Berkah Cinta

Berkah Cinta
Kebakaran


__ADS_3

Ester menarik dagu Tania, ia mencengkram dagu Tania dengan erat dan mengatakan sesuatu pada gadis ini, Ester bilang bahwa karena Tania sudah terlalu banyak mengetahui masa lalunya maka tidak ada jalan lain lagi bagi Ester untuk tidak melakukan semua ini.


“Kamu sudah terlalu banyak tahu dan membuat hidup kami berdua sengsara, maka inilah akibat yang akan kamu dapatkan dari semua ini.”


“Apa yang Nyonya maksudkan?”


“Kamu tidak perlu berpura-pura tidak tahu, aku sangat yakin kalau kamu sebenarnya sudah tahu kalau aku adalah dalang dibalik pembunuhan kedua orang tuamu, kan?”


“Apa?”


“Sudahlah Tania, kamu tidak perlu berpura-pura terkejut begitu.”


“Apakah Nyonya yang sudah membunuh kedua orang tuaku?”


“Iya, aku yang membunuh mereka berdua.”


“Kenapa Nyonya tega melakukan itu pada mereka?”


“Kenapa? Karena aku ingin menguasai harta keluarga Pratama, maka aku harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan apa yang aku inginkan.”


“Nyonya jahat, bagaimana mungkin Nyonya dapat melakukan tindakan keji dan tidak manusiawi itu pada kedua orang tuaku?!”


“Sudahlah Tania, hentikan semua sandiwara murahanmu itu, aku tak percaya kalau kamu belum tahu semuanya, ingat Tania aku bukan wanita bodoh yang dapat kamu tipu!”


*****


Handi merasa tidak enak setelah pertemuannya dengan klien di kantor, ia mencoba menelpon Tania namun nomor telepon gadis itu tidak aktif, ia mencoba hingga beberapa kali namun jawaban yang sama ia dapatkan. Handi pun makin tidak tenang, ia takut kalau sesuatu hal yang buruk terjadi pada Tania saat ini, tidak lama kemudian Olaf menelpon Handi dan telepon dari Olaf ini membuat Handi terkejut, kenapa Olaf menelponnya?


“Halo?”


“Tuan Handi, boleh saya tahu di mana anda sekarang?”


“Saya ada di kantor, kenapa memangnya?”


“Saya ada di depan rumah anda, saya ingin bertemu dengan Tania.”


“Tania? Tania tidak tinggal di rumah itu.”


“Benarkah? Lalu di mana ia tinggal saat ini?”

__ADS_1


“Kenapa kamu ingin tahu di mana Tania tinggal?”


“Ngomong-ngomong menurut keterangan satpam rumah, sepertinya istri dan anak anda tidak ada di rumah saat ini, mereka pergi ke suatu tempat sejak pagi dan sampai saat ini belum kembali.”


Handi jadi berpikiran buruk kalau jangan-jangan Ester sudah melakukan tindakan keji pada Tania, ia langsung menutup sambungan telepon dan pulang ke rumah untuk mengecek bagaimana keadaan Tania, ketika ia sampai di


rumah, tidak ada seorang pun di sana, ia mendapatkan ponsel Tania tergeletak di lantai dalam keadaan yang telah rusak.


“Tidak salah lagi, pasti sesuatu hal yang buruk telah terjadi.”


*****


Ester dan Jihan dalam perjalanan pulang ke rumah mereka, Jihan bertanya pada sang mama apakah Ester yakin kalau Tania tidak akan selamat dari tempat itu? Dan Ester pun menjamin bahwa Tania tidak akan selamat dari tempat itu dan tidak ada yang perlu mereka khawatirkan saat ini.


“Aku hanya takut kalau rencana Mama akan gagal lagi.”


“Beraninya kamu mengatakan itu.”


“Habisnya selalu hampir semua rencana Mama akan berbuntut pada kegagalan lagi.”


“Sudahlah jangan banyak bicara, sudah Mama pastikan kalau Tania tidak akan dapat lolos dari tempat itu, kamu tidak perlu khawatir lagi.”


