Berkah Cinta

Berkah Cinta
Tak Rela


__ADS_3

Rupanya percakapan antara Stefani dan Hilda secara tidak sengaja didengar oleh Minanti dan Bram yang memergoki mereka berdua, Stefani dan Hilda nampak terkejut dengan kedatangan Minanti dan Bram tersebut,


kini Minanti langsung meminta penjelasan pada Hilda maupun Stefani perihal apa yang barusan mereka tengah bicarakan.


“Kenapa kalian hanya diam saja, ayo katakan semuanya padaku!” seru Minanti.


Juan datang belakangan dan ia merasa penasaran dengan apa yang terjadi saat ini, Minanti menceritakan apa yang barusan terjadi pada Juan dan kini giliran Juan yang bertanya pada Stefani mengenai apa yang


sebenarnya terjadi di antara dirinya dan Hilda.


“Stefani, kenapa kamu hanya diam saja? Kamu bisa bicara, kenapa malah memilih diam?!”


“Baiklah, aku akan mengatakan semuanya!” seru Stefani yang merasa kesal karena sejak tadi dirinya selalu dipojokan oleh semua orang.


*****


Hilda merasa geram dengan penjelasan Stefani itu, Hilda menuduh bahwa Stefani telah berdusta dan dia tidak terima kalau putrinya masuk penjara karena Stefani.


“Putrimu masuk penjara bukan karena aku, namun karena kesalahannya sendiri yang sudah membunuh orang yang tidak bersalah.”


“Apa katamu?!”


“Sudah cukup!” seru Minanti berusaha menghentikan semua kegaduhan malam ini.


“Hari sudah larut, sebaiknya kita lanjutkan pembicaraan ini besok pagi,” ujar Bram.


“Tentu saja tidak bisa, aku tidak terima kalau putriku dijebak oleh wanita ini hingga dia mendekam di balik jeruji besi.”


“Hilda, aku tahu bahwa saat ini kamu tidak terima karena Felli dipenjara, namun apa yang dikatakan oleh suamiku benar, hari sudah malam dan jangan mengganggu tentangga yang sudah tidur saat ini,” ujar Minanti.


Akhirnya Hilda pun menuruti apa yang Minanti katakan, namun ia bersumpah akan membuat Stefani membayar atas apa yang sudah ia lakukan pada Felli, Hilda sudah pergi namun Stefani malah merengut kesal, ia tetap


bersikukuh bahwa dirinya tidak bersalah atas hal ini.


“Stefani, apakah yang dikatakan oleh Hilda benar?” tanya Minanti.


“Ma, bukankah aku sudah mengatakannya bahwa yang dia katakan itu semuanya tidak benar, Felli dipenjara bukan karena salahku namun karena kesalahan dirinya sendiri,” ujar Stefani yang masih membela dirinya.

__ADS_1


“Sudahlah, hari sudah malam, jangan mengganggu tetangga yang sudah tidur saat ini,” ujar Bram yang mengingatkan agar mereka tidak bertengkar lagi.


****


Keesokan paginya karena hari ini adalah hari libur, Tania dan Olaf datang berkunjung ke rumah ini karena ada sesuatu yang hendak dibahas oleh keluarganya saat ini. Masalah yang akan dibahas oleh keluarga Olaf


saat ini tentu saja adalah masalah yang sedang menimpa Stefani, wanita itu dituduh oleh Hilda telah melakukan sesuatu untuk menjebak Felli agar putrinya masuk penjara.


“Kenapa kalian semua menuduhku melakukan itu?” tanya Stefani yang tidak nyaman ketika dirinya disudutkan oleh semua orang atas apa yang sudah terjadi pada Felli.


“Kami tidak menuduhmu, namun kami meminta agar kamu mengatakan yang sejujurnya,” ujar Juan.


“Mengatakan yang sejujurnya apa lagi? Memangnya aku sedang berbohong? Wanita itu yang sudah berbohong dan dia ingin mengeruk simpati dari kalian semua,” ujar Stefani.


“Tidak ada penjahat yang mau mengakui perbuatannya,” ujar Tania.


