
Keadaan di dalam mobil nampak sepi karena baik Olaf maupun Tania sama-sama tidak buka suara, Tania memandang ke luar jendela sementara Olaf menatap lurus ke depan karena saat ini dirinya tengah mengemudi, namun tidak lama kemudian akhirnya mereka berdua tiba di restoran yang akan menjadi tempat mereka untuk makan malam, Olaf meminta untuk Tania turun saat ini.
“Kita sudah sampai, mari turun.”
Tania menuruti apa yang Olaf katakan, wanita itu nampak menunggu sampai Olaf turun dari mobilnya dan kemudian mereka berjalan bersamaan ke dalam restoran itu, Olaf mengatakan pada pegawai restoran itu bahwa ia sudah memesan tempat untuk mereka berdua.
“Baik, mari ikuti saya.”
Pegawai restoran itu kemudian menunjukan jalan pada Tania dan Olaf hingga akhirnya mereka berdua tiba di sebuah meja yang sudah Olaf pesan, Tania dan Olaf berterima kasih pada petugas tadi yang sudah mengantarkan mereka sampai di tempat ini.
“Apakah kamu suka tempatnya?” tanya Olaf akhirnya.
“Hum? Iya, aku suka,” jawab Tania.
****
Jihan merasa kesal pada Ferdian, ini jelas tidak adil baginya dan ia harus tahu siapa sebenarnya wanita yang disukai oleh Ferdian, ia sudah mengatur rencana untuk memata-matai suaminya hari ini, ia sengaja ada di parkiran kantor dan memonitor setiap orang yang keluar dan masuk area kantor hingga akhirnya Jihan melihat saat ini Ferdian keluar dari dalam kantor dan masuk ke dalam mobilnya, tanpa membuang waktu Jihan langsung mengikuti ke mana Ferdian pergi, hingga akhirnya mobil suaminya itu berhenti di suatu tempat.
“Dia kenapa berhenti di sini?”
Mobil yang Ferdian kemudikan berhenti di sebuah restoran yang cukup mewah, tidak lama kemudian Ferdian nampak turun dari mobilnya dan masuk ke dalam restoran itu, Jihan pun segera turun dari mobilnya karena tidak ingin kehilangan jejak suaminya, namun sayangnya mereka yang masuk ke dalam restoran ini tidak bisa sembarangan karena mereka yang masuk ke dalam restoran ini hanyalah orang yang sudah memesan tempat terlebih dahulu.
“Maaf, apakah anda sudah memesan tempat di restoran ini?”
“Apa? Memangnya harus begitu?”
“Benar, anda harus memesan tempat dulu di sini kemudian anda baru bisa masuk.”
“Namun aku….”
“Kalau anda belum memesan tempat maka kami tidak dapat mengizinkan anda masuk ke dalam.”
“Baiklah, aku akan memesan tempat sekarang juga.”
“Maaf, namun semua tempat untuk hari ini sudah penuh.”
****
Ferdian menemui Tania di restoran yang sudah mereka sepakati untuk bertemu, ketika Ferdian datang di restoran ini rupanya Tania sudah terlebih dahulu tiba, Ferdian nampak tersenyum pada Tania pun dengan Tania yang tersenyum padanya saat melihat Ferdian tiba.
“Maaf sudah membuatmu menunggu.”
“Sama sekali tidak, aku juga baru saja tiba.”
__ADS_1
“Berarti kebetulan sekali, bukan?”
“Begitulah.”
“Apakah kamu sudah memesan makan?”
“Belum, aku belum memesan.”
“Baiklah, kalau begitu mari kita memesan sesuatu dulu.”
Ferdian memanggil pelayan datang ke meja mereka, Tania dan Ferdian menyebutkan pesanan mereka pada pelayan itu dan tidak lama kemudian pelayan itu pergi dari meja mereka.
“Kamu nampak cantik hari ini.”
“Kamu ini bisa saja kalau memuji, nanti istrimu akan cemburu lho.”
