
Sejak tadi Ricky memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Olaf pada Felli, Ricky tidak sempat menguping pembicaraan kedua orang itu karena ia harus melayani beberapa pelanggan yang datang ke café ini, namun satu hal yang Ricky dapat tangkap dari pembicaraan barusan, sepertinya Olaf begitu emosi pada Felli entah apa yang membuat pria itu begitu emosi pada Felli dan Felli juga menundukan kepalanya dan mengatakan kata maaf pada Olaf. Selepas Olaf pergi kini Ricky pun menghampiri Felli karena kebetulan café ini pun juga sedang tidak banyak pengunjung yang hadir.
“Felli, apakah kamu baik-baik saja?”
“Apa?”
“Kamu sepertinya sedang ada masalah, ya?”
Felli nampak hanya menghela napasnya dalam, ia nampak tidak kuasa untuk membagi kisahnya ini pada Ricky, sementara itu Ricky yang paham bahwa saat ini mungkin Felli membutuhkan waktu, tidak memaksa Felli untuk
bercerita apa pun padanya.
“Kalau memang saat ini kamu tidak ingin bercerita, maka aku tidak akan memaksanya.”
*****
Juan nampak begitu terkejut mendengar rekaman pembicaraan antara Stefani dan orang kepercayaan Felli, kini Stefani pun kembali menanyakan pada Juan apakah pria itu kini mempercayainya atau tidak.
“Jadi Juan, bagaimana? Apakah kamu sudah percaya dengan apa yang aku katakan ini?”
“Sejujurnya….ini agak sulit untukku menerima kenyataan ini.”
“Kejujuran memang selalu menyakitkan dan tidak mudah diterima, namun itulah kebenarannya.”
“Apakah kakakku sudah tahu masalah ini?”
“Tentu saja Juan, kakakkmu saat ini bahkan sedang mendatangi wanita itu.”
“Benarkah?!”
“Sepertinya kamu khawatir sekali, ya?”
“Khawatir? Siapa juga yang khawatir.”
“Sudahlah Juan, aku dapat melihat kalau kamu merasa khawatir pada wanita itu.”
“Stefani, aku mohon kamu jangan salah paham padaku dulu.”
“Bagaimana bisa aku tidak salah paham kalau wajahmu saja nampak mengkhawatirkan wanita itu?”
“Stefani, aku minta maaf.”
“Kenapa? Kamu tidak mencintaiku dan kamu ingin rujuk dengan Felli, begitu?”
“Tidak, aku minta maaf karena sudah membuatmu kesal.”
“Baguslah kalau kamu menyadari kesalahanmu, aku mau
pulang dulu.”
Setelah itu kemudian Stefani melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan kerja Juan, selepas kepergian Stefani kini Juan sedang memikirkan apa yang tadi Stefani bicarakan dengannya, sejujurnya ia benar-benar tidak menyangka kalau Felli akan melakukan tindakan seperti itu.
__ADS_1
“Haruskah aku menelponnya?”
*****
Felli nampak terkejut ketika Juan menelponnya malam ini, ia nampak ragu apakah ia harus menjawab telepon pria itu atau tidak, namun setelah melalui proses berpikir yang lumayan panjang, akhirnya Felli pun memutuskan untuk menjawab telepon ini.
“Halo?”
“Kamu ada di mana sekarang?”
“Tentu saja aku ada di rumah, kenapa kamu menelponku malam-malam begini?”
“Maaf kalau aku mengganggu waktu istirahatmu.”
“Sudahlah, katakan saja apa yang membuatmu menelponku malam ini.”
“Hum, bolehkah kita bertemu saat ini? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan secara langsung padamu.”
“Apakah tidak bisa lewat telepon saja?”
“Tidak bisa, apakah kamu takut? Aku tidak akan melakukan sesuatu hal yang buruk padamu, kok.”
“Aku tidak takut kok, hanya saja hari sudah malam.”
“Aku ada di depan rumahmu, keluarlah, aku menunggumu.”
“Apa?”
“Baiklah, aku akan segera ke sana.”
