Berkah Cinta

Berkah Cinta
Tak Seperti Itu


__ADS_3

Stefani membantah semua tudingan yang ditunjukan pada dirinya, ia tetap berkeras bahwa semua yang dikatakan oleh Juan itu adalah sebuah khayalan belaka.


“Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kamu katakan.”


“Kamu masih mau mengelak?”


“Juan! Jangan menyudutkanku dengan cerita karanganmu itu!”


“Kamu menyebut aku sedang mengarang cerita? Aku sama sekali tidak sedang mengarang cerita, aku memiliki bukti kuat untuk membuktikan apa yang aku katakan barusan itu memang adalah kebenarannya.”


“Kalau memang itu benar, maka kamu segera tunjukan bukti itu, aku ingin melihatnya!”


“Kamu pikir aku akan dengan mudahnya memberikan bukti itu padamu? Kamu salah besar Stefani, sampai mati pun aku tidak akan memberikan bukti itu padamu.”


“Kalau begitu kamu pasti berbohong, kan?! Kamu sengaja ingin mengatakan itu semua agar aku percaya bahwa seolah-olah aku adalah orang jahat di sini padahal kamu sendiri tidak dapat membuktikan ucapanmu.”


“Sudah aku bilang bahwa aku memiliki bukti dan aku tidak akan memberikan bukti itu dengan mudah padamu karena aku tahu apa yang ada di dalam pikiranmu itu.”


“Juan, lebih baik kamu jangan sok tahu, ya.”


“Aku sama sekali tidak sok tahu Stefani, namun aku tahu siapa kamu.”


*****


Perkataan Juan semalam masih terbayang-bayang dalam benak Stefani saat ini, bagaimana mungkin Juan bisa tahu bahwa memang malam itu ia sengaja menjebak Juan untuk tidur dengannya dengan harapan dia dapat hamil? Stefani merasa bahwa Juan memang tidak bercanda soal dia yang memiliki bukti mengenai rencananya selama ini, namun tentu saja Stefani tidak boleh tinggal diam begitu saja, ia harus mencari tahu di mana bukti yang disimpan oleh Juan itu. Stefani kemudian pergi ke kamar yang biasa digunakan oleh Juan untuk tidur, ia mengacak-acak kamar ini untuk mencari bukti yang dikatakan oleh Juan semalam, namun ketika ia tengah melancarkan aksinya, Minanti memergokinya hingga membuat Stefani terkejut bukan main.


“Apa yang sedang kamu lakukan di sini?”


“Mama?”


“Kenapa kamar ini jadi berantakan sekali?”


“Aku sedang ingin merapihkannya.”


“Benarkah? Sepertinya kamu sedang mencari sesuatu, ya?”


“Tidak kok, aku sedang ingin membersihkan kamar ini, entah kenapa kamar ini begitu berantakan sekali.”


“Baguslah kalau kamu sadar kalau kamar ini berantakan, kamu rapihkan dan bersihkan kamar ini setelah itu kamu bersihkan dan rapihkan seisi rumah ini, ya?”


“Apa? Namun bukankah itu tugas Bibi?”


“Bibi sedang sibuk, jadi kamu yang harus menggantikannya.”

__ADS_1


*****


Stefani benar-benar merasa kesal saat ini, Minanti sepertinya memang sengaja ingin mengerjainya, ia disuruh membersihkan seluruh rumah padahal niatnya tadi hanya ingin mencari di mana bukti yang dimiliki oleh Juan.


“Kenapa juga aku harus melakukan semua ini?”


Stefani masih saja mengeluh dan tidak optimal dalam melakukan tugasnya, rupanya Minanti sejak tadi memperhatikan Stefani dan menegur menantunya yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik.


“Kenapa kalau aku perhatikan sejak tadi, kamu bukannya melakukan pekerjaanmu malah sibuk mengeluh seperti itu.”


“Tidak kok, Ma, aku sama sekali tidak mengeluh.”


“Tidak mengeluh katamu? Kamu tidak bisa menipuku, jelas sekali barusan kamu mengeluh!”


Stefani tidak dapat mendebat Minanti karena ia sudah tertangkap basah mengeluh dengan pekerjaannya saat ini, Minanti yang kesal kemudian meminta agar Stefani segera menyelesaikan pekerjaannya karena masih banyak hal yang perlu dia lakukan. Selepas Minanti pergi, kini Stefani tidak dapat menyembunyikan lagi rasa kesalnya karena ia harus melakukan pekerjaan rumah tangga yang menyebalkan ini.


