Berkah Cinta

Berkah Cinta
Melakukan Kejahatan?


__ADS_3

Stefani merasa kesal karena Minanti memihak pada Juan, pada akhirnya Stefani pun mengalah dan ia tidak jadi pergi, ia memilih untuk pergi untuk mengganti pakaiannya. Sementara itu selepas Stefani pergi, Minanti bertanya pada Juan mengenai apa yang sebenarnya terjadi barusan.


“Sebenarnya aku merasa bahwa dia hendak melakukan sesuatu, maka dari itu aku melarangnya untuk pergi.”


“Baguslah kalau begitu, Mama mendukungmu, pokoknya jangan sampai dia melakukan kejahatan lagi.”


Rupanya Stefani diam-diam menguping pembicaraan antara Minanti dan Juan barusan, ia tentu saja tidak terima karena tidak diizinkan pergi dan rencananya sudah diketahui oleh Juan.


“Kamu lihat saja nanti Juan, aku tidak akan berhenti sampai di sini, kalau kamu pikir ini sudah berakhir, maka kamu salah.”


Setelah itu Minanti pun pergi meninggalkan Juan, kini pria itu kembali ke kamar dan mendapati Stefani sedang misuh-misuh karena tidak diizinkan pergi oleh Juan.


“Aku melarangmu demi kebaikanmu sendiri dan juga anak kita.”


“Aku tahu.”


“Jangan memasang wajah seperti itu.”


“Terserah aku dong!”


****


Rencana pernikahan Olaf dan Tania sudah hampir rampung semua, kini mereka hanya tinggal menunggu hari itu tiba, Olaf dan Tania tentu saja sangat bahagia dan tidak sabar menunggu sampai hari bahagia itu datang.


Olaf sudah mengatakan pada Tania bahwa setelah mereka resmi menikah nanti, mereka tidak akan tinggal di rumah itu karena Olaf sudah menyiapkan rumah lain yang akan menjadi hunian bagi keluarga kecilnya kelak. Saat ini Olaf membawa Tania ke rumah yang ia maksudkan, rumah dengan dua lantai dan halaman yang luas


dihiasi oleh tanaman hias yang menyejukan mata, di bagian belakang rumah ada kolam renang dan masih banyak hal lain yang Olaf tunjukan pada Tania mengenai rumah ini.


“Bagaimana menurutmu?”


“Ini sudah lebih dari cukup menurutku.”


“Benarkah? Kalau kita memiliki banyak anak, maka rasanya rumah ini tidak akan cukup, kan?”


“Kamu ini,” seru Tania mencubit pinggang Olaf hingga membuat pria itu memekik kesakitan.


“Sakit tahu.”


“Maka dari itu jangan bicara itu dulu.”


“Aku tahu, namun pokoknya aku sudah sabar menunggu sampai hari pernikahan kita tiba,” ujar Olaf memeluk Tania dan menaruh kepalanya di pundak wanita itu.


“Terima kasih karena sudah melakukan semua ini Olaf.”


“Tidak masalah Tania, aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu.”

__ADS_1


*****


Saat ini Juan sedang tidak ada di rumah karena katanya ada sesuatu yang mengharuskannya pergi sebentar, sebelum dia pergi ke luar rumah, Juan sudah melarang Stefani untuk pergi dari rumah, namun bukan Stefani


namanya kalau dia akan menuruti apa yang Juan katakan. Saat ini Stefani sudah bersiap kembali dengan pakaiannya dan hendak pergi ke suatu tempat, namun baru saja ia tiba di lantai bawah, ia berpapasan dengan Minanti.


“Mau pergi ke mana kamu?”


“Aku mau pergi ke supermarket.”


“Supermarket? Untuk apa? Bibi sudah belanja keperluan bulan ini.”


“Anu… ada sesuatu yang ingin aku beli.”


“Stefani, kamu tidak bisa membohongiku, kamu pasti ingin pergi kan? Berapa kali sudah aku bilang untuk menuruti apa yang dikatakan oleh suamimu.”


