Berkah Cinta

Berkah Cinta
Melawan Dan Tak Takut


__ADS_3

Minanti dan yang lain saat ini sedang menikmati sarapan pagi mereka di akhir pekan, namun suasana hangat dan ceria di pagi itu mendadak sirna ketika ia menerima sebuah telepon dari Stefani yang mengatakan bahwa saat


ini Juan tengah dibawa ke rumah sakit karena ditemukan tidak sadarkan diri di dalam apartemennya.


“Mama ada apa?” tanya Olaf yang melihat perubahan raut wajah Minanti selepas wanita itu menerima telepon tersebut.


“Juan, dia ada di rumah sakit sekarang,” jawab Minanti.


“Juan? Ada apa dengan anak itu? Kenapa dia bisa masuk rumah sakit?” tanya Bram.


“Aku sendiri juga tidak tahu, namun kita harus segera ke rumah sakit sekarang,” ujar Minanti.


Maka Olaf, Bram dan Minanti segera pergi ke rumah sakit untuk memastikan bagaimana kondisi Juan saat ini, ketika mereka sampai di depan ruang IGD nampak Stefani sedang gelisah berdiri di sana.


“Apa yang sudah kamu lakukan pada anakku?!” seru Minanti.


“Stefani, kamu sudah sangat keterlaluan!” seru Olaf.


“Aku benar-benar tidak tahu apa pun! Aku tidak tahu kenapa sampai Juan tak sadarkan diri!” seru Stefani.


****


Dokter bilang Juan tak sadarkan diri karena pengaruh obat-obatan terlarang yang ia konsumsi, perlahan kondisinya sudah mulai membaik dan ia pun dipindahkan ke ruangan inap biasa, semua orang lega mendengarnya namun saat ini Juan masih belum siuman namun setidaknya hal tersebut sudah jauh lebih baik dari pada ia berada di ruang IGD dengan kondisi kritis seperti tadi.


“Apa yang terjadi pada Juan? Kamu tahu sesuatu, kan?” tanya Minanti pada Stefani.


“Saya tidak tahu Tante, saya tadi dibantu pengelola apartemen dan satpam mencoba masuk ke dalam apartemen setelah sebelumnya saya tidak bisa menelpon Juan dan ia juga tidak membukakan pintunya padahal sudah


lama saya berdiri di depan pintu, ketika kami semua masuk ke dalam nampak Juan tak sadarkan diri seperti itu,” ujar Stefani menjelaskan.


“Aku tidak akan percaya dengan mudah apa yang kamu katakan barusan, aku akan mencari tahunya,” ujar Olaf.


“Silakan, silakan kalau kamu tidak percaya pada apa yang aku katakan dan carilah buktinya karena aku sama sekali tidak berbohong!” seru Stefani.


“Kalian semua bisakah tenang dan jangan berdebat? Ini adalah rumah sakit,” ujar Bram mengingatkan agar mereka semua tidak bertengkar.

__ADS_1


*****


Minanti memberikan kabar pada Felli bahwa saat ini Juan dirawat di rumah sakit, Felli yang mendengar kabar tersebut tentu saja terkejut dan ia segera bergegas pergi menuju rumah sakit untuk melihat bagaimana kondisi Juan terkini.


“Kamu mau pergi ke mana?” tanya mamanya.


“Aku mau pergi ke rumah sakit, Juan katanya masuk rumah sakit,” jawab Felli.


“Juan masuk rumah sakit? Memangnya dia kenapa? Kenapa sampai dia masuk rumah sakit?”


“Aku sendiri pun tidak tahu apa yang terjadi barusan, tadi mamanya menelponku dan mengatakan kalau dia masuk rumah sakit itu saja,” ujar Fell.


“Hati-hati di jalan, ya, kalau kamu sudah tahu kenapa dia masuk rumah sakit, cepat-cepat kamu beritahu Mama, ya?”


“Iya Ma, aku pergi dulu.”


