
Alasan kenapa Felli datang ke café ini tentu saja ingin berbag keluh kesahnya dengan sahabatnya, Nanda sendiri nampak begitu sabar mendengar semua keluh kesah dari Felli. Kini setelah Felli sudah puas mengeluarkan semua apa yang ingin ia katakan, giliran Nanda yang bertanya pada sahabatnya itu.
“Bolehkah aku bertanya padamu?”
“Silakan, memangnya apa yang ingin kamu tanyakan?”
“Ini menyangkut soal alasan kemapa kamu menolak untuk mengikuti keinginan kedua orang tuamu pindah ke Amerika, apakah ada sangkut pautnya dengan Ricky?”
“Nanda, kenapa harus bawa-bawa Ricky, sih?”
“Bukankah kalian baru saja menjalin sebuah hubungan?”
“Kami hanya berkomitmen untuk saling mengenal satu sama lain.”
“Sudahlah Felli, apakah begitu sulit bagimu untuk mengatakan bahwa Ricky adalah hal yang membuat kamu berat meninggalkan Indonesia?”
“Baiklah, aku akui bahwa memang seperti itu, apakah kamu sudah puas sekarang?!”
Nanda hanya tertawa kecil melihat ekspresi Felli saat ini, kemudian ia menyarankan Felli untuk bicara dengan Ricky perihal masalah ini, walau bagaimanapun Ricky juga harus mengetahui perihal masalah ini.
“Menurutmu begitu?”
“Tentu saja, dia juga harus tahu tentang masalah ini.”
*****
Felli kemudian keluar dari ruangan kerja Nanda dan mengikuti saran dari sahabatnya itu untuk bicara dengan Ricky, Nanda sendiri sudah memberikan izin pada Ricky agar mereka berdua dapat bicara saat ini. Felli menghampiri Ricky dan mengajak pemuda itu untuk berbicara empat mata saat ini.
“Ricky, ada sesuatu yang hendak aku bicarakan denganmu.”
“Sesuatu? Sesuatu tentang apa?”
“Bisakah kamu tidak perlu banyak tanya dan ikuti saja aku?”
“Baiklah, namun aku sedang bekerja sekarang.”
“Nanda sudah memberikanmu izin, jadi sekarang ikut denganku.”
Ricky tidak banyak bicara dan mengikuti apa yang barusan Felli perintahkan, kini mereka berdua sudah pergi keluar dari café itu dan mereka bicara di taman yang tidak jauh dari sana. Untuk beberapa saat tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua, baik Ricky maupun Felli nampak sama-sama bingung harus memulai pembicaraan dari mana. Sebelum datang ke sini padahal Felli sudah mengetahui apa yang hendak ia katakan pada Ricky, namun
entah kenapa setelah ia sudah bersama dengan pemuda ini, semua kata-kata yang ada di dalam benaknya hilang begitu saja.
“Felli, jadi apa yang hendak kamu katakan padaku?”
Felli terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh Ricky barusan, ia kemudian menghela napasnya berat terlebih dahulu sebelum menatap ke arah Ricky saat ini.
__ADS_1
*****
Azka bicara dengan Hilda perihal kepindahan mereka sekeluarga ke Amerika, Azka mengatakan pada Hilda bahwa sepertinya Felli keberatan dengan rencana ini karena dengan seperti itu dirinya akan merasa jauh dengan Ricky.
“Namun bukankah mereka hanya teman saja? Mereka masih bisa berkomunikasi lewat video call, bukan?”
“Memang mereka bisa melakukan panggilan lewat video call, namun rasanya tentu berbeda jika bertemu langsung.”
“Azka, sepertinya kamu mendukung hubungan kakakmu dengan pemuda itu, ya?”
“Kalau memang Ricky adalah orang yang dapat membuat kakak bisa kembali tersenyum dan semangat dalam menjalani hidup, maka aku tidak keberatan.”
“Namun Mama keberatan Nak, bagaimanapun juga Ricky itu seusia kamu, Mama takut kalau dia tidak serius dan main-main saja dengan Felli, kelak Felli juga yang akan terluka, Mama tidak mau sampai seperti itu.”