“Namun aku pergi tidak akan lama, aku pasti akan segera kembali.”


“Aku tidak percaya padamu.”


“Tapi Ma ….”


“Tidak ada tapi-tapian, sekali tidak maka tidak, kembali ke kamarmu.”


“Kenapa sih aku selalu saja gagal untuk pergi keluar dari rumah ini? Menyebalkan sekali,” geram Stefani.


*****


Sementara itu saat ini Felli sudah diizinkan pulang oleh dokter karena kondisinya sudah mulai membaik, namun ia masih harus datang ke rumah sakit untuk kontrol perihal kesehatan mentalnya yang sempat terganggu akibat perbuatan orang suruhan Stefani. Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Felli hanya diam saja dan menatap keluar jendela, Hilda yang sejak tadi duduk di samping putrinya nampak sedih dengan kondisi putrinya saat ini, wanita itu meraih tangan Felli dan membuatnya terkejut.


“Kenapa Ma?”


“Mama senang karena akhirnya kamu sudah diizinkan pulang, Nak.”


“Aku pun juga, Ma.”


Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan yang terjadi di antara mereka berdua hingga akhirnya mereka tiba di rumah, Azka menyambut kepulangan Felli sementara papa mereka tidak ada di rumah karena sedang bekerja di kantor.


“Selamat datang kembali di rumah, Kak.”


“Terima kasih, Azka.”


Hilda nampak tersenyum melihat kedua anaknya begitu akur saat ini, kini wanita itu mengantarkan Felli ke kamarnya, Hilda menyuruh Felli untuk beristirahat saja saat ini.


“Namun aku baik-baik saja.”

__ADS_1


“Dokter menyuruhmu untuk istirahat, kan? Maka sekarang kamu istirahat saja di sini dan jangan pikirkan apa pun yang membuatmu menjadi stres, ok?”


“Iya Ma, terima kasih banyak.”


“Kalau begitu, Mama tinggal dulu, ya? Kalau kamu memerlukan sesuatu, kamu bisa panggil Mama.”


“Aku baik-baik saja, kalau ada yang aku perlukan, aku pasti akan mengambilnya sendiri.”


“Baiklah kalau begitu, Mama tinggal dulu.”


*****


Juan baru saja tiba di rumah, dan Minanti mengatakan bahwa tadi Stefani berusaha diam-diam pergi dari rumah ketika dirinya tidak ada, untung saja tadi Minanti sempat memergoki wanita itu karena kalau tidak, bisa saja Stefani akan pergi dan melakukan kejahatan.


“Terima kasih, Ma.”


“Iya sayang, jaga wanita itu jangan sampai dia pergi ke mana pun.”


“Aku mengerti, aku pergi ke kamar dulu.”


“Baiklah.”


Juan pun pergi ke kamar dan ketika ia tiba di kamar, ia tidak mendapati Stefani di seluruh kamar ini, hal tersebut membuat Juan panik karena bisa saja Stefani tadi melarikan diri ketika Minanti lengah.


“Ke mana perginya wanita itu?!”


“Apakah kamu mencariku?”


Juan seketika berbalik badan dan mendapati Stefani sudah ada di belakangnya, Juan menghela napasnya kasar dan ia bertanya dari mana saja Stefani tadi.


“Aku dari luar, menghirup udara segar.”


“Benarkah?”


“Tentu saja, kamu sudah mengatakan padaku untuk tidak pergi ke mana pun, jadi aku tidak pergi seperti apa yang kamu katakan tadi.”


“Namun tadi kata Mama, kamu sempat masih ingin pergi.”


“Tapi nyatanya aku tidak jadi pergi, kan? Sudahlah Juan, jangan berlebihan begitu.”


“Sampai kapan pun aku tetap akan mengawasimu Stefani, aku tidak ingin kamu melakukan hal jahat pada orang lain lagi.”


“Memangnya kapan aku berbuat hal jahat?”


“Apakah kamu ini amnesia? Apa yang kamu lakukan pada Felli itu memangnya bukan kejahatan?!”

__ADS_1


__ADS_2