Berkah Cinta

Berkah Cinta
Tontonan


__ADS_3

Stefani nampak begitu kesal dengan Juan yang kembali lagi mengungkit soal Felli di depannya, kini Stefani secara terang-terangan mengatakan bahwa ia tidak suka kalau Juan mengungkit soal mantan istrinya di hadapannya karena memang Felli itu adalah masa lalu Juan dan tidak perlu dibawa ke masa kini.


“Aku tidak suka kalau kamu mengungkit soal Felli lagi di hadapanku! Apakah kamu lupa bahwa aku sekarang adalah istrimu?”


“Aku sama sekali tidak lupa kalau saat ini aku sudah menikah denganmu, dan aku juga tidak akan lupa apa yang sudah kamu lakukan pada Felli!”


“Kenapa kamu terus menerus menuduhku kalau aku yang melakukan kejahatan pada wanita itu? Apakah kamu punya buktinya?! Jangan sembarangan kalau kamu menuduh seseorang, ya!”


“Kamu ingin bukti? Ini buktinya!”


Juan kemudian memperdengarkan percakapannya dengan pelaku yang sudah ditangkap oleh polisi, pelaku penyerangan Felli itu mengaku bahwa dia disuruh oleh seseorang yang tidak lain adalah Stefani, tentu saja


wanita itu terkejut dengan pengakuan orang itu.


“Bagaimana? Apakah kamu masih mau mencoba menyangkalnya lagi?”


“Tidak! Kenapa kamu bisa begitu saja percaya padanya?! Dia pasti hanya ingin menjebakku saja!”


****


Dampak pengakuan dari orang suruhan Stefani itu ternyata berbuntut panjang, Stefani pun dipanggil oleh polisi untuk dimintai keterangannya, Stefani nampak begitu stres dan kesal karena dirinya kini ikut terseret dalam masalah ini.


“Orang itu benar-benar!” geram Stefani.


Stefani berusaha mencoba menghubungi kenalannya agar dirinya tidak perlu dipanggil oleh polisi, namun tentu saja Minanti yang menguping pembicaraan itu tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi.


“Apa yang sedang kamu lakukan?”


Stefani nampak terkejut ketika Minanti secara mengejutkan muncul dihadapannya ketika ia sedang bertelpon dengan orang tersebut, secara reflek Stefani langsung menutup sambungan teleponnya dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa pun.


“Tidak, aku tidak melakukan apa pun.”


“Kamu bahkan masih mau mengelak padahal aku mendengarkan apa yang tadi kamu bicarakan lewat seseorang itu di telepon.”


“Mama pasti salah dengar, aku tidak membicarakan hal yang aneh tadi.”

__ADS_1


“Benarkah? Aku tidak mengatakan bahwa obrolanmu dengan orang itu aneh, lho.”


Stefani makin kesal dengan Minanti namun ia mencoba menahan emosinya agar dirinya terlihat tidak bersalah di depan Minanti, sementara itu Minanti mengatakan kalau Stefani merasa kesal padanya dan tidak terima dengan ucapannya, maka dia boleh membela diri namun Stefani mengatakan bahwa ia tidak marah pada Minanti.


“Rupanya kamu ingin berkelit dariku, ya.”


*****


Stefani tidak habis pikir, setelah ia menikah dengan Juan, alih-alih ia dapat menjalankan rencananya justru ia dihadapkan pada masalah yang akan membuatnya masuk penjara, tentu saja Stefani tidak boleh membiarkan masalah ini berlarut-larut dan ia harus segera mencari solusinya, ia tidak boleh dipenjara saat ini.


“Tidak, aku tidak mau dipenjara,” gumam Stefani.


Stefani kemudian memiliki ide, siapa tahu ide ini akan berhasil, ia pun kemudian pergi menemui Juan dan meminta agar pria itu mau menolongnya saat ini.


“Menolong? Memangnya kamu kenapa sampai-sampai harus meminta tolong padaku?”


“Aku difitnah oleh seseorang, orang itu mengatakan bahwa aku adalah dalang penculikan Felli, padahal itu semua tidak benar, tolong bantu aku Juan.”


