
Tania tidak dapat mengelak lagi, ia sudah tertangkap basah oleh Ester kalau dia menguping pembicaraan Ester dan tidak ada jalan lain lagi kecuali mengakui semua kesalahannya pada wanita ini, Ester yang mendengar pengakuan Tania pun geram bukan main, ia menarik rambut Tania dengan kesal, Tania nampak merintih dan memohon agar Ester melepaskan cengkramannya ini.
“Kamu benar-benar sudah kelewat batas Tania! Berani sekali kamu melakukan ini!”
“Ampun Nyonya, saya minta maaf.”
“Aku sudah tidak akan mengampunimu lagi!”
Ester kemudian meraih sebuah guci dan membantingnya ke lantai, ia meraih serpihan guci itu dan hendak menyayat leher Tania namun aksinya tersebut digagalkan oleh asisten rumah tangga yang melihat tindakan
Ester barusan.
“Ya ampun, Nyonya!”
Asisten rumah tangga itu menarik Ester dan membuang serpihan guci itu, Ester yang dihalangi pun geram bukan main, ia meminta agar asisten rumah tangga itu segera menyingkir karena ia tidak akan mengampuni Tania kali ini.
“Lebih baik kamu menyingkir sekarang, karena aku sama sekali tidak memiliki masalah denganku.”
“Namun Nyonya tidak boleh bertindak kasar seperti ini, ini sudah keterlaluan.”
“Keterlaluan katamu? Dia yang sudah sangat keterlaluan padaku dan dia harus mendapatkan hukumannya!”
****
Di kantor Handi merasa tidak tenang, ia takut kalau sesuatu hal yang buruk terjadi pada Tania, dan benar saja tidak lama kemudian ia mendapat telepon aduan dari asisten rumah tangganya mengenai yang dilakukan oleh Ester, Handi berterima kasih pada asisten rumah tangganya yang sudah memberitahunya perihal apa sudah Ester lakukan pada Tania.
“Sudah aku duga, wanita itu berlaku jahat lagi, aku tidak akan mengampuninya kali ini.”
Handi kemudian menelpon kantor polisi, ia membuat laporan mengenai penganiayaan yang dilakukan oleh Ester dan ia meminta agar polisi segera memproses kasus ini supaya Ester bisa segera dipenjara akibat perbuatan kejinya.
“Maafkan aku Ester, namun aku tidak memiliki pilihan lain selain melakukan ini, kamu yang membuatku melakukan semua ini.”
Sementara itu di rumah nampak Ester terkejut ketika polisi mendatangi rumahnya dan memintanya untuk ikut dengan mereka ke kantor polisi.
“Lebih baik Ibu kooperatif sekarang juga ikut kami ke kantor polisi.”
“Namun apa salah saya?”
__ADS_1
“Ibu akan dimintai keterangan tentang laporan penganiayaan.”
“Penganiayaan?”
Ester masih saja menolak ketika polisi hendak membawanya, ia terus menyangkal dan mengatakan bahwa ia tidak bersalah, namun polisi tetap membawa Ester masuk ke dalam mobil.
“Apa yang terjadi ini, kenapa Mama dibawa oleh polisi?” tanya Jihan yang baru datang dan terkejut ketika sang mama dibawa oleh polisi.
*****
Handi merasa ada yang aneh dengan sopirnya saat ini, setiap kali Handi mengajaknya bicara namun sopir itu hanya diam dan menganggukan kepala saja sebagai isyarat padahal biasanya sopirnya ini selalu mau diajak bicara olehnya.
“Kenapa kamu hanya diam saja? Apakah kamu sakit?”
Orang itu menggelengkan kepalanya, Handi menghela napasnya dan membuang pandangan ke luar jendela, namun ia merasa bahwa saat ini jalan yang mereka lalui bukanlah jalan menuju kantor polisi dan malah jalan
menuju luar kota.
“Ini bukan jalan ke kantor polisi, kenapa ke jalan ini?”
