Berkah Cinta

Berkah Cinta
Curahan Hati


__ADS_3

Galang sama sekali tidak mengatakan apa pun saat Jihan mulai bercerita perihal apa yang dialaminya belakangan ini, Jihan menceritakan semua masalahnya layaknya sebuah alir yang mengalir, Jihan sendiri tidak menyangka bahwa ia bisa bercerita dengan selancar ini di hadapan mantan kekasihnya sampai akhirnya rasa sesak yang menghimpit dadanya mulai berkurang saat ini.


“Begitulah ceritanya, terima kasih karena kamu sudah mau mendengarkan semua keluh kesahku.”


“Tidak masalah Jihan, terima kasih karena kamu sudah mau berbagi denganku.”


Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan yang terjadi di antara mereka berdua, saat Jihan meraih tasnya dan hendak pergi, Galang mengatakan sesuatu pada Jihan.


“Aku masih mencintaimu.”


Jihan terdiam kembali di tempatnya saat Galang mengatakan hal itu, Galang menatap Jihan dengan tatapan dalam yang membuat Jihan tidak nyaman dan memalingkan wajahnya ke arah lain, namun perlahan Galang memalingkan wajah Jihan menghadap wajahnya, kini kedua mata mereka bertemu dan perlahan namun pasti Galang mencondongkan kepalanya mendekati wajah Jihan dan wajah mereka pun semakin dekat dan akhirnya Jihan merasakan ada sesuatu yang berada di atas bibirnya, Jihan segera sadar dan mendorong tubuh Galang menjauhinya.


“Maaf,” ujar Galang yang seolah tersadar apa yang baru


saja ia lakukan tadi.


****


Jihan masih memikirkan perihal apa yang Galang lakukan padanya tadi, ketika ia sampai di rumah ia mendapati Ferdian tengah duduk santai di ruang tengah dengan memainkan ponselnya, Jihan mendengus kesal dan melewati


suaminya itu, namun Ferdian mengatakan sesuatu pada Jihan.


“Jihan, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu dan ini menyangkut soal rumah tangga kita.”


“Apa? Apakah kamu ingin kita berpisah?”


“Kalau iya, kenapa?”


“Kamu bilang kita akan berpisah setelah kita menikah selama satu tahun, kita bahkan belum genap satu bulan menikah dan kamu ingin berpisah?!”


“Kenapa sepertinya kamu tidak setuju saat ini? Bukankah saat aku menyodorkan waktu yang tepat untuk kita berpisah kamu nampak baik-baik saja dan tidak ada masalah sama sekali?”


“Karena dulu aku tidak tahu kalau Tania akan menjadi duri dalam rumah tangga kita!”


“Jadi kamu menyalahkan Tania? Luar biasa sekali.”


“Kenapa memangnya? Apa yang aku katakan itu benar kok, Tania memang menjadi duri dalam rumah tangga kita!”


“Lalu bagaimana kalau sampai media melihat foto ini?”


Jihan terkejut ketika ia diperlihatkan foto ketika Galang mencium bibirnya tadi di taman, Jihan berusaha merebut ponsel Ferdian namun pria itu berhasil secepat kilat menyembunyikan ponselnya dari jangkauan Jihan.

__ADS_1


“Ferdian, apa yang kamu lakukan?! Berikan ponselmu!”


“Aku tidak akan memberikan ponselku, aku akan menjadikan ini sebagai senjata untuk melawanmu, Jihan!”


****


Stefani mendatangi rumah keluarga Olaf, ia bertemu dengan Minanti dan wanita itu mengajaknya untuk duduk dulu di ruang tengah, Stefani tidak dapat menahan dirinya lagi untuk bertanya pada Minanti perihal apakah benar Olaf menyukai Tania.


“Tante, apakah benar Olaf menyukai Tania?”


“Stefani, Tante sudah menegaskan padamu kalau Tante tidak tahu akan hal itu, urusan perasaan adalah sebuah hal yang personal.”


“Tante, aku mohon katakan padaku kalau Olaf menyukai Tania.”


“Stefani, Tante sudah mengatakan padamu bahwa cinta tidak dapat dipaksakan, Tante tahu kalau kamu menyukai Olaf namun kalau kamu memaksakan kehendakmu ini pada Olaf, kamu sama saja menyakiti dirimu sendiri.”


