Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
S2 B& C ( Jenaka)


__ADS_3

Celine menatap Mereka semua dengan tatapan terkejut dan benar-benar tidak tahu kalau masa lalu mereka sungguh menyakitkan bahkan lebih menyakitkan dari kehidupannya.


Secara logika kehidupan Celine justru lebih baik dibandingkan dengan kehidupan mereka di masa lalu. Celine adalah seorang wanita karir yang mandiri Dia memiliki kafe dan beberapa bisnis kos-kosan.


Celine juga memiliki orang tua yang lengkap dibandingkan dengan mereka yang bahkan ada yang tidak tahu siapa orang tuanya, ada yang dijual orang tua sendiri, ada yang di tolak, ada yang bercerai, ada yang tak tau siapa orangtuanya sama sekali dan sebagainya.


Wanita itu jadi merasa bersalah karena membandingkan dirinya dengan yang lain, Fakta tentang keluarga Park juga cukup mencengangkan bagi dirinya.


"Kau tau tidak, kami bahkan hampir kehilangan Luna saat dia melahirkan si kembar, tapi karena kepercayaan Gama, si kembar dan Kwn kembali bersama kita, jika tidak kamu mungkin tak akan pernah bertemu dengan si cerewet itu," ucap Andin.


"Aku jadi merasa malu dengan diriku sendiri," ucap Celine yang tak lagi berani memandang mereka.


"Celine dengarkan aku, kalau kamu memang punya perasaan tulus pada Bima, maka kejar dia dan ikat dia bersamamu, perjuangkan pernikahanmu, dan jujur dengan perasaanmu," ucap Mikha sambil menatap Celine dengan serius.


"Jangan ragu Celine, kau adalah bagian keluarga kami, kami yakin kau pasti berhasil untuk meluluhkan hati Bima," tambah Ken.


Celine membangun kembali percaya dirinya, dia mengangguk setuju dan akan memperjuangkan perasaannya pada Bima dan tak akan mundur untuk mempertahankan pernikahan mereka meskipun dia tidak atu kalau Bima punya perasaan atau tidak padanya.


Yang penting saat ini adalah Celine menyatakan perasaannya dan memperjuangkan pernikahannya meskipun dia belum tahu pasti bagaimana perasaan Bima .


Setelah berbincang-bincang mereka, Celine pamit keluar rumah karena dia harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya.


Mereka menatap kepergian Celine.


"Kurasa sebentar lagi kita akan mendengarkan tangisan Bima atau Celine junior hahahahah" celetuk Mikha sambil tertawa.


Mereka semua berharap hal yang sama meskipun yabg di katakan Mikha agak ambigu di telinga .


"Mami, Daddy Bima juniol ? Dimana Alel mau ketemu!" Celetuk Aurel yang mendengar pembicaraan merekasedari tadi, dan tentu saja, sebenarnya mulutnya sudah gatal ingin mengoceh tentang ini itu tapi Maminya yang paham dengan sifat tengil yang mendarah daging di tubuh anaknya malah asik terus menerus menyuapi Aurel dengan potongan jeruk.


Mereka semua menatap Aurel, jika biasanya baby C yang ribut menanyakan ini itu pada mereka Sekarang giliran Baby Aurel yang heboh.


"Ohh itu dibuat dulu sayang sama Daddy dan Mommy ," ucap Mikha yang malah mendapat tatapan panik dari sahabat sahabatnya.

__ADS_1


"Dibuat? Alel mau ikut buatnya, boleh kan" seru Aurel dengan senyum merekah di wajahnya.


"Ehh gak boleh sayang, itu dibuat dengan turun lembah, masuk goa, naik gunung dan menyeberangi jembatan panjang, jadi Aurel gak boleh ikut," celetuk Mikha sambil menggerakkan tangannya persis seperti Aiden Dimasa lalu yang menjelaskan kejadian 21++ di hadapan mereka.


"Kenapa aku jadi deja vu ya" ucap Andin.


Mereka geleng-geleng kepala dengan sifat Mikha yang benar benar ketularan nyeleneh dari suaminya.


"Kalau gitu Mami dan Papi lakukan juga, bial ada Papi juniol!" Celetuk Aurel yang malah membuat mereka semua tertawa.


"Eh... Kalau itu tiap malam pasti dong sayang tapi belum ada Papi juniornya," celetuk Mikha tanpa malu sama sekali padahal yang lain sudah terkikik mendengarkan percakapan antara ibu dan anak itu.


"Ohhh pantesan tiap malam mami papi selalu uhh... Ahh... Uhh... Ahh... Telus bilang lagi... Lagi, belalti lagi naik gunung ya Mami?" Celetuk Aurel dengan wajah polosnya.


