Berkah Cinta

Berkah Cinta
Aku Mau Bicara Dengan Dia


__ADS_3

Tania tidak langsung menjawab pertanyaan Ferdian itu dan rupanya sikap Tania membuat Ferdian menjadi curiga bahwa ada sesuatu yang tengah Tania sembunyikan darinya. Ferdian pun terus mendesak agar Tania mau mengatakan hal yang sejujurnya padanya namun Tania tetap tidak mau mengatakan apa pun dan malah mengalihkan pembicaraan.


“Tania, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu tidak mau menjawab pertanyaanku?”


“Sudah aku katakan bahwa aku butuh privasi, tidak semua hal dapat aku bagi denganmu.”


Ferdian nampak tidak terima dengan jawaban yang dilontarkan oleh Tania tersebut dan sebenarnya pun ia ingin sekali mendebat Tania perihal jawabannya itu, namun mengingat saat ini Tania sedang mengandung, tentu saja Ferdian tidak ingin mengambil risiko jika anak yang ada di dalam perut Tania kenapa-kenapa dan oleh sebab itu ia lebih memilih untuk tidak memperpanjang masalah ini.


“Baiklah kalau begitu.”


Ketika hari sudah lumayan malam, Ferdian berpamitan pada Tania untuk pulang, Tania mengantarkannya sampai pintu, Tania memperhatikan sampai Ferdian masuk ke dalam lift dari pintu apartemennya dan ketika pria itu sudah benar-benar masuk ke dalam lift, ia baru masuk ke dalam apartemennya lagi.


“Maafkan aku Ferdian, namun kamu tidak perlu tahu akan hal itu.”


****


Hari ini Galang menemui Jihan di penjara, Galang menceritakan perihal pertemuannya dengan Tania kemarin dan raut wajah Jihan nampak berubah saat Galang menyebut nama Tania. Pria itu pun sontak menanyakan


kenapa wajah Jihan berubah seperti itu.


“Jihan, apakah kamu baik-baik saja?”


“Kenapa kalian bisa bertemu?”


“Kemarin aku dikeroyok oleh sejumlah orang tak dikenal dan dia yang membantuku.”


Jihan nampak terkejut saat Galang mengatakan bahwa kemarin ia dikeroyok oleh sejumlah orang tak dikenal, Jihan pun baru memperhatikan kalau memang wajah Galang dipenuhi oleh luka.


“Namun kamu tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja seperti yang kamu lihat saat ini.”


“Siapa juga yang mengkhawatirkanmu, dasar terlalu percaya diri.”


Galang nampak terkekeh mendengar jawaban yang diberikan oleh Jihan barusan, Galang mengatakan bahwa ia dan Tania sempat bertukar cerita kemarin namun sepertinya Tania tidak mengatakan hal buruk yang pernah dirinya lakukan pada wanita itu.


“Ada apa Jihan?”


“Kalian hanya membicarakan hal itu? Tidak ada yang lain?”


“Iya, kami hanya membicarakan itu, memangnya ada apa?”

__ADS_1


“Tidak, tidak ada apa-apa.”


“Aku harap kamu bisa segera bebas dari penjara dan memulai hidup yang baru.”


“Tentu prosesnya masih akan lama, persidangan saja belum dimulai.”


“Iya aku tahu, baik-baiklah selama di sini, aku akan selalu menjengukmu.”


****


Hari ini Ferdian mengajak Tania untuk bertemu dengan kedua orang tuanya, Tania nampak ragu akan hal itu namun Ferdian meyakinkan dirinya bahwa Tania tidak perlu merasa ragu ketika berhadapan dengan orang tuanya karena dirinya ada bersamanya saat ini.


“Kamu tidak perlu ragu dan takut Tania, kamu tidak akan sendirian menghadapi mereka, ada aku bersamamu.”


“Entahlah Ferdian, kamu mengatakan kalau sudah memberitahu mereka bahwa aku hamil dan entah apa pandangan mereka padaku nanti.”


“Sudah aku katakan bahwa kamu tidak perlu memikirkan hal yang macam-macam, ikut denganku sekarang dan semua akan baik-baik saja.”


