Berkah Cinta

Berkah Cinta
Janji


__ADS_3

Tania dan Olaf nampak sama-sama terkejut dengan suara letupan senjata api itu, mereka berdua menjadi waspada karena bisa saja di sekitaran mereka saat ini ada oran yang ingin berbuat tidak baik, Olaf meminta agar Tania segera pergi ke mobil namun Tania menolak dan mengatakan bahwa ia ingin tetap bersama dengan Olaf.


“Namun itu terlalu berbahaya.”


“Tidak, aku juga penasaran dengan apa yang terjadi barusan.”


Maka kemudian mereka pun dengan waspada mencari di mana sumber suara tersebut, namun yang mereka temukan adalah petugas keamanan yang terluka cukup parah akibat dari tembakan itu.


“Ya Tuhan, kita harus segera panggil ambulance.”


Maka kemudian Tania menelpon ambulance untuk datang ke tempat ini, sementara Olaf nampak memanggil bantaun petugas keamanan lainnya untuk segera bersiap membawa petugas keamanan yang terluka ini ketika ambulance akan datang sesaat lagi.


“Apa yang sebenarnya terjadi saat ini?”


“Aku pun tidak tahu, namun sepertinya ada seseorang yang ingin berbuat jahat pada kita.”


Akhirnya ambulance pun datang dan petugas keamanan itu dibawa masuk ke dalam ambulance, Tania dan Olaf nampak masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi barusan.


*****


Minanti sudah mendengar berita perihal apa yang terjadi tadi di kantor Tania, ia menjadi khawatir tentang keselamatan mereka berdua, walaupun Tania sudah mengatakan bahwa ia telah melaporkan kasus ini ke


polisi, namun tetap saja Minanti khawatir apalagi selama orang misterius itu belum juga tertangkap maka masih ada kemungkinan Tania dan Olaf dalam bahaya.


“Kamu sedang memikirkan apa?” tanya Bram.


“Aku sedang memikirkan Tania dan Olaf, apakah kamu sudah dengar perihal apa yang terjadi tadi di kantor Tania?” tanya Minanti.


“Iya, aku sudah mendengarnya, untung saja Olaf dan Tania selamat.”


“Iya, untungnya mereka berdua selamat namun ini masih menjadi tanda tanya untukku, siapa sebenarnya pelaku yang melakukan semua ini?”


“Aku sendiri juga tidak tahu, namun sejujurnya aku agak khawatir dengan masalah ini, aku takut tentang keselamatan Olaf dan Tania apalagi pelakunya sampai saat ini belum juga tertangkap.”


Sementara itu Stefani rupanya diam-diam menguping pembicaraan antara Minanti dan Bram tersebut, wanita itu nampak menyunggingkan sebuah seringai jahat sebelum akhirnya pergi dari sana sebelum kehadirannya

__ADS_1


diketahui oleh mereka berdua.


“Tania dan Olaf, awas saja kalian.”


*****


Juan langsung bertanya pada Stefani mengenai apa kaitan wanita itu dengan apa yang terjadi pada penembakan di kantor Tania, Stefani tentu saja heran dengan pertanyaan yang diajukan oleh Juan itu.


“Kenapa kamu malah bertanya hal itu padaku?”


“Karena aku yakin kamu tahu sesuatu Stefani.”


“Astaga Juan, biar aku tebak, apakah kamu mencurigaiku melakukan sesuatu hal yang buruk tersebut?”


“Tentu saja, kamu dan ambisimu adalah ancaman untuk kita semua.”


“Sepertinya kamu terlalu sering menuduhku tanpa bukti, ya? Apakah kamu yakin kalau aku adalah dalang di balik semua ini?”


“Kamu lihat saja Stefani, aku akan membuktikan bahwa ucapanku ini benar!”


ini terus menerus membesar.


“Aku tidak akan membiarkan semua ini terlalu lama terjadi, aku harus segera melakukan sesuatu agar semua permainan ini cepat selesai dan rencanaku bisa berjalan sesuai dengan rencana.”