“Kalau kamu memang tidak bersalah, kenapa kamu harus takut?”


“Stefani, mau sampai kapan kamu mengelak dari dosa yang sudah kamu lakukan, hm?”


“Juan, apakah kamu saat ini sedang menuduhku juga? Apakah kamu tidak percaya pada istrimu sendiri?”


“Stefani, aku tidak pernah percaya lagi pada semua ucapanmu, aku menikah denganmu karena anak itu tidak lebih, dan soal apakah aku mencintaimu? Maka jawabanku adalah tidak, aku sama sekali tidak mencintaimu.”


“Bohong! Dulu kamu bilang cinta padaku!”


“Sudah aku bilang bahwa aku keliru saat itu Stefani, aku sudah salah dalam mendefinisikan apa yang aku rasakan saat ini.”


*****


Felli memikirkan apa yang Azka ucapkan padanya waktu itu, memang dia sedang menata hati dan pikirannya agar dapat move on dari Juan walaupun itu bukanlah perkara yang mudah, kebersamaan mereka selama ini tentu


saja menjadi tantangan tersendiri baginya untuk melupakan semua itu. Namun ia teringat apa yang Azka katakan padanya, bahwa semuanya sudah berakhir dan dirinya harus melupakan Juan dan memulai hidup baru.

__ADS_1


“Baiklah Felli, kamu pasti bisa.”


Felli kemudian pergi ke café Nanda untuk bertemu dengan Ricky, ketika tiba di sana Ricky sendiri nampak terkejut dan tidak menyangka kalau Felli akan datang ke café ini dan sepertinya kondisi Felli sudah jauh lebih baik saat terakhir kali ia menjenguknya.


“Hai,” sapa Ricky.


“Hai, apakah Nanda ada di ruangannya?” tanya Felli.


“Iya, dia ada di ruangannya,” jawab Ricky.


Felli pun melangkahkan kakinya menuju ruangan kerja sahabatnya, Ricky sendiri nampak penasaran dengan apa yang tengah Felli dan Nanda bicarakan, namun saat ini dirinya harus melayani pelanggan yang datang ke café ini.


*****


Stefani akhirnya tidak ada pilihan lain selain memenuhi panggilan dari polisi, dengan pengacaranya, ia datang ke polisi dan ketika mereka tiba di sana, sudah banyak wartawan yang berkerumun dan menyorotkan kamera ke arahnya.


“Nona Stefani apakah anda memang dalang dari semua ini?”


“Nona Stefani boleh lihat ke kamera sebentar?”


“Nona Stefani boleh minta keterangannya sedikit saja.”


Namun Stefani memilih untuk bungkam saat ini, dirinya tidak mau menjawab satu pun pertanyaan dari wartawan yang sudah berjam-jam menantinya di pelataran parkir kantor polisi, sementara itu pengacara dan polisi yang berjaga berusaha menghalangi para awak media yang ingin meliput kedatangan Stefani hingga akhirnya wanita itu bisa masuk juga ke dalam kantor polisi. Berita perihal kedatangan Stefani ke polisi untuk dimintai keterangan


itu menjadi pemberitaan di berbagai media baik itu online maupun elektronik, saat ini Minanti dan Bram tengah menonton siaran langsung dari salah satu stasiun televisi yang menyiarkan siaran langsung dari kantor polisi mengenai pemeriksaan Stefani sebagai saksi.


“Apakah menurutmu Stefani akan ditetapkan sebagai tersangka?”


“Aku yakin sekali dia pasti akan menjadi tersangka, dia tidak akan mungkin berkelit dengan semua bukti yang sudah Juan miliki.”


“Semoga saja begitu, dengan dijadikan sebagai tersangka, semoga saja Stefani dapat memperbaiki dirinya dan menjadi orang yang lebih baik lagi.”


“Aku pun berharap demikian, hati wanita itu sudah terlanjur kotor dengan banyaknya kebencian di sana.”


“Papa dan Mama menonton apa?” tanya Juan yang baru saja muncul dari lantai dua dan melihat kedua orang tuanya menonton televisi.

__ADS_1


“Kamu lihat saja itu,” jawab Minanti.


__ADS_2