“Aku tidak peduli dengannya, bukankah aku sudah pernah mengatakan padamu bahwa aku dan dia hanya menikah di atas kertas saja?”
“Namun tetap saja kalau ada wartawan yang melihat kita, ini bisa jadi berita besar dan reputasimu bisa hancur.”
“Kamu tidak perlu khawatir akan hal itu, tidak akan ada wartawan yang bisa menyelinap masuk ke dalam restoran ini, restoran ini memiliki standar keamanan tertinggi, tidak sembarang orang dapat masuk ke dalam.”
“Baiklah, aku percaya padamu.”
****
bahagia, Olaf terkejut ketika Juan menanyakan itu, ia berkilah bahwa ia bersikap biasa saja.
“Aku biasa saja.”
“Benarkah? Namun aku melihat dengan jelas kalau kamu nampak bahagia.”
“Tidak, kamu pasti salah lihat.”
Juan menghela napasnya panjang, Olaf tidak mau mengakui bahwa sejak tadi kakaknya itu senyum-senyum sendiri, Juan jadi penasaran sebenarnya siapa orang yang membuat kakaknya menjadi seperti ini.
“Apakah ini semua karena Tania?”
Olaf terkejut ketika Juan menyinggung nama Tania saat ini, reaksi Olaf itu membuat Juan tadi berpikir bahwa apa yang ia katakan itu memang benar adanya.
“Apakah yang aku katakan itu benar?”
“Apa maksudmu?”
__ADS_1
“Tentang Tania, apakah dia adalah orang yang dapat membuat kamu senyum-senyum sendiri begini?”
“Tidak, bukan dia, kamu jangan sok tahu, lebih baik urus saja masalahmu sendiri.”
Olaf pun pergi begitu saja meninggalkan Juan yang menggelengkan kepalanya dengan tingkah laku kakaknya itu, Olaf baru saja keluar dari restoran dan ia begitu terkejut ketika Stefani tiba-tiba muncul di depannya.
“Hai Olaf, lama tidak berjumpa.”
“Mau apa kamu ke sini? Minggir, aku mau kembali ke kantor.”
“Tidak bisakah kita menghabiskan waktu makan siang dulu? Aku belum makan.”
****
Jihan menunggu di luar restoran sampai suaminya itu keluar dengan wanita yang ada di dalam sana, ia benar-benar penasaran seperti apa rupa wanita itu dan benar saja tidak lama kemudian Ferdian keluar dengan
wanita itu, Jihan langsung turun dari mobilnya dan berjalan dengan cepat ke arah mereka.
“Ferdian!”
Ferdian yang sedang berjalan dengan Tania dibuat terkejut dengan kedatangan Jihan yang tiba-tiba, Tania pun juga nampak tak menyangka kalau saat ini Jihan sudah berdiri di depan mereka.
“Kenapa kamu bisa tahu aku ada di sini?”
“Bagus sekali, rupanya selama ini kamu menyembunyikan wanita ini dariku, ya!”
“Jihan, jangan buat keributan di sini, ini adalah tempat umum.”
Jihan kini menatap wanita ini, kalau ia perhatikan dengan seksama dan wajahnya, ia begitu terkejut karena rupanya wanita yang dicintai oleh suaminya ini adalah Tania, Tania sendiri nampak tidak terkejut sama sekali saat melihat Jihan, justru ia mengulas senyum tipis melihat reaksi Jihan ini.
“Kenapa wajahmu nampak terkejut begitu?”
“Ferdian, apakah kamu serius menyukai wanita ini?”
“Iya, aku menyukainya, kenapa?!”
“Apakah kamu tahu dia ini siapa?!”
“Siapa? Namanya Tania, kenapa memangnya?”
“Dia adalah sepupuku, Ferdian!”
“APA?!” seru Ferdian terkejut, kini ia menatap Tania seolah meminta penjelasan pada wanita ini apakah yang Jihan katakan itu benar atau tidak.
__ADS_1
“Katakan padaku, apakah yang Jihan katakan itu benar?”