"Huahahahahahaah..hahahaha.... Astaga, Aurel, Mikha hahahahahah," mereka tertawa terbahak-bahak mendengar percakapan ambigu itu astaga keluarga Maurer memang benar-benar sesuatu.


Mika sendiri memasang wajah malu, anaknya benar-benar mewarisi sifat dari Papi dan Maminya. Cepat-cepat Mikha menutup mulut Aurel agar tidak berkata yang tidak tidak lagi.


"Ya ampun Kak mika kok baby oil sampai tahu? Huahahhahaha," Andin tertawa terbahak-bahak.


"Heheheh udah ahh jadi malu," cicit Mikha yang wajahnya sudah Semerah tomat karena celetukan anaknya sendiri.


Sementara itu di rumah kerjanya, Alex tengah berjalan dengan Karyawannya tentang proyek mebel yang sedang mereka kerjakan saat ini.


Usaha dan bisnis Alex benar benar berkembang pesat bahkan dikenal sampai manca negara.


Alex terkenal sebagai seorang presdir yang dingin dan tegas namun bagi sahabat sahabatnya dia hanya seorang pria tengil yang suka bercanda dan menjahili teman temannya persis seperti Aiden dan Luna.


Dalam pekerjaan Alex adalah orang yang profesional, dia tidak memandang apakah itu perempuan maupun laki-laki jika mereka salah maka dia akan menghukum mereka dan hukuman yang paling parah adalah langsung dipecat di hari mereka melakukan kesalahan yang telah berulang-ulang.


Rumah kerjanya itu adalah rumah kerja yang sengaja dia bangun dalam bentuk bangunan formal agar pekerjaannya merasa nyaman tanpa terbebani dengan situasi kantor yang formal.


Jika melihat ke dalam rumah kerjanya kita dapat melihat berbagai macam perabotan Yang Sudah dirakit dengan berbagai model yang siap dikirimkan kepada pelanggan dan didistribusikan ke mana saja.

__ADS_1


Alex duduk di bagian paling ujung meja panjang sedangkan anggotanya duduk di sisi kiri dan kanan Alex dengan laptop dan kertas-kertas yang terletak diatas meja berisi tentang ukuran ukuran dan grafik mengenai proyek mereka.


Alex memiliki seorang sekretaris yang cukup seksi, namun itu tidak pengaruh bagi Alex, justru dia sering menyindir pakaian sekretarisnya yang dapat dikatakan terlalu terbuka untuk karyawan yang bekerja di perusahaan mebel seperti ini.


"Dalam sebulan ini kita harus mencapai target produksi yang sudah tertera dalam jadwal, oleh karena itu mohon kerja sama untuk melakukan yang terbaik, " ucap Alex sambil berdiri, tampaknya rapat mereka akan segera selesai, sebenarnya ini bukan rapat formal, hanya sekedar mengulang agenda mereka untuk mengingatkan para karyawan.


"Baik silahkan bekerja dan lakukan yang terbaik!" Ucap Alex menutup dokumen di depannya.


"Baik pak!" Jawab mereka yang langsung mengambil bagian pekerjaan mereka masing-masing.


Alex kembali duduk di meja panjang itu sambil memeriksa ponselnya apakah ada pesan dari istri cantiknya namun sampai saat ini belum ada pesan, padahal tadi pagi dia pergi bekerja tanpa di urus Vanya yang masih terlelap, hal ini justru membuat dirinya khawatir.


"Emmm... Pak, apa Bapak bisa ajari saya menyelesaikan dokumen ini? Saya sedikit bingung," ucap Sekretaris Alex yang biasa di sapa Cika itu.


Alex melihat dokumen yang di maksud, namun Cika membuat dirinya benar benar kesal karena wanita itu berdiri terlalu rapat dengan tubuhnya belum lagi buah dadanya sudah mau tumpah keluar karena pakaiannya terlalu ketat membuat Alex geram sendiri.


"Sayang," panggil seseorang yang suaranya sangat familiar di telinga Alex ya Vanya tiba di kantor Alex tepat saat Cika mencoba menggoda suaminya.


Sontak Alex berdiri dan sedikit mendorong wanita itu ke belakang dan....


Brukkk


Cika terjatuh ke lantai namun Alex tak menghiraukan, Cika malah mendapatkan tawa ejekan dari teman sekantornya.


"Sialan kau Vanya, kenapa kau datang saat aku hampir berhasil, kau itu hanya perempuan mandul!" Umpat Cika di dalam hatinya.


"Anyaaa," ucap Alex yang langsung berlari menghampiri istrinya, tampak wajah Vanya sedikit pucat entah dia sakit atau kelelahan.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😊😉😉


__ADS_2