
Olaf nampak terkejut dengan pertanyaan yang Minanti ajukan padanya, Olaf kemudian menampik bahwa ia memiliki perasaan pada Tania, Minanti nampak menghembuskan napasnya dan tersenyum pada putranya itu.
“Kalau begitu Mama masuk dulu, ya?”
“Iya Ma.”
Minanti kemudian masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Olaf yang termenung menatap kepergian sang mama, ia merasa bingung kenapa Minanti menanyakan hal tersebut padanya, apakah mamanya itu sudah salah paham
dengan mengartikan perhatiannya pada Tania adalah sebuah rasa suka?
“Tidak mungkin kalau aku menyukai gadis itu.”
Olaf menggelengkan kepalanya dan kemudian pergi dari taman belakang rumah, sementara itu rupanya Minanti memperhatikan tingkah polah Olaf dari dalam rumah, karena saking seriusnya memperhatikan Olaf, Minanti
sampai tidak menyadari bahwa Juan ada di belakangnya.
“Mama sedang melihat apa sampai serius begitu?”
Kehadiran Juan membuat Minanti terkejut bukan main, sementara Juan menatap ke luar rumah untuk memastikan sebenarnya apa yang saat ini tengah diperhatikan oleh Minanti, padahal di luar sana tidak ada apa pun yang menarik.
“Kamu ini membuat Mama terkejut saja.”
“Aku minta maaf kalau membuat Mama terkejut, namun di luar sana ada apa? Sepertinya Mama fokus sekali melihat ke luar sana?”
“Tidak ada apa-apa kok, sudahlah lebih baik kita masuk saja ke dalam.”
*****
Tania masih terbayang-bayang kemarahan Jihan padanya karena Handi melindunginya dan membelanya padahal Jihan adalah putri kandungnya, rupanya karena masalah itu membuat Tania menjadi tidak enak pada Jihan, ia merasa bahwa Jihan sudah salah paham padanya.
“Tania, kamu sedang memikirkan apa?” tanya Handi.
“Bukan apa-apa, Om,” jawab Tania berkilah.
“Dan apakah Om akan percaya begitu saja dengan yang kamu katakan ini?”
Tania menghela napasnya, ia memang tidak akan pernah dapat menutupi apa yang saat ini tengah ia rasakan di hadapan Handi, Tania pun kemudian menceritakan apa yangg saat ini menjadi masalahnya.
“Jadi kamu memikirkan tentang Jihan begitu?”
“Aku merasa tidak enak padanya karena Om membelaku.”
“Om membelamu karena kamu benar Tania.”
“Namun sepertinya Jihan sudah salah paham pada kita.”
__ADS_1
“Sudahlah, soal Jihan kamu tidak perlu terlalu memikirkannya, kamu tahu sendiri seperti apa karakter gadis itu, kan?”
“Memang, hanya saja....”
“Tania, sudah Om katakan bahwa kamu tidak perlu terlalu memikirkan hal tersebut, ok?”
“Baiklah, Om.”
Walaupun Handi memintanya untuk tidak perlu terlalu memikirkan hal tersebut namun Tania tidak dapat menampik bahwa ia masih memikirkan kejadian ketika Jihan marah padanya, ia berharap bahwa Jihan tidak akan salah paham berkepanjangan dengannya.
“Oh iya Tania, sepertinya hari ini Om harus pergi ke kantor karena ada pertemuan penting.”
“Iya Om.”
“Kamu jaga diri di rumah ya.”
“Iya, Om tak perlu khawatir.”
*****
Sementara itu Ester sudah berada di depan rumah Handi, ia dan Jihan masih ada di dalam mobil dan tengah memeriksa keadaan di sekitar, tidak lama kemudian mobil Handi keluar dari dalam rumah, dan ini adalah kesempatan mereka untuk melakukan aksi mereka.
“Apakah Mama yakin kalau rencana kita akan berhasil?”
“Kamu tidak perlu khawatir sayang, Mama yakin bahwa rencana kita ini akan berhasil.”
Tidak lama setelah Handi pergi dengan mobilnya, kini Ester menelpon seseorang untuk memulai rencana mereka saat ini, tidak lama kemudian sebuah mobil hitam berhenti di depan pagar rumah dan ada empat orang yang masuk ke dalam rumah itu.
