
Felli masih diam karena terkejut dengan bukti yang disodorkan oleh Stefani pada Juan dan karena sebab itulah pria ini mendatanginya, Juan sendiri nampak tidak sabar dan kembali menanyakan apakah bukti yang diberikan oleh Stefani ini memang benar adanya atau tidak.
“Kenapa kamu hanya diam saja? Kenapa tidak menjawab pertanyaanku?”
“Juan aku ….”
“Apakah Stefani benar?”
Felli hanya menundukan kepalanya, Juan pun terasa begitu lemas mendengarnya, semua ingatannya puluhan tahun lalu kembali ke dalam benaknya saat ini, ketika dulu wanita yang dekat dengannya ditemukan meninggal
secara misterius dan rupanya orang yang melakukan hal tersebut adalah Felli?
“Kenapa kamu hanya diam saja? Katakan padaku kalau itu tidak benar, katakan bahwa kamu bukan pelakunya Felli!”
“Maafkan aku Juan.”
Nampak Juan begitu terpukul dengan kenyataan ini, dirinya tidak menyangka kalau Felli dapat melakukan hal mengerikan seperti itu.
“Bagaimana bisa kamu melakukan itu?”
“Aku minta maaf Juan.”
“Aku tidak memintamu untuk meminta maaf, aku memintamu untuk menjelaskan semuanya padaku!”
*****
Stefani menunggu di rumah sampai suaminya pulang, dan ketika Juan pulang ke rumah dirinya langsung menyambut Juan dengan senyum menggoda, namun Juan sama sekali tidak tertarik meladeni tingkah Stefani itu, ia lebih memilih untuk pergi ke kamar dan melepaskan jas serta dasi yang ia kenakan seharian ini.
“Sepertinya hal buruk baru saja menimpamu hari ini, ya?”
Mendengar ucapan Stefani barusan membuat Juan melirik tajam pada wanita itu, Stefani sendiri nampak tidak peduli mendapatkan tatapan tajam dari Juan, ia tetap saja mengoceh tentang hari buruk yang baru saja Juan hadapi saat ini.
“Dari mana kamu mengetahui semua itu?”
“Apakah itu penting? Sudahlah, namun yang jelas saat ini kamu sudah mengetahui kebenarannya dan seperti apa wanita itu.”
“Sejujurnya aku tidak menyangka kalau Felli dapat melakukan itu.”
__ADS_1
“Sudah aku bilang padamu untuk tidak terlalu percaya pada wanita itu, namun sepertinya kamu malah mengabaikan ucapanku.”
“Aku pikir Felli adalah orang yang baik.”
“Orang yang luarnya terlihat baik, belum tentu dalamnya juga baik, contohnya Felli.”
Apa yang dikatakan oleh Stefani memang benar, sepertinya memang banyak sekali rahasia yang belum diketahui oleh Juan dari mantan istrinya itu, selama mereka berumah tangga, ia pikir Felli adalah istri yang baik dan tidak akan melakukan hal-hal mengerikan seperti itu, namun ternyata dugaannya begitu salah.
****
Felli masih terdiam di tempatnya saat ini, seketika semangatnya untuk mencari Ricky sirna karena kejahatan yang sudah puluhan tahun ia simpan rapih rupanya dikuak juga oleh Juan lewat Stefani, Hilda yang penasaran pun bertanya pada Felli mengenai apa saja yang dibicarakan oleh putrinya dengan Juan barusan.
“Mama tidak perlu tahu.”
“Kenapa jawabanmu begitu ketus Fell?”
“Ma, aku tidak ingin membahas hal tersebut, apakah Mama tidak mengerti juga?!”
Hilda nampak terkejut dengan reaksi yang diberikan oleh Felli ini, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Felli akan membentaknya saat ini.
“Felli, kenapa kamu membentak Mama?”
Setelah mengatakan itu, Felli langsung pergi meninggalkan Hilda yang heran dengan sikap Felli yang seketika berubah itu, sebenarnya apa yang tadi dibicarakan oleh Felli dan Juan.
