Berkah Cinta

Berkah Cinta
Sumpah Menakutkan


__ADS_3

Ferdian sudah menduga bahwa tanggapan seperti hal itu yang akan Tania berikan pada idenya tersebut namun Ferdian tetap berusaha meyakinkan agar Tania mau memikirkan rencana untuk menggabungkan perusahaan


mereka di bawah manajemen yang sama.


“Aku tidak setuju.”


“Kenapa? Bukankah dengan menggabungkan kedua perusahaan maka profit perusahaan akan semakin besar dan juga harga saham kita tentu saja akan melonjak.”


“Ferdian, ada sesuatu yang terjadi pada perusahaanmu, ya?”


“Apa maksudmu?”


“Aku tahu bahwa kamu tengah berupaya menyuap Gubernur agar dia memenangkan perusahaanmu dalam lelang, dan pasti papamu tidak setuju maka kamu berusaha mencari jalan lain agar tidak terjadi sesuatu hal yang buruk


pada perusahaan kalian seandainya Kejaksaan tahu hal ini.”


“Kamu sepertinya terlalu berpkiran buruk padaku, perusahaan baik-baik saja, dan soal sejumlah uang yang aku berikan pada Gubernur bukankah itu adalah hal yang wajar di dunia seperti ini? Maksudku… kalau perusahaan memenangkan lelang maka keuntungan fee proyek itu dapat menutupi biaya awal yang harus kita keluarkan.”


“Kamu bisa mengatakan itu padahal perusahaanmu sedang dalam kondisi yang tidak baik, apakah kamu tidak memikirkan nasib karyawanmu jika perusahaanmu akan bangkrut?”


****


Tidak ada seorang pun yang ingin perusahaan mereka bangun sejak lama bangkrut, dan Tania pun tidak mau kalau perusahaan yang sudah susah payah ia rebut ini ikut hancur karena penggabungan perusahaannya dengan


perusahaan keluarga Ferdian. Tania tidak akan membiarkan itu terjadi bahkan ia sudah memberikan sedikit informasi pada Kejaksaan secara diam-diam, dan pihak kejaksaan saat ini tengah menelusuri lebih dalam lagi dugaan suap yang dilakukan oleh Ferdian pada Gubernur untuk memuluskan jalannya memenangkan proyek tersebut.


“Ferdian tidak mengetahui hal ini, dan aku harap sampai ia ditangkap pun dia tidak tahu dengan informasi yang sudah aku berikan pada Kejaksaan.”


Tania saat ini sedang berbincang dengan seseorang di telepon dan tidak lama kemudian Tania menyudahi sambungan teleponnya saat Ferdian muncul dari balik pintu kamar mandi.


“Kamu habis menelpon siapa?”


“Bukan urusanmu.”


Ferdian menghela napasnya panjang, ia harus mencari cara lain agar Tania mau menggabungkan perusahaan mereka namun sepertinya hal tersebut bukanlah hal yang mudah karena Tania tidak mau membicarakan tentang apa pun yang berhubungan dengan penggabungan perusahaan mereka.


“Tania ….”

__ADS_1


“Lupakan saja kalau kamu masih ingin membujukku menuruti permintaanmu itu.”


****


Sementara itu keesokan harinya Olaf mendatangi Minanti di ruang perpustakaan karena tadi ketika mereka sedang sarapan, Minanti mengatakan ada sesuatu yang ingin ia katakan pada Olaf.


“Kenapa Mama ingin bicara denganku di sini?”


“Karena ini adalah sesuatu hal yang penting, Mama tidak mau pembicaraan ini didengar oleh siapa pun selain kita.”


“Memangnya ada apa, Ma?”


“Mama dengar perusahaan kita dan perusahaan Ferdian sedang memperebutkan proyek strategis pemerintah dan Ferdian sudah memulai start terlebih dahulu?”


“Iya, aku sudah mendengarnya namun itu bukan masalah besar untukku, kita biarkan saja sampai di mana dia akan terkejut karena ditangkap oleh Kejaksaan karena sudah memberikan suap pada Gubernur.”


“Kamu berencana menjebak Ferdian agar dia ditangkap begitu?”