“Kita tunggu saja, tidak lama lagi mereka pasti akan berhasil membawa Tania pergi dari rumah ini.”
“Semoga saja begitu.”
Tidak lama kemudian akhirnya Tania berhasil dibawa keluar dari dalam rumah, gadis itu nampak meronta namun ia tetap saja dimasukan ke dalam mobil itu, Ester menyeringai puas karena akhirnya Tania berhasil juga ditangkap dan saatnya untuk mengeksekusi gadis kurang ajar itu.
“Kita akan pergi ke mana, Ma?”
“Kamu akan tahu sayang sebentar lagi.”
*****
Olaf nampak tidak tenang saat ini, ia mondar-mandir di dalam kamarnya, ia meraih ponselnya dan nampak ragu apakah ia harus mencoba menelpon Tania atau tidak, namun ia ragu apakah ia harus melakukan itu atau
tidak.
“Bagaimana kalau aku nanti mengganggu Tania?”
__ADS_1
Olaf nampak terus menerus ragu, namun pada akhirnya ia mencoba menelpon Tania, tidak ada balasan dari Tania hingga ia mencoba menelpon untuk yang ketiga kalinya, karena Tania tidak menjawab telepon darinya itu membuat Olaf jadi khawatir, mungkinkah sesuatu hal yang buruk terjadi pada Tania?
“Apakah sesuatu hal yang buruk terjadi pada Tania?”
Olaf kembali mencoba menelpon Tania, namun ponselnya tidak aktif, Olaf kemudian bingung harus mencari Tania ke mana, ketika ia tengah berpikir di tengah kekalutan, akhirnya ia tahu harus pergi ke mana untuk
mencari Tania.
“Mungkin saja Jihan tahu di mana Tania berada saat
ini.”
Maka tanpa membuang waktu, Olaf langsung bergegas keluar dari dalam kamar untuk pergi menemui Jihan di rumah gadis itu, ketika melewati ruang tengah nampak Minanti dan Bram tengah duduk santai di sana, Minanti nampak memberhentikan langkah Olaf dan bertanya mau pergi ke mana anaknya ini.
“Kamu mau pergi ke mana, Nak?”
“Ada sesuatu yang harus aku selesaikan, aku pergi
dulu.”
*****
Tania tidak tahu ia akan dibawa ke mana, tadi setelah Handi pergi ke kantor, tidak lama kemudian rumah mereka disatroni oleh beberapa orang tak dikenal, mereka langsung menarik Tania ikut bersama mereka, sebelumnya Tania sudah berusaha melawan namun usahanya tentu saja sia-sia karena ia kalah jumlah dan tenaganya tidak sebesar orang-orang ini.
“Aku akan dibawa ke mana?”
“Kamu nanti akan tahu sendiri akan dibawa ke mana.”
Akhirnya mereka pun tiba di sebuah gudang tak terpakai yang letaknya sangat jauh dari kota, Tania digiring masuk ke dalam tempat yang sudah tidak terpakai itu, ia diikat tangan dan kakinya disebuah kursi, Tania tentu saja berusaha melawan namun usahanya tersebut sia-sia saja.
“Kamu tidak bisa melarikan diri dari tempat ini.”
“Kenapa kalian melakukan ini padaku, apa salahku pada kalian semua?”
“Kamu tidak memiliki salah pada kami, namun kami diperintahkan oleh seseorang untuk melakukan ini padamu.”
“Seseorang?”
“Tentu saja seseorang Tania.”
Tania tidak merasa terkejut ketika tahu dalang dibalik semua ini adalah Ester dan Jihan, ia sudah memiliki firasat buruk bahwa kedua wanita jahat ini pasti akan melakukan tindakan keji padanya.
“Bagaimana rasanya ada di tempat pengap dan bau seperti ini, hm? Tidak ada satu pun orang yang akan menolongmu keluar dari tempat ini.”
“Apa yang Nyonya inginkan dariku?”
__ADS_1
“Aku ingin kamu menghilang selama-lamanya dari muka bumi ini, dan ini adalah saat yang tepat untuk itu.”