
Ketika pintu apartemen terbuka, bukannya Tania yang membukakan pintu untuk Ferdian melainkan Olaf dan hal tersebut membuat Ferdian berang, rupanya pria itu kembali lagi ke apartemen Tania dan jangan-jangan dia
semalam juga tidur di tempat ini.
“Kenapa kamu ada di sini?!”
“Aku baru mau pulang, menyingkir.”
“Tunggu dulu, kamu bahkan belum menjawab pertanyaanku.”
“Aku rasa aku tidak perlu menjawab pertanyaan darimu karena sepertinya kamu sudah mengetahui semuanya.”
“Apakah semalam kamu tidur di sini?”
“Bagaimana menurutmu?”
Ferdian merasa kesal dan ia hendak memukul Olaf namun tangannya berhasil ditahan oleh pria tersebut.
“Lepaskan tanganku!”
“Kamu mungkin boleh memiliki tubuh Tania, namun kamu tidak akan mendapatkan hatinya.”
Setelah mengatakan hal tersebut, Olaf mendorong tubuh Ferdian menjauh darinya dan melepaskan tangan pria itu yang tadi ia tahan ketika hendak memukulnya. Karena mendengar suara gaduh dari depan pintu apartemennya, Tania bergegas melihat apa yang sebenarnya terjadi, rupanya di sana ada Ferdian saja dan pria itu nampak tengah menatap ke arah lift.
“Ferdian?”
****
Akhirnya Ferdian pun bertanya pada Tania apakah memang semalam Olaf tidur di sini, Tania tidak mengelak kalau semalam memang pria itu tidur di sini namun mereka tidak tidur di satu ranjang yang sama, Olaf tidur di ruang tengah sementara dirinya tidur di dalam kamar.
“Apakah itu benar?”
“Tentu saja benar.”
“Kenapa kamu mengizikan dia tidur di sini padahal dia punya tempat tinggal?”
“Karena semalam dia kemalaman, jarak rumah dari kantornya cukup jauh dan dia sudah mengantuk maka dari itu dia menumpang tidur di sini.”
__ADS_1
“Tania, tolong jujur padaku.”
“Ferdian, bukankah kamu sudah saatnya pergi ke kantor? Kamu pasti sudah terlambat saat ini.”
Ferdian melirik arloji yang ia kenakan saat ini, apa yang Tania katakan itu memang benar, ia harus pergi ke kantor atau ia akan kembali mendapat masalah besar kalau dia akan mangkir dari penandatanganan kontrak dengan investor baru perusahaannya.
“Namun kamu berutang penjelasan padaku.”
Setelah mengatakan itu Ferdian keluar dari apartemen Tania, wanita itu dapat menghela napasnya lega saat mengetahui saat ini Ferdian sudah pergi dari apartemennya, namun nanti sore atau malam sepulang kerja pasti
pria itu akan kembali datang ke sini dan menanyakan pertanyaan yang sama.
“Apakah aku harus jujur padanya?”
Tania menghela napasnya panjang, ia tidak mau memikirkan hal tersebut secara berlebihan dan ia memilih untuk pergi mandi saat ini.
****
Ester datang berkunjung ke penjara, ia membawa kabar bahwa saat ini Tania hamil namun Jihan sama sekali tidak tertarik dengan kabar itu, ia mengatakan bahwa besok ia harus mempersiapkan dirinya menghadapi persidangan yang akan digelar.
“Mama tidak perlu melakukan apa pun, aku mau proses pengadilan ini berjalan dengan transparan dan adil, aku tidak ingin Mama ikut campur dalam masalahku.”
“Namun kalau Mama tidak ikut campur, maka majelis hakim bisa memutuskan kamu bersalah dan kamu bisa dipenjara, Nak.”
“Aku tidak peduli jikalau aku harus dipenjara seumur hidup pun aku akan menerima vonis hakim, tentu saja dengan catatan semua proses peradilan berjalan dengan ketentuan yang berlaku.”
