
Olaf nampak begitu penasaran dengan dokumen yang dipegang oleh Stefani apalagi wanita itu nampak begitu bersemangat agar dia mau membuka isi dokumen tersebut. Setelah berpikir agak lama akhirnya Olaf pun memutuskan untuk mengambil dokumen itu tanpa melihat apa isinya walaupun ia sudah sangat penasaran sekali apa yang ada di dalam amplop ini.
“Pastikan kamu tidak terkejut saat melihat semua isinya, ya?”
Setelah mengatakan itu Stefani kemudian pergi meninggalkan Olaf yang masih terdiam di tempatnya dengan tangan yang memegang sebuah amplop cokelat yang diberikan oleh Stefani barusan. Olaf pun segera pergi ke mobilnya dan masuk ke dalam, ketika ia sudah ada di dalam mobil maka dengan segera pria itu membuka isi amplop cokelat tersebut dan nampaklah ada beberapa kertas berisi dokumen yang membuatnya heran.
“Apa ini?”
Olaf pun kemudian membaca satu persatu dokumen yang ada di dalam amplop tersebut dan hal tersebut membuatnya terkejut.
****
Felli nampak terkejut ketika Olaf menelponnya saat ini, karena sebelumnya pria itu tidak pernah menelponnya, kira-kira apa yang saat ini membuat Olaf menelponnya? Maka karena penasaran akhirnya Felli menjawab telepon dari pria itu.
“Halo?”
“Ada di mana kamu sekarang?”
“Aku sedang ada di café.”
“Apakah kamu sedang ada di café tempat Ricky bekerja?”
“Kenapa memangnya?”
“Jangan pergi ke mana pun sampai aku tiba di sana!”
TUT
Felli nampak heran dengan jawaban Olaf barusan, namun kalau dari nada bicaranya sepertinya Olaf hendak mengatakan sesuatu hal yang penting padanya.
“Siapa yang barusan menelponmu?” tanya Ricky yang menghampiri meja Felli karena saat ini pelanggan sedang tidak terlalu banyak.
“Olaf, dia bilang ingin bertemu denganku,” jawab Felli.
“Benarkah? Kira-kira apa yang hendak dia bicarakan denganmu, ya?”
“Aku pun tidak tahu pasti.”
“Apakah dia akan datang ke sini?”
__ADS_1
“Sepertinya begitu.”
Tidak lama kemudian akhirnya mereka melihat mobil Olaf tiba di parkiran café dan pria tu langsung keluar dari dalam mobilnya seraya melangkahkan kakinya masuk ke dalam tempat ini, dengan mudah Olaf melihat keberadaan Felli mengingat kondisi café yang tidak ramai oleh pengunjung saat ini.
“Ada apa kamu ingin bertemu denganku?” tanya Felli pada Olaf yang baru saja duduk di kursi yang berhadapan dengannya.
****
Stefani datang ke kantor Juan dan kedatangan wanita itu membuat Juan terkejut karena lagi-lagi Stefani tidak menelponnya terlebih dahulu kalau dia akan datang ke sini.
“Sepertinya kamu tidak nyaman kalau aku sering datang ke sini tanpa memberitahumu dulu, ya?”
“Bukan begitu, hanya saja para karyawan di sini belum tahu kalau saat ini aku dan Felli hendak berpisah, aku tidak ingin ada ucapan-ucapan tidak enak didengar.”
“Alasan.”
“Baiklah, aku minta maaf, mulai sekarang aku akan bersikap acuh pada orang lain, apakah itu keinginanmu?”
“Lupakan saja.”
“Ngomong-ngomong kenapa kamu ke sini?”
“Aku datang ke sini karena ingin berbagi informasi denganmu seputar Felli,” ujar Stefani yang dengan satainya duduk di sofa ruangan kerja Juan.
“Rupanya wanita itu licik juga, dia ingin melengserkan Olaf dari posisinya sebagai Direktur Utama perusahaan ini.”
“Kamu ini bicara apa, sih?”
“Aku baru saja mendapatkan informasi dari orang suruhan Felli, dan dia memberikan informasi yang sangat berharga padaku.”
