
Tania diantarkan oleh Olaf menuju sebuah hotel yang letaknya tidaklah jauh dari rumah sakit Juan mengjnap, walaupun Tania sudah mencoba meyakinkan Minanti dan Olaf bahwa dia akan baik-baik saja di apartemennya, namun keduanya tetap saja memaksa agar Tania tidak jauh dari mereka karena masih adanya ancaman dari orang tak dikenal di luar sana yang mungkin saja dapat membahayakan nyawa Tania.
“Terima kasih karena kamu sudah mau mengantarkanku ke sini.”
“Tidak masalah, kalau ada sesuatu kamu harus hubungi aku atau mama.”
“Kamu tidak perlu khawatir tentang hal itu.”
“Baiklah, hari sudah malam, kamu pergilah ke kamarmu, aku akan kembali ke rumah sakit.”
Setelah itu Olaf pun melangkahkan kakinya pergi dari hotel itu dan kembali ke rumah sakit, ketika ia tiba di ruangan Juan nampak hanya ada Minanti saja yang menjaga Juan karena Bram tadi sudah pamit pulang.
“Mama tidurlah bersama Tania, aku yang akan menjaga Juan malam ini.”
“Namun bukankah besok kamu harus pergi bekerja?”
“Aku baik-baik saja.”
*****
Juan nampak melirik ke arah Olaf sejak tadi seperti ada sesuatu yang ingin sekali dibicarakan oleh adiknya ini, Olaf pun akhirnya menatap ke arah Juan dan bertanya pada adiknya ini apa yang sebenarnya ingin ia katakan.
“Juan, katakan ada apa.”
“Eh sebenarnya ada sesuatu yang mengganggu pikirkanku.”
“Kalau begitu katakan saja.”
“Tapi aku ragu apakah aku harus mengatakannya padamu atau tidak.”
“Katakan saja.”
“Baiklah, sebenarnya sejauh apa hubunganmu dengan Tania sampai-sampai Tania sudah memanggil mama seperti tadi?”
Olaf nampak terdiam sesaat, ia sepertinya baru menyadari bahwa hanya Juan saja yang belum tahu mengenai rahasia kalau Tania adalah anak kandung Minanti.
“Juan, kalau aku katakan yang sebenarnya padamu berjanjilah untuk tidak membenci mama.”
“Hah?”
“Berjanjilah!”
“Baiklah, aku berjanji.”
Maka setelah itu Olaf pun menceritakan masa lalu Minanti pada Juan, adiknya itu nampak terkejut ketika mendengar cerita lengkap Olaf namun Juan tetap tidak memotong cerita Olaf itu sampai kakaknya selesai
bercerita.
“Begitulah ceritanya.”
__ADS_1
“Apakah kamu bercanda?”
“Apakah wajahku ini terlihat sedang bercanda, hm?”
“Ya Tuhan, ini sulit untuk dipercaya, apakah papa sudah tahu tentang hal ini?”
“Maaf kalau aku harus mengatakan ini padamu Juan, namun kamu adalah orang terakhir yang tahu soal ini.”
*****
Keesokan harinya Olaf harus berangkat bekerja dan Minanti yang akan menjaga Juan di rumah sakit, Olaf berpamitan pada mereka berdua sebelum ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan inap Juan. Kini
setelah hanya ada Juan dan Minanti saja di dalam ruangan inap, Juan pun memberanikan diri untuk bertanya secara langsung perihal semalam yang Olaf katakan padanya.
“Ma, bolehkah aku bertanya sesuatu?”
“Tentu saja, silakan.”
“Hum, semalam Olaf bercerita padaku kalau Tania adalah anak kandung Mama, apakah semua itu benar?”
Minanti menghentikan aktivitasnya yang tengah mengambil sarapan untuk Juan, Minanti pun kemudian menatap Juan dengan intens, ia kemudian berjalan menghampiri Juan dan bertanya apa saja yang Olaf katakan
padanya semalam.
“Apa saja yang Olaf katakan padamu semalam?”
“Dia hanya bilang kalau Tania adalah anak Mama.”
“Begitu rupanya.”
