Berkah Cinta

Berkah Cinta
Janji Sang Mama


__ADS_3

Mendengar ucapan Tania barusan membuat hati Handi agak sedikit lega, setidaknya ia tahu bahwa keluarga ini memperlakukan Tania dengan baik, saat ia dan Tania sedang mengobrol di luar rumah, sebuah mobil mewah


menepi di samping mereka dan orang dari dalam mobil itu menurunkan kaca mobilnya, orang itu tentu saja adalah Minanti dan Bram, mereka berdua mengenali Handi dan menanyakan kenapa Handi datang ke sini.


“Tuan Handi?”


“Tuan Bram, apa kabar? Lama kita tidak berjumpa.”


“Apa yang membawa anda ke sini? Kenapa hanya di luar saja? Ayo silakan masuk ke dalam.”


Akhirnya mereka semua masuk ke dalam rumah, Handi diterima dengan baik oleh pasangan suami-istri ini, Bram dan Minanti nampak penasaran dengan apa maksud dan tujuan Handi datang ke rumah mereka.


“Kalau saya boleh tahu apa yang membuat Tuan Handi datang ke rumah kami?”


“Saya datang ke sini untuk bertemu dengan Tania.”


“Tania? Memangnya anda memiliki hubungan apa dengan Tania?”


“Tania adalah keponakan saya.”


Bram dan Minanti nampak terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Handi barusan, Handi pun menceritakan apa yang dulu terjadi pada Bima dan Hanum namun tentu saja ia tidak menceritakan bahwa Ester adalah dalang


di balik kematian Bima dan Hanum.


“Ya Tuhan jadi seperti itu.”


“Iya kurang lebih seperti itu.”


“Sebenarnya dia juga pernah cerita padaku dulu,” ujar


Minanti.


*****


Olaf baru saja tiba di rumah dan ia nampak terkejut ketika melihat ada sosok Handi di rumah ini, tentu saja Olaf mengenal sosok Handi namun ketika kedua orang tuanya mengatakan bahwa Handi ini adalah pamannya Tania tentu saja hal tersebut membuat pria itu terkejut dan tak percaya.


“Apakah benar seperti itu?”


“Iya Olaf, Tuan Handi itu adalah pamannya Tania.”


“Begitu rupanya.”


Handi dan kedua orang tua Olaf masih saling berbincang hingga akhirnya pria itu pamit pulang, ia meminta agar Minanti dan Bram menjaga Tania untuk sementara waktu, tentu saja Bram dan Minanti tidak keberatan untuk


itu, ia berharap urusan Handi dan istrinya bisa segera teratasi.

__ADS_1


“Kalau begitu saya permisi dulu.”


“Hati-hati di jalan.”


Selepas kepulangan Handi, kini Olaf mencari di mana keberadaan Tania, ketika sudah mendapatkan gadis itu, Olaf meminta penjelasan mengenai apa yang baru saja ia dengar barusan.


“Bisakah kamu menjelaskan apa yang tadi Tuan Handi katakan?”


“Tuan sudah dengar semuanya.”


“Kalau kamu keponakannya kenapa kamu menjadi asisten rumah tangga di rumahmu sendiri?”


“Tuan tidak perlu tahu kenapa saya melakukan itu, permisi saya masih ada pekerjaan.”


****


Olaf masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Tania, kenapa gadis itu menjadi pembantu di rumahnya sendiri? Dan tentu saja untuk menjawab pertanyaan itu, ia harus menanyakannya pada sosok


yang tepat, ia menghubungi Jihan dan mengajak gadis itu untuk bertemu. Kini Olaf sudah menunggu Jihan di sebuah cafe, ia menatap ke luar jendela dan mendapati sosok gadis itu sedang turun dari mobil dan berjalan memasuki cafe ini, tidak lama kemudian Jihan sudah duduk bersebrangan dengan dirinya.


“Ada apa kamu mau bertemu denganku?” tanya Jihan ceria.


“Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu dan aku harap kamu menjawab pertanyaanku ini dengan jawaban yang jujur,” jawab Olaf.


“Apakah kamu tahu kenapa Tania menjadi pembantu di rumahnya sendiri?”


