
Acara kecil kecilan yang dilaksanakan dengan baik, dan di lanjutkan dengan pesta barbekyu dan makan makan bersama, semua pelayan juga kebagian.
Mereka tertawa bersama sama, menghibur satu dengan yang lain setelah melewati semua maslaah bersama sama.
Ada yang menari mengikuti iringan musik, bernyanyi dan bercerita sungguh sebuah keluarga yang harmonis.
Mereka semua mengangkat kursi mereka dan duduk mengelilingi Luna, nona cerewet yang membuat hari hari mereka menjadi lebih baik dan semakin baik setiap harinya.
"Terimakasih untuk semua ini, Luna benar benar tidak menyangka kalau kalian akan memberikan kejutan sebesar ini buat Luna, a.. aku.. ," dia berhenti sambil berusaha menahan agar air matanya tidak menetes, Gama menggenggam tangan istrinya dari samping.
"hiks hiks hiks, aku benar benar berterimakasih pada kalian semua, aku .. aku menyayangi kalian, kalian keluarga Luna hiks hiks hiks," Ibu hamil itu menangis mengungkapkan isi hatinya, hatinya yang benar-benar bahagia mendapatkan keluarga seperti mereka, keluarga yang benar benar peduli pada dirinya.
"Huuuummmm.... kami juga sayang padamu," ucap mereka bersama-sama, sungguh tidak tega melihat wanita itu menangis meski pun hanya tangis haru.
"Kalian benar benar menerima gadis buntung ini, wanita yang tidak sempurna ini menjadi merasa benar Benar sempurna karena kehadiran kalian, terimakasih banyak," ucap ya sambil menatap lekat mereka satu persatu.
"Buntung?" gumam Vanya yang belum tau kondisi Rahel dan Alex mendengarnya bergumam.
"Iya kaki kirinya diamputasi," bisik Alex yang membuat Vanya terbelalak sampai dia menoleh pada Alex dengan posisi yang benar benar dekat.
"Tapi kenapa?" bisiknya lagi.
"Panjang ceritanya," jawab Alex singkat lalu menarik wajahnya dan kembali fokus melihat Luna di depan sana.
"Apa dia tidak suka denganku? ahh dia langsung menarik wajahnya tadi seperti tidak terjadi apa-apa, ahhh aku sepertinya sudah gila!!!" batin Vanya sambil menatap Alex, yang ditatap hanya diam dan memusatkan perhatiannya pada Luna.
"Sial, aku jadi gugup kenapa dia harus menoleh seperti itu sih?" gerutu Alex dalam hatinya.
"Ck... ck..ck. sepertinya dua manusia ini harus diberi sedikit adegan lebih supaya tidak malu malu kucing," bisik Aiden pada Bima yang dibalas anggukan setuju oleh pria itu, mereka berdua duduk di dekat Alex dan Vanya .
Kembali ke Luna, mereka menatap Luna yang menangis.
"Pokoknya aku berterimakasih, itu saja, kalian membuatku malu, kenapa menatapku seperti itu, ck aku jadi malu kan," rengek ibu hamil itu sambil menyembunyikan wajahnya di belakang punggung suaminya yang duduk disampingnya.
"Hahahahahah," mereka semua tertawa melihat Luna yang tiba tiba malu, bahkan wajah dan telinganya sampia merah merona karena hal itu.
"Kau lucu sekali dek, kenapa harus malu sih," ucap Ken yang tergelak melihat reaksi adiknya.
"Ck ..itu karena kalian semua menatapku, aku jadi malu kan, terus itu kenapa dia nggak pake baju badut kenapa harus pakai pakaian Elsa, kan aku jadi punya saingan mana cantik lagi," gerutu Luna sambil menunjuk Alex yang duduk sambil memperhatikan dirinya.
"Eh.. a.. aku, maaf ya Na, kakak gak berani," ucap Alex. Vanya yang duduk di dekatnya malah terkejut kenapa pria tampan di sampingnya itu tidak berani dengan badut.
__ADS_1
Gama membisikkan sesuatu ke telinga Luna, membuat wanita itu terkejut bukan main.
"Hmmm baiklah tak apa apa aku mengerti kok, tapi.... kenapa kakak jadi cantik sih!!!" gerutu Luna lagi yang membuat mereka tergelak mendengar ocehan gadis itu.
"Pfftttthhh hahhahaha, dia memang cantik Na, sampai sampai dokter Vanya kalau saing iya kan dok," ucap Aiden.
"Eh... kenapa jadi aku?"ucap Vanya Gugup.
"Ck.. jangan bawa bawa orang lain den," Alex berdecak "kan kalian yang pilihkan pakaiannya," lanjutnya lagi, "Jadi Na kami salahkan aja nih si Aiden yang milih kostum beginian buat kakakmu yang tampan ini!" ucap Alex dengan tatapan kesal ke arah Aiden.
