
Minanti sudah pulang ke rumahnya dan kini di dalam ruangan inap Tania hanya ada gadis itu dan Handi, awalnya Handi ragu untuk mengatakan apa yang tadi ia dan Minanti bicarakan, namun karena wanita itu mengatakan bahwa ia tidak memiliki banyak waktu dan Handi harus segera mengambil keputusan maka Handi harus segera berbciara dengan Tania mengenai apa langkah selanjutnya yang harus mereka lakukan.
“Tania, sebenarnya ada sesuatu yang ingin Om katakan padamu.”
“Apa itu Om? Katakan saja,” ujar Tania penasaran.
“Sebenarnya tadi Om dan Nyonya Minanti tengah membicarakan sesuatu dan hal tersebut menyangkut tentang dirimu.”
“Maksud Om?”
“Nyonya Minanti mengatakan bahwa ia sudah berkonsultasi dengan dokter bedah asal Korea Selatan, dia adalah dokter bedah rekonstruksi terbaik di sana dan beliau berniat untuk membawa kamu pergi ke sana untuk menemui dokter itu.”
“Apa maksud Om adalah Nyonya Minanti bersedia untuk membayarkan semua biaya operasi rekonstruksi wajahku?”
“Begitulah Tania, Om sudah bilang bahwa beliau tidak perlu melakukan hal sampai sejauh itu, namun beliau tetap berkeras bahwa ia ingin tetap melakukan itu demi kamu.”
“Ya Tuhan beliau baik sekali.”
****
Minanti kembali ke rumah sakit keesokan harinya untuk berbicara dengan Tania, gadis itu mengatakan bahwa ia sudah mendengar apa yang ingin Minanti lakukan padanya, Minanti berharap bahwa Tania mau menerima ini
semua.
“Saya tahu bahwa masa depan kamu masih panjang Tania, saya tidak mau kalau kamu berakhir seperti ini.”
“Nyonya, sejujurnya saya merasa tidak enak dengan semua kebaikan yang sudah Nyonya lakukan pada saya.”
“Kamu tidak perlu memikirkan hal itu Tania, saya ikhlas melakukannya.”
“Namun Nyonya ....”
“Tania, saya melakukan semua ini karena saya yakin kalau kamu akan menjadi seseorang yang hebat di masa depan, percayalah pada saya.”
Tania dapat melihat kesungguhan di mata Minanti ketika wanita itu mengatakan hal tersebut, Tania menghela napasnya dan mengangukan kepalanya pada akhirnya, ia sudah mengambil sebuah keputusan dan Minanti nampak tidak kuasa untuk mengukir senyum bahagia karena akhirnya Tania mau juga menerima tawarannya.
“Terima kasih Tania, terima kasih.”
“Harusnya saya yang mengucapkan terima kasih pada Nyonya karena mau melakukan semua ini untuk saya.”
“Sudahlah, kamu tidak perlu berterima kasih padaku, saat ini juga aku akan mengurus semuanya, kamu hanya perlu mempersiapkan dirimu, ya?”
“Terima kasih banyak, Nyonya.”
“Saya pergi dulu, tolong sampaikan salam saya pada Tuan Handi.”
“Tentu saja Nyonya.”
__ADS_1
“Saya permisi dulu.”
****
Minanti tiba di rumah, ia menceritakan pada suaminya bahwa pada akhirnya Tania mau menerima tawarannya untuk melakukan operasi rekonsturksi wajahnya yang rusak akibat kebakaran itu, Bram nampak menggelengkan kepalanya saat melihat Minanti sangat bersemangat sekali melakukan berbagai hal demi Tania.
“Apa yang membuatmu mau sampai berkorban sedemikian rupa untuk gadis itu?”
“Aku tahu bahwa di masa depan dia akan menjadi orang yang hebat.”
“Benarkah?”
“Selama ini perasaanku tidak pernah salah, kamu bisa lihat sendiri sosok Olaf saat ini.”
Bram menghela napasnya panjang, Minanti kemudian sibuk menghubungi dokter, rumah sakit serta mempersiapkan dokumen perjalanan ke Korea Selatan, ia sudah mendapatkan jadwal bahwa dua hari lagi mereka akan pergi ke Seoul dan tiket serta yang lainnya sudah selesai ia urus.
