Berkah Cinta

Berkah Cinta
Hilang Akal Sehat


__ADS_3

Tania memikirkan hal ini sejak semalaman bahkan karena memikirkan hal tersebut membuatnya tidak bisa tidur, ia terus saja memikirkan rencana yang sudah ia susun itu dan saat ini ia meminta saran dari Minanti, apakah ia harus melakukan rencananya atau tidak.


“Ada apa Tania? Kenapa kamu menelpon sepagi ini?”


“Maaf kalau saya mengganggu waktu Nyonya.”


“Sama sekali tidak, ada apa, Nak? Apakah ada sesuatu hal yang penting?”


“Iya Nyonya, memang ada sesuatu hal yang penting dan aku ingin membicarakan hal ini secara langsung dengan anda kalau anda tidak keberatan.”


“Tentu saja tidak, aku akan segera bergegas ke sana, kamu tunggu, ya.”


“Baiklah.”


TUT


Sambungan telepon pun terputus, Tania kemudian menunggu Minanti datang dengan harap-harap cemas, tidak lama kemudian akhirnya Minanti tiba di apartemennya, Tania mempersilakan Minanti untuk masuk ke dalam


dan tanpa membuang waktu, Minanti bertanya pada Tania mengenai apa maksud dan tujuannya mengajak bertemu di apartemennya saat ini.


“Tadi di telepon, kamu mengatakan ada sesuatu hal yang penting ingin kamu bicarakan padaku, apa itu?”


“Aku sudah memikirkan hal ini dengan matang sejak semalam dan bahkan karena memikirkan rencana ini membuatku tidak bisa tidur.”


****


Tania kemudian menceritakan rencananya untuk membuat Ferdian pergi menjauh darinya, Tania mengatakan kalau ia terpaksa harus melakukan itu karena dengan cara lembut Ferdian tidak mau pergi bahkan ia makin berkeras ingin menikah dengannya.


“Bagaimana menurut Nyonya?”


“Tentu saja aku setuju, Nak.”


“Namun tentu saja hal ini tidak akan mudah, apalagi ada konsekuensi hukum yang akan aku tanggung jika aku melakukan itu.”


“Kamu tidak perlu takut Tania, aku akan berada di pihakmu.”


“Sejujurnya aku jadi merasa tidak enak pada Nyonya karena terus saja merepotkan anda.”


“Sama sekali tidak merepotkan kok Tania, oh iya ngomong-ngomong aku punya kabar baik untukmu.”


“Kabar baik apa Nyonya?”


“Ester sudah tidak memiliki kekuasaan lagi di Pratama Group, kini posisinya sudah digantikan oleh orang lain.”


“Bagaimana bisa itu terjadi Nyonya?”

__ADS_1


“Tentu saja dengan sedikit koneksi dengan para pemegang saham mayoritas yang selama ini berpihak pada Ester kini mereka termakan hasutanku dan berbalik mendukung rencanaku.”


“Nyonya memang hebat bisa mempengaruhi mereka.”


“Tania, tugas baru sudah menantimu di depan mata, kamu kelak yang akan memimpin perushaaan itu jadi aku mohon padamu untuk menjaga perusahaan itu sebaik-baiknya dan jangan sampai ada orang lain seperti Ester


yang mencoba merebutnya darimu.”


“Iya Nyonya, saya berterima kasih pada Nyonya.”


****


Ferdian malam ini kembali mengunjungi apartemen Tania, ketika ia tiba nampak wanita itu sedang duduk menonton televisi di ruang tengah, kedua matanya nampak begitu fokus pada televisi yang ada di depannya hingga ia sepertinya tidak menyadari kalau Ferdian datang.


“Ehem, kamu sedang menonton apa?”


“Ferdian, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu.”


Ferdian kemudian menghampiri Tania dan duduk di sebelah wanita itu, Ferdian menatap Tania dengan penasaran sebenarnya apa yang hendak Tania katakan padanya saat ini.


“Bagaimana kalau kita berlibur?”


“Berlibur?”


“Kamu yakin?”


“Iya, tentu saja… sepertinya ini keinginan anak kita.”


“Benarkah? Kalau begitu kapan kamu ingin kita pergi?”


“Bagaimana kalau akhir pekan ini?”


“Baiklah kalau begitu, aku akan pastikan akhir pekan ini aku tidak punya acara agar kita dapat berlibur bersama tanpa gangguan.”