“Maaf kalau Mama sudah menyembunyikan fakta ini selama bertahun-tahun dari kalian semua.”
“Sudahlah, Mama tidak perlu meminta maaf tentang hal itu, Kak Olaf sudah bercerita panjang lebar semalam dan membuatku dapat mengerti kenapa Mama melakukan hal itu.”
“Terima kasih karena kamu sudah mau mengerti, Nak.”
“Iya Ma, aku turut berbahagia karena akhirnya Mama dapat menemukan anak kandung Mama lagi.”
*****
Olaf yang baru saja keluar dari rumah sakit langsung disuguhi oleh Stefani yang berdiri di depan pintu rumah sakit, wanita itu masih saja memaksa agar dapat masuk ke dalam rumah sakit itu, namun tentu saja satpam
melarangnya untuk masuk ke sana.
“Pak, dia itu suamiku, bagaimana bisa kalian melarangku bertemu dengan suamiku di dalam?!”
“Anda sudah membuat keributan bukan hanya satu kali namun dua kali, kami tidak dapat mengizinkan anda masuk dan membuat keributan lainnya.”
“Aku tidak membuat keributan, namun mereka semua yang selalu membuat keributan denganku.”
__ADS_1
Olaf yang melihat itu hanya diam saja, ia berusaha acuh dan terus berjalan menjauh, namun tentu saja Stefani yang melihat Olaf yang tengah berjalan keluar dari dalam rumah sakit tidak akan membiarkannya begitu saja.
“Olaf tunggu dulu,” ujar wanita itu seraya menarik lengan Olaf.
“Apa-apaan kamu ini?! Lepaskan aku!” seru Olaf seraya melepaskan tangan Stefani dari lengannya.
“Kamu harus membantuku saat ini Olaf, kamu harus membantuku agar aku dapat masuk ke dalam rumah sakit,” pinta Stefani.
“Aku sudah pernah mengatakannya padamu, kan? Aku tidak dapat membiarkan kamu masuk ke dalam rumah sakit karena kamu hanya akan membuat masalah saja.”
“Namun kamu tidak bisa melakukan ini padaku! Juan adalah calon suamiku dan calon ayah dari anak yang ada di dalam perutku!”
*****
Felli yang mendapatkan kabar bahwa Juan sudah siuman tentu saja lega, ia berniat untuk menjenguk Juan pada hari ini, ia juga sudah memberitahu keluarganya bahwa saat ini Juan sudah siuman. Ketika ia baru saja
sampai di parkiran rumah sakit, Felli merasa bahwa teleponnya berdering, ia pun segera meraih ponselnya dan melihat ada nama Ricky tertera di layar ponselnya saat ini.
“Ada apa Ricky?”
“Oh, hai, kamu ada di mana sekarang?”
“Aku ada di rumah sakit, kenapa memangnya?”
“Rumah sakit?”
“Sepertinya aku belum bercerita padamu ya soal Juan yang masuk rumah sakit?”
“Memangnya kenapa dia masuk rumah sakit?”
“Dia waktu itu ditemukan tak sadarkan diri di apartemennya, namun saat ini dia sudah siuman maka dari itu aku datang ke rumah sakit untuk menjenguknya.”
“Begitu, ya?”
“Ricky, nanti aku akan menelponmu lagi, ya?”
TUT
Felli pun segera mengakhiri pembicaraannya dengan Ricky dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit, ia kemudian menunggu lift terbuka, tidak lama kemudian akhirnya pintu lift pun terbuka dan ia segera
masuk ke dalam sana. Setelah tiba di lantai di mana Juan dirawat, saat ini Felli melihat ada seseorang yang mencurigakan tengah mengendap-endap di dekat ruangan inap Juan.
“Kamu siapa?”
Orang itu terkejut ketika mendengar pertanyaan Felli barusan, orang yang menggunakan pakaian perawat itu pun ingin melarikan diri namun terlambat karena Felli sudah menangkapnya.
“Siapa kamu?”
Namun perawat itu hanya diam saja dan Felli kemudian dapat mengenali siapa orang ini.
__ADS_1
“Kamu Stefani, kan?”