Berkah Cinta

Berkah Cinta
Rencana Pria Itu


__ADS_3

Tania baru saja tiba di apartemennya, ia langsung mandi dan berganti pakaian, saat ia sedang mempersiapkan makan malam, suara bel pintu apartemennya berbunyi, Tania pun berjalan menuju pintu dan melihat siapa


orang yang datang saat ini dan ia melihat ada sosok Ferdian berdiri di sana, Tania pun segera membukakan pintu untuk pria itu, namun alangkah terkejutnya Tania ketika membukakan pintu, ia melihat Ferdian seperti orang yang mabuk, apalagi tercium bau alkohol yang menyengat dari mulutnya.


“Ferdian, kamu mabuk?”


Ferdian nampak sempoyongan masuk ke dalam apartemen Tania, ia duduk di sofa dan Tania duduk agak jauh darinya, Ferdian menatap Tania dan memberikan isyarat pada Tania untuk mendekatinya.


“Kemarilah.”


Tania awalnya ragu dengan permintaan Ferdian, namun kemudian Tania pun beringsut mendekati Ferdian, ketika mereka sudah dekat Ferdian kemudian langsung menyambar bibir Tania, tentu saja Tania terkejut dan berusaha melepaskan diri dari Ferdian, namun pria ini menahan Tania agar tetap ada di posisi ini.


“Hentikan Ferdian!”


“Tania, aku mencintaimu.”


“Kenapa kamu minum-minum begini?”


Ferdian tidak menjawab pertanyaan dari Tania dan ia malah membuka jas dan kancing kemejanya satu persatu, Tania nampak terkejut dan panik saat Ferdian hendak melakukan sesuatu padanya, ketika Tania hendak pergi, pria itu menarik tangan Tania agar dapat tetap berada di sini.


“Sayang, kamu mencintaiku bukan?”


“Ferdian, apa yang hendak kamu lakukan?”


“Apakah kamu mencintaiku? Katakan kalau kamu mencintaiku.”


“Ferdian, kamu mabuk, lebih baik kamu pergi dari sini dan istirahat.”


“Aku ingin kamu malam ini, sayang.”


Ferdian langsung menyambar bibir Tania dengan rakus, Tania berusaha mendorong tubuh pria yang sudah tidak mengenakan busana ini menjauh darinya, namun tentu saja apa yang Tania lakukan tidak berjalan dengan


baik. Pada akhirnya Ferdian melakukan sesuatu yang lebih dan ditakutkan oleh Tania, ia hanya dapat menangis meratapi nasibnya saat ini.


“Aku mencintaimu Tania.”


Tania sama sekali tidak menikmati permainan ini, ia begitu merasa terhina dengan perlakuan Ferdian saat ini, saat pria itu sudah selesai melakukan permainannya, Ferdian kemudian terlelap tidur. Tania menutupi tubuhnya dengan selimut dan menatap wajah Ferdian yang sudah memejamkan kedua matanya, terdengar juga suara dengkuran kecil dari bibirnya. Tania meraih bantal yang ada di dekatnya dan mengarahkan bantal itu pada wajah Ferdian, ia

__ADS_1


berniat membekap wajah pria ini dengan bantal, namun ia tidak melakukannya.


****


Ferdian mengerjapkan matanya ketika sinar matahari pagi menerpa wajahnya, perlahan ia mengucek kedua matanya yang terasa berat dan juga kepalanya terasa pusing karena ia semalam minum-minum, ia merasa asing


ketika bangun dari tidurnya ada di sebuah tempat yang asing. Ini jelas bukanlah kamar tidurnya, dan ketika ia melihat tubuhnya, ia terkejut karena tidak mengenakan pakaian apa pun.


“Apa yang terjadi padaku?”


Ferdian segera memunguti pakaiannya dan segera memakainya, setelah selesai memakai pakaiannya, pria itu keluar dari kamar dan mendapati Tania sedang ada di dapur membuatkan sarapan untuk mereka.


“Tania.”


“Kamu sudah bangun rupanya.”


“Apa yang terjadi padaku malam tadi?”


