Berkah Cinta

Berkah Cinta
Teman Baik?


__ADS_3

Ricky tidak menyangka kalau Felli akan mengajaknya ke mall, Felli langsung mengajaknya menuju salah satu toko yang menjual pakaian, rupanya wanita itu ingin membelikan Ricky pakaian karena menurutnya Ricky harus mengganti pakaiannya yang terlihat kurang modis.


“Tapi Felli ….”


“Aku tidak menerima alasan.”


Wanita itu sibuk memilihkan pakaian dan celana yang akan ia hadiahkan pada pemuda ini, setelahnya Felli pun menyerahkan beberapa potong pakaian dan celana pada Ricky agar pemuda itu segera mencobanya.


“Sebanyak ini?”


“Sudahlah, bisakah kamu tidak perlu banyak bertanya? Cepat ganti pakaianmu.”


Ricky pun pergi ke kamar ganti sementara itu Felli juga memilih-milih pakaian untuk adik-adik Ricky di rumah, saat Felli kembali ke kamar ganti nampak Ricky sedang mencoba salah satu pakaian pilihannya dan pemuda itu memang nampak lebih tampan dari sebelumnya.


“Bagaimana menurutmu?”


“Kamu cocok menggunakan pakaian tersebut.”


“Benarkah?”


“Iya, sungguh, aku juga membelikan pakaian untuk adik-adikmu.”


“Apa? Ya ampun, aku jadi tidak enak padamu.”


“Sudahlah, anggap saja ini hadiah dariku untukmu, ok?”


Maka Ricky pun tidak dapat menolak apa yang sudah diberikan oleh Felli untuknya serta adik-adiknya di rumah.


*****


Juan mengatakan pada Minanti dan Olaf bahwa Felli pun berselingkuh dengan seorang pemuda yang usianya di bawahnya, namun baik Olaf maupun Minanti tidak begitu saja mempercayai apa yang Juan katakan barusan.


“Sudahlah Juan, kamu tidak perlu berpura-pura menjadi korban di sini.”


“Apa katamu? Aku berpura-pura?”


“Sudahlah Juan, jangan bertengkar lagi dengan kakakmu, sekarang juga kamu harus pulang.”


Juan pun segera bergegas pergi dari apartemen Stefani, namun ketika Juan dan Olaf sudah pergi dari apartemen wanita ini, Minanti masih ada di sana untuk memberikan peringatan pada Stefani.


“Jangan pernah kamu coba ganggu kedua anakku atau kamu akan mendapatkan balasannya.”


Setelah mengatakan itu Minanti pun pergi meninggalkan Stefani dan selepas semua tamunya sudah pergi, kini Stefani menyunggingkan seringai jahatnya.


“Kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti.”


Stefani pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sementara itu Minanti baru saja masuk ke dalam mobil Olaf.


“Apa yang Mama bicarakan dengan wanita itu?”

__ADS_1


“Mama hanya memberikan dia peringatan jangan pernah mengusik kalian lagi.”


“Semoga saja dia tidak akan melakukan hal itu.”


“Mama pun berharap demikian, apakah adikmu sudah pulang?”


“Iya, dia sudah pulang tadi, aku harap dia benar-benar sampai di rumah saat ini.”


“Lebih baik kita segera susul dia sekarang juga.”


*****


Felli mengajak Ricky makan di sebuah food court yang ada di mall tersebut, walaupun Ricky tadi sempat menolak untuk diajak makan di sini karena Felli sudah membelikannya banyak sekali pakaian namun nyatanya Felli memaksa agar Ricky ikut makan dengannya di tempat ini.


“Sejujurnya aku jadi tidak enak padamu.”


“Sudahlah, kamu tak perlu merasa tidak enak, anggap saja ini pemberian seorang teman untuk temannya.”


“Terima kasih, aku tidak menyangka walaupun kita baru saja kenal namun kamu sudah memberikan hadiah sebanyak ini padaku.”


“Awalnya aku tidak menaruh atensi yang besar padamu, namun setelah aku tahu di mana kamu tinggal dan kehidupanmu bersama adik-adikmu maka aku jadi tergerak untuk membantumu.”


“Aku jadi merasa tidak enak padamu.”


“Sudah aku katakan jangan merasa begitu, aku ikhlas membantumu dan adik-adikmu.”