“Terima kasih Ferdian.”


“Tidak masalah, sayang.”


Walaupun tidak nyaman dengan kata-kata sayang yang diucapkan oleh Ferdian barusan, namun Tania tetap memaksakan dirinya untuk tersenyum pada pria itu, di dalam dirinya saat ini sedang terjadi pergolakan tajam, di satu sisi ia ingin sekali menghilangkan Ferdian dari hidupnya untuk selama-lamanya, namun di lain sisi ia sebenarnya tidak tega melakukan tindakan ini.


*****


Ester berdiri di depan apartemen Tania tinggal, ia sedang menunggu seseorang menelponnya sebelum ia bergegas masuk ke dalam apartemen itu, tidak lama kemudian ponsel Ester berdering ia langsung menjawab panggilan itu dan ia pun segera masuk ke dalam apartemen.


“Ini Nyonya yang anda inginkan.”

__ADS_1


“Terima kasih.”


Ester mendapatkan kartu akses dan informasi mengenai di mana Tania tinggal sementara Ester memberikan sejumlah uang pada satpam yang berjaga di apartemen ini, tentu saja mereka melakukan semua ini secara


sembunyi-sembunyi. Kini Ester sudah berada di dalam lift, ia sudah sangat tidak sabar untuk segera membuat Tania menderita, ia akan segera menghabisi nyawa Tania dan juga anak yang wanita itu kandung.


“Bersiaplah Tania untuk bertemu dengan kedua orang tuamu.”


Akhirnya pintu lift terbuka dan Ester melangkahkan kakinya keluar dari lift menuju kamar apartemen di mana Tania tinggal, namun langkah kakinya terhenti ketika melihat Ferdian keluar dari salah satu kamar apartemen, Ester bersembunyi di balik dinding dan melihat gerak-gerik pria itu, kini Ester yakin bahwa Tania pasti tinggal di apartemen itu dan ini adalah kesempatan yang bagus karena Ferdian sudah pergi dan ia dapat leluasa membunuh Tania.


“Mau apa anda ke sini?”


Ester terkejut ketika ia ketahuan oleh Ferdian, rupanya sejak tadi ia keluar dari apartemen Tania, ia sudah mengetahui kalau Ester tengah mengendap-endap dan bersembunyi di balik dinding ketika ia baru saja keluar dari apartemen Tania.


“Itu bukan urusanmu.”


“Itu akan menjadi urusanku kalau anda ingin melakukan sesuatu hal yang buruk pada Tania.”


****


Tania melihat ponsel Ferdian tertinggal di atas meja, ia meraih ponsel itu dan berniat untuk mengembalikan ponsel pria itu seraya berharap semoga saja Ferdian masih belum masuk ke dalam lift saat ini. Ketika Tania membuka pintu, alangkah terkejutnya ia melihat Ester berdiri tepat di depan pintu dengan mengacungkan sebuah pisau padanya.


“Apa yang hendak Tante lakukan?”


“Kejutan Tania, malam ini juga kamu akan menyusul kedua orang tuamu!”


Ester berusaha menusuk Tania dengan pisau itu namun Tania berhasil melarikan diri, Ester tentu saja tidak tinggal diam ia mengejar Tania yang berlari menuju arah lift, Tania dibuat terkejut melihat Ferdian yang terkulai di lantai dengan bersimbah darah.


“Ferdian!”


“Tidak ada lagi orang yang akan menolongmu, Tania,” seringai Ester.


Tania berusaha menghubungi nomor satpam lewat ponsel Ferdian namun Ester merampas ponsel itu dan membuangnya ke sembarang arah yang sulit dijangkau oleh Tania.


“Kamu tidak akan dapat lolos dariku kali ini Tania! Rasakan ini!”


“AAAAA.”


Namun Tania tidak merasakan apa pun saat ini, perlahan ia membuka kedua matanya dan melihat seseorang yang ditusuk oleh Ester adalah Olaf dan pria itu kini ikut bersimbah darah seperti Ferdian.


“Olaf!”


Sementara itu Ester nampak terkejut dan berusaha melarikan diri saat ia salah sasaran saat ini, Tania begitu panik melihat kedua pria itu terkulai dengan bersimbah darah.


“Jangan kabur!” seru Tania saat Ester masuk ke dalam lift.

__ADS_1


__ADS_2