Tania pun akhirnya setuju bahwa hari ini ia akan bertemu dengan orang tua Ferdian, saat ini mereka sudah tiba di kediaman orang tua Ferdian, pria itu menggandeng tangan Tania memasuki rumah mewah itu dan nampak kedua orang tuanya sudah menunggu kedatangannya di ruang tengah.


“Pa, Ma, aku membawa calon menantu kalian.”


Kedua orang tua Ferdian nampak menatap Tania dari ujung rambut hingga ujung kaki dan hal tersebut membuat Tania merasa tidak nyaman, seolah tahu bahwa Tania saat ini merasa tidak nyaman, Ferdian mengatakan pada kedua orang tuanya untuk tidak memperhatikan Tania seperti itu.


****


Tania mendapatkan banyak pertanyaan khususnya dari Maya, wanita itu bertanya banyak sekali perihal kehidupan pribadi Tania dan relasinya dengan Jihan karena kata Ferdian mereka berdua adalah saudara sepupu. Tania hanya menjawab ala kadarnya pertanyaan dari calon mertuanya itu, dan pertanyaan yang Tania paling hindari akhirnya meluncur juga dari mulut Maya.


“Ferdian mengatakan bahwa kamu hamil, apakah itu benar?”


“Mama, bukankah aku sudah mengatakan pada Mama untuk tidak mengungkit masalah itu?”


“Kenapa? Mama hanya bertanya.”


“Apakah hasil USG waktu itu tidak membuktikan apa pun?!”


“Ferdian, jaga sikapmu.”


“Iya, saya memang hamil.”

__ADS_1


“Kenapa kamu mau dengan anakku?”


“Mama!”


“Ferdian, tutup mulutmu, Mama sedang bertanya pada wanita ini.”


“Kalau Mama masih menanyakan hal yang aneh-aneh pada Tania, aku tidak akan tinggal diam, dia sedang mengandung anakku, jadi tolong jaga perasaannya dan jangan membuat dia tertekan!”


Maya nampak terkejut ketika mendengar ucapan Ferdian barusan yang setengah membentaknya, Ferdian yang tahu bahwa saat ini Tania merasa tidak nyaman akhirnya membawa Tania pulang ke apartemennya. Selama di


perjalanan pulang, tidak ada pembicaraan antara keduanya, Ferdian fokus mengemudikan kendaraannya sementara Tania menatap keluar jendela.


“Tania, aku minta maaf atas sikap mama tadi.”


“Kamu tidak perlu meminta maaf, aku paham kenapa dia bersikap seperti itu.”


“Aku janji setelah menikah, kita tidak akan tinggal di sana, kita akan tinggal di tempat yang jauh dari mereka dan membesarkan anak kita dengan bahagia.”


****


Ferdian mengantarkan Tania sampai ke depan pintu apartemennya padahal Tania sudah mengatakan pada Ferdian untuk tidak perlu melakukan ini, namun Ferdian tetap saja memaksa bahwa ia ingin mengantarkan Tania sampai ke depan pintu dengan dalih memastikan bahwa orang yang ia cintai ini baik-baik saja, mereka baru saja tiba di lantai di mana Tania tinggal dan mereka sudah melihat ada seseorang yang tengah berdiri di depan pintu apartemen


Tania, orang itu menoleh ke arah mereka berdua dan nampaklah tatapan tajam membara yang begitu menusuk.


“Bagus sekali, kalian rupanya sudah berani pamer kemesraan di depan publik.”


“Mau apa anda datang ke sini?” tanya Ferdian pada orang yang tidak lain adalah Ester.


“Aku tidak punya masalah denganmu, aku datang ke sini untuk bertemu dengan wanita itu,” ujar Ester menunjuk Tania dengan dagunya.


“Dia sedang hamil sekarang, aku tidak akan membiarkanmu melukai calon istri dan anakku.”


“Apa katamu? Dia hamil.”


“Iya, dia sedang hamil, kalau anda ingin membuat keributan di tempat ini maka saya akan panggilkan satpam sekarang juga untuk menyeret anda keluar!”


“Jaga bicaramu Ferdian, kamu pikir aku takut dengan ancamanmu?!”


“Ferdian, biarkan aku bicara dengannya,” ujar Tania.

__ADS_1


“Apa? Tapi bagaimana kalau dia berniat buruk padamu?”


“Aku bisa menjaga diri, kamu tidak perlu khawatir.”


__ADS_2