
Minanti baru saja kembali ke rumah, Bram menanyakan dari mana saja Minanti saat ini, wanita itu tidak menjawab pertanyaan dari suaminya melainkan hanya tersenyum saja dan kemudian pergi masuk ke dalam rumah, Bram tentu saja penasaran dengan apa yang sebenarnya tengah Minanti lakukan, ia merasa bahwa saat ini Minanti tengah merencanakan sesuatu.
“Minanti, kamu dari mana? Kenapa tidak menjawab pertanyaanku?”
“Aku habis dari luar,” jawab wanita itu akhirnya.
“Sejujurnya, aku tidak tahu ini benar atau tidak, namun entah kenapa aku merasa kalau kamu tengah menyembunyikan sesuatu dariku.”
“Menyembunyikan? Menyembunyikan apa?”
“Entahlah, namun sepertinya aku merasakan hal itu.”
“Itu pasti hanya perasaanmu saja.”
“Aku berharap begitu.”
“Kalau begitu, aku mau mandi dulu.”
Minanti pun segera pergi dari hadapan suaminya, Bram nampak menghela napas panjang setelah Minanti pergi dari hadapannya, perasaannya mengatakan bahwa saat ini ada sesuatu yang tengah Minanti sembunyikan darinya namun dia tidak mau mengatakan apa yang sebenarnya tengah ia sembunyikan.
“Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus memata-matainya? Namun kalau aku melakukan itu dan ketahuan, sudah pasti dia akan merasa tersinggung dan marah padaku.”
****
Saat ini Juan baru saja pulang dari kantor dan tengah mengganti pakaiannya di dalam kamar, di dalam kamar itu hanya ada dirinya dan istrinya saja, Felli nampak mengatakan apa yang tadi ia dengar dari percakapan
antara Bram dan Minanti, Juan nampak heran dengan apa yang saat ini sedang istrinya itu bicarakan.
“Apa maksudmu?”
“Aku sendiri tidak tahu, namun sepertinya papa curiga kalau mama tengah menyembunyikan sesuatu.”
“Apakah kamu tidak sedang mencoba mengadu domba kami?”
“Mengadu domba apanya? Aku hanya mengatakan apa yang tadi aku dengar.”
Juan nampak berpikir sejenak, selama ini Felli tidak pernah mengatakan sesuatu yang tidak benar padanya, apakah Juan harus percaya dengan apa yang dibicarakan oleh istrinya ini atau tidak?
__ADS_1
“Juan, kenapa hanya diam?”
“Apa? Oh, aku minta maaf, aku mau mandi dan ganti baju dulu.”
“Baiklah, setelah itu kita makan malam, ya.”
Juan memperhatikan Felli yang keluar dari kamar mereka saat ini, Juan masih bimbang apakah ia harus mempercayai ucapan Felli atau tidak, namun sejujurnya ada perasaan ingin tahu dalam benaknya mengenai apa
yang sebenarnya terjadi pada kedua orang tuanya.
“Apakah masalah yang mereka hadapai saat ini sedang serius?”
Namun Juan kembali menggelengkan kepalanya, ia tidak mau terlalu ikut campur perihal masalah kedua orang tuanya dan memilih untuk pura-pura tidak tahu apa yang terjad saja.
****
Jihan tidak bisa diam, ia begitu gelisah karena memikirkan obrolan antara dirinya dengan Tania, kenapa dia merasa bahwa Tania tidak akan main-main dengan ucapannya kali ini? Wanita itu jauh lebih percaya diri dari sebelumnya dan ia sangat yakin kalau ada seseorang yang kuat berdiri di belakang Tania hingga ia bisa begitu percaya diri.
“Iya, aku yakin pasti ada seseorang yang mendukung dia,” lirih Jihan.
Jihan pun kemudian meraih ponselnya, ia mencoba
“Jihan sayang, ada apa, Nak? Kenapa menelpon Mama malam-malam begini?”
“Ma, ada sesuatu yang ingin aku katakan pada Mama.”
“Kamu ingin mengatakan apa sayang? Sepertinya dari nada suaramu ini adalah sesuatu hal yang yang serius, ya?”
