Berkah Cinta

Berkah Cinta
Jangan Terlalu Percaya Diri


__ADS_3

Jihan pulang ke rumah dengan raut wajahnya yang kesal, baru pertama kali ada pria yang berani bersikap kurang ajar padanya dan mengacuhkannya padahal selama ini banyak sekali pria yang mengantre untuk menjadi pacarnya namun berani sekali pria itu memperlakukannya seperti itu, pokoknya Jihan tidak terima dan ia akan membuat pembalasan pada pria itu.


“Ada apa denganmu? Wajahmu nampak muram saja ketika kembali ke rumah ini?” tanya Ester yang melihat putrinya pulang dengan keadaan wajah muram.


“Aku kesal pada seseorang,” jawab Jihan.


“Kesal? Kesal kenapa?”


“Pria itu, bagaimana mungkin dia berani mengacuhkanku begitu saja? Apakah Mama percaya itu? Banyak pria di luar sana yang mengantre untuk jadi pacarku namun dia? Berani sekali mengacuhkanku begitu.”


“Jadi rupanya soal itu.”


“Kok respon Mama biasa saja?”


“Sudahlah, Mama ada berita bagus untukmu.”


“Memangnya berita bagus apa yang Mama miliki saat ini?”


“Mama sudah berhasil menyingkirkan gadis itu.”


“Apakah Mama benar-benar serius?”


****


Tania tidak tahu dirinya berada saat ini di mana, ia begitu jauh berada di tengah hutan dan tidak tahu arah jalan pulang, tadi matanya ditutup dan tangannya diikat oleh orang-orang itu, ia dibuang begitu saja di tengah hutan dengan harapan Tania tidak akan pernah dapat kembali pulang ke rumah.


“Ini di mana?” lirih Tania saat ia sudah berhasil membuka penutup mata dan ikatan di tangannya.


Tania tidak tahu harus pergi ke mana hingga akhirnya ia menemukan aliran sungai, karena yakin aliran sungai itu sampai ke permukiman penduduk maka Tania memutuskan mengikuti aliran sungai itu hingga akhirnya ia


bertemu salah satu penduduk desa.


“Permisi, Pak.”


“Siapa kamu?”


“Saya datang dari kota, desa terdekat di mana, ya? Saya tersesat.”


“Aduh, kasihan sekali kamu, mari ikut saya,” ujar penduduk itu membawa Tania menuju desa terdekat dari hutan itu.


Sepanjang perjalanan menuju rumah penduduk desa itu, Tania menceritakan apa yang terjadi padanya, penduduk desa itu nampak bersimpati dengan yang dialami oleh Tania dan berharap bahwa Tania bisa segera kembali ke rumahnya.


“Terima kasih banyak, Pak.”


“Ini rumah saya,” ujar penduduk desa itu mempersilakan Tania masuk ke dalam rumah ini.

__ADS_1


Di dalam rumah, Tania disambut oleh keluarga penduduk desa itu dengan ramah, karena hari sudah gelap maka penduduk desa itu mengatakan lebih baik Tania berada di rumah ini sampai besok pagi.


****


Handi yang mendapatkan kabar Tania menghilang dari rumah tentu saja panik, ia takut kalau sesuatu hal yang buruk telah terjadi pada Tania, dugaannya mengarah pada Ester, ia yakin bahwa istrinya itu adalah dalang di balik semua ini. Ketika Handi pulang, ia langsung menemui Ester dan menanyakan apa yang sudah wanita itu lakukan pada Tania.


“Apa yang sudah kamu lakukan pada Tania, Ester?”


“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti apa yang sedang kamu bicarakan ini.”


“Tidak perlu berkelit lagi, aku tahu kalau kamu adalah dalang di balik hilangnya Tania, bukan?”


“Handi... aku .....”


“Kamu masih mau membela dirimu?!” seru Handi kesal.


“Baiklah, aku mengakui, aku yang menghilangkan Tania, apakah kamu puas?!”


“Kamu ini memang benar-benar melampaui batas, ya!”


“Salah sendiri, kenapa dia selalu membuatku kesal,” ujar Ester acuh.


“Semoga Tuhan membukakan pintu hatimu Ester, kamu sudah sangat keterlaluan dan hatimu sudah dipenuhi oleh kebencian dan ketamakan yang luar biasa,” ujar Handi sebelum pria itu pergi meninggalkan Ester sendirian yang tercengang dengan ucapan suaminya barusan.


“Apa-apaan dia itu? Berani sekali dia mengatakan hal seperti itu padaku!” seru Ester kesal.


****


“Saya jadi tidak enak pada Bapak.”


“Neng tidak perlu merasa tidak enak pada Bapak, Bapak ikhlas memberikannya, kok.”


Saat itulah sebuah mobil muncul di dekat mereka, mobil yang Tania yakini adalah mobil milik Handi dan benar saja, yang keluar dari mobil itu adalah Handi, pria itu nampak langsung memeluknya dan menanyakan apakah Tania baik-baik saja atau tidak.


“Tania, kamu baik-baik saja?”


“Iya Om, aku baik-baik saja.”


“Syukurlah, kalau begitu mari kita pulang.”


Sebelum pulang, Handi memberikan hadiah pada penduduk desa yang sudah membantu Tania sampai dia bisa kembali ditemukan, sepanjang perjalanan pulang, Handi terus saja bertanya pada Tania mengenai apa yang


terjadi pada gadis itu, namun Tania tidak mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


“Tania, kamu tidak perlu ragu untuk mengatakannya pada Om.”

__ADS_1


“Kemarin aku diculik, Om.”


“Begitu rupanya, lalu apakah mereka melakukan sesuatu yang buruk padamu?”


“Tidak, merekah hanya mengikat tangan dan menutup mataku.”


“Kamu tidak perlu khawatir, Om akan urus semua ini.”


“Om ...”


“Iya, kamu tidak perlu khawatir Tania, Om akan melindungimu.”


*****


Seperti yang sudah Ester duga sebelumnya Handi pasti


akan menyuruh orang suruhannya sesegera mungkin menemukan Tania dan orang itu


sudah berhasil menemukan Tania dengan mudah, Handi membawa Tania masuk ke dalam


rumah dan kebetulan ia melihat Ester berdiri di ruang tengah menatap kedatangan


mereka berdua.


“Tania, Om akan memenjarakan orang yang sudah


menculikmu,” ujar Handi dengan suara yang sengaja ia besarkan.


“Om....”


“Kamu tidak perlu khawatir, Om juga akan membuat dalang di balik semua ini ikut berada di balik jeruji besi,” ujar Handi.


Ester yang mendengar itu nampak geram bukan main, bagaimana mungkin Handi mengatakan hal itu? Apakah Handi juga akan membuatnya masuk penjara? Namun Ester segera menepis kemungkinan itu, ia tentu saja tidak


akan dengan mudah masuk ke dalam penjara.


“Kamu bisa istirahat dulu, Tania,” ujar Handi.


“Terima kasih, Om.”


Setelah Tania pergi, Handi berjalan menghampiri Ester yang masih berdiri di tempatnya saat ini, ia menatap tajam sosok suaminya yang telah mengancam akan memasukannya ke penjara.


“Apakah kamu dengar ancamanku barusan, Ester? Aku akan membuatmu masuk penjara.”


“Aku tidak takut dengan ancamanmu, Handi, kamu tidak akan pernah dapat membuatku masuk penjara.”

__ADS_1


“Jangan terlalu percaya diri, aku akan pastikan kalau kamu akan membusuk di penjara untuk mempertanggung jawabkan kejahatanmu selama ini!”


__ADS_2