Jihan nampak terkejut ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Olaf, bagaimana mungkin pria ini tahu bahwa Tania sebenarnya adalah pemilik rumah yang selama ini keluarganya tinggali? Apakah mungkin gadis


itu mengadu pada Olaf?


“Kenapa kamu hanya diam saja? Apakah kamu tidak bisa menjawab pertanyaanku?”


“Hum, kenapa kamu menanyakan masalah itu?”


“Jangan bertele-tele, katakan apa yang kamu ketahui, kenapa Tania bisa menjadi pembantu di rumahnya sendiri.”


“Olaf, aku tidak tahu.”


“Jadi kamu tidak tahu? Apakah kamu berharap aku percaya dengan apa yang kamu katakan ini?”


*****


JIhan pulang ke rumah dengan wajah cemberut, bagaimana tidak, Olaf mengajaknya bertemu untuk mencecarnya dengan pertanyaan seputar Tania dan lebih parahnya lagi pria itu mengatakan bahwa ia akan mencari tahu


apa yang sebenarnya keluarganya lakukan pada Tania sampai-sampai ia menjadi pembantu di rumahnya sendiri.

__ADS_1


“Jihan sayang, ada apa dengan wajahmu?”


“Mama, sepertinya gadis itu mengadu.”


“Siapa yang kamu bicarakan ini?”


“Tentu saja aku membicarakan Tania, gadis itu pasti mengadu pada Olaf hingga dia bisa tahu yang sebenarnya.”


Ester jadi penasaran dengan apa yang sebenarnya tengah dibicarakan oleh putrinya ini, ia meminta agar Jihan mengatakan dengan jelas apa yang saat ini tengah ia bicarakan.


“Bisakah kamu jelaskan apa yang baru saja kamu katakan, Nak?”


“Bagian mana yang menurut Mama tidak jelas? Gadis itu pasti sudah mengadu pada pria yang aku cintai hingga dia sekarang membenciku!” seru Jihan kesal.


“Tania? Di mana gadis itu sekarang?”


“Aku tidak tahu dia ada di mana, namun yang jelas kalau aku menemukannya maka aku tidak akan pernah melepaskannya karena berani mengatakan hal itu pada Olaf, aku tidak akan mengampuninya!”


****


Sementara itu Minanti mendatangi Tania yang sedang bekerja di dapur, Minanti meminta asisten rumah tangganya yang lain untuk mengerjakan tugas Tania sekarang karena ada sesuatu yang perlu ia dan Tania bicarakan saat ini.


“Baik Nyonya.”


Maka kini Tania dan Minanti pergi ke taman belakang rumah, Tania penasaran sebenarnya apa yang membuat Minanti ingin mengajaknya untuk bicara seperti ini, apakah kira-kira ini adalah sebuah masalah yang serius?


“Tania, maukah kamu jujur padaku?”


“Maaf, apa yang sedang Nyonya katakan saat ini?”


“Sudahlah Tania, aku tahu kalau kamu diperlakukan buruk oleh wanita itu kan?”


“Saya tidak mengerti apa yang saat ini Nyonya katakan.”


“Tania, kamu tidak perlu menutupi apa pun dariku, bagaimana bisa ada orang sekejam itu?”


Minanti nampak emosional saat mengatakan hal tersebut, wanita itu tidak kuasa membendung air matanya hingga membuat Tania jadi bingung apa yang seharusnya ia lakukan saat ini.


“Tania, pokoknya kamu jangan pernah kembali ke rumah itu kecuali wanita itu sudah pergi, ya?”


“Nyonya saya ....”


“Sudahlah Tania, tidak perlu mengatakan apa pun lagi, di tempat ini kamu aman, kami tidak akan memperlakukanmu dengan buruk seperti yang dilakukan oleh wanita jahat itu padamu, ya?”


Tania terkejut ketika Minanti memeluknya, Tania pun perlahan membalas pelukan Minanti itu, pelukan tersebut terasa begitu menenangkan untuknya, selama ini tidak pernah ada yang memeluknya dan wanita ini membuat pertahanannya runtuh juga hingga membuatnya menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


__ADS_2