Berkah Cinta

Berkah Cinta
Sudah Terlambat


__ADS_3

Jihan penasaran dengan siapa orang yang bersedia memberikan dananya untuk Tania melakukan operasi rekonstruksi wajah dan akhirnya rasa penasaran Jihan itu pun terjawab sudah, rupanya orang yang bersedia memberikan semua itu adalah Minanti, tentu saja Jihan cemburu pada Tania karena Minanti mau melakukan semua ini demi Tania.


“Jihan, kamu kenapa?” tanya Handi yang menghampiri Jihan yang tadi keluar dari ruangan inap Tania setelah mengetahui siapa orang yang mendanai operasi itu.


“Papa tahu bahwa aku benci Tania, bukan? Kenapa harus dia semua? Kenapa harus dia yang menerima kebaikan orang lain?”


“Jihan, setiap manusia sudah memiliki jalan hidupnya masing-masing, Tuhan sudah mengatur semua kehidupan semua manusia di bumi ini.”


“Namun kenapa Tuhan tidak adil padaku, Pa? Apa salahku sampai Tuhan tidak memberikan kebahagiaan dalam hidupku?”


“Jangan bicara seperti itu Jihan, itu tidak baik, kamu harusnya banyak-banyak bersyukur karena banyak orang di luar sana yang tidak dapat mendapatkan seperti yang kamu miliki saat ini.”


“Papa selalu saja membela Tania.”


Setelah mengatakan itu, Jiihan langsung pergi dari hadapan sang papa, Handi hanya dapat menghela napasnya berat melihat kelakuan Jihan yang sama sekali tidak berubah selama ini, rupanya dia tetap saja membenci Tania walaupun Tania sudah bersikap baik padanya selama ini.


****


Tania dan Minanti saat ini sedang bicara empat mata di dalam ruangan inapnya, Minanti mengatakan pada Tania untuk tidak perlu merisaukan apa pun karena semuanya sudah ia atur sedemikian rupa hingga nanti Tania hanya perlu mempersiapkan dirinya melakukan operasi rekonstruksi wajah.


“Nyonya, saya benar-benar merasa berterima kasih pada anda atas semua kebaikan yang telah anda berikan pada saya.”


“Kamu tidak perlu berlebihan begitu Tania, saya tidak merasa melakukan sesuatu yang dikatakan ‘wah’.”


“Sepertinya Nyonya ini terlalu merendah, saya benar-benar merasa tersanjung dan tak percaya kalau Nyonya mau melakukan hal ini pada saya, sejujurnya saya merasa tidak enak pada Nyonya.”


“Sudahlah Tania, kamu jangan merasa tidak enak padaku, ya? Kamu fokus saja pada pengobatanmu, kamu tidak perlu memikirkan soal biayanya karena semuanya sudah saya tanggung.”


“Namun kalau saya boleh tahu kenapa Nyonya mau melakukan semua ini untuk saya?”


“Bukankah sebelumnya saya sudah pernah mengatakan pada kamu bahwa saya melakukan semua ini karena saya percaya kalau kamu dapat menjadi seseorang yang hebat di masa yang akan datang.”


“Kenapa Nyonya dapat mengatakan seperti itu?”


“Karena saya yakin Tania, perasaan saya tidak mungkin salah selama ini.”

__ADS_1


“Semoga saja kelak saya tidak akan mengecewakan perjuangan Nyonya.”


“Amiin.”


****


Jihan pulang ke rumah dengan kesal, ia memberitahu pada Ester semua yang ia dengar hari ini, Ester nampak tidak terlalu terkejut dengan apa yang Jihan katakan karena memang sebelumnya Ester sudah mencari tahu


apa yang tengah terjadi pada Tania, ia pikir saat setelah Tania keluar dari rumah sakit maka ia dapat membunuh gadis itu namun rupanya dewi fortuna berpihak pada gadis itu hingga ia mendapatkan seorang malaikat penolong.


“Jadi Mama sudah tahu semuanya?”


