Berkah Cinta

Berkah Cinta
Menantang Kebenaran


__ADS_3

Juan terdiam ketika mendengar pertanyaan Felli barusan, ia seolah baru menyadari bahwa banyak sekali hal yang sudah Felli korbankan untuknya selama ini namun kenapa ia bertingkah tidak tahu diri dan malah memilih Stefani? Seketika Juan merasa bersalah pada Felli, andai ia dapat mengulang waktu, tentu saja ia ingin agar semua kembali seperti semula namun situasinya sudah seperti ini sekarang.


“Aku minta maaf.”


“Aku sudah memaafkanmu, sekarang lepaskan,” ujar Felli.


“Apakah kamu sedang menjalin hubungan dengan Ricky?”


“Itu bukan urusanmu, lepaskan aku!”


Felli pun pergi meninggalkan Juan yang masih terdiam di tempatnya menatap kepergiannya, Juan masih berada di tempatnya sampai ponsel yang ada di saku celananya berdering, ia segera merogoh saku celananya untuk


mengambil ponsel tersebut. Saat ia melihat sebuah nama di layar ponselnya, ia nampak hanya menatap saja tanpa ada niat untuk menjawab telepon dari orang tersebut.


“Maafkan aku,” lirih Juan yang lebih memilih mengabaikan telepon itu.


*****


Stefani sudah mencoba beberapa kali menghubungi Juan namun pria itu selalu saja tidak mengangkat telepon darinya dan yang terakhir tadi, Juan sudah mematikan ponselnya dan hal tersebut membuat Stefani heran.


“Kenapa dia ini? Tumben sekali tidak mau menjawab telepon dariku?”


Stefani kemudian mencoba mendatangi kantor Juan namun sekretarisnya bilang bahwa saat ini Juan tidak datang ke kantor karena ada urusan penting di luar.


“Kamu bilang dia ada urusan? Dia pergi ke mana?”


“Kalau soal Tuan Juan pergi ke mana, saya tidak tahu.”


“Kamu jangan bohong, ya! Kamu ini sekretaris Juan, mana mungkin kamu tidak tahu Juan pergi ke mana!”


“Saya benar-benar tidak tahu Tuan Juan pergi ke mana, dia menelpon tadi hanya mengatakan seperti itu pada saya.”


“Kamu pikir aku akan percaya begitu saja dengan apa yang kamu katakan, berikan ponselmu!”


“Kenapa anda meminta ponsel saya?”


“Apa sulitnya kamu berikan ponselmu padaku!”


“Saya tidak bisa, saya minta maaf.”

__ADS_1


“Berani sekali kamu menolak permintaanku!”


“Ada apa ini?” tanya Olaf yang kebetulan melintas di depan ruang kerja Juan dan mendapati keributan antara Stefani dan sekretaris Juan.


“Olaf, apakah Juan ada di dalam ruangannya?”


“Mana aku tahu.”


“Lihat, kamu pasti berbohong, dia pasti ada di dalam!” seru Stefani yang kemudian membuka ruangan kerja Juan namun dia tidak menemukan Juan di dalam ruangan itu.


“Ke mana dia pergi?” gumam Stefani kesal.


*****


Sementara itu Felli tengah termenung seorang diri di sebuah taman memikirkan apa yang tadi terjadi di antara dirinya dan Juan, setelah sekian lama kenapa sikap Juan menjadi seperti ini? Setelah Felli berusaha meyakinkan dirinya untuk melanjutkan hidup tanpanya namun kenapa sepertinya Juan malah meminta maaf dengan wajah penuh penyesalan yang membuat Felli gamang.


“Kenapa harus seperti ini, hiks,” isak Felli.


Felli yang sedang menangis itu tidak menyadari bahwa ada seseorang yang berjalan mendekatinya saat ini dan orang itu kemudian duduk di kursi yang ada di sebelahnya, Felli langsung membalikan badannya dan menemukan Nanda sudah duduk di sana.


