Berkah Cinta

Berkah Cinta
Percobaan yang Gagal


__ADS_3

Olaf mengantarkan Felli sampai depan rumah, pria itu


pun bertanya pada Felli mengenai apa yang semalam mereka ributkan. Felli pun


menjelaskan apa yang semalam mereka ributkan pada Olaf dan yang membuat Olaf


terkejut adalah rupanya mereka ribut karena satu nama yaitu Stefani.


“Stefani?”


“Bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu?


Suamiku menyukai Stefani.”


“Benarkah?”


“Ternyata kamu sama saja seperti wanita itu, dia tidak


menyadari kalau suamiku mencintainya.”


“Bagaimana bisa kamu menuduh Juan menyukai Stefani?”


“Olaf, perasaanku ini begitu tajam, aku bisa merasakan


ada sesuatu ketertarikan dalam diri suamiku pada wanita itu.


“Baiklah anggap saja apa yang kamu katakan itu benar,


lantas apa langkahmu selanjutnya? Apakah kamu akan mengajukan gugatan cerai


pada Juan?”


“Soal itu aku belum memikirkannya.”


“Aku berharap kalian tidak akan sampai bercerai karena


masalah ini.”


“Terima kasih, aku pun berharap demikian asalkan dia


mengubah sikapnya.”


“Aku akan coba bicara baik-baik dengannya.”


“Terima kasih, aku pergi dulu.”


“Hati-hati di jalan.”


Felli pun masuk ke dalam mobilnya dan wanita itu


melajukan kendaraannya meninggalkan rumah keluarga ini, Olaf pun kembali masuk


ke dalam rumah sambil memikirkan apa yang barusan Felli katakan padanya.


*****


Sementara itu Stefani merasa terkejut ketika Juan


sudah berdiri di depan pintu apartemennya, Stefani kemudian mempersilakan Juan


masuk ke dalam seraya bertanya pada pria tersebut apa yang membuatnya datang ke


apartemennya pada pagi hari ini.


“Apakah aku mengganggu waktumu?”


“Sama sekali tidak, aku hanya penasaran saja kenapa


kamu datang pagi-pagi begini.”


“Sebenarnya…aku sedang ada masalah dengan Felli.”


“Ada apa dengan kalian? Apakah kalian bertengkar


lagi?”


“Kurang lebih seperti itu.”


“Kali ini apakah karena aku?”


“Stefani…..”


“Sudah aku duga.”


“Dia menuduhku kalau aku menyukaimu, aku sudah


jelaskan semuanya padanya kalau aku tidak menyukaimu namun dia tetap berkeras


dengan pendapatnya hingga kami pun bertengkar.”


“Entah kenapa dia selalu mengatakan hal tersebut.”


“Aku pun tidak tahu.”


“Juan, apakah yang dikatakan Felli itu benar?”


“Apa? Jadi kamu percaya dengan yang dikatakan oleh


Felli padahal aku sudah mengatakan yang sebenarnya padamu?”


“Bukan begitu hanya saja…kalau aku pikirkan memang

__ADS_1


sepertinya ada sesuatu yang aneh darimu.”


“Apa maksudmu?”


“Entahlah, apakah aku terlalu percaya diri atau ini


hanya dugaan semata, namun…aku merasa sepertinya apa yang Felli ucapkan itu


benar.”


“Stefani bagaimana bisa kamu mempercayai apa yang


dikatakan oleh Felli?”


“Entahlah Juan, aku bingung sekali saat ini.”


*****


Tania baru saja selesai bertemu dengan Minanti dan


sekilas ia dapat melihat ada sebuah mobil yang terparkir di area parkiran


restoran itu yang mana ia dapat mengenali mobil tersebut yang tidak lain adalah


milik Ferdian. Tania pun berjalan menghampiri mobil tersebut dan mengetuk


jendela mobil itu hingga tidak lama kemudian jendela mobil itu diturunkan.


“Kenapa kamu ada di sini?”


“Apa? Oh aku….”


“Kamu memata-mataiku?”


“Sejujurnya aku penasaran sebenarnya apa yang kamu


lakukan di sini.”


“Bukankah aku sudah mengatakannya padamu bahwa aku


bertemu dengan Nyonya Minanti.”


“Itu dia, kamu tidak jujur padaku sebenarnya kamu dan


dia ada hubungan apa?”


“Jadi kamu mengikutiku ke sini karena itu?”


“Iya, itu benar.”


“Kalau begitu seharusnya kamu sudah tahu apa yang kami


bicarakan tadi?”


