Berkah Cinta

Berkah Cinta
Mama Angkat Bicara


__ADS_3

Ketika Felli datang ke ruangan inap ini, perawat itu nampak terkejut karena aksinya diketahui oleh orang lain, ia hendak kabur namun Felli menahan perawat gadungan itu agar tidak melarikan diri.


“Siapa kamu?”


“Lepaskan aku!”


Namun Felli tentu saja tidak akan melepaskan perawat gadungan ini dengan mudah, ia akan memanggil satpam untuk melakukan intrograsi pada perawat gadungan itu, namun rupanya perawat itu mengeluarkan jarum suntik


dan hendak menyuntikannya pada Felli, Ricky yang melihat itu segera menarik Felli menjauh dan membuat perawat gadungan itu melarikan diri.


“Apa yang kamu lakukan? Dia jadi kabur.”


“Kita tidak tahu apa yang akan dia suntikan pada kita kalau aku tidak menarikmu tadi.”


Felli menghela napasnya panjang, ia berterima kasih pada Ricky namun ia mengatakan tetap akan melaporkan kasus ini pada satpam dan berharap bahwa perawat gadungan itu akan dapat segera tertangkap.


“Tapi kamu baik-baik saja, kan?”


“Iya, aku baik-baik saja.”


*****


Olaf tiba di apartemen Tania karena tadi wanita itu menelpon dan mengatakan bahwa ia ingin mengadakan acara kecil-kecilan di apartemennya, Olaf yang baru saja tiba di apartemen Tania melihat adanya sepasang sepatu yang tentu saja ia kenali siapa pemiliknya itu sudah datang. Kini ia melepaskan sepatunya dan masuk ke dalam apartemen Tania, di sana nampak Minanti sudah menyiapkan makan malam untuk mereka semua.


“Baunya lezat sekali.”


“Duduklah.”


Olaf pun duduk di kursi meja makan sementara Tania menyiapkan makan malam untuk pria itu, Minanti yang sudah selesai manata meja pun ikut duduk mengitari meja makan ini.


“Ada acara apa ini? Banyak sekali makanannya.”


Baik Tania maupun Minanti nampak tersenyum saja ketika mendengar pertanyaan Olaf barusan, namun sikap kedua wanta itu malah membuat Olaf jadi mengerutkan keningnya heran.


“Ada apa? Apakah aku melewatkan sesuatu?”


“Hari ini Tania sudah resmi diputuskan bercerai dengan Ferdian.”


“Yang benar?”


“Dan ada sesuatu lagi, hubungan Mama dan Tania jadi semakin baik setelah Mama jujur pada Tania mengenai apa yang terjadi di masa lalu.”


“Syukurlah kalau begitu, apakah itu semua benar?” tanya Olaf pada Tania.


“Iya Olaf, apa yang barusan beliau katakan itu benar dan… aku akan mencoba memanggil dia dengan mama,” jawab Tania.


“Itu bagus sekali.”


*****

__ADS_1


Felli masih berpikir siapa kira-kira orang yang hendak mencelakai Ricky saat ini, namun tentu saja satu orang yang sangat mencurigakan adalah Juan, pria itu memiliki motif yang kuat untuk melakukan ini semua.


“Kamu memikirkan apa?”


“Aku memikirkan tentang siapa orang yang hendak melakukan hal jahat padamu.”


“Kamu tak perlu terlalu memikirkan hal itu.”


“Bagaimana bisa aku tidak memikirkan hal itu, ini baru pertama pasti akan ada hal lain yang akan dilakukannya padamu.”


“Sudahlah Felli, kamu tak perlu memikirkan itu, bagaimana kalau kita anggap saja kejadian itu tidak pernah ada?”


Felli menghembuskan napasnya berat, kini Ricky menggenggam tangannya dengan lembut dan membuat jantung Felli berdebar lebih cepat dari biasanya, walaupun Felli sudah berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia tidak menyukai pemuda ini, namun kenapa selalu saja ada sensasi aneh ketika mereka berduaan dan juga ketika pemuda ini menyentuh kulit tangannya.


“Felli, aku tidak akan memaksamu untuk menerimaku.”


“Aku mengerti.”


“Aku juga tidak ingin soal yang kemarin menjadi beban


untukmu.”