“Kenapa Felli? Kenapa kamu menangis begini?”


“Kamu sudah jauh lebih baik?”


“Iya, terima kasih banyak karena kamu sudah mau datang ke sini.”


“Tidak masalah.”


*****


Dari sekian banyaknya orang yang sering menghubunginya, Tania tidak pernah satu kali pun melihat nama Juan tertera di layar ponselnya, bahkan karena sebelumnya pria itu tidak pernah menelpon atau mengirimnya pesan tentu saja Tania jadi tidak tahu nomor pria itu, namun tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba saja Juan menelponnya dan mengajaknya untuk bertemu karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Tania.


Mendengar suara Juan yang sedih itu membuat Tania berpikir, sebenarnya apa yang saat ini tengah terjadi pada pria itu, maka Tania pun segera bergegas pergi menuju lokasi yang Juan kirimkan alamatnya padanya. Tania tiba di taman itu dan mencari di mana keberadaan Juan, setelah mencari-cari di mana keberadaan pria itu, akhirnya Tania pun menemukan Juan yang tengah duduk seorang diri di sebuah kursi taman yang menghadap ke arah danau buatan.


“Ada apa Juan?” tanya Tania yang sudah berdiri di dekat Juan.


“Duduklah,” jawab Juan.


Tania pun kemudian duduk di sebelah Juan, mereka terdiam selama beberapa saat hingga akhirnya Tania pun bertanya pada Juan mengenai apa yang sebenarnya ingin pria itu katakan padanya.

__ADS_1


“Juan, sebenarnya apa yang ingin kamu katakan padaku?”


“Tania… maaf kalau aku menelponmu dan memintamu datang ke sini.”


“Tidak apa, ceritalah aku akan mendengarkanmu.”


*****


Stefani menunggu Juan di lobi apartemen sampai pria itu pulang dan akhirnya orang yang ia tunggu itu akhirnya datang juga, tanpa membuang waktu, Stefani langsung berlari menghampiri Juan dan menanyakan ke mana saja pria ini seharian.


“Kamu dari mana saja seharian ini? Kenapa ponselmu tidak dapat dihubungi?”


“Aku minta maaf, aku sedang tidak ingin diganggu tadi.”


“Apa yang sedang mengganggumu, Juan? Kamu bisa ceritakan itu padaku.”


“Tidak, aku baik-baik saja.”


“Kamu bilang tadi ada masalah, kan? Kenapa kamu tidak mau menceritakannya padaku?”


“Stefani, aku lelah, aku mau kembali ke kamarku.”


Juan pun berjalan melewati Stefani begitu saja hingga membuat wanita itu tak percaya dengan sikap Juan yang seperti ini, ia berlari mengejar Juan dan menyusul pria itu yang sudah masuk ke dalam lift.


“Juan, aku khawatir padamu, ke mana saja kamu seharian ini? Ponselmu tidak dapat aku hubungi.”


“Aku minta maaf.”


“Juan, aku bertanya kamu dari mana? Kenapa kamu malah meminta maaf?”


“Stefani, aku sudah mengatakan bahwa aku butuh waktu sendiri, maka aku minta maaf karena tidak mau diganggu oleh siapa pun.”


“Namun sebentar lagi aku akan menjadi istrimu, kenapa kamu tidak mau berterus terang padaku?”


Akhirnya mereka pun tiba di lantai apartemen mereka, Juan masih saja berjalan tanpa mengindahkan pertanyaan yang Stefani ajukan, tentu saja wanita itu jadi jengkel dengan kelakuan Juan ini.


“Apakah semua ini gara-gara Felli?”


Seketika langkah kaki Juan pun terhenti ketika Stefani bertanya hal tersebut, ia pun kemudian memandang Stefani.

__ADS_1


“Kenapa? Apakah yang aku katakan itu benar? Semua ini gara-gara wanita itu?!”


__ADS_2