“Ini, kamu minum dulu.”


Tania menyodorkan segelas air putih pada Ferdian dan pria itu segera meneguk habis gelas berisi air putih itu dan duduk di kursi meja makan, Tania pun duduk di kursi meja makan yang berhadapan dengan pria ini.


“Memangnya semalam aku melakukan apa padamu?”


“Kamu melakukan sesuatu yang tidak seharusnya kamu lakukan, Ferdian.”


“Benarkah?! Jangan bilang kalau semalam… aku …..”


“Iya, kamu melakukannya padaku.”


Ferdian benar-benar terkejut dan tak menyangka bahwa semalam ia akan lepas kendali dan melakukan sesuatu yang kurang ajar pada Tania, pria itu beringsut mendekati Tania dan menggenggam tangan Tania, ia berjanji akan bertanggung jawab atas semua yang ia lakukan pada Tania tadi malam.


“Aku berjanji akan bertanggung jawab atas semua yang telah aku lakukan padamu.”


****


Minanti datang ke apartemen Tania untuk memberikan sarapan bagi wanita ini, ia menekan bel pintu beberapa kali hingga akhirnya pintu pun terbuka, Minanti masuk ke dalam apartemen Tania namun ia merasa heran kenapa ada sepasang sepatu pria di sana, dan ketika ia masuk lebih dalam ke apartemen ia menemukan ada Ferdian duduk di kursi meja makan.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan di apartemen Tania pagi-pagi begini?” tanya Minanti.


“Saya… menginap di sini,” jawab Ferdian.


“Menginap? Apa maksudmu?” tanya Minanti tak percaya.


“Nyonya, nanti saya akan ceritakan semuanya,” ujar Tania.


“Tidak, aku ingin dengar sekarang juga, apa yang sebenarnya terjadi di sini, Tuan Ferdian katakan apa maksudmu tadi ketika kamu mengatakan kalau tadi malam kamu menginap di sini.”


“Saya… saya dan Tania tadi malam melakukan sesuatu.”


“Apa?”


“Namun saya akan bertanggung jawab atas perbuatan saya.”


Minanti menghembuskan napasnya berat, ia mengajak Tania bicara di dalam kamar sebentar, maka Tania dan Minanti pun bergegas pergi ke dalam kamar, di dalam kamar yang pintunya sudah tertutup, kini Minanti bertanya pada Tania apa yang barusan dikatakan oleh Ferdian itu benar atau tidak.


****


Minanti nampak tidak tahu harus berkata apa lagi, ia benar-benar terkejut dengan kenyataan yang harus ia dapatkan saat ini ketika mengatakan bahwa saat ini Tania dan Ferdian memang sudah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya mereka lakukan.


“Lalu bagaimana caranya kamu menyudahi permainan ini Tania? Misi kita sudah hampir selesai dan ini sama sekali tidak ada dalam skenario.”


“Iya Nyonya, saya tahu… ini semua memang tidak ada dalam skenario, namun apa yang dapat kita lakukan kalau semua sudah terjadi?”


Minanti menghela napasnya berat, kepalanya terasa pusing saat ini, rencananya dan Tania terancam berantakan kalau sampai Tania hamil anaknya Ferdian, pada akhirnya Minanti mengatakan pada Tania bahwa mereka


harus mempercepat rencana mereka dan Tania harus segera pergi meninggalkan Ferdian.


“Baik Nyonya.”


Setelah itu mereka berdua pun keluar dari dalam kamar, Ferdian masih setia duduk di kursi meja makan, Minanti mengatakan pada Ferdian bahwa saat ini Ferdian harus pergi untuk bekerja.


“Baiklah, saya akan pergi saat ini, Tania… aku akan ke sini lagi nanti.”


“Baiklah.”

__ADS_1


Ferdian pun pergi menuju pintu dan mengenakan sepatunya kemudian pergi dari apartemen ini, ketika masuk ke dalam mobilnya Ferdian nampak mengulas sebuah senyum di bibirnya.


“Kalau Tania sampai hamil, maka pria itu tidak akan dapat mendekati Tania lagi.”


__ADS_2