
Olaf menyerang Ricky dengan beberapa pertanyaan yang membuat pemuda itu nampak tidak nyaman, tentu saja Ricky membantah kalau dirinya dan Felli memiliki hubungan spesial seperti yang disangka oleh banyak orang.
“Sepertinya anda sudah salah paham padaku, aku sama sekali tidak memiliki hubungan yang kata anda spesial itu dengan Felli, itu semua tidak benar.”
“Benarkah?”
“Iya, saya mengatakan yang sejujurnya, terserah anda mau percaya atau tidak.”
“Baiklah, aku percaya padamu, namun aku mohon padamu untuk mulai menjaga jarak dengan adik iparku agar tidak ada omongan miring tentang kalian berdua karena hal tersebut dalam merusak citra keluarga kami, aku permisi.”
“Bagaimana kalau saya akan tetap melaporkan adik anda ke polisi?”
Langkah kaki Olaf seketika terhenti, ia kemudian menatap tajam ke arah pemuda ini, Ricky nampak sama sekali tidak terintimidasi oleh tatapan tajam Olaf.
“Apa yang sedang kamu bicarakan ini?”
“Sebelumnya saya pikir tidak akan membawa kasus ini ke jalur hukum, namun sepertinya akan menarik kalau mereka tahu seperti apa kelakuan adik anda itu.”
*****
Tania sedang fokus bekerja di ruangannya, sesekali ia memeriksa dokumen yang ada di meja kerjanya dan kemudian menatap layar laptopnya, saat ia sedang bekerja itu, ponsel yang ia taruh di atas meja berdering, tanpa melihat siapa orang yang menelponnya saat ini, Tania langsung menjawabnya.
“Halo?”
“Ini aku.”
“Ada apa?”
“Bagaimana kalau nanti kita makan siang bersama?”
“Aku tidak bisa janji karena banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan, lagi pula… selepas jam makan siang aku ada pertemuan dengan investor baru perusahaan kami dari Singapura.”
“Begitu rupanya, ya.”
“Sepertinya kamu sedang ada masalah, ya?”
“Tidak, aku hanya butuh teman mengobrol saja, aku jadi tidak fokus bekerja karena tidak ada seseorang yang dapat aku ajak bicara.”
“Aku minta maaf Olaf karena tidak dapat mendengarkan ceritamu sekarang.”
“Tidak masalah kok, fokus saja pada pekerjaanmu, ingat jangan terlalu memaksakan dirimu.”
__ADS_1
“Aku tahu, terima kasih.”
TUT
Tania menatap layar ponselnya yang sudah mati, ia jadi kepikiran Olaf, kalau Tania dengar dari nada suaranya sepertinya Olaf memang sedang yang agak pelik dan ia butuh teman untuk curhat, namun apa boleh buat
Tania harus menyelesaikan pekerjaannya sebelum pertemuan dengan ivestor baru perusahaan mereka nanti selepas jam makan siang.
*****
Felli mendatangi rumah kontrakan Ricky, ia dipersilakan masuk oleh pemuda itu dan kini Ricky menceritakan apa yang terjadi pada pagi tadi ketika Olaf datang dan memberikannya sejumlah uang dalam jumlah yang besar dengan harapan dirinya tidak melaporkan kasus pemukulan Juan ke polisi.
“Apa? Olaf melakukan itu?”
“Iya, dia melakukan itu, uangnya masih aku simpan.”
“Dan kamu akan menuruti perkataannya untuk tidak melaporkan Juan ke polisi?”
“Sejujurnya… aku ingin melaporkan suamimu ke polisi.”
“Itu bagus, Juan memang layak dihukum atas perbuatannya.”
“Sebenarnya aku tidak ingin memperpanjang masalah ini awalnya, namun karena sikap suamimu dan kakaknya yang membuatku merasa sepertinya aku harus menempuh jalur ini karena memang mereka berdua sudah keterlaluan.”
“Iya, aku pun demikian, aku pikir kakaknya lebih baik dari suamimu namun ternyata mereka sama saja, mereka menuduhku bahwa aku dan kamu memiliki hubungan spesial dan mengatakan kalau aku harus menjauhimu
selamanya.”