“Memang ini adalah sesuatu hal yang serius, Mama tadi aku bertemu dengan Tania.”
“Tania? Jadi dia sudah kembali?”
“Iya Ma, Tania sudah kembali dan dia mengatakan sesuatu padaku.”
“Apa yang dia katakan padamu, Nak?”
“Dia mengatakan bahwa dia akan merebut apa yang seharusnya menjadi milik keluarganya.”
__ADS_1
“Apa? Apakah kamu bercanda, Nak?”
“Aku serius Ma, aku bahkan sampai saat ini masih ingat dengan jelas bagaimana intonasi dia bicara dan raut wajahnya, satu hal yang perlu Mama ketahui bahwa saat ini Tania sudah berubah, dia bukanlah Tania yang
dulu kita kenal, dan aku yakin bahwa dia tidak akan main-main dengan yang dia ucapkan itu.”
****
Saat ini Ester sudah berdiri di depan pintu rumah Handi, ia nampak ragu untuk mengetuk pintu rumah itu, alasan kenapa wanita ini datang ke rumah ini adalah untuk membuktikan sendiri ucapan Jihan bahwa Tania sudah kembali dan wanita itu sudah berubah, bukanlah Tania yang dulu, tentu saja Ester penasaran apakah Jihan mengatakan yang sebenarnya atau mungkin dia sedang mencoba untuk mengelabuinya, saat Ester tengah bingung apakah ia harus mengetuk pintu ini atau tidak, pintu ini terbuka dan menampakan sosok Handi di sana, Handi sendiri nampak terkejut ketika melihat sosok mantan istrinya sudah berdiri di depan pintu rumahnya saat ini.
“Mau apa kamu datang ke sini?”
“Kenapa kamu begitu sinis pada tamu? Bukankah sebaiknya tamu yang datang diajak untuk masuk dan duduk di dalam dan bukannya dibiarkan berdiri di luar begini?”
Handi menghela napasnya, ia mempersilakan Ester untuk masuk ke dalam rumahnya dan duduk di sofa ruang tamu, kini Handi kembali menanyakan apa maksud dan tujuan Ester untuk datang ke rumahnya ini.
“Sekarang kamu sudah duduk di sofa, dan tolong kamu katakan apa yang membuatmu datang ke sini.”
Ester nampak mengedarkan pandangannya ke sekitar seperti sedang mencari sesuatu, karena sepertinya ia sedang mencari sesuatu hingga dirinya tidak mendengarkan apa yang Handi katakan ini.
“Ester, aku bertanya padamu.”
“Maaf, kamu tadi bertanya apa padaku?”
****
Handi menghela napasnya, ia kembali bertanya apa maksud dan tujuan Ester datang ke rumahnya saat ini, Ester mengatakan bahwa saat ini ia mendengar kabar bahwa Tania sudah kembali ke Indonesia dan ia ingin bertemu dengan Tania saat ini, jawaban dari Ester itu membuat Handi mengerutkan keningnya heran.
“Kenapa? Kamu tidak percaya bahwa aku ingin bertemu dengan Tania?” tanya Ester kesal karena ekspresi Handi yang seolah tak percaya dengan apa yang baru saja ia katakan.
“Iya, aku memang tidak percaya dengan apa yang kamu katakan, karena menurutku semua yang kamu katakan itu tidak dapat untuk dipercaya.”
“Astaga Handi, apakah kamu masih berpikir bahwa aku akan melakukan sesuatu hal yang buruk pada Tania?”
“Itu bisa saja terjadi, kamu adalah wanita yang dapat melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang kamu mau.”
“Dengarkan aku Handi, aku sama sekali tidak memiliki niat buruk apa pun pada Tania, aku hanya ingin bertemu dengannya saja, apakah itu sulit sekali kamu lakukan?”
__ADS_1
“Dengarkan aku Ester, aku tidak akan percaya dengan semua yang kamu katakan, kamu pikir setelah kejadian yang nyaris merenggut nyawa Tania, aku dapat percaya dengan semua yang kamu katakan?!”