Namun ketika mereka berdua sedang dalam posisi romantis seperti itu, pintu ruangan inap Ricky terbuka dan menampakan sosok mamanya Felli di sana, wanita itu nampak geram melihat Felli dan Ricky sedang berpegangan tangan.


“Apa-apaan kalian ini?!”


“Kenapa Mama datang ke sini?”


*****


Ketika sarapan bersama dengan kedua orang tuanya, Olaf mengatakan pada Minanti dan Bram bahwa kemarin Juan mengatakan sesuatu padanya dan hal ini menyangkut tentang Felli.


“Dia bilang kalau Ricky menyukai Felli.”


“Dia pasti hanya mengada-ada saja,” ujar Minanti.


“Tidak, dia juga memberikan bukti percakapan kalau Ricky benar-benar menyatakan perasaannya pada Felli,” ujar Olaf.


“Lalu apa langkah selanjutnya yang Juan inginkan?” tanya Bram.


“Dia ngotot ingin berpisah dengan Felli.”


“Namun kita tidak bisa percaya begitu saja dengan bukti yang disodorkan oleh Juan itu, bisa saja itu semua hanya akal-akalan dia saja,” ujar Minanti.


“Aku mengerti Ma, oleh sebab itu semalam sebenarnya aku ingin datang ke rumah sakit untuk menanyakan hal tersebut secara langsung padanya namun karena Mama menelpon semalam, maka dari itu aku tidak jadi ke


rumah sakit.”


“Mama akan pergi ke sana dan mengkonfrontirnya secara

__ADS_1


langsung dengan Felli dan juga pemuda itu, kamu kirimkan saja di mana


alamatnya.”


“Iya Ma.”


Maka setelah sarapan, Olaf pun berpamitan pada kedua orang tuanya untuk pergi bekerja, setelah Olaf pergi kini Minanti pun bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit itu.


“Apakah aku harus ikut denganmu?” tanya Bram.


“Tidak perlu, aku bisa sendiri,” jawab Minanti.


****


Minanti kemudian pergi ke rumah sakit tempat di mana Ricky dirawat, setelah mendapatkan informasi dari petugas pusat informasi mengenai di mana kamar Ricky berada, kini Minanti segera menuju ruangan inap pemuda itu. Ketika ia sudah sampai di ruangan inap pemuda itu, nampak tidak ada siapa pun kecuali Ricky yang tengah berbaring di tempat tidurnya, Minanti membuka pintu ruangan inap itu dan membuat Ricky menoleh ke arah pintu yang terbuka.


“Maaf kalau aku mengganggu waktu istirahatmu.”


“Sama sekali tidak, siapa anda?”


“Kita belum pernah bertemu sebelumnya, ya? Saya adalah mertuanya Felli.”


“Oh begitu.”


“Dan kamu pasti Ricky, ya?”


“Iya, itu saya.”


“Saya membawakan beberapa buah untuk anda.”


“Terima kasih, jadi merepotkan.”


“Sama sekali tidak.”


Kini Minanti berjalan menghampiri tempat tidur Ricky setelah ia menaruh buah yang ia bawa untuk pemuda ini, Minanti tanpa basa-basi langsung menanyakan pada pemuda ini mengenai apakah memang benar Ricky menyukai


Felli.


“Maaf kalau aku tidak bisa berbasa-basi denganmu, namun kita langsung masuk pada intinya saja, apakah kamu benar-benar menyukai Felli?”


“Iya, saya benar-benar menyukainya.”


“Apa sebenarnya rencanamu?”


“Saya tidak mengerti apa yang anda bicarakan.”


Minanti menghela napasnya panjang, pemuda ini sepertinya mengatakan yang sesungguhnya, ia pun menasihati Ricky agar tidak mendekati Felli apalagi status Felli saat ini masih menjadi istri orang.


“Aku mengerti, dan aku pun sudah mengatakan padanya bahwa dia tak perlu membalas perasaanku, aku hanya ingin dia tahu kalau aku menyukainya, itu saja.”

__ADS_1


Saat Minanti dan Ricky masih berbincang, pintu ruangan inap Ricky terbuka dan menampakan sosok Felli di sana yang terkejut ketika melihat Minanti ada di ruangan inap pemuda ini.


“Mama?”


__ADS_2