"Hahahhahaha iya udah sih, kalian ini selalu saja berdebat, kalian mah sama sama kocak Kak," ledek Luna sambil tertawa.
"Sudahlah, oh iya aku emmm lebih tepatnya aku dan Rose punya pengumuman penting," ucap Ken yang langsung berdiri dan menggandeng tangan Rose membuat mereka semua menoleh ke arah mereka berdua.
Rose sendiri malah bingung dengan apa yang akan dikatakan Ken, dia mau mau saja di ajak berdiri.
"Ciee Lo pengen Nikah yaaaaaaaa!!!!" teriak Alex yang sontak membuat mereka semua terperangah dengan teriakan pria itu.
"Ck .. Alex, ngapain bilang bilang sih, kan jadi ilang momennya!!" gerutu Ken dengan wajah kesal yang membuat mereka semua tergelak.
"Ha jadi benar!!" ucap Bima.
Ken mengangguk dan dia menatap Rose yang tampa diam sekaligus kaget dengan apa yang diucapkan Alex.
"Acieeeeeee.... ada yang bakal nyusul juga nieeee," goda Aiden yang turut senang dengan kabar bahagia ini.
Mereka semua bahagia mendengar keputusan Ken untuk menikahi Rose secepatnya, karena memang merasa sangat serasi dan kalau sudah cocok buat apa berlama lama, langsung di sahkan saja.
"Wahhh baguslah, selamat ya kak Ken, selamat ya Kak Rose cieeee," ucap Luna dengan senyum bahagia mendengar kalau kakaknya akan menikah.
"Ini juga semua berkat Luna yang membantu kami bersatu, " ucap Rose dengan mata berkaca-kaca sambil menatap Luna.
Dia melepaskan tangannya dari Ken, lalu bejalan menghampiri ibu hamil itu, dia duduk di dekat kaki Luna dan menggenggam tangannya dengan erat.
"Terimakasih banyak Na karena sudah membawa kakak ke dalam keluarga ini, kakak.. kakak tidak menyangka akan mendapatkan keluarga sesempurna ini, " ucap Rose mulai menangis.
"Kita semua tidak satu darah, bukan berasal dari orangtua yang sama tetapi kasih diantara kita melebihi kasih diantara saudara kandung," ucap Rose, air matanya mengalir membasahi pipinya.
"Terimakasih nona cerewet, terima sudah mengajakku waktu di rumah sakit kala itu, jika tidak akau tak akan bertemu pria semanis kakakmu, aku taka punya keluarga sehangat kalian, terimakasih banyak," ucapnya sambil memeluk erat Luna.
Luna tersenyum, dia membalas pelukan Rose dengan erat. Para pelayan, dan mereka semua ikut terharu melihat gadis itu menangis dan mengucapkan rasa terimakasihnya pada Luna.
__ADS_1
"Hushhh sudah, ini acara bahagia kenapa jadi nangis nangis begini sih," gerutu Ken yang malah mengundang gelak tawa diantara mereka.
"Jadi kapan pernikahan kalian dilaksanakan?" tanya Gama. Rose sudah melepas pelukannya dan kembali berdiri di samping Ken.
"Aku ingin secepatnya, dan langsung membawa gadisku ini berkeliling dunia," ucap Ken sambil menatap Rose dnegan tersenyum.
"Ck.. secepatnya kapan paok? besok atau sekarang? yang jelas kalau ngomong dasar manusia kulkas lima pintu!" celetuk Aiden yang membuat mereka menoleh pada pria itu.
"Ck... Aiden, tiga Minggu lagi, tiga Minggu lagi kami akan menikah ,puas kau hah!!" ketus Ken.
"Minggu depan? baiklah akan segera kusiapkan tempatnya," ucap Aiden.
"Aku akan menyiapkan WOnya!" ucap Bima.
"Ahhh aku akan memilihkan butik terbaik untuk pakaian kalian!" tambah Gama yang juga antusias.
"Kami akan memilih menunya!" ucap Andin.
"Kami membantu mendata tamu undangan, kita buat besar besaran atau bagaimana?" tanya Ferdi.
"Ahhha aku akan mendesain cincin pernikahannya!!" seru Luna yang tak mau kalah.
Ken dan Rose saling menatap, seperti yang dipikirkan Ken, mereka semua pasti akan sangat bersemangat mendengar kabar pernikahan ini.
"Wah kalian semua kompak sekali!" ucap Vanya.
"Kau lihat mereka sangat Antusias hahahha," ucap Ken pada Rose.
"Kupikir mereka akan biasa saja, tetapi ini luar biasa!" ucap Rose terharu.
"Mereka akan menyusul kak Aiden, aku? ahhh jangan dipikirkan Din, Mark sedang sibuk tak ada waktu memikirkan pernikahan," batin Andin.
Mark melirik Andin yang tampak sedang memikirkan sesuatu.
"Apa dia juga mau menikah denganku?" batin Mark.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😉😉😉😉