“Terima kasih banyak, namun ngomong-ngomong bagaimana hubunganmu dengan suamimu?”


“Apakah kehadiranku justru membuat masalah antara kamu dan suamimu semakin meruncing?”


“Jangan bicara seperti itu, justru aku bersyukur karena saat hubunganku dengan suamiku sedang renggang aku jadi memilki teman sepertimu yang dapat aku ajak berbagi,” ujar Felli.


“Benarkah?”


“Tentu saja, sebenarnya aku tidak memiliki banyak teman dan aku juga tidak suka mengumbar masalah pribadiku pada orang lain, namun… entah kenapa aku bisa mempercayaimu.”


*****


Tania pergi ke rumah sakit jiwa untuk menjenguk Ester sekaligus bertanya pada dokter bagaimana progres kesehatan mental wanita itu, dokter mengatakan bahwa kesehatan mental Ester berangsur membaik, namun


beberapa kali ia masih memberontak dan melukai perawat hingga mereka belum bisa melepaskan ikatan di tangan dan kakinya.


“Ya Tuhan, kasihan sekali dia.”


“Begitulah, namun anda tak perlu khawatir karena kami akan berusaha sebaik mungkin untuk memulihkan kesehatan mental pasien.”


“Aku sangat berterima kasih padamu dokter, tolong lakukan yang terbaik untuk beliau, ya.”


“Tentu saja kami akan melakukan yang terbaik.”

__ADS_1


“Namun, bolehkah saya melihat dia sebentar?”


“Boleh, namun ada tidak boleh masuk ke dalam ruangan inap karena itu agak berbahaya, jadi kita hanya dapat melihat dari luar ruangan saja.”


“Aku tidak masalah tentang hal itu.”


“Baiklah.”


Maka Tania dan dokter itu pergi menuju ruangan inap Ester, nampak ketika mereka datang Ester sedang dalam kondisi tenang, namun ketika secara tidak sengaja ia melihat ke jendela ada sosok Tania, seketika emosinya kembali meledak-ledak, ia langsung berteriak dan berusaha melepaskan diri dari ikatan yang mengikat tangan dan kakinya.


“Sepertinya lebih baik kita pergi dari sini.”


“Iya dokter.”


*****


Felli baru saja kembali dari mengantarkan Ricky pulang ke rumahnya, hatinya begitu bahagia karena seharian ini ia menghabiskan waktunya dengan pemuda baik hati itu, namun kebahagiaannya itu harus terhenti karena melihat sosok Juan sudah ada di rumah ini. Felli hendak melintasi Juan namun suaminya itu menahan langkahnya.


“Kamu dari mana saja?”


“Kenapa kamu bertanya begitu?”


“Apakah kamu menemui pemuda itu lagi?”


“Itu bukan urusanmu.”


“Ini tidak adil, mengapa mereka tidak percaya padaku kalau kamu berselingkuh dengan pemuda itu.”


“Sudah aku katakan bahwa aku tidak berselingkuh dengan pemuda itu, kami hanya berteman baik.”


“Berteman baik? Apakah menurutmu teman baik itu harus setiap hari mendatangi tempat kerja temannya atau menghabiskan waktu bersama dengannya padahal kalian berbeda jenis kelamin?”


“Aku tidak mau meladeni ucapan omong kosongmu ini.”


“Kenapa? Apakah semua yang aku katakan itu benar?”


“Ada apa ini?” tanya Minanti yang melihat keributan antara Juan dan Felli pun mendekati mereka.


“Mama bisa lihat sendiri kalau wanita ini baru saja bertemu dengan selingkuhannya,” jawab Juan.


“Mama jangan dengarkan perkataannya, dia itu suka bicara sembarangan, padahal jelas-jelas dia berselingkuh dengan wanita lain dan tidak pulang semalaman.”


“Apa katamu?!”


“Juan, cukup!”


“Tapi Ma, Felli sudah keterlaluan!”


“Apa yang Felli katakan itu benar, kamu sudah kepergok Mama dan Olaf berselingkuh masih saja mengelak?!”

__ADS_1


“Aku permisi dulu,” ujar Felli berlalu menuju kamarnya.


“Hei! Urusan kita belum selesai!” seru Juan.


__ADS_2