Namun orang itu hanya diam saja dan terus melajukan kendaraan ini ke luar kota, Handi merasa ada sesuatu yang janggal maka akhirnya, ia membuka topi dan kaca mata yang dikenakan oleh orang ini dan dugaannya benar, orang ini bukanlah sopirnya.
“Kamu akan menyusul kakakmu.”
“Apa?”
Orang itu menghentikan mobil di jalan yang sepi, ia mengunci Handi di dalam mobilnya dan menyiramkan kendaraan itu menggunakan bensin, Handi yang ada di dalam mobil pun panik, apalagi ia tidak bisa keluar dari dalam mobil ini.
“Apa-apaan ini?! Keluarkan saya dari sini!”
Namun tentu saja hal itu tidak membantu sama sekali, orang itu mengeluarkan korek api dan kemudian api pun muncul Handi nampak gelisah dan panik ketika api mulai berkobar mendekati mobil ini.
*****
Tania saat ini tengah diobati oleh asisten rumah tangganya, asisten rumah tangganya itu begitu khawatir pada Tania kalau tadi sesuatu hal yang buruk akan terjadi pada gadis ini namun syukurlah semua yang ia takutkan tidak terjadi.
“Kalian berdua pasti tahu apa yang membuat Mamaku dibawa oleh polisi, kan?”
__ADS_1
“Kami berdua tidak tahu Nona.”
“Jangan bohong kamu, saya tahu kalau kalian berdua yang melakukan ini semua.”
“Nona Jihan jangan bicara sembarangan dan menuduh orang tanpa bukti.”
“Berani sekali kamu mengatakan itu!”
“Apa yang dikatakan oleh Nona Tania benar, kami berdua tidak tahu apa yang terjadi pada Nyonya Ester.”
“Aku tidak percaya! Aku yakin kalau kalian berdua pasti adalah dalang kenapa Mamaku bisa dibawa polisi, namun awas saja kalian berdua, aku akan membuat perhitungan dengan kalian!”
Setelah mengatakan itu Jihan pergi meninggalkan Tania dan asisten rumah tangga itu, sang asisten rumah tangga nampak khawatir dengan ancaman Jihan barusan, namun Tania mengatakan bahwa mereka memang tidak tahu
menahu apa yang membuat Ester dibawa oleh polisi tadi jadi mereka tak perlu risau.
“Yang penting kita sudah mengatakan yang sejujurnya, kita memang tidak tahu apa yang terjadi saat ini.”
*****
Setelah melewati pemeriksaan yang panjang serta negosiasi yang alot akhirnya Ester dibebaskan oleh polisi, Ester dapat bernapas lega karena ia tidak perlu dimasukan ke dalam penjara, namun ketika sampai di rumah ia dibuat terkejut dengan Handi yang sudah ada di rumah saat ini. Bagaimana mungkin suaminya itu bisa lolos dari maut padahal harusnya saat ini suaminya itu sudah meninggal dunia terpanggang di dalam mobilnya?
“Bagaimana Ester? Apakah kamu senang karena sudah berusaha mencoba membunuhku?”
“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan? Siapa yang akan mencoba membunuhku?”
“Sudahlah, kamu tidak perlu pura-pura tidak tahu, aku tahu kalau kamu adalah dalang di balik semua ini, kamu ingin melenyapkanku dan menguasai semua aset yang dimiliki oleh keluargaku bukan?”
“Jangan bicara omong kosong Handi, sudah aku katakan kalau aku tidak mengerti apa yang kamu katakan!”
“Kamu masih mau berbohong padahal aku memiliki saksi yang mendengar percakapan antara kamu dan seseorang untuk membunuhku?”
“Apa maksudmu?!”
“Sudahlah Ester, aku sudah tahu semua kelicikanmu, namun aku tidak akan membiarkan itu, kamu akan mendekam di penjara untuk waktu yang sangat lama.”
“Apakah Tania yang memberitahu padamu?”
__ADS_1
“Itu tidak penting, namun yang jelas mungkin sekarang kamu bisa lolos dari hukuman penjara namun aku tidak menjamin ke depannya kamu bisa lolos dari hukuman yang seharusnya kamu jalani.”