
Tania dan Ferdian nampak masih sama-sama shock dengan kejadian yang baru saja mereka alami, bagaimanapun juga nyaris saja sesuatu hal yang buruk kalau saja Tania tidak sigap dan mengetahui ketika bahaya mengintai
tadi.
“Kamu baik-baik saja?”
“Iya, aku baik-baik saja, kamu sendiri?”
“Aku baik-baik saja, lebih baik kita masuk ke dalam mobil.”
Maka kemudian Ferdian dan Tania masuk ke dalam mobil, Ferdian melajukan kendaraan itu menuju rumah mereka dan sepanjang perjalanan pulang tidak terjadi percakapan apa pun di antara mereka. Tania memandang ke luar jendela sembari memikirkan hal yang baru saja mereka alami dan Ferdian nampak fokus mengemudikan kendaraannya hingga akhirnya mereka tiba di rumah. Asisten rumah tangga langsung membantu mereka mengeluarkan barang belanjaan dari dalam mobil sementara itu Tania dan Ferdian masuk ke dalam rumah dan
mereka masih tidak mengatakan apa pun sejak tadi.
“Kamu masuklah ke dalam kamar, kamu pasti lelah saat ini.”
“Iya, baiklah.”
Maka kemudian Tania melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar sementara itu Ferdian masih berada di ruang tengah, ia mengeluarkan ponselnya dan sepertinya saat ini dia sedang menghubungi seseorang.
****
Felli masih saja mencurigai Juan yang menyukai Stefani padahal Juan sendiri sudah menampik hal tersebut namun Felli terus saja menanyainya dengan pertanyaan yang sama hingga membuat Juan menjadi kesal.
“Bisakah kamu hentikan semua pertanyaan omong kosongmu itu?”
“Aku hanya ingin kamu jujur saja, dari pada terus berbohong bukankah kamu hanya membohongi diri sendiri?”
“Felli!”
“Kenapa? Kalau pun kamu menyukai wanita itu maka jujurlah padaku!”
“Sudah aku katakan padamu bahwa aku tidak menyukainya! Berapa kali aku harus mengatakan hal tersebut padamu?!”
Sementara itu Olaf yang melintas di depan kamar Juan dan Felli nampak mengerutkan keningnya heran karena mendengar suara berisik seperti pertengkaran yang terjadi antara Juan dan Felli, tidak lama kemudian akhirnya pintu terbuka dan menampakan Juan yang keluar dari dalam kamar tersebut.
“Kak?”
“Aku dengar sepertinya kamu dan istrimu sedang bertengkar, ya?”
“Iya, namun kamu tidak perlu mengkhawatirkannya.”
Juan pun kemudian melangkahkan kakinya pergi meninggalkan kamar, sementara itu tidak lama kemudian Felli keluar dari dalam kamar dan menemukan sosok Olaf yang masih berdiri di depan kamar adiknya itu.
“Olaf? Apa yang kamu lakukan?”
“Tadi aku tidak sengaja lewat depan kamar kalian dan aku mendengar sepertinya kalian habis ribut, ya?”
****
Tania tidak bisa beristirahat dengan tenang, semakin ia pikirkan maka semakin juga ia yakin kalau Ester adalah dalang di balik semua ini, Tania pun beringsut turun dari tempat tidur dan hendak keluar kamar namun sebelum ia sempat keluar dari dalam kamarnya, pintu kamar terbuka dan menampakan sosok Ferdian di sana.
“Mau ke mana kamu?”
__ADS_1
“Aku haus.”
“Kalau begitu kamu tunggu saja di sini, aku akan mengambilkannya untukmu.”
“Tidak perlu, aku bisa mengambilnya sendiri.”
Tania bergegas pergi menuju dapur untuk mengambil airnya sendiri, ia meneguk semua air itu sampai habis sementara rupanya Ferdian mengekori langkah kakinya menuju dapur hingga Tania kesal.
“Kenapa kamu mengikutiku ke sini?”
“Aku hanya tidak ingin sesuatu hal yang buruk terjadi padamu.”
“Berhentilah bersikap berlebihan Ferdian, aku baik-baik saja.”
“Kamu pasti memikirkan insiden yang baru saja hampir menimpa kita, ya?”
