Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
101


__ADS_3

Sementara kedua sejoli yang sedang dimabuk cinta ini bersenda gurau, seorang gadis di sebuah apartemen sederhana tengah menyusun rencana licik untuk mendapatkan Gama, siapa lagi kalau bukan Laura.


Laura sedang duduk bersantai di apartemen pribadinya dia baru saja selesai bekerja, tampak gadis itu sedang memakai masker berwarna merah jambu sebagai perawatan agar kulitnya tetap kencang.


"Laura, kapan kamu akan mendapatkan pria incaranmu itu? Masa iya kamu kalah sama mama?" Ejek seorang wanita paruh baya yang masih tampak awet muda yang berjalan dari dapur sambil membawa jus jeruk miliknya.


"Ck...sabar Ma, pria itu sangat sulit digapai, belum lagi banyak orang-orang yang ada disampingnya bikin repot sih, apalagi ada satu cewek aneh yang ikut nimbrung di kelompok mereka!" Ujar Laura.


"Perempuan? Apa kamu tau siapa dia?" Tanya Mama Lautan yang biasa disapa Gisel.


"Dia pacarnya Ken anak kandung Papa yang sempat kalian jual itu!" Tukas Laura.


"Apa!" Ucapnya terkejut.


"Ken? Kenapa anak sialan itu bisa sih dekat dengan pria incaranmu?" Ujar Gisel kesal apalagi saat melihat Ken di pesta waktu itu.


"Loh emangnya kenapa sih Ma?" Tanya Laura.


"Hilangnya Papa kamu berhubungan sama anak sialan itu!" Ujarnya dengan mata berapi-api menahan amarah


"Apa!! Jadi kak Ken yang membuat Papa menghilang?" Teriak Laura langsung bangkit berdiri.


"Hmmm mungkin, Mama gak tau pasti, tapi bisa jadi dia yang buat Papamu menghilang, Mama sarankan kamu jangan sentuh wanita itu kalau kau masih ingin hidup!" Ujar Gisel memperingati anaknya.


"Ck...gak akan Ma, Mama ingat kan di pesta kemarin dia sudah mempermalukan aku?" Ketus Laura.


"Iya Mama tau makanya Mama gak ngomong apa-apa karena dia berhubungan dengan Ken, Mama gak mau terjadi apa-apa dengan kamu, sebaiknya kamu baik baik aja gadis itu," ujar Gisel.


"Arhhh....aku benar benar ingin menghancurkan perempuan jal4ng itu Ma!!" Gerutu Laura sambil menghentakkan kakinya.


"Nanti, setelah kita bisa dekat dengan Gama dan kamu berhasil mendapatkan simpati kakak tirimu itu, kita hancurkan dia seperti Mantan istri Papa kamu itu," ujar Gisel dengan rencana liciknya.


"Hmm baik Ma, tapi bagaimana dengan Papa? Apa Mama sudah tau dimana keberadaan Papa?" Tanya Laura.


"Belum nak, Mama juga udah nyuruh orang buat cari Papa kamu," ujar Gisel dengan wajah murung.


"Sabar ya Ma, Papa pasti ketemu," ucap Laura.


"Udah bertahun-tahun La, jangan jangan Papa Kamu udah meninggal," ucap Gisel.


Laura hanya bisa diam mendengar jawaban Mamanya, sudah hampir sepuluh tahun mereka mencari keberadaan tuan Anderson tapi tak ada titik terang dalam pencarian itu.


"Ini pasti ulah anak sialan itu!!! Kenapa waktu itu dia tidak mati seperti adiknya itu!!" Geram Gisel.


Laura dan Gisel memang sangat mencintai tuan Anderson bukan hanya dari segi harta, tapi Gisel lebih tepatnya tergila gila dengan pria itu,dia jatuh cinta pada pandangan pertama sampai sampai ia rela memberikan keperawanannya untuk menggoda tuan Anderson yang saat itu sudah berumah tangga dengan Mama Ken dan Luna.


Parasnya memang lebih cantik dan tubuhnya aduhai sangat seksi, namun hatinya busuk dan penuh kelicikan.


Ia mencintai harta dan tuan Anderson, dia agresif di ranjang sehingga membuat tuan Anderson tergiur dan malah jatuh ke dalam pelukan wanita ular itu.


Tetapi suatu hari tiba-tiba Tuan Anderson tidak pulang ke rumah, mereka pikir pria itu dalam perjalanan bisnis tapi tidak seperti biasanya dia tidak menghubungi rumah.


Hari terus berlalu, Laura dan Mamanya melakukan pencarian sampai hari ini, namun mereka tidak menemukan pria itu.

__ADS_1


Tentu saja tidak mendapatkan hasil, pria itu sudah disekap oleh Ken di tempat yang bahkan tidak disangka sangka oleh mereka, rumah sakit milik tuan Anderson yang berhasil direbut oleh Ken anak kandungnya sendiri.


...****************...


Luna dan Gama tampak keluar dari dalam butik ternama di Jakarta yang menjadi tempat kepercayaan Gama dalam urusan pakaian karena tempat itu adalah milik teman mendiang Ibunya.


Semua pasang mata menatap kagum pada pasangan itu. Gama tampil santai dengan pakaian kasual yang terbilang sederhana namun memiliki harga fantastis dan Luna memakai gaun sederhana setelah melalui perang mulut di dalam toko tadi.


"Nah gini aku nyaman kan, daripada pakaian yang kamu pilih tadi, ribet banget, talinya kesan talinya kesini bikin repot saja," ketus Luna.


"Itu gak ribet loh sayang, cuma kamu nya aja yang ga sabaran," ujar Gama.


