
Felli yang mendapatkan kabar bahwa saat ini Ricky dibawa oleh orang tak dikenal tentu saja panik dan khawatir, ia takut kalau sesuatu hal yang buruk terjadi pada kekasihnya itu, Hilda yang melihat Felli kalut dan panik pun menjadi heran apa yang sebenarnya terjadi pada putrinya ini.
“Nak, ada apa denganmu?”
“Ma, Ricky diculik oleh seseorang?”
“Apa maksudmu itu?”
“Ricky diculik, Ma! Aku takut sesuatu hal yang buruk terjadi padanya saat in.”
“Sudahlah, paling ini hanya settingan saja untuk mendapatkan atensi darimu.”
“Tidak Ma! Ini serius.”
Hilda hanya menghela napasnya melihat reaksi putrinya yang begitu panik ini ketika mendapatkan kabar kalau Ricky diculik oleh seseorang saat ini, Felli kemudian hendak pergi dari rumah ini namun Hilda menahannya.”
“Kamu mau pergi ke mana?”
“Ke tempat Nanda, aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi tadi.”
“Sudahlah Nak, lebih baik kamu jangan pergi ke mana pun saat ini.”
“Ma, aku tidak bisa hanya diam saja ketika saat ini Ricky diculik.”
“Felli, pokoknya Mama tidak mengizinkan kamu untuk pergi saat ini, kamu harus tetap di rumah!”
*****
Setelah melalui perdebatan yang panjang akhirnya Felli boleh juga pergi menemui Nanda, namun ia tidak sendirian melainkan ia pergi ke café tersebut dengan Hilda dengan alasan kalau-kalau Nanda hanya berpura-pura saja agar membuat Felli datang ke café itu dan kemudian putrinya dan Ricky dapat jalan berduaan.
“Nanda, sebenarnya apa yang terjadi tadi?” tanya Felli ketika ia baru saja sampai di café itu.
Nanda pun menceritakan bagaimana kronologi sampai Ricky dapat dibawa oleh orang asing yang membawa senjata itu, Felli nampak menutup mulutnya tak percaya dengan yang dikatakan oleh Nanda, namun reaksi berbeda ditunjukan oleh Hilda, wanita itu justru nampak meragukan cerita Nanda dan menganggap bahwa wanita itu hanya mengarang sebuah cerita.
“Tante, aku sama sekali tidak sedang mengarang cerita,” bela Nanda.
“Iya Ma, kenapa Mama bisa-bisanya mengatakan itu?” tanya Felli yang nampak tidak terima ketika sahabatnya dipojokan oleh sang mama.
“Bukannya apa-apa, hanya saja bisa saja ini skenario yang sengaja kamu dan Nanda buat agar kamu dan Ricky dapat pergi jalan-jalan bersama, kan?”
“Ma, untuk apa juga aku harus melakukan itu?!” seru Felli yang tak terima dengan ucapan Hilda itu.
__ADS_1
“Tentu saja karena aku tidak menyetujui hubungan kalian!”
“Tante, tolong jangan berpikiran buruk dulu, aku memang mengatakan yang sebenarnya, kalau Tante tidak percaya padaku, aku dapat menunjukan rekaman kamera CCTV yang tadi merekam kejadian tersebut.”
*****
Kerusuhan sempat pecah tadi di depan kantor Tania, namun untung saja polisi segera turun tangan dan membubarkan demonstrasi yang berujung pada kerusuhan tersebut, kini Tania dapat pulang dengan lega setelah
para pengunjuk rasa sudah dibubarkan oleh aparat keamanan. Olaf rupanya sudah menunggu di parkiran mobil sampai Tania keluar dari kantor ini, ketika Tania sudah masuk ke dalam mobil dan mengenakan sabuk pengaman, Olaf bertanya pada ania mengenai apa saja kerusakan yang dialami di kantor ini.
“Ada beberapa kaca yang pecah dan juga satpam yang terluka ketika mengamankan jalannya unjuk rasa, namun satpam tersebut sudah dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan secepatnya dengan baik.”
“Syukurlah kalau begitu, aku senang mendengarnya.”