“Benarkah? Apa yang sedang kamu katakan ini?”
“Ini aku memiliki bukti rekaman pembicaraan kami.”
Stefani kemudian memperdengarkan rekaman pembicaraan yang ia rekam diam-diam ketika tadi berbicara dengan orang kepercayaan Felli itu, Juan sendiri nampak diam saja mendengarkan rekaman itu sampai habis.
*****
Felli nampak terkejut dan tidak percaya bahwa Olaf bisa mendapatkan semua bukti-bukti ini, Olaf kini mencecar Felli apakah semua bukti yang ia bawa ini benar? Apakah memang Felli berniat melakukan kudeta padanya?
__ADS_1
“Kenapa kamu diam saja? Kamu memiliki mulut untuk bicara, kan? Jawab pertanyaanku!”
“Olaf aku ….”
“Apa?! Apakah kamu ingin berkelit setelah aku mendapatkan semua bukti-bukti ini?”
“Baiklah, aku akui bahwa aku memang merancang semua ini.”
“Apa motifmu merancang semua ini, hah?!”
“Tentu saja agar Juan dapat menjadi Direktur Utama perusahaan, aku ingin dia yang menjadi Direktur Utama dan bukannya kamu.”
“Apakah kamu tahu bahwa pria itu kurang berkompeten menjadi seorang Direktur Utama? Apakah kamu tahu apa tugas dan tanggung jawabku selama menjadi orang nomor satu di perusahaan?!”
“Kamu dan keluargamu selalu memandang rendah Juan, kamu dan keluargamu menganggap bahwa Juan tidak memiliki kompetensi dalam bidang itu hingga karena kemuarahan hati papa maka dia bisa ada di posisi saat
ini, namun aku ingin membuktikan pada semua orang bahwa Juan bisa dan dia layak ada di posisi itu.”
“Apakah kamu sedang mencoba menipuku? Aku tahu bahwa sebenarnya kamu yang berencana untuk mengambil alih perusahaan kami, kan? Kamu hanya menjadikan Juan sebagai boneka agar rencanamu itu berhasil?”
*****
Olaf masih mencecar Felli dengan berbagai pertanyaan yang membuat Felli tersudut dan tak berdaya, Felli hanya dapat mengakui semuanya dan meminta maaf pada Olaf.
“Apakah sampai saat ini kamu masih menjalankan taktik kotor ini?”
“Tidak! Aku berani bersumpah bahwa aku sudah tidak melakukan hal itu lagi semenjak kemelut dalam rumah tanggaku dan Juan.”
“Sepertinya kamu sangat mencintai Juan sampai-sampai kamu rela melakukan apa pun agar suamimu itu dapat dilihat banyak orang.”
“Juan selalu diremehkan oleh semua orang bahkan dalam lingkaran keluarganya, dia merasa terasing karena kamu selalu menjadi anak emas dalam keluargamu. Kamu mendapatkan limpahan kasih sayang yang lebih serta perhatian yang lebih banyak dari papa dan mama hingga Juan menjadi iri namun ia menahan semuanya ketika papa dan mama selalu membandingkan kalian, dia curhat padaku betapa sakitnya dia ketika dia mulai dibandingkan olehmu bahkan ketika dia mengenalkanku pada papa dan mama, dia cerita bahwa sebenarnya komitmennya dalam rumah tangga diragukan oleh mereka, namun dia ingin membuktikan bahwa semua itu tidak benar.”
“Aku mengerti.”
“Aku minta maaf Olaf, aku menyesali perbuatanku,” lirih Felli.
“Terima kasih karena kamu sudah mau jujur padaku, namun bukan artinya aku akan mengendurkan pengawasanku padamu,” ujar Olaf.
“Aku sudah tidak melanjutkan rencana itu, aku berani bersumpah,” ujar Felli.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu, semoga saja apa yang kamu ucapkan itu benar karena aku akan terus mengawasimu,” ujar Olaf seraya dia pergi meninggalkan Felli yang masih menunduk dengan wajah sedih.
“Felli, apakah kamu baik-baik saja?” tanya Ricky yang menghampiri meja Felli setelah Olaf pergi.