“Iya, aku memang sengaja melakukan semua ini, aku tahu bahwa Ferdian pasti tidak ingin kalah dariku dan dia ingin membuktikan dirinya lebih hebat dariku di depan Tania namun… dia itu ceroboh keadaan perusahaannya


sedang tidak baik saat ini dan dia memaksakan diri memberikan sejumlah uang yang besar pada Gubernur padahal mereka memiliki utang yang banyak pada Bank.”


“Apa maksud Mama?”


“Tania sudah melaporkan suaminya pada Kejaksaan dan kini pihak Kejaksaan sedang menelusuri kesaksian Tania.”


“Apa? Jadi Tania sudah melaporkan hal itu pada Kejaksaan?!”


****


Gubernur menelpon Ferdian, ia mengatakan bahwa saat ini dirinya sedang resah karena orang dari Kejaksaan barusan datang dan menanyakan beberapa pertanyaan padanya, Gubernur takut kalau pihak Kejaksaan sudah mengendus adanya transaksi ilegal yang terjadi di antara mereka berdua.


“Anda kenapa takut? Anda memiliki koneksi yang besar lewat parpol anda untuk membungkam Kejaksaan.”


“Masalahnya tidak semudah itu, mereka adalah lembaga independen dan orang-orangnya rata-rata berintegritas tinggi, mereka tidak akan mempan oleh tekanan kanan dan kiri.”


“Jadi apakah anda ingin mundur saja dan mengembalikan mahar yang sudah aku berikan padamu? Kalau begitu silakan saja, kembalikan uang itu padaku sekarang juga!”

__ADS_1


“Tentu saja tidak, maksudku… aku akan berusaha agar kita tidak terendus oleh Kejaksaan namun kamu harus menepati janjimu memberikan semua uang itu sebelum masa lelang dimulai dan kami akan menunjuk


perusahaanmu.”


“Tentu saja, anda tidak perlu khawatir tentang hal itu, sisa uangnya akan saya kirim secara bertahap lewat orang suruhanku.”


TUT


Ferdian menghembuskan napasnya kesal, Kejaksaan sudah mulai turun tangan kalau begini cepat atau lambat mereka pasti bisa menangkapnya dan menjebloskannya ke penjara karena berusaha menyuap Gubernur.


“Tidak, aku tidak akan dipenjara dengan mudah, aku tidak akan kalah lihat saja nanti.”


Ferdian kemudian menelpon orang suruhannya, ia memberikan semua misi khusus yang mana tidak ada seorang pun yang boleh mengetahui ini.


****


Olaf mengajak Tania bertemu siang ini di sebuah restoran mewah, mereka sudah memesan sebuah ruangan khusus agar pembicaraan mereka tidak didengar oleh orang lain di restoran ini.


“Kenapa kamu mau mengajakku bertemu di sini?” tanya Tania.


“Aku dengar dari Mamaku bahwa kamu sudah memberikan kesaksian pada Kejaksaan perihal suap yang dilakukan oleh Ferdian pada Gubernur?”


“Iya, itu memang benar, aku sudah membeberkan beberapa bukti, Kejaksaan bilang mereka akan memproses semuanya sampai tuntas.”


“Begitu rupanya, padahal niatku ingin juga sama denganku hanya saja… aku ingin mereka berdua tertangkap dalam operasi tangkap tangan.”


“Tenang saja Olaf, mereka pasti akan dipenjara atas perbuatan mereka dan aku juga yakin mereka pasti akan tertangkap operasi tangkap tangan melalui orang-orang suruhan mereka.”


“Apa?”


“Olaf, aku sudah menempatkan beberapa orang-orangku dalam lingkaran Ferdian, mereka setia memberikan informasi apa saja yang Ferdian lakukan di perusahaan dengan begitu aku bisa memberikan semua bukti


yang Kejaksaan perlukan untuk membuat Ferdian dipenjara.”


“Aku tidak menyangka bahwa kamu bisa memikirkan hal itu.”


“Jangan meremehkanku Olaf, aku tahu kapan waktunya untuk bersikap manis dan kapan waktunya untuk menyerangnya.”

__ADS_1


“Apakah kamu tidak merasa iba padanya kalau dia dipenjara nantinya?”


“Tidak, aku justru menantikan hari itu, hari di mana ia akan hancur dan terhina di depan kamera wartawan yang mengerubunginya, itu adalah balasan karena dia telah melakukan hal yang buruk padaku.”


__ADS_2