“Dan apakah kamu akan melakukan seperti yang mereka katakan itu?”
“Itu semua tergantung padamu, apakah kamu masih mau berteman denganku atau tidak selepas semua kejadian ini.”
“Tentu saja aku masih mau berteman denganmu.”
“Benarkah? Namun bukankah kalau kita masih dekat malah akan membuat mereka semua jadi curiga pada kita?”
“Aku tidak peduli, lagi pula tidak ada yang terjadi di antara kita, kita hanya teman saja.”
*****
Kini perusahaan yang Olaf pimpin harus menghadapi video pemukulan Juan pada Ricky yang menjadi viral di media sosial, seperti yang sudah Olaf duga pasti ada pengunjung yang sengaja merekam kejadian itu kemudian sengaja mengunggahnya ke internet agar video itu menjadi viral. Karena viralnya video pemukulan beserta adanya komentar netizen ke akun media sosial mereka membuat Olaf dan Juan melakukan jumpa pers, kali ini Olaf meminta agar Juan tidak terbawa emosi dan bilang semuanya hanya salah paham dan masalah tersebut sudah diselesaikan dengan jalan damai.
__ADS_1
“Tolong kali ini kamu turuti apa yang aku katakan sebelum masalah ini makin membesar dan membuat perusahaan kita menjadi tidak stabil.”
“Aku mengerti.”
“Kamu juga harus mengatur wajahmu agar nampak menyakinkan di depan banyak kamera wartawan, jangan angkuh dan bicaralah dengan penuh penyesalan pada wartawan atas insiden itu, kamu katakan kalau masalah itu
sudah selesai, kamu dapat mengerti apa yang aku katakan ini?”
“Aku mengerti.”
Maka kini Olaf dan Juan pergi ke ruang konfrensi pers, ketika mereka berdua datang nampak para awak media menyorotkan kamera ke arah mereka berdua, sebelumnya Olaf dan Juan memberikan salam pada wartawan sebelum melakukan jumpa pers ini.
****
Tania yang baru saja selesai menandatangani dokumen perjanjian kerja sama dengan ivestor baru perusahaan mereka asal Singapura kini tengah menonton acara breaking news yang tayang di salah satu stasiun televisi,
ia nampak terkejut karena muncul Olaf dan Juan di sana, rupanya mereka berdua tengah melakukan konfrensi pers atas insiden pemukulan yang terjadi pada salah seorang pemuda pegawai café beberapa waktu lalu.
“Saya atas nama pribadi dan perusahaan meminta maaf atas insiden itu, saya berjanji bahwa insiden tersebut tidak akan terulang lagi di kemudian hari, dan perlu saya katakan bahwa saat ini kami berdua sudah sepakat untuk berdamai.”
Tania kini jadi tahu bahwa sepertinya masalah ini yang ingin Olaf bicarakan tadi dengannya, pasti saat ini pria itu tengah membutuhkan seseorang yang mendengarkan keluh kesahnya. Ketika konfrensi pers berlangsung, nampak Olaf tidak banyak bicara dan ia hanya mendampingi adiknya saja di sana, setelah konfrensi pers berakhir, barulah Tania menelpon Olaf.
“Kamu bisa kembali ke kantor duluan, saya masih ada urusan,” ujar Tania pada sekretarisnya.
“Baik Nyonya, saya permisi,” ujar sekretarisnya kemudian pergi dari restoran itu.
“Kenapa kamu menelponku?”
“Aku baru saja melihat kamu di televisi mengadakan jumpa wartawan.”
“Oh soal itu, kamu sudah tahu rupanya.”
“Secara tidak sengaja karena di restoran ini menayangkan acara tersebut.”
“Apakah kamu sudah tidak memiliki pekerjaan lagi?”
“Tentu saja masih ada pekerjaan lagi di kantor, namun… sepertinya aku bisa menahan itu sampai besok.”
“Bagaimana kalau kita makan malam bersama?”
“Di apartemenku?”
__ADS_1
“Boleh, aku akan datang ke sana.”