“Apa katamu?!” seru Stefani berang karena ia tidak terima akibat ucapan Tania barusan.


“Sudah, kalian jangan bertengkar,” ujar Minanti menengahi perdebatan mereka.


“Apa yang Tania katakan itu memang benar kok, tidak ada penjahat yang mau mengakui kejahatannya karena kalau semua penjahat mau mengakui kejahatan mereka maka penjara akan penuh sesak dengan para narapidana,” ujar Olaf.


*****


Hilda masih berusaha untuk mengeluarkan Felli dari penjara, namun putrinya itu mengatakan bahwa Hilda tidak perlu melakukan hal tersebut karena ia memang pantas mendapatkan ini semua.


“Apa maksudmu, Nak?”


“Aku memang melakukannya Ma, aku pembunuh.”


“Tidak sayang, kamu tidak mungkin melakukan itu.”


“Iya Ma, aku yang melakukannya, aku yang melakukannya.”


“Felli bisakah kamu tidak menyalahkan dirimu sendiri seperti ini?! Kamu tidak bersalah dalam hal ini!”


“Tidak Ma, aku yang salah, aku…hiks….”

__ADS_1


Pada akhirnya Felli tidak dapat membendung air matanya agar tidak jatuh, sementara Hilda juga tidka kuasa membendung air matanya dan mereka pun akhirnya sama-sama menangis, Hilda ingin agar Felli bebas dari


tempat ini namun Felli masih saja berkeras bahwa tempat ini adalah tempat yang layak untuknya karena ia adalah seorang penjahat.


“Tidak Ma, aku tidak pantas untuk bebas, tempatku memang di sini.”


“Tidak Felli, bisakah kamu tidak perlu mengatakan hal omong kosong seperti itu?! Kamu tidak bersalah!” seru Hilda.


“Maaf, namun waktu kunjung sudah habis.”


“Tidak, Pak Polisi tolong, aku masih ingin bertemu dengan anakku, tolong berikan aku perpanjangan waktu lagi.”


“Maaf Nyonya, namun kami tidak dapat melakukan itu, saudara Felli harus ikut dengan kami kembali ke sel tahanannya.”


*****


Ricky mendatangi kantor polisi tempat di mana Felli ditahan, namun ketika ia bilang bahwa ia ingin bertemu dengan Felli, polisi yang berjaga mengatakan padanya bahwa saat ini sudah ada orang yang mengunjunginya jadi ia tidak bisa berkunjung. Ricky tentu saja kecewa dengan hal itu, saat dia hendak pergi dari kantor polisi, matanya melihat sosok Hilda yang keluar dari kantor polisi, dengan segera Ricky menghampiri wanita itu yang nampak sedih selepas bertemu dengan Felli.


“Nyonya.”


“Mau apa kamu di sini?!” seru Hilda berang saat melihat Ricky ada di sini.


“Apakah Nyonya baru saja bertemu dengan Felli? Bagaimana keadaannya?”


“Jangan pernah kamu menanyakan bagaimana keadaan putriku! Semua ini karena kamu!” seru Hilda berang seraya menunjuk wajah Ricky.


“Aku? Memangnya apa yang sudah saya lakukan pada Felli, Nyonya?” tanya Ricky yang tidak paham kenapa malah dirinya yang disalahkan atas Felli yang dipenjara saat ini.


“Karena kamu, karena kamu aku tertipu iblis betina itu, aku malah membuat putriku mendekam di balik penjara, hiks,” isak Hilda.


“Nyonya, aku….”


“Sudahlah, mulai dari detik ini aku tidak ingin melihatmu ada di sekitaran Felli, sudah cukup menyakitkan ketika melihat putriku mendekam dibalik jeruji besi, aku tidak ingin menambah lukaku dengan melihatmu masih saja berkeliaran di sekitarku.”


“Nyonya ….”


“Ricky, kali ini aku memohon dengan sangat padamu, aku mohon akhiri semua ini karena kalau kamu masih terus memaksanya maka kamu akan membunuhku perlahan-lahan.”

__ADS_1


__ADS_2