Stefani kemudian meraih teleponnya dna ia nampak mencari kontak seseorang di sana, ia nampak menunggu beberapa saat sampai akhirnya sambungan teleponnya sudah tersambung dengan seseorang yang ada di


seberang sana.


“Ini aku, aku butuh bantuanmu saat ini.”


*****


Olaf resmi meluncurkan penggabungan dua perusahaan secara simbolis yang dihadiri oleh wartawan dari berbagai stasiun televisi dan portal berita yang ramai-ramai meliput kegiatan peresmian ini yang berlangsung di lobi


gedung kantor Tania. Tania sendiri nampak berdiri di samping suaminya dan tersenyum dengan para wartawan, setelah melakukan penandatanganan secara simbolis di depan banyak orang kini Olaf dan Tania melakukan jumpa pers di lobi gedung, banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh wartawan pada mereka dan tentu saja hal tersebut berkaitan dengan penggabungan kedua perusahaan ini pasca Tania dan Olaf menikah. Olaf dan Tania nampak begitu sabar menghadapi pertanyaan para wartawan namun secara mengejutkan dari balik kerumunan wartawan ada seseorang yang menerobos dan orang tersebut hendak melukai Olaf dan Tania andai saja tidak ada petugas keamanan yang langsung dengan sigap mengamankan orang yang hendak berbuat onar tersebut.

__ADS_1


“Ya Tuhan.”


Sontak saja kelakuan orang itu mendapatkan perhatian banyak dari para wartawan, mereka langsung memberitakan hal tersebut, sesi konfrensi pers pun berakhir dan Tania serta Olaf pergi ke ruangan kerja Tania


untuk menenangkan diri atas apa yang baru saja terjadi.


“Ya Tuhan, bagaimana bisa ada kejadian seperti itu?”


“Ini sudah keterlaluan Tania, kita harus tahu apa motif orang itu hendak melukai kita di depan banyak wartawan tadi.”


“Dia sudah diamankan sekarang dan pasti dia sedang diintrograsi oleh polisi, lebih baik kita tunggu saja bagaimana hasil pemeriksaannya.”


*****


Tentu saja Olaf dan Tania tidak percaya mengenai pengakuan tersangka yang mengaku tidak terima kalau kedua perusahaan digabung saat ini baik Olaf maupun Tania sudah memeriksa data diri pelaku dan mereka tidak


menemukan data diri di bagian HRD masing-masing hingga hal tersebut yang membuat Olaf maupun Tania yakin bahwa orang ini hanya mengaku-ngaku sebagai karyawan perusahaan.


“Jelas sekali dia bukan karyawan di perusahaan kami.”


“Iya kami sudah memeriksa data dirinya dan kami tidak menukan apa pun, dia pasti hanya mengaku-ngaku saja.”


“Apakah saya boleh bertemu dengannya sebentar saja?”


Setelah berbicara dengan polisi dan meminta izin untuk bertemu dengan pelaku yang hendak melakukan penyerangan pada mereka, Olaf pun diizinkan untuk bertemu dengan pelaku saat ini. Sang pelaku nampak tidak berani menatap wajah Olaf padahal Olaf sudah mengatakan pada pelaku ini untuk menatap wajahnya ketika saat ini dirinya sedang bicara.


“Tatap mataku ketika aku sedang bicara.”


Namun pelaku tersebut tidak mau melakukan seperti apa yang dikatakan oleh Olaf, Olaf pun kemudian bertanya sesuatu pada pelaku ini.


“Aku tahu bahwa kamu bukan karyawan di perusahaan kami, katakan padaku siapa yang menyuruhmu melakukan semua ini.”


Namun dia tetap saja tidak mau bicara dan tetap menundukan kepalanya, Olaf kemudian mencondongkan tubuhnya dan mengatakan pada pemuda ini untuk mengatakan saja apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang


menyuruhnya melakukan semua ini dan jika dia mau diajak bekerja sama maka Olaf berjanji akan melepaskannya.

__ADS_1


__ADS_2