“Mama tidak mengatakan bahwa Mama sudah tahu semuanya, hanya sebagian saja.”


“Namun tetap saja Mama sudah tahu kalau Tania akan dibawa pergi ke Seoul oleh mamanya Olaf.”


“Sudahlah Jihan, lebih baik kamu fokus saja pada pertunangan kamu dengan Ferdian, Mama tidak mau karena masalah seperti ini membuat kamu jadi gelisah dan tidak lagi fokus dengan pertunangan kamu.”


Jihan mendengus kesal dan pergi meninggalkan Ester sendirian di ruang tengah, sepeninggal Jihan kini Ester menghela napasnya kesal, rencananya berantakan lagi, namun dengan kepergian Tania ke luar negeri untuk pengobatan maka ia dapat bernapas lega untuk sementara waktu sambil ia mengatur siasat untuk membunuh Tania ketika ia baru saja kembali dari luar negeri.


“Kamu lihat saja nanti Tania, kamu tidak akan dapat lolos dariku.”


****


“Om pasti akan merindukan kamu.”


“Aku juga akan merindukan Om.”


“Tenang saja, Tuan Handi tentu saja bisa sering menjenguk Tania ke Seoul,” ujar Minanti.


Handi hanya tersenyum saja menanggapi ucapan Minanti barusan, kini akhirnya waktu untuk mengucapkan selamat tinggal karena pesawat yang akan membawa Minanti dan Tania akan segera berangkat.


“Pesawat kalian akan segera berangkat, lebih baik segera masuk ke dalam.”


“Baiklah, kami pergi dulu.”

__ADS_1


“Segera kabari ketika kalian sudah sampai di Seoul, ya?”


“Tentu saja.”


Maka kini Tania dan Minanti masuk ke dalam area terminal keberangkatan, sebelum mereka masuk lagi-lagi mereka berbalik badan dan melambaikan tangan pada Bram dan Handi yang masih berdiri di tempat mereka


masing-masing saat ini.


“Mereka akan baik-baik saja selama di sana, anda tenang saja,” ujar Bram pada Handi.


“Saya percaya bahwa istri anda pasti akan menjaga keponakanku dengan baik,” ujar Handi.


“Lebih baik saat ini kita pulang saja,” ujar Bram.


*****


Akhirnya hari pertunangan antara Jihan dan Ferdian pun tiba juga, Jihan sudah siap dengan gaunnya pun dengan Ferdian yang sudah siap dengan balutan jas dan celana bahan yang warnanya senada dengan gaun yang


dikenakan oleh Jihan, sebelum acara tukar cincin berlangsung, Ferdian menemui Jihan terlebih dahulu di dalam ruang rias, ia meminta para penata rias untuk keluar dulu karena ada sesuatu yang ingin ia katakan pada Jihan.


“Bolehkah aku minta waktu sebentar dengan Jihan?”


“Baik Tuan.”


Maka setelah para penata rias sudah keluar dari dalam ruangan ini, Ferdian pun menanyakan sesuatu pada Jihan, tentu saja ia menanyakan perihal apakah Jihan siap untuk melakukan semua ini.


“Apakah kamu sudah siap, Jihan?”


“Menurutmu? Apakah aku terlihat tidak siap? Sudah tidak bisa lagi mundur, kita harus melangkah maju ke depan.”


“Baiklah kalau begitu, acaranya akan segera dimulai, aku harap kita melakukan semuanya dengan baik.”


“Aku juga berharap demikian.”


Setelah pembicaraan singkat itu, kini acara pertunangan yang sesungguhnya dilakukan, Jihan dan Ferdian dengan disaksikan keluarga besar dan tamu undangan lainnya melakukan prosesi tukar cincin yang disambut meriah oleh tamu undangan yang hadir di acara ini.

__ADS_1


“Aku harap kita bisa meneruskan sandiwara ini,” ujar Ferdian lirih.


“Sudah terlambat jika kita ingin mundur, maka mari kita lanjutkan semua sandiwara ini,” ujar Jihan.


__ADS_2