Tania sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang Ferdian lontrakan barusan, namun Ferdian tahu bahwa hal tersebut yang tengah dipikirkan oleh Tania saat ini. Ferdian pun meraih tangan Tania dan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja dan Tania tidak perlu mengkhawatirkan apa pun.
“Kamu tidak perlu khawatir, aku pasti akan mengungkap siapa orang yang berusaha mencelakai kita tadi.”
“Semoga saja kamu berhasil melakukannya.”
****
Minanti merasa kalau sikap Juan berbeda saat ini, anaknya itu nampak lebih banyak diam dan wajahnya juga nampak tidak bersahabat seperti Juan yang kerap kali tersenyum dan wajahnya nampak ceria.
“Juan?”
“Ada apa Ma?”
“Ada apa Ma?”
“Kalau Mama perhatikan sepertinya kamu sedang ada masalah, ya?”
“Kenapa Mama menanyakan hal tersebut?”
“Bukannya Mama sok tahu atau apa, namun…tidak seperti biasanya kamu menampakan wajah cemberut seperti itu.”
Juan harus akui bahwa pertengkarannya dengan Felli membuat moodnya menjadi jelek dan rupanya hal tersebut dapat diketahui oleh Minanti, namun Juan nampak ragu apakah ia harus mengatakan yang sebenarnya pada
Minanti bahwa ia dan Felli sedang bertengkar atau tidak.
“Juan, apakah kamu baik-baik saja?”
“Sejujurnya tidak, Ma.”
“Apakah kamu bertengkar dengan Felli?”
“Apa? Kenapa Mama tahu?”
“Mama hanya asal menebak saja, kalau Mama perhatikan
sepertinya hubungan rumah tanggamu dengan Felli beberapa kali mengalami
__ADS_1
cekcok.”
“Iya, Mama memang benar, aku dan Felli sedang
bertengkar karena suatu hal.”
“Ada apa Nak?”
“Ini semua karena Felli menuduhku menyukai Stefani.”
“Apa?”
“Itu sangat tidak masuk akal, kenapa dia mendesakku untuk mengatakan kalau aku menyukai Stefani padahal aku tidak menyukainya.”
“Begitu rupanya, jadi hal tersebut yang membuatmu kesal padanya.”
“Begitulah Ma.”
*****
Ferdian sedang pergi ke rumah orang tuanya karena ada sesuatu yang harus ia bahas dengan sang papa, sebenarnya Tania sudah diajak oleh Ferdian untuk ikut bersamanya namun Tania menolak dengan alasan ia tidak
mau keluar rumah dulu untuk saat ini. Setelah Ferdian pergi, kini ponsel Tania berdering dan tertera nama Olaf di sana, Tania pun segera menjawab panggilan telepon dari pria ini.
“Halo? Ada apa kamu menelponku?”
“Aku ada di depan rumah, apakah aku boleh masuk?”
“Benarkah? Tentu saja.”
“Namun satpammu tidak mengizinkanku masuk.”
“Berikan ponselnya pada satpam itu.”
Setelah Tania berbicara dengan satpam, maka satpam itu memberikan izin pada Olaf untuk masuk ke dalam rumah, Tania menyambut Olaf di depan pintu dan mempersilakan pria itu untuk masuk ke dalam rumahnya.
“Ada apa kamu datang ke sini?”
“Seharian ini sepertinya kamu tidak membaca pesanku, ya? Apakah sesuatu hal yang buruk terjadi padamu?”
“Benarkah?”
Tania baru mengecek ponselnya dan benar saja ada beberapa pesan dari Olaf yang tadi tidak sempat ia baca karena ia memikirkan kejadian di supermarket tadi.
“Maaf, ya.”
“Tidak masalah, sebenarnya aku khawatir padamu Tania, apakah sesuatu hal yang buruk terjadi padamu?”
“Sebenarnya iya, tadi di supermarket sesuatu hal yang buruk terjadi padaku.”
“Apa? Bagaimana kejadiannya?”
“Seseorang dengan sepeda motor hendak mencelakaiku, namun untung saja aku berhasil menghindar.”
__ADS_1
“Ini masalah serius Tania, aku akan mencari tahu siapa orang itu.”