"Sssstttt ...udah diem, kita berangkat sekarang, kamu gak liat udah banyak rubah berbulu domba yang siap menerkam kamu hah?" Ketus Luna karena ia risih dengan tatapan para wanita yang melihat suaminya dengan mata berbinar-binar.


"Ck...kamu juga gak liat cheetah cheetah lapar yang siap ngambil kamu dari aku hmmm?" Balas Gama yang juga risih dengan pandangan para laki-laki yang melihat istrinya dengan tatapan aneh.


"Ihhh kalau begitu ini hutan dong, ayo cepat entar kita di terkam hahhaha," balas Luna sambil tertawa kecil.


" Udah ayo, kamu cantik banget si bukan aku dag Dig dug ser hahaha," ucap Gama sambil merangkul pinggang istrinya dengan posesif.


"Sama aku juga jadi dag dig dug tuaarrr meledak hahahah," canda Luna.


Mereka pun berangkat menuju tempat street food yang cukup terkenal di daerah itu karena menyediakan berbagai kuliner khas dari setiap daerah di Indonesia.


Mobil mereka tiba disana, tapi tampaknya pria itu berganti mobil ia tak ingin membawa mobil mewah ke tempat seperti itu, bisa bisa mereka dikira artis nanti.


Luna dan Gama keluar dari mobil, keduanya bergandengan tangan bak anak remaja yang sedang kasmaran tengah kencan di tengah hiruk pikuk kota Jakarta.


"Rame lah namanya tempat makan,"balas Gama.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Gama.


"Kita lihat lihat dulu gimana sayang?" Jawab Luna.


"Baiklah nona manis, tapi tanganku jangan di lepas," ucap Gama yang dianggukkan oleh Luna.


Mereka berkeliling di sekitar tempat itu.


Sementara itu anak buah Gama mengawasi mereka dari jarak dekat, mereka berbaur dengan orang orang sekitar sehingga tidak membuat Luna dan Gama merasa tidak nyaman.


Luna terus berjalan, ia melihat kesana kemari mencari spot yang cocok untuk makan sore mereka karena Luna dan Gama sama sama melewatkan makan siang.


"Hmm....dimana ya?" Ujar Luna sambil menarik tangan Gama, Gama tersenyum ia menurut saja dengan gadisnya itu.


Luna terus berjalan sambil menarik tangan Gama yang berjalan di belakangnya karena disana cukup ramai.


Brukk


Seseorang menubruk Luna, mata Luna menatap orang dengan pakaian serba hitam itu, pria itu menunduk.


"Maaf," ucapnya lalu berlari dengan cepat meninggalkan mereka.


"Awhhh," ringis Luna saat merasakan sedikit nyeri di bagian bahunya yang Bertubrukan dengan pria asing tadi.

__ADS_1


"Sayang kamu gak apa-apa?"tanya Gama panik, ia langsung menarik Luna ke arahnya dan memeriksa tubuh gadis itu.


"Nggak apa-apa cuma sedikit sakit aja tadi gak sengaja bertubrukan dengan seseorang," ucap Luna sambil tersenyum.


"Syukurlah, kamu jalan di sampingku, kita lihat sama-sama aku gak mau kamu terluka," ujar Gama sambil merangkul tubuh istrinya.


"Iya bawel," seru Luna membuat Gama tergelak.


Mereka terus berjalan, namun tampaknya Luna penasaran dengan sosok laki laki yang bertabrakan dengannya tadi.


"Apa dia...." Batin Luna.


"Sayang kita makan disana yuk!" Ajak Gama pada sebuah stan makanan yang tampak tidak terlalu ramai namun lebih bersih dan rapi dibandingkan dengan yang lain.


Luna menoleh dan mengangguk sambil tersenyum. Hari sudah sore dan orang orang yang pulang kantor mulai berkumpul di tempat itu untuk sekedar menikmati makanan jalanan yang sangat digemari masyarakat.


Luna dan Gama duduk berdua di tempat itu, tiba-tiba saja stan itu menjadi penuh. Gama yang sudah tau ini pasti ulah anak buahnya yang ikut ikutan makan di tempat yang sama demi menjaga keselamatan tuan dan nyonya mereka.


"Sayang anak buahmu berlebihan sekali sih," bisik Luna, pastinya gadis itu menyadari ada beberapa orang yang terus mengawasi mereka.


"Apa kamu nggak nyaman?" Tanya Gama.


"Emmm, gak masalah sih selama mereka gak ganggu kita heheh," ujar Luna sambil terkekeh.


Gama tersenyum menatap istrinya, mereka pun memesan makanan sesuai dengan pilihan Luna.


"Ada yang lain lagi gak sayang?" tanya Gama.


"emmm itu aja udah cukup, kamu gimana? benar mau sama aja?" tanya Luna.


"iya bener, " Gama pun menyerahkan Pesanan mereka pada pelayan yang sudah berdiri di samping meja mereka.


"Apa benar pria itu Alex?" batin Luna yang sedang menatap suaminya dengan tatapan khawatir.


"Sayang kenapa?" tanya Gama.


Luna tersadar dari lamunannya, ia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"nggak apa apa kok, cuma Lapar aja heheh," balas Luna sambil nyengir kuda.


"Kuharap semua akan baik-baik saja!" batin Luna.


.


.


.


.


jangan lupa, like vote dan komen 😉😉😊😉😉


Maaf kalau ada yang gak suka kalau author lama up, author usahain biar jalan ceritanya menarik, kalau author asal Up entar Kalian kecewa, author mohon pengertiannya aja ya 😌😌😌

__ADS_1


__ADS_2