“Ma, kenapa perasaanku mendadak menjadi tidak enak begini, ya?”


“Tenangkan dirimu Nak, kamu jangan membuat mereka curiga, ok?”


“Apakah menurut Mama mereka sudah tahu apa yang sudah kita lakukan pada Tania?”


“Mama tidak tahu, namun jangan berikan gestur tubuh yang mencurigakan.”


Maka Ester dan Jihan pun keluar dari dalam mobil, Handi dan Olaf pergi menghampiri keduanya, Handi tidak mau berbasa-basi dengan mereka berdua, ia meminta agar Ester memberitahu di mana Tania saat ini.


“Lebih baik kamu katakan sekarang juga di mana Tania berada!”


****


Handi memaksa Ester untuk memberitahu di mana Tania berada namun Ester mengatakan bahwa ia tidak tahu di mana Tania berada, Handi tentu saja tidak akan percaya begitu saja dengan apa yang Ester katakan, baginya semua yang Ester katakan adalah kebohongan yang tidak dapat ia percayai.


“Apakah kamu pikir aku akan percaya dengan semua yang kamu katakan itu?”

__ADS_1


“Aku mengatakan semua yang sebenarnya terjadi, terserah saja kalau memang kamu tak percaya.”


“Baiklah kalau begitu, jangan salahkan aku kalau aku akan melaporkanmu pada polisi dan kamu akan dipenjara atas pembunuhan yang kamu lakukan pada Kak Bima dan Kak Hanum!”


Olaf yang masih ada di sana terkejut dengan apa yang Handi katakan, tidak hanya Olaf namun Ester dan Jihan juga sama terkejutnya dengan Olaf, bagaimana mungkin Handi mengatakan hal itu ketika ada Olaf di sini.


“Handi, apa yang kamu bicarakan ini?”


“Aku bicara bahwa aku akan memenjarakan kamu dan menuntut kamu atas kematian kakak dan kakak iparku, Ester!”


“Aku tidak bersalah, aku tidak tahu apa pun tentang itu, kamu tidak bisa menyalahkanku!”


“Kamu pikir aku ini bodoh? Kamu salah Ester, aku sudah mengantongi semua bukti dan semua bukti itu akan aku buat agar kamu dipenjara atas kejahatan yang sudah kamu lakukan selama ini!”


*****


Karena tidak memiliki opsi lain maka Ester akhirnya mengakui bahwa ia sudah melakukan kejahatan pada Tania dan Handi terkejut mendengar pengakuan Ester yang telah berbuat hal keji pada Tania.


“Kalau sampai Tania meninggal dunia, kamu akan membusuk di penjara selama-lamanya Ester!”


Setelah Handi dan Olaf pergi ke lokasi TKP, kini Jihan merengut kesal karena lagi-lagi Ester kalah dengan ancaman Handi, Ester berkilah bahwa ia tidak memiliki pilihan lain selain memberitahu Handi di mana Tania berada.


“Terus saja seperti itu.”


“Mama tidak memiliki pilihan lain selain harus memberitahu papamu yang sebenarnya atau Mama akan masuk penjara.”


“Mama selalu mengatakan hal itu.”


“Jadi kamu tidak kasihan pada Mamamu jika Mama ini dipenjara?”


“Sudahlah, aku tidak mau berdebat dengan Mama untuk urusan ini lagi.”


Sementara itu kini Olaf dan Handi sudah tiba di lokasi TKP, di mana di lokasi TKP itu api sudah berkobar dan menghanguskan bangunan, Handi nampak terkejut dan nyaris saja jatuh ke tanah kalau saja Olaf tidak memegangi Handi.


“Tidak, Tania tidak mungkin ada di sana.”


Pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membesar, Handi nampak begitu takut kalau Tania benar-benar ada di sana dan ia terpanggang di dalam sana karena tidak dapat menyelamatkan diri.


“Ya Tuhan, tolong jangan biarkan Tania menjadi korban.”

__ADS_1


__ADS_2