“Menggelikan, sudahlah lebih baik kamu tidak perlu


melakukan hal-hal konyol seperti ini lagi.”


“Aku melakukan ini karena aku penasaran sebenarnya apa


yang kamu rahasiakan dariku.”


DOR


Tania dan Ferdian terkejut ketika terdengar letupan


senjata api, Tania dan Ferdian nampak panik, apalagi peluru itu mengenai kaca


mobil yang terparkir di sebelah mobil Ferdian.


“Tania, ayo naik ke mobilku!”


DOR


Suara tembakan kembali terjadi dan membuat kepanikan


di restoran itu, Tania berhasil naik ke dalam mobil Ferdian dan pria itu


melajukan kendaraannya meninggalkan restoran namun rupanya kaca bagian belakang


mobilnya terkena peluru dari orang misterius itu.


“Kamu baik-baik saja?”


“Iya, aku baik-baik saja.”


*****


Sementara itu Minanti yang belum jauh dari restoran


mendengar suara letupan senjata api dan membuat wanita itu secara reflek


menoleh kembali ke arah restoran di belakangnya, entah kenapa perasaannya


menjadi tidak enak saat ini.


“Ya Tuhan, semoga saja Tania tidak apa-apa.”


Minanti kemudian merogoh ponsel yang ada di dalam


tasnya, ia mencoba menghubungi Tania dan tidak lama kemudian akhirnya Tania

__ADS_1


menjawab panggilannya tersebut.


“Halo Tania, aku mendengar suara letupan senjata api


dari restoran itu, apakah kamu baik-baik saja?”


“Iya Nyonya saya baik-baik saja.”


“Syukurlah kalau begitu, aku pikir sesuatu hal yang


buruk terjadi padamu tadi.”


“Tidak Nyonya, saya tidak kenapa-kenapa.”


“Baiklah, hati-hati di jalan, ya?”


TUT


Minanti merasa lega karena rupanya Tania baik-baik


saja, kini ia pun dalam perjalanan pulang menuju rumahnya saat ia tiba di rumah,


ia merasa heran karena rumah ini begitu sepi.


“Ke mana perginya semua orang?” tanya Minanti pada


seorang asisten rumah tangganya yang menyambutnya di pintu.


“Tuan Bram ada di halaman belakang, sementara Tuan


Olaf dan Tuan Juan pergi ke luar.”


“Begitu rupanya.”


“Sayang, kamu sudah kembali rupanya.”


“Aku dengar anak-anak sedang ke luar, ya?”


*****


Sementara itu Tania dan Ferdian sudah sampai di rumah,


namun mereka merasa ada sesuatu yang aneh ketika sampai di rumah, pintu rumah


seperti sedikit terbuka dan hal tersebut membuat Tania dan Ferdian jadi


waspada.


“Tetaplah di belakangku, mengerti?”


Tania menganggukan kepalanya dan mengekori langkah


Ferdian ketika mereka masuk ke dalam rumah, nampak ketika mereka masuk ke dalam


rumah, rumah tersebut sudah berantakan seperti kerampokan.


“Apakah ada perampok di sini?”


“Aku tidak tahu.”


Ferdian hendak membawa Tania ke kamar namun tiba-tiba


saja dari belakang seseorang membekap mulut Tania, Ferdian tentu saja terkejut


dan ia berusaha menyelamatkan istrinya namun seseorang memukul kepala Ferdian


hingga pria itu terkulai di lantai.


“Ferdian!”


Ferdian yang masih separuh sadar berusaha bangkit


kembali, namun seseorang dengan pakaian serba hitam itu kembali memukul Ferdian


hingga ia tak sadarkan diri.


“Lepaskan aku!”


Namun orang itu tidak melepaskan Tania dan membawa


Tania masuk ke dalam mobil, namun rupanya sebelum Tania berhasil dibawa masuk


ke dalam mobil, seseorang datang untuk menyelamatkan Tania.


“Lepaskan dia!”


“Olaf?”


Olaf datang tepat waktu untuk menyelamatkan Tania,


kedua orang itu pun menyerang Olaf, pada mulanya Olaf berhasil mengatasi mereka


berdua namun karena kalah jumlah beberapa kali mereka berhasil memukul Olaf


hingga pria itu agak limbung.


“Kamu akan mati saat ini!”


Salah seorang dari mereka hendak mencelakai Olaf


dengan menggunakan sebuah pisau namun sebelum mereka berhasil melukai Olaf,

__ADS_1


orang yang memegang pisau itu tumbang.


“Jangan pernah kamu coba melukainya!”


__ADS_2