna adikku!"
Ada yang aneh dengan dering ponsel gadis itu, sejak kapan ringtone nya menjadi suara kakaknya pikirnya.
Anna membuka ponselnya dan melihat sebuah pesan disana.
"*Anna jangan murung terus, ini Kak Luna, kakak baik baik saja, kamu harus makan dengan benar, tunggu kakak pulang, kita akan lakukan pembalasan pada kakakmu yang bodoh itu! Jangan nangis kakak disini bersama orang baik, nanti kakak hubungi kamu ya sayang
Ingat jangan beritahu yang lain, ini pesan rahasia oke sayang, semangat!!!!😊😊*"
"ini foto kakak, cantik kan hehehehe, jangan nangis ya, kamu kerjain aja kakak kamu yang bodoh itu!"
Seketika itu wajah Anna mengembang, ia mengusap air matanya dan membersihkan dirinya. Ia tersenyum mendapatkan pesan rahasia dari sang kakak, akhirnya dia bisa tenang hari ini.
Dengan senyum mengembang, pakaian baru dan tubuh yang segar, Anna keluar kamar setelah mengurung diri.
"Anna akhirnya kamu keluar," ucap Ferdi dan Andin yang menunggui Anna di luar.
"Ada apa kak? " tanya Anna tanpa merasa bersalah sedikitpun padahal dia sudah membuat kedua orang itu panik.
Andin dan Ferdi saling menatap dan mereka tersenyum, akhirnya gadis itu bicara pikir mereka.
"Emmm kak, lapar!" rengek Anna sambil menggandeng tangan Andin.
"Tau lapar juga kamu ya!" celetuk Andin sambil mengacak rambut Anna dengan Gemas.
" Sudah, ayo makan," ajak Ferdi yang dianggukkan keduanya.
Baik Ferdi maupun Andin tidak mau menyinggung soal Luna untuk saat ini, keluar kamar saja mereka sudah bersyukur.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa like, vote dan komen 😊😊😊😉😊😊