“Akhirnya selesai juga semuanya, aku sungguh tidak sabar melihat Tania kembali dengan wajah cantiknya.”
“Semoga saja operasinya bisa berjalan dengan lancar.”
“Amiin, aku juga berdoa begitu.”
Sementara itu tidak lama kemudian Olaf dan Juan pulang ke rumah, mereka mencium tangan Bram yang sedang duduk di sofa ruang tengah, Olaf bertanya pada Bram di mana Minanti saat ini.
“Mamamu sekarang sedang ada di kamar, dia akan pergi lusa.”
“Kamu bisa tanya sendiri soal itu padanya.”
****
Olaf pergi ke kamar Minanti, di sana nampak Minanti sedang memasukan beberapa pakainnya ke dalam koper, Olaf pun bertanya pada Minanti memangnya mamanya ini hendak pergi ke mana.
“Mama akan pergi ke Seoul.”
“Seoul? Memangnya kenapa Mama pergi ke Seoul? Apakah ada sesuatu yang menarik di sana?”
“Olaf, lusa Tania akan Mama bawa bertemu dengan dokter operasi rekonstruksi wajah terkemuka di sana, dia sudah setuju.”
“Apa? Jadi Tania akan operasi rekontruksi wajah lusa?”
“Iya, begitulah, Mama senang sekali karena dia akhirnya mau menerima ide Mama ini.”
“Kalau aku boleh tahu kenapa Mama ingin sekali membantu Tania? Maksudku sampai-sampai Mama mau membantu biaya operasi rekonstruksi wajah yang tentu saja jumlahnya tidaklah sedikit?”
“Kamu tahu Olaf, Mama melakukan semua ini karena Mama yakin Tania akan menjadi seseorang yang hebat di masa depan, Mama tidak ingin kalau masa depan Tania rusak akibat luka yang ia derita.”
“Begitu rupanya.”
__ADS_1
“Dan tentu saja Mama melakukan ini untuk kamu juga.”
“Apa maksud Mama mengatakan itu?”
“Mama bercanda sayang, apakah masih ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan dengan Mama?”
“Sepertinya sudah tidak ada, aku mau kembali ke kamarku.”
“Baiklah sayang, selamat malam.”
“Selamat malam, Ma.”
Olaf pun keluar dari dalam kamar Minanti sementara wanita itu kembali melakukan kegiatannya memasukan pakaiannya ke dalam koper yang tadi sempat terhenti akibat kedatangan Olaf.
****
Jihan kembali datang ke rumah sakit untuk menemui papanya, kali ini ia secara tidak sengaja mendengar percakapan antara Handi dengan Tania yang mengatakan bahwa besok Tania akan dibawa ke Seoul, tentu saja
Jihan penasaran kenapa Tania sampai harus dibawa ke luar negeri? Apakah ada sesuatu yang parah hingga membuat Tania harus dibawa ke sana?
“Jihan?”
“Papa?”
“Kenapa kamu ke sini?”
“Aku ingin bertemu Papa.”
“Namun sebaiknya kamu sapa juga Tania di dalam sana.”
“Baiklah.”
Jihan masuk ke dalam ruangan inap Tania itu bersama dengan Handi, ia nampak hanya menyapa Tania seadanya dengan raut wajah malas, setelah itu kini Jihan bertanya pada Handi mengenai apa yang tadi ia dengar.
“Oh rupanya kamu dengar soal itu, iya memang benar besok Tania akan dibawa ke Seoul.”
“Seoul? Namun untuk apa dia dibawa ke sana?”
“Tentu saja untuk operasi rekonstruksi wajah.”
“Apa? Operasi rekonstruksi wajah? Namun apakah Papa memiliki cukup biaya untuk melakukan operasi itu? Bukankah operasi itu sangat mahal?”
“Papa memang tidak memiliki uang sebanyak itu, namun ada seseorang yang sangat ingin sekali menolong Tania hingga dia mengeluarkan banyak uang untuk membiayai operasi ini dan pasca operasinya.”
“Apa maksud Papa? Siapa orang yang Papa maksudkan ini?” tanya Jihan penasaran.
“Tanpa Papa beritahu pun, Papa yakin kalau kamu sudah tahu siapa orang itu,” jawab Handi.
__ADS_1