Kini Olaf dan Tania pulang ke rumah mereka, sepanjang perjalanan pulang tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua sampai akhirnya Olaf pun buka suara mengenai rencananya untuk segera memberhentikan orang-orang
yang dianggap sebagai penghancur perusahaan Tania selama ini.
“Apakah kamu yakin?”
“Tentu saja aku yakin, bukankah kamu sendiri yang bilang bahwa mereka semua adalah dalang kenapa perusahaan selalu merugi beberapa waktu terakhir?”
“Kamu tenang saja, aku pasti dapat menyingkirkan mereka dengan begitu perusahaan kita akan kembali menjadi sehat dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari sebelumnya.”
*****
Felli masih saja gelisah karena sampai saat ini belum juga ada kabar dari polisi mengenai apa yang terjadi pada Ricky, Hilda yang jengah melihat sikap Felli yang berlebihan ini pun tidak dapat menahan lagi kejengkelannya, ia meluapkan amarahnya pada Felli dan mengatakan bahwa Felli seharusnya tidak perlu merisaukan pemuda itu.
“Kenapa aku tidak perlu merisaukan pemuda itu? Aku mencintai Ricky, Ma.”
“Cinta katamu? Kamu itu sudah terperdaya oleh bujuk rayu pemuda miskin itu Felli, sadarlah bahwa dia hanya mengincar hartamu!”
“Ricky tidak seperti itu Ma, aku tahu betul siapa dia.”
“Apa katamu? Kamu tahu betul seperti apa dia? Jangan membual Felli, kamu dan dia baru beberapa bulan bertemu dan rupanya dia itu sukses membuatmu jatuh cinta padanya.”
Karena mendengar keributan kini Azka dan papanya pergi untuk melihat apa yang menjadi keributan malam ini antara Felli dan Hilda.
“Ada apa ini? Kenapa malam-malam begini malah ribut?”
“Pa, anakmu ini sudah diguna-guna oleh Ricky, pemuda miskin itu pasti menggunakan ilmu hitam atau semacamnya untuk menjerat Felli,” ujar Hilda pada suaminya.
__ADS_1
“Tidak Pa, apa yang Mama katakan itu sama sekali tidak benar,” bantah Felli.
*****
Stefani melangkahkan kakinya turun dari dalam mobilnya menuju sebuah tempat yang dulunya adalah sebuah pabrik namun saat ini bangunan tersebut sudah tidak lagi digunakan, wanita itu melangkahkan kakinya masuk ke
dalam pabrik yang sudah tak terpakai itu dan disambut oleh seseorang yang tidak lain adalah orang suruhannya.
“Selamat malam Nyonya.”
“Bagaimana? Apakah kamu sudah melakukannya dengan baik?”
“Iya Nyonya.”
Stefani kemudian pergi menuju sebuah ruangan di mana Ricky disekap saat ini, nampak pemuda itu sudah lelah dan wajahnya penuh dengan memar, namun alih-alih merasa iba dengan penderitaan yang dialami oleh Ricky
ini, justru Stefani malah merasa bahagia dengan pemandangan ini. Dengan kasar ia meraih dagu Ricky dan menghadapkan wajah pemuda itu agar bertatapan dengannya.
“Halo tampan.”
“Kamu rupanya dalang dari semua ini.”
“Iya, aku memang dalang di balik semua ini, apakah kamu menyukainya?”
“Apa salahku padamu? Kenapa kamu melakukan semua ini padaku?”
“Salahmu? Salahmu adalah karena menjadi sumber kebahagiaan Felli dan aku benci apa pun yang menjadi sumber kebahagiaannya dan kini kalau wanita itu melihat kekasihnya dalam keadaan menyedihkan seperti ini
pasti ia akan menjerit kesakitan, itu yang aku inginkan.”
“Kamu memang iblis.”
“Hahaha, Ricky, jangan membuatku tertawa, apakah kamu pikir Felli tidak pernah melakukan seperti yang aku lakukan ini?”
“Apa maksudmu?”
“Jauh sebelum dia menikah dengan Juan, dia juga pernah melakukan hal seperti ini pada seorang wanita yang dekat dengan Juan, ia melakukan semua itu karena cemburu berat.”
“Tidak mungkin.”
“Aku tahu kalau kamu pasti tidak akan percaya, namun aku punya sebuah kejutan untukmu saat ini.”
__ADS_1