TUT
Felli pun segera bergegas keluar dari dalam kamarnya dan menuruni anak tangga untuk menghampiri Juan yang sudah menunggunya di luar rumah saat ini.
“Kenapa kamu nekat malam-malam datang ke sini?” tanya Felli yang sudah keluar rumah dan berada tidak jauh dari Juan.
“Bukankah aku sudah mengatakan alasannya padamu tadi di telepon?”
“Baiklah, kalau begitu kamu bisa mengatakannya sekarang.”
“Kita masuk saja ke dalam mobil.”
*****
Saat ini Juan dan Felli sudah berada di dalam mobil pria itu, tidak ada pembicaraan di antara mereka hingga bermenit-menit kemudian, Felli pun mencoba bertanya pada Juan mengenai ada masalah apa ini hingga membuat Juan mau bertemu dengannya, Juan kemudian mengatakan mengenai apa maksud dan tujuannya ingin menemui Felli di tempat ini.
“Felli, apakah semua itu benar?”
“Apa maksudmu?”
“Stefani mengatakan bahwa kamu berencana untuk menjatuhkan Kak Olaf dari posisinya.”
__ADS_1
“Wanita itu cerita apa saja padamu?”
“Dia… menceritakan bagaimana kamu melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya agar kakakku lengser dari posisinya saat ini.”
Felli nampak terdiam dan belum menanggapi apa yang barusan dikatakan oleh Juan, pria itu kemudian menatap ke arah Felli yang menundukan kepalanya, Juan pun bertanya pada Felli mengenai apakah semua itu benar.
“Apakah semua itu benar?”
“Itu semua benar.”
Juan nampak tidak terlalu terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Felli, ia nampak menghela napasnya panjang dan kemudian ia pun meminta Felli menjelaskan semuanya padanya, kenapa Felli mau melakukan semua
hal itu untuknya.
“Tolong jelaskan padaku kenapa kamu melakukan semua itu? Apakah kamu berniat mencuri perusahaan kami?”
“Tujuanku hanya satu Juan, agar kamu dapat mengambil alih perusahaan dan menduduki jabatan menjadi Direktur Utama.”
“Benarkah? Kenapa kamu sangat ingin aku ada di posisi itu?”
*****
Stefani merasa kalau sikap Juan agak berubah belakangan ini, hal tersebut tentu saja menimbulkan kecurigaannya perihal ucapannya kala itu yang mengatakan bahwa Felli berencana jahat pada Olaf.
“Juan, kalau aku perhatikan belakangan ini sikapmu agak aneh,” ujar Stefani.
“Apa maksudmu?”
“Kamu nampak agak murung, seperti tengah memikirkan sesuatu.”
Juan sama sekali tidak menanggapi ucapan Stefani barusan, dan rupanya hal tersebut membuat Stefani menjadi semakin yakin kalau pria ini memang sedang memiliki masalah.
“Apakah semua ini berhubungan dengan Felli?”
“Kenapa kamu mengungkit nama Felli?”
“Karena aku yakin kalau saat ini kamu sedang memikirkan wanita itu.”
“Stefani tolong jangan mulai.”
“Aku tidak akan memulainya kalau sikapmu tidak seperti ini, Juan sebenarnya kamu ini mencintaiku atau tidak, sih?”
“Tentu saja aku mencintaimu Stefani, harus berapa kali aku mengatakannya?”
“Kalau kamu memang mencintaiku, maka kamu tidak mungkin masih saja memikirkan wanita lain! Apalagi wanita itu sebentar lagi berstatus sebagai mantan istrimu!”
“Stefani, aku mohon saat ini aku sedang tidak ingin diganggu, lebih baik kita bicarakan hal ini lain kali saja.”
Ketika Juan hendak pergi meninggalkannya, Stefani tentu saja menahan agar Juan tidak pergi begitu saja, ia harus mendapatkan jawaban langsung dari Juan mengenai apa yang tadi ia tanyakan pada pria itu.
“Tunggu dulu, katakan padaku yang sejujurnya kamu masih mencintai Felli, kan?!”
__ADS_1