
Jihan tidak menyangka bahwa Olaf sengaja merekam pembicaraan mereka dan pria itu akan memasukannya ke penjara, Olaf nampak tidak bergeming dan tetap saja berjalan menjauhi Jihan, Jihan tentu saja tidak ingin
dipenjara atas perbuatannya ia meminta Olaf untuk berhenti namun pria itu tidak menggubrisnya.
“Aku tidak akan membiarkan kamu lolos!”
Jihan kemudian masuk ke dalam mobilnya dan mengejar mobil Olaf, ia sengaja membuntuti mobil Olaf dan nanti dia akan menghadang mobil pria itu, Olaf nampak menatap kaca spion mobilnya dan melihat bahwa saat ini Jihan sedang membuntutinya.
“Kamu sepertinya orang yang nekat.”
Olaf menginjak pedal gas mobilnya dan melaju kencang, Jihan tentu saja tidak akan membiarkan Olaf lolos begitu saja, ia pun juga menginjak pedal gas mobilnya kuat-kuat hingga kedua mobil itu saling mengejar satu sama lain, Jihan terus berusaha menghadang mobil Olaf, namun aksinya itu selalu terhalang oleh lalu lintas kendaraan yang padat, hingga akhirnya ketika Jihan hendak mendahului mobil Olaf, sebuah truk besar melaju dari arah sebaliknya dan Jihan sudah tidak sempat menghindar maka kecelakaan pun terjadi. Olaf yang melihat kejadian itu segera memberhentikan mobilnya dan melihat ke arah mobil Jihan yang ringsek akibat kecelakaan maut itu.
****
Ester nampak mondar-mandir di depan ruang ICU rumah sakit setelah ia mendapatkan kabar dari rumah sakit bahwa putrinya mengalami kecelakaan, Ester tentu saja terkejut dan tak percaya saat pertama kali mendengar
kabar itu, ia buru-buru pergi ke tempat ini dengan harapan bahwa yang dikatakan pihak rumah sakit tidak benar, namun pada akhirnya ia harus menerima kenyataan pahit bahwa saat ini Jihan memang mengalami kecelakaan dan mengalami luka serius akibat kecelakaan tersebut. Tidak lama kemudian akhirnya Handi dan Tania datang ke rumah sakit setelah mereka mendapatkan kabar bahwa saat ini Jihan mengalami kecelakaan, Ester yang melihat Tania ada di rumah sakit ikut dengan Handi nampak tidak suka, ia mengusir Tania untuk pergi dari rumah sakit.
“Kenapa kamu ada di sini? Pergi kamu!”
“Ester, hentikan!”
“Kamu membelanya? Anak kita sedang ada di dalam sana, bertaruh nyawa dan kamu malah membela dia?! Dia itu pembawa sial!”
“Ester, hentikan bicara omong kosongmu, Tania sama sekali tidak ada kaitannya dengan kecelakaan yang terjadi dengan Tania.”
“Omong kosong katamu? Baiklah, anggap saja apa yang aku katakan saat ini hanyalah sebuah omong kosong, namun Tania jangan pikir kamu dapat selamat setelah apa yang sudah kamu lakukan pada anakku!”
****
Tania pergi keluar dari rumah sakit setelah ia mendapatkan telepon dari Olaf yang mengatakan bahwa saat ini dia tengah ada di parkiran rumah sakit, Tania pergi ke parkiran rumah sakit dan menemukan mobil Olaf tengah terparkir di sana, Tania berjalan menghampiri mobil tersebut dan mengetuk jendela mobil itu, tidak lama kemudian Olaf menurunkan kaca jendela mobil itu dan menyuruh Tania untuk masuk ke dalam.
“Kenapa kamu memintaku untuk bertemu di tempat ini?”
“Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu, Tania.”
__ADS_1
“Apa itu?”
“Sebenarnya, orang yang membuat Jihan celaka adalah aku.”