“Kamu ini memang keras kepala sekali, ya? Mama sudah berusaha membantumu, malah kamu menolaknya dan mengatakan kalau ingin mengikuti proses hukum yang berlaku. Jihan, banyak orang di luar sana yang ingin
mendapatkan kebebasan dan kamu malah lebih memilih terkurung di balik jeruji besi selama bertahun-tahun? Pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan otakmu.”
“Iya, katakan apa pun yang Mama suka, aku tidak peduli akan hal itu, aku akan menebus semua kesalahanku di masa lalu dengan caraku, jadi aku mohon pada Mama jangan ikut campur dalam masalahku!”
****
Minanti datang pada siang ini ketika tadi Tania menelpon dan menceritakan masalahnya, kini Minanti sudah duduk bersebelahan dengan Tania dan mendengarkan keluh kesah Tania mengenai Ferdian. Tania menceritakan bahwa sebenarnya ia tidak ingin menikah dengan Ferdian namun ia merasa tidak ada jalan lain yang dapat ia ambil untuk membatalkan rencana pria itu. Ditambah lagi ia tahu bahwa Ferdian tidak akan segan-segan menghalalkan
segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
__ADS_1
“Aku tahu bagaimana perasaanmu saat ini, Nak. Aku akan membantumu.”
“Nyonya… saya minta maaf karena terus menerus merepotkan Nyonya.”
“Kamu sama sekali tidak merepotkanku, Nak. Sejak awal pun aku sudah menunggu sampai kamu meminta bantuanku untuk menghentikan semua ini.”
“Aku menyesal karena sudah memulai permainan ini, dan kini aku terjebak di dalamnya dan malah menyusahkan orang lain.”
“Sudahlah, kamu tidak perlu menyalahkan dirimu secara berlebihan begitu, tidak baik untuk anak yang ada di dalam perutmu.”
“Terima kasih Nyonya.”
Minanti mengatakan bahwa Tania tidak perlu khawatir soal Ferdian karena Minanti akan membantunya menyelesaikan masalah pria itu sebelum dirinya berpamitan untuk pulang, namun Tania merasa khawatir kalau
Minanti akan menggunakan cara kasar dan membuat masalah akan semakin besar dan runyam.
“Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan, sudah aku katakan padamu untuk tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut, bukan?”
****
Pada sore menjelang malam hari ini, Minanti menelpon Ferdian dan mengatakan kalau ia ingin bertemu dengan pria itu karena ada sesuatu hal yang penting ingin ia bicarakan dengan Ferdian. Setelah memberikan alamat sebuah restoran untuk mereke bertemu, Minanti segera menuju tempat mereka janjian untuk bertemu, ia sudah memesan meja untuk mereka berdua dan setelah menunggu selama beberapa menit akhirnya Ferdian pun tiba di restoran itu. Pria tersebut duduk di kursi yang berhadapan dengan Minanti, dari raut wajahnya Minanti dapat mengetahui bahwa saat ini Ferdian pasti tengah bingung dan penasaran kenapa ia mengajaknya untuk bertemu di restoran ini namun pria itu tidak mengatakan apa pun.
“Kamu pasti penasaran kenapa aku meminta mengajakmu untuk bertemu di sini, kan?”
“Sejujurnya iya, kenapa Nyonya ingin bertemu denganku di sini?”
“Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu dan ini menyangkut soal Tania.”
“Tania? Memangnya ada apa dengannya, Nyonya?”
“Ferdian, maaf aku harus mengatakan ini padamu namun aku mohon jauhi Tania sekarang juga.”
Ferdian tentu saja terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Minanti, kenapa tiba-tiba wanita ini malah menyuruhnya menjauhi Tania? Ia hendak membuka mulut namun Minanti langsung menjelaskan kenapa Ferdian harus menjauhi Tania saat ini.
“Kamu ingin tahu apa alasannya? Karena kamu hanya dijadikan alat untuk membuat Jihan masuk penjara.”
“Apa?!”
__ADS_1