“Kok aku jadi penasaran, ya? Apakah aku harus menelpon Juan?”
Hilda nampak sudah meraih ponselnya dan hendak menghubungi Juan, namun setelah ia memikirkan semuanya dengan baik, rasanya tidak etis kalau dia menelpon Juan dan bertanya perihal apa yang ia dan Felli bicarakan tadi.
“Kenapa aku begitu penasaran seperti ini, ya?”
*****
Keesokan paginya, Juan nampak tidak bersemangat sama sekali di meja makan dan sikap Juan itu rupanya mengundang Minanti untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada putranya itu, namun Juan sama sekali
tidak menjawab perihal pertanyaan yang diajukan oleh Minanti barusan, ia malah menghindari pertanyaan tersebut dan kemudian berpamitan untuk pergi ke kantor.
“Aneh sekali sikapnya,” gumam Minanti yang melihat betapa anehnya sikap Juan pada saat ini.
__ADS_1
Stefani yang seolah tahu apa yang saat ini ada di dalam pikiran Minanti pun bersuara dan mengatakan bahwa Juan sedang dalam keadaan terkejut luar biasa.
“Apa maksud ucapanmu itu?”
“Mama pasti akan terkejut setelah mengetahui seperti apa sebenarnya Felli itu.”
“Apakah kamu sedang mencoba untuk membuat fitnah lagi pada orang lain?”
“Sama sekali tidak, aku sama sekali tidak membuat fitnah apa pun pada wanita itu, aku hanya memberikan bukti mengenai apa kejahatan yang sudah dia lakukan di masa lalu pada Juan.”
“Apa maksudmu kejahatan? Memangnya Felli melakukan apa di masa lalu?”
“Sudah aku duga, Mama pun terperdaya oleh tampang lugu wanita itu, apakah Mama tahu bahwa orang yang Mama pikir baik dan lugu itu adalah seekor serigala yang buas?”
“Cukup Stefani, jangan bertele-tele, memangnya apa yang sudah Felli lakukan di masa lalu?”
*****
Sementara itu di tempat yang lainnya nampak saat ini Olaf memperhatikan kinerja Juan yang menurun secara drastis, ketika rapat dengan dewan direksi dan para direktur tadi, Juan nampak tidak fokus dan lebih
banyak memainkan pulpen dari pada mendengar dan mencatat apa poin penting dari rapat yang tadi terselenggara karena walaupun ada sekretrais biasanya Juan tetap mencatat apa-apa saja poin penting dalam rapat itu, selepas rapat yang juga dihadiri oleh Tania itu dan semua anggota rapat kecuali Olaf, Tania dan Juan sudah pergi, kini Olaf mendekati adiknya dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi padanya.
“Juan, aku perhatikan sepertinya ada sesuatu yang terjadi padamu.”
Juan baru saja hendak mengatakan sesuatu, namun Tania sudah memotong terlebih dahulu sebelum sempat Juan mengatakannya.
“Kalau kamu ingin mengatakan bahwa kamu baik-baik saja, maka kami tidak akan percaya.”
Juan nampak menghela napasnya panjang, ia nampak sedang berpikir saat ini sementara Olaf dan Tania saling memandang satu sama lain sambil menduga apakah sebenarnya yang tengah Juan pikirkan saat ini.
“Sejujurnya saat ini aku memikirkan Felli.”
“Felli? Ada apa dengan dia?” tanya Olaf penasaran.
Juan kemudian menceritakan apa yang terjadi kemarin pada Tania dan Olaf, keduanya nampak begitu terkejut dan tidak percaya dengan yang diceritakan oleh Juan barusan, reaksi seperti itulah yang Juan tampakan kemarin ketika dirinya mendengar secara langsung pengakuan Felli perihal bukti yang disodorkan oleh Stefani.
“Sejujurnya aku tidak menyangka bahwa ternyata Felli adalah orang yang seperti itu, hati kecilku berusaha menolaknya namun otakku mengatakan bahwa dia adalah orang yang jahat dan harus mempertanggung jawabkan
__ADS_1
perbuatannya di masa lalu."