Tania terkejut bukan main dengan pengakuan yang Olaf berikan, pria itu kemudian menceritakan secara detail apa yang terjadi tadi sebelum kecelakaan berlangsung dan dari cerita Olaf itu, Tania dapat mengambil kesimpulan bahwa ternyata Jihan berusaha menghadang Olaf yang hendak membawa bukti itu pada polisi.
“Begitu rupanya.”
“Apakah dia baik-baik saja?”
“Aku tidak tahu, namun saat aku dan Om Handi masuk ke sana, dia masih ditangani oleh dokter di ruang ICU.”
“Ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan padanya.”
“Kamu tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri, Olaf. Tidak seorang pun yang menginginkan kejadian ini berlangsung.”
Tania pun kemudian pamit untuk kembali ke dalam rumah sakit, namun sebelum Tania pergi, Olaf memegang tangan Tania dan mengucapkan terima kasih karena ia telah mau mendengarkan keluh kesahnya.
“Tidak masalah, aku pergi dulu.”
****
atau tidak. Saat dia tiba di rumah sakit ada Handi, Ester dan Tania, ketika melihat Ferdian datang, raut wajah Ester nampak berang, ia mendatangi Ferdian dan menuduh pria itu adalah dalang di balik kejadian buruk yang menimpa
putrinya saat ini.
“Ini semua pasti karena kamu, kamu yang sudah membuat putriku celaka, kamu memang orang yang jahat!”
“Ester, hentikan! Ini rumah sakit!” seru Handi berusaha menjauhkan Ester dan Ferdian.
“Kamu tidak tahu apa-apa! Pria ini menjijikan, dia menjalin hubungan dengan Tania!”
“Kalau pun aku menjalin hubungan dengan Tania, kenapa itu menjadi suatu masalah bagimu?” tanya Ferdian tenang.
“Apa katamu?!” seru Ester berang.
__ADS_1
“Aku tidak peduli apa yang anda katakan, aku datang ke sini untuk memastikan kalau memang Jihan mengalami kecelakaan dan bukan sebuah sandiwara murahan yang coba kalian tampilkan.”
“Sandiwara murahan katamu? Berani sekali kamu mengatakan itu!” seru Ester.
“Ferdian, sudahlah, lebih baik kita pergi saja dari sini,” ujar Tania melerai perdebatan mereka dan membawa Ferdian pergi dari rumah sakit.
****
Saat ini Ferdian dan Tania sedang ada di kantin rumah sakit, Ferdian mengatakan bahwa ia ingin mentraktir Tania makan dan akhirnya mereka ada di tempat ini, di hadapan mereka sudah ada hidangan yang tadi Ferdian pesan untuk mereka, namun Tania belum juga memakannya.
“Apakah kamu tidak suka menu yang aku pesankan?”
“Tidak, tentu saja aku suka.”
“Namun kenapa kamu tidak memakannya?”
“Sejujurnya aku memimirkan Jihan.”
“Kenapa? Kamu berharap bahwa dia mati?”
“Tidak baik bicara begitu, Ferdian.”
“Tania, dia dan mamanya sudah berbuat kejam padamu selama belasan tahun, bagaimana bisa kamu masih saja berbaik hati pada mereka?”
“Ferdian ….”
“Dengar Tania, aku sudah cukup bersabar pada mereka, ketika aku tahu bahwa selama ini mereka memperlakukanmu dengan buruk sejak dulu, hatiku merasa sakit, aku menyesal kenapa tidak sejak dulu saja kita
bertemu dan aku akan membebaskanmu dari rantai belenggu ini?”
“Sudahlah Ferdian, yang lalu biarlah berlalu.”
Ferdian kemudian meraih tangan Tania dan menggenggam tangan wanita itu dengan lembut, Tania menatap Ferdian yang nampak juga tengah menatapnya dalam, Tania dapat merasakan ketulusan yang pria ini berikan padanya namun sayangnya dia tidak dapat membalas perasaan Ferdian, ia merasa bersalah karena sudah mempermainkan pria ini namun ia harus sampai pada tujuan akhirnya.
“Tania, setelah aku dan Jihan resmi bercerai, maukah kamu menikah denganku?”
__ADS_1
“Ferdian…aku….”