Felli pun bergegas pergi menuju rumah sakit untuk mengetahui bagaimana kondisi Juan saat ini, sepanjang perjalanan menuju rumah sakit nampak Felli gelisah sekali, namun ia berusaha untuk tetap tenang agar tidak terjadi kecelakaan. Akhirnya setelah berkendara cukup lama, ia pun tiba juga di rumah sakit tempat di mana Juan dirawat saat ini. Felli segera pergi ke ruangan inap Juan, namun belum sempat ia sampai di ruangan inap Juan, ia berpapasan dengan sosok Stefani di sana.


“Mau apa kamu datang ke sini?”


“Aku datang ke sini untuk menjenguk Juan.”


*****


“Apa-apaan kamu ini? Lepaskan tanganmu!”


“Aku peringatkan padamu untuk jangan pernah mendekati Juan lagi, mengerti?!”


“Aku hanya ingin melihat bagaimana kondisinya saat ini, itu saja.”


“Kenapa kamu sulit sekali untuk dibilangi, hah?! Aku sudah mengatakan bahwa kamu tidak perlu mendekati Juan lagi! Kalian sebentar lagi akan bercerai dan kamu tidak perlu mendatanginya dan mencari simpati keluarganya lagi!”


“Stefani, sepertinya kamu begitu picik, ya? Aku sama sekal tidak mencari simpati dari keluarga Juan, aku datang ke sini karena aku benar-benar ingin tahu bagaimana kondisi Juan.”


“Dengar Felli, sampai kapan pun, Juan tidak akan pernah mencintaimu, karena apa? Karena dia hanya mencintaiku saja, jadi lupakan saja kalau kamu berpikir ingin kembali dengan Juan karena sampai kapan pun, itu tidak akan pernah mungkin terjadi!”

__ADS_1


“Sudahlah Stefani, aku benar-benar tidak punya waktu untuk pembicaraan omong kosongmu ini!”


“Berani sekali kamu menentang apa yang aku katakan!”


“Ada apa ini?”


Stefani berhenti ketika sosok Olaf berdiri tidak jauh dari mereka, pria itu kemudian berjalan menghampiri kedua wanita yang barusan sedang bertengkar itu.


“Apa yang hendak kamu lakukan Stefani?”


*****


Tania baru saja sampai di rumah sakit tempat di mana Juan dirawat, tadi Olaf mengabarinya bahwa Juan masuk rumah sakit dan saat ini pria itu belum siuman, ketika Tania berjalan di lorong rumah sakit, tiba-tiba saja ia berpapasan dengan Stefani dan wanita itu sontak saja menghentikan langkah kakinya ketika melihat Tania datang ke rumah sakit ini.


“Mau apa kamu datang ke sini?”


“Itu bukan urusanmu.”


“Berani sekali kamu!”


“Aku tidak punya urusan denganmu.”


“Apakah kamu pikir kamu dapat bahagia sekarang karena Olaf akan menikahimu? Jangan bermimpi banyak Tania, karena aku tidak akan membiarkan langkahmu semudah itu dalam mendapatkan Olaf.”


“Aku benar-benar tidak punya waktu untuk pembicaraan omong kosong denganmu Stefani, namun sejujurnya aku merasa kasihan padamu, kamu sepertinya begitu ingin Olaf melirikmu dan membalas cintaimu namun sampai saat


ini nyatanya dia tidak pernah membalas cintamu hingga membuatmu frustasi seperti ini.”


“Jaga bicaramu, ya!”


“Kenapa memangnya? Apa yang aku katakan ini memang benar, kan?! Kamu memang belum bisa juga move on dari Olaf dan menjadikan Juan yang malang sebagai pelampiasanmu, aku merasa kasihan pada Juan, kenapa dia


harus jatuh cinta pada iblis sepertimu.”


“Berani sekali kamu!”

__ADS_1


Ketika Stefani hendak menampar Tania, tangan wanita itu ditahan oleh Tania, Tania mengatakan bahwa Stefani jangan melampaui batas karena ia tidak akan segan-segan berbuat kejam padanya kalau Stefani masih saja terus memprovokasinya.


“Ingat ini baik-baik Stefani, aku tidak akan membiarkanmu terus menerus mengusik hidupku, kalau kamu masih terus mengusik hidupku, maka kamu akan mendapatkan balasannya.”


__ADS_2