Berkah Cinta

Berkah Cinta
Membuat Suasana Gaduh


__ADS_3

Kabar melegakan karena akhirnya Tania diketahui di mana keberadaannya saat ini, rupanya sebelum Handi dan Olaf tiba di lokasi kejadian, gadis itu sudah berhasil diselamatkan warga ketika kobaran api besar mulai menyala, namun malangnya Tania mengalami luka bakar yang cukup serius hingga saat ini ia masih dirawat di ICU rumah sakit, Handi merasa lega namun sedih karena tahu bagaimana keadaan Tania, ia berharap agar Tania dapat segera


siuman.


“Kamu bisa pulang,” ujar Handi pada Olaf.


“Tidak, lebih baik anda saja yang pulang, biar saya menunggui Tania di sini.”


“Saya keluarganya, terima kasih karena kamu sudah peduli pada keponakan saya, namun saya dapat menjaga Tania sendiri.”


Pada akhirnya Olaf tidak memiliki pilihan lain selain ia harus pergi dari rumah sakit, walaupun sebenarnya ia masih ingin tahu bagaimana kabar Tania pasca ia mengalami luka bakar yang cukup serius akibat insiden itu. Setelah Olaf pergi, Handi masih ada di depan ruang ICU, ia menangis  dan meminta maaf pada mendiang kakaknya karena tidak dapat menjaga Tania dengan baik.


“Maafkan aku, Kak, maafkan aku,” isak Handi.


“Kamu tidak perlu meminta maaf padaku Handi, ini di


luar kuasamu.”


Handi terkejut ketika mendengar suara kakaknya, ia buru-buru mengadahkan kepalanya dan mendapati sosok Bima di sana, Bima nampak tersenyum hangat padanya dan justru itu membuat Handi menjadi makin sedih.


****


Ester lagi-lagi harus menahan kekesalan, bagaimana tidak kali ini rencana yang sudah ia persiapkan secara matang harus gagal berantakan karena Handi tahu rencananya dan kini Tania rupanya selamat dan dia


ada di ruang ICU rumah sakit, Jihan nampak sudah tidak mempedulikan masalah itu, jikalau nanti Tania bangun dari tidur panjangnya dan menuntutnya, maka ia akan siap untuk dipenjara.


“Sudahlah Ma, jangan buat aku pusing dengan tingkah Mama yang seperti ini.”


“Apakah kamu masih bisa bersikap baik-baik saja dan seolah tidak terjadi apa pun? Tania masih hidup! Dia selamat!”


“Kalau dia selamat memangnya kenapa? Memang sepertinya Tuhan ingin membuat kita berdua masuk penjara.”

__ADS_1


“Bicara apa kamu ini? Mama tidak mau masuk penjara, Jihan!”


“Sudahlah Ma, semakin Mama mengelak maka semakin dekat peluang Mama untuk masuk ke penjara, dengan kejadian ini sudah dapat dipastikan bahwa Papa akan mengirim Mama ke penjara.”


“Tidak akan! Aku tidak mau masuk penjara!”


Jihan malas meladeni omongan Ester itu dan lebih memilih untuk pergi meninggalkan mamanya itu sendirian di ruang tengah, Ester tentu saja tidak akan membiarkan kalau dirinya akan masuk penjara semudah itu, ia tidak akan dapat membiarkan semua itu terjadi maka kali ini ia akan berbuat lebih nekat lagi, ia akan melakukan apa pun agar dia tidak masuk penjara.


“Aku tidak akan kalah darimu Tania, tidak akan!”


****


Sementara itu di rumah Olaf, Minanti dan Bram menanyakan dari mana saja Olaf karena semalaman putra mereka tidak pulang, Olaf menceritakan bahwa semalam ia dan Handi berada di rumah sakit karena Tania mengalami luka bakar yang cukup serius. Kedua orang tuanya itu nampak terkejut dengan apa yang Olaf katakan, apalagi Olaf juga mengatakan bahwa Ester kembali menjadi dalang di balik semua ini.


“Ya Tuhan, kenapa ada wanita jahat sekali seperti dia?”


“Apakah Tuan Handi akan melaporkan istrinya sendiri ke polisi atas percobaan pembunuhan?”


“Aku tidak tahu.”


“Sudahlah lebih baik kita tidak perlu terlalu ikut campur urusan keluarga mereka.”


Olaf mengatakan bahwa ia akan pergi ke kamar untuk berganti pakaian dan kemudian langsung berangkat kerja, namun niat Olaf itu mendapatkan ketidak setujuan dari kedua orang tuanya.


“Kamu masih lelah, Nak, tidak apa kalau hari ini kamu tidak perlu masuk kantor dulu.”


“Apa yang Papa katakan itu benar, Nak, kamu masih lelah dan pasti semalaman kamu tidak tidur, kan?”


*****


Ferdian meminta Jihan untuk bertemu hari ini, Jihan sama sekali tidak menolak ajakan Ferdian lagi pula ia butuh teman untuk diajak bertukar pikiran sekaligus tempat untuk menumpahkan kekesalannya pada Ester yang bukannya membuat masalah selesai malah membuat masalah baru yang semakin besar dan runyam.

__ADS_1


“Kalau aku lihat dari wajahmu, sepertinya saat ini kamu sedang tidak baik-baik saja,” ujar Ferdian ketika mereka pertama kali bertemu.


“Memang, aku tidak baik-baik saja Ferdian, aku mengalami mimpi buruk.”


“Mimpi buruk? Memangnya apa yang terjadi?”


Jihan tanpa sungkan menceritakan semua rencana yang sudah ia dan Ester susun namun pada akhirnya rencana itu malah berantakan dan membuat masalah semakin besar, karena niat mereka untuk membunuh Tania malah


berujung penjara, tidak lama lagi pasti Handi akan membuat laporan pada polisi untuk mereka berdua.


“Hanya tinggal menghitung hari saja sampai papaku benar-benar akan membuat kami berdua mendekam di balik jeruji besi.”


“Kenapa kamu bisa berpikiran buruk begitu? Aku yakin kalau papamu tidak akan tega melaporkanmu ke polisi.”


“Dia akan melakukannya Ferdian, aku tahu betul siapa papaku, dia akan membuatku dan mama membusuk di penjara akibat kejahatan kami.”


*****


Ester mendapatkan kabar bahwa orang suruhannya sudah ditangkap oleh polisi dan saat ini polisi tengah mengintrograsi mereka, walaupun Ester sudah memberikan sejumlah uang dengan nominal besar pada mereka, hal tersebut tidak akan menjadi jaminan bahwa mereka semua akan diam dan menuruti apa yang ia perintahkan, justru mungkin saat ini adalah kesempatan bagi mereka untuk membuatnya masuk ke penjara juga.


“Tidak, aku tidak akan membiarkan mereka berdua menyeretku ke penjara, aku harus melakukan sesuatu.”


Ester pun segera pergi menuju suatu tempat yang tidak lain adalah sebuah rumah sakit, setelah mendapatkan informasi di mana Tania berada kini wanita itu berjalan menuju ruang ICU, nampak tidak ada siapa pun di sana dan pasti Ester tidak akan diperbolehkan untuk masuk ke sana.


“Tania, kenapa kamu sangat sulit sekali untuk aku lenyapkan?”


“Mau apa lagi kamu datang ke sini?”


Ester terkejut ketika berbalik badan, ia sudah menemukan sosok Handi di belakangnya, pria itu menatapnya tajam dan penuh kecurigaan, ia sangat yakin kalau Ester akan melakukan tindakan jahatnya yang lain di tempat ini.


“Apakah kamu akan melakukan rencana jahatmu di tempat ini?”

__ADS_1


“Apa maksudmu?”


“Sudahlah Ester, lebih baik kamu pergi dari sini, karena kalau kamu masih tetap di sini maka aku akan pastikan tidak lama lagi polisi akan datang dan membuatmu masuk penjara.”


__ADS_2