“Kenapa juga aku harus melakukan semua pekerjaan menyebalkan ini?!” seru Stefani berang.


Ia sudah tidak peduli lagi kalau Minanti akan memarahinya, ia kemudian keluar dari rumah itu dan pergi menuju pos satpam, ia langsung melabrak satpam yang membuat dirinya sudah kehilangan anaknya.


“Ke sini kamu!”


*****


Felli saat ini, namun Felli tidak menjawab pertanyaan Hilda barusan dan hendak pergi ke kamarnya, namun baru saja ia hendak naik ke atas, Hilda kembali bertanya perihal keputusannya untuk mereka semua pindah ke Amerika.


“Kenapa Mama terus menerus menanyakan hal itu padaku?”


“Karena Mama ingin persetujuan kamu, Nak.”


“Ma, aku tidak bisa.”


“Tidak bisa, kenapa kamu tidak bisa?”


“Pokoknya aku tidak bisa.”


Hilda kemudian mendekati Felli dan menatap putrinya itu, ia kemudian kembali bertanya mengenai alasan kenapa Felli tidak bisa pergi bersama mereka saat ini.


“Katakan pada Mama yang sejujurnya, kenapa kamu tidak mau pergi bersama kami?”


“Aku sudah bilang bahwa aku tidak suka tempat baru.”


“Kamu pikir Mama akan percaya dengan alasan itu?”

__ADS_1


“Aku tidak bisa pergi karena Ricky.”


“Akhirnya kamu menjawab dengan jujur juga pertanyaan Mama.”


“Iya, aku tidak bisa pergi karena Ricky.”


“Ada apa dengan pemuda itu memangnya? Apakah dia mempengaruhimu untuk menjadi anak durhaka begitu?”


“Ma, Ricky tidak seperti itu.”


“Kalau begitu katakan pada Mama dia bicara apa saja pada kamu?”


*****


Ricky terkejut ketika malam ini, Hilda sudah berdiri di depan pintu rumah kontrakannya ketika ia baru saja pulang kerja, Hilda sendiri langsung berbalik badan dan menatap ke arah Ricky yang baru saja pulang kerja, Ricky menghampiri Hilda dan hendak menyalami tangan Hilda namun wanita itu menolaknya.


“Ada sesuatu yang ingin saya katakan pada kamu.”


“Apa yang ingin Nyonya katakan?”


“Apakah kamu ingin semua orang di sekitar sini mendengar apa yang kita bicarakan ini?”


Ricky kemudian membawa Hilda menuju sebuah taman yang sepi agar mereka berdua dapat bicara empat mata dengan tenang, setelah mereka sampai di taman kini Hilda pun sudah tidak dapat menahan dirinya untuk tidak


memarahi Ricky, ia menuding bahwa Ricky membawa masalah pada Felli dan karena pemuda ini Felli menjadi anak yang pembangkang.


“Kamu sudah meracuni pikiran anak saya, kamu pikir dapat dengan mudah mendekati anak saya?!”


“Saya serius dengan Felli Nyonya, saya mencintainya.”


“Bohong! Kamu pikir aku akan percaya begitu saja dengan yang kamu katakan ini?! Kamu tidak bisa menipuku Ricky!”


“Tapi saya serius Nyonya, saya serius dengan Felli.”


“Berapa banyak yang kamu inginkan dari keluarga kami?”


“Apa maksud anda?”


“Sudahlah Ricky, saya tahu bahwa orang seperti kamu mendekati anakku hanya karena harta, kan? Katakan padaku berapa yang kamu inginkan dan aku akan memberikannya padamu, namun setelah itu kamu pergi


jauh-jauh dari anak saya dan jangan pernah ganggu dia lagi!”


“Saya sudah mengatakannya pada Nyonya bahwa saya tulus mencintai Felli tanpa pamrih, kenapa Nyonya masih saja menuduh saya mengincar harta Felli?”

__ADS_1


“Sudahlah Ricky, kamu tidak perlu berpura-pura, terima ini dan kamu pergi dari hidup anak saya,” ujar Hilda memberikan selembar cek pada Ricky.


__ADS_2