“Tante tidak mengerti apa yang aku rasakan saat ini.”


“Tentu saja Tante mengerti dan paham betul apa yang saat ini sedang kamu rasakan, maka dari itu Tante mengatakan ini, Tante mengatakan hal tersebut demi kebaikan kamu.”


Rupanya diam-diam Felli menguping pembicaraan antara Minanti dan Stefani dari balik dinding, ia pun segera kembali ke kamar dan memberitahu Juan mengenai apa yang tadi ia dengar.


“Sayang, apakah benar mama sudah tahu kalau Stefani menyukai Olaf?”


****


Sementara itu Ferdian kembali menemui Tania saat ini, ia mengatakan pada Tania bahwa Tania tidak perlu risau lagi akan masalah Jihan karena ia sudah mendapatkan cara untuk membuat Jihan tidak lagi mengusik


hubungan mereka.


“Kamu memangnya sudah memiliki caranya?”


“Tentu saja, aku sudah memiliki caranya, aku jamin dia tidak akan pernah dapat mengganggu kita lagi, maka dari itu kita dapat bernapas lega saat ini.”


“Kalau aku boleh tahu, memangnya apa yang kamu lakukan pada Jihan?”


“Lihat ini.”


Tania memperhatikan foto yang disodorkan Ferdian lewat ponsel pria itu, nampak seorang pria dan Jihan tengah berciuman, Tania mengerutkan keningnya heran, Ferdian tersenyum puas ketika akhirnya ia mendapatkan bukti bahwa kalau Jihan menuduhnya berselingkuh maka foto ini akan dapat ia gunakan sebagai alat ancaman balik.


“Apakah kamu sudah memberitahu Jihan soal foto itu?”

__ADS_1


“Tentu saja, aku sudah memperlihatkan foto itu, kalau sampai dia main-main denganku lagi maka jangan salahkan aku kalau foto ini akan tersebar luas dan citranya akan buruk.”


“Begitu rupanya.”


“Tania, jadi bagaimana?”


“Soal jawabanku?”


“Tentu saja, aku sudah lama menantikan ini.”


Tania nampak tersenyum pada Ferdian, ia pun tidak langsung menjawab pernyataan cinta dari Ferdian waktu itu hingga membuat Ferdian penasaran dan gelisah sepanjang waktu menantikan jawaban resmi dari Tania.


“Tania, kumohon jawablah.”


“Tentu Ferdian, aku akan menjawabnya saat ini,


jawabanku adalah iya.”


****


Olaf rupanya memperhatikan Ferdian dan Tania dari jauh, ia merasa ada sebuah cemburu dalam dirinya ketika melihat Tania dekat dengan pria itu, bahkan yang makin membuatnya kesal adalah Ferdian memeluk Tania dengan raut wajah bahagia, Olaf tidak sanggup berlama-lama berdiri di sana, ia harus segera pulang dan melupakan kejadian menyakitkan ini, namun saat ia hendak pergi dari taman ini, ia berpapasan dengan Jihan.


“Olaf?”


Olaf hendak pergi meninggalkan Jihan, namun wanita itu menahan lengannya, Jihan bertanya kenapa raut wajah Olaf nampak murung begitu.


“Lepaskan tanganmu.”


“Ada apa denganmu, Olaf?”


“Apakah kamu tahu kalau suamimu itu berselingkuh?”


“Selingkuh? Jadi kamu sudah tahu?”


Olaf kini menjadi heran dengan jawaban yang diberikan oleh Jihan, sepertinya Jihan sudah mengetahui bahwa suaminya berselingkuh namun kenapa dia bisa begitu santai?


“Kamu sudah tahu kalau suamimu berselingkuh namun kamu nampak santai saja?”


“Olaf, aku jelaskan padamu, ya. Aku menikah dengan Ferdian bukan karena kami saling mencintai, kami dijodohkan oleh kedua orang tua kami dengan harapan dapat membuat kedua perusahaan memiliki kekuatan yang lebih besar pengaruhnya, lagi pula aku dan Ferdian juga sudah sepakat untuk berpisah di kemudian hari.”


“Kenapa kamu mengatakan semua itu padaku?”

__ADS_1


“Karena aku ingin kamu tahu, bahwa kamu satu-satunya pria yang aku cintai, Olaf,” ujar Jihan tepat di depan wajah Olaf.


__ADS_2