“Aku mengerti kegelisahan Mama, namun aku yakin bahwa Ricky bukanlah orang seperti itu, Ma.”
“Bagaimana bisa kamu yakin Azka? Kamu dan dia saja belum terlalu lama mengenal dan kenapa kamu bisa mengatakan itu?”
“Karena aku dapat merasakannya, dia memiliki hati yang tulus untuk mencintai kakak, aku yakin bahwa dia tidak akan membuat kakak kecewa.”
“Kamu terlalu naif Azka, Mama tidak akan percaya pada pemuda itu, kalau mereka hanya berteman tentu Mama tidak akan mempermasalahkannya, namun kalau mereka hendak menjalin hubungan, Mama jelas tidak setuju akan hal tersebut.”
*****
Felli kemudian mengatakan pada Ricky perihal usul Hilda yang ingin mereka semua pindah ke Amerika dan memulai hidup yang baru di sana, Ricky sendiri nampak terkejut dan ia langsung menanyakan apakah itu
“Sampai saat ini aku belum menanggapi ucapan Mama itu, namun Mama terus saja mendesakku agar mau menerima ini.”
“Aku mohon kamu jangan pergi Felli.”
“Sejujurnya aku pun berat untuk pergi, namun aku tidak punya alasan kuat kenapa aku menolak untuk pergi.”
“Aku, kamu bisa menggunakan aku sebagai alasanmu untuk tidak pergi.”
“Kamu? Kenapa harus kamu?”
“Karena kamu menyukaiku, kita berdua saling menyukai, bukan?”
“Ricky aku ….”
“Aku mohon padamu Felli, jangan pergi tinggalkan aku.”
Felli nampak menghela napasnya pelan, ia menundukan kepalanya, ia bingung dengan keputusan yang ia harus ambil saat ini, Ricky kemudian meraih tangan Felli dan membuat Felli menatap ke arahnya.
“Aku mohon padamu Felli, jangan tinggalkan aku.”
__ADS_1
“Aku pun berat untuk pergi Ricky, hanya saja….”
“Aku mohon Felli.”
Permohonan Ricky untuk tidak pergi itu membuat Felli bingung, apa sekarang keputusan yang harus ia ambil, apakah ia harus mengikuti keinginan mamanya dengan mereka pergi ke Amerika atau ia memilih untuk tetap
tinggal di sini.
*****
Juan kembali bersikap dingin pada Stefani setelah wanita itu kehilangan anak mereka, Juan bahkan sudah tidur terpisah dengan Stefani dan hal itu membuat Stefani benar-benar kesal dengan Juan.
“Juan, kamu mau ke mana?”
Seperti yang terjadi saat ini, setelah mandi dan berganti pakaian, Juan hendak pergi keluar dari kamar ini namun kali ini langkah kakinya terhenti akibat pertanyaan yang diajukan oleh Stefani barusan.
“Bukankah kamu sudah tahu jawabannya? Kenapa masih saja bertanya padaku?”
“Kenapa sikapmu menjadi dingin begini padaku? Ini semua bukan salahku kehilangan anak kita!”
“Aku sama sekali tidak marah padamu karena kehilangan anak kita.”
“Kalau kamu tidak marah padaku, lantas kenapa kamu
menghindariku? Kenapa kamu memilih untuk kita tidur terpisah begini?!”
Kini Juan berbalik badan dan menatap tajam Stefani,
Stefani nampak terkejut karena Juan menatapnya dengan tatapan tajam yang tak
seperti biasanya, ia dapat merasakan firasat buruk bahwa sesuatu hal yang buruk
akan terjadi tidak lama lagi.
“Stefani, apakah kamu mau jujur padaku?”
“Jujur tentang apa? Memangnya apa yang aku sembunyikan
darimu?”
“Apa yang sebenarnya kamu lakukan padaku malam itu?”
“Aku tak mengerti apa yang sedang kamu bicarakan Juan!”
“Kamu mencampurkan sesuatu di minumanku hingga aku bisa berakhir denganmu di tempat tidur malam itu, dan kamu menggunakan alasan kamu hamil anakku agar dapat masuk ke dalam rumah ini untuk merebut Kak Olaf, kan?”
__ADS